Tidak Bisa Receive File via Bluetooth di Windows 7

Ganti OS terkadang kita harus bisa beradaptasi dengan sistem yang baru. Salah satu yang terpenting adalah aspek komunikasi data dengan lingkungan sekitarnya baik kabel, device, maupun yang tanpa kabel, salah satunya adalah bluetooth. Komunikasi dengan bluetooth walaupun tidak secanggih wifi terkadang tetap wajib jika ingin berhubungan dengan perangkat lain seperti handphone, tablet, dan lain-lain.

Entah mengapa walaupun bluetooth sudah aktif, tetap saja ketika tablet atau ponsel mengirimkan data ke laptop lewat bluetooth selalu muncul gagal terkirim “sent failed”. Tetapi jika kirim data bisa, lewat klik kanan dan pilih send to bluetooth. Jawabannya ternyata sederhana, pada menu bluetooth di windows kita harus mengetik “receive file” terlebih dahulu sebelum alat lain mengirimkan file lewat mekanisme bluetooth.

Klik receive a File sebelum anda mengirimkan file kemudian muncul jendela baru dimana Windows siap menerima file. Lokasi penyimpanan dapat juga disetting sesuai dengan keinginan kita.

Mudah bukan, semoga sedikit bermanfaat.

Teknik Text Mining dengan Matlab

Hari ini adalah hari penghakiman untuk tugas project mata kuliah Decision Support Technology (DST). Kasus yang kami pilih adalah menentukan dari puluhan juta record berisi pengarang dan tulisannya dan kita diminta mencari nama-nama yang seharusnya digabung berdasarkan field-field yang ada yaitu affiliation, konference, judul, dan kata kunci.

Kami sekelompok sepakat menggunakan tools Java dengan postgresql, sementara saya tetap setia menggunakan Matlab dengan Microsoft Access sebagai sistem basis datanya. Rekan saya yang berasal dari Thailand dan Uzbekistan cukup mahir dalam memainkan Java. Untuk tahap pertama mereka sudah berhasil melakukan cleaning data. Pengarang yang namanya sama jika affiliation-nya sama maka dikategorikan dalam satu pengarang yang sama.

Saya bertugas mensuplai data similarity dari pengarang-pengarang itu. Teknik pertama dengan mencari nama yang sama persih, menghasilkan akurasi 60%. Jika nama sama dan dicek affiliation-nya mirip, akurasi meningkat menjadi 70%. Berikutnya teknik-teknik lain digunakan mulai dari nama singkatan dan nama belakang, misalnya rahmadya trias handayanto, dicari apakah ada yang mirip r. t. handayanto? Diperoleh akurasi 80%. Rekan saya menganjurkan teknik switching nama pertama dengan nama terakhir, jadi dicari rahmadya handayanto dengan handayanto rahmadya, apakah ditemukan? Namun akurasinya hanya naik 1 persen menjadi 81%.

Selepas kuliah ISDM, saya berkumpul kembali dan saya menunjukkan bahwa saya menemukan nama-nama yang sama dengan menanggalkan nama tengah. Jadi misalnya rahmadya trias handayanto, akan saya cari dengan r. handayanto, apakah ada atau tidak. Mereka langsung mengecek satu sample data yang saya berikan, dan mereka terkejut ternyata ada beberapa nama yang tidak ditulis nama tengahnya dan memiliki affiliasi yang sama. Dan kami terkejut ketika akurasi naik 3 persen jadi 84%.

Sebenarnya masih banyak cara lain, seperti yang disarankan oleh Dr. Paul, dosen kami, misalnya missing word, spelling of word (france and germany), serta nama cina yang bermarga di depan. Untuk melihat contoh bagaimana Matlab mendeteksi dapat dilihat di youtube ini:

Looking for a Similar Name in Text Mining with Matlab

Some names has first name, middle name, and last name. The last name is a family name, except some country like Chine. Many literatures for simplicity only show the last name with abbreviation to the first and middle ones. For example Rahmadya Trias Handayanto will be written as R. T. Handayanto or Handayanto, R. T. (see e.g in IEEE: http://ieeexplore.ieee.org/search/searchresult.jsp?newsearch=true&queryText=handayanto) so we want to predict that R. T. Handayanto is similar to Rahmadya Trias Handayanto. For experiment try to type in Matlab:

As usual, I use ‘{‘ instead of ‘(‘ because I made a cell type that fit the record on database. We want to collect other name that has similar to it like r. t. handayanto. For collecting the last name you can see my other post using regular expression: https://rahmadya.com/2014/04/18/how-to-search-last-name-using-matlab/. Therefore, we just add the first and middle, or only the last name if only a single name.

The logic is we find first the index of space that indicate the first or middle name with last name. After we count the total number of name we represent only first character with point for first name and middle name. I use if-else to detect whether the name only has one name (last name).

Try using a command window to convert the name become short name. You see that now rahmadya trias handayanto became r. t. handayanto that will compare to other that similar to it using format character (see the bottom line).

For example, we have 10 data:

You can see that Ahmed Abdul-hamid and A. Abdul-hamid that has similar name, but A. Cain may be different from A. J. Cain.

The result state that there is two names with similarity of last name and abbreviation of firs name that id=3 and id=10. With function lower we change all author name into lower case in order to easily compare. Of course, to get this code we have to understand how to manipulate matrices in Matlab.

 

How to Search Last Name using Matlab

It is a hard day, because I always sleep over the mid night. Ok, it’s about text mining. We want search from the data that has a particular family name, for example, may name, rahmadya trias handayanto. Ok, because our data usually cell type (for database), use this kind of data type:

name={‘rahmadya trias handayanto’}

We use symbol { for creating a cell type that we always find in table format. The logic for searching my lastname is by finding the last space. Try using the regular expression.

index=regexp(name,’ ‘)

Don’t forget to type space between ‘ because we want to search the index of space for name. Type celldisp(index) to see the content of index, because it is cell type. Many people have more than two names, with middle name. So we have to choose the biggest index using function max.

bigindex=max(index{1})

We have to convert the name into character if we want to present the last name using char function.

charname=char(name);

key=charname(bigindex+1:end)

We use ‘+1’ because we don’t include space to our last name. You can see the instruction below, it is very easy.

Parallel Processing on Matlab

Untuk memproses 2000-an record terhadap 2 juta record jika dijalankan dengan satu proses akan memakan waktu cukup lama karena karakternya yang serial. Untuk menjalankan proses yang parallel secara bersama maka kita dapat menjalankan lebih dari satu matlab dalam satu computer. Biasanya ini dilakukan jika kita ingin memproses data berukuran besar (big data).

First, you have to change current directory of your first matlab. If we want to create with two machines, you can open your Matlab again form start menu or from your shortcut wall. For example I want to use three Matlab for computing my algorithm at the same time for faster result.

Second, things that we have to consider is the location of the result, if you have the similar name to the output, you have to separate current directory because of the conflict of output (the last output will replace the previous one).

Last, you have to count the power of your machine. I use i5 processor, and sometimes I use four processing. The picture below show my Matlab that process 3 text processing of 2 thousand of author to other 2 million author.

Parallel Processing dengan Matlab

Melanjutkan tulisan yang lalu (https://rahmadya.com/2014/04/04/mengimpor-big-data-ke-matlab/) tentang import big data ke Matlab, saya akan sharring suka dukanya mengolah big data dengan Matlab. Setelah berhasil meramu kode untuk mencari data dan mengumpulkannya dalam satu tabel untuk data kecil, ketika diterapkan ke data besar muncul masalah besar juga. Mencari 2 juta nama yang memiliki kemiripan harus saya hentikan karena 14 jam baru selesai pengarang ke 16442 yang sedang dibandingkan ke pengarang ke 1.352.700. Tobat.

Algoritmanya sederhana, misalnya kita punya 4 nama A,B,C dan D. Akan kita cek apakah di antara 4 nama itu ada sama nama belakangnya. Alurnya adalah A dibandingkan dengan B, C, dan D. Berikutnya B dibandingkan dengan C, dan D. Terakhir C dibandingkan dengan D. Jika prosesnya memakan waktu sehari maka dapat saja kita pecah jadi misalnya dua proses. Proses pertama membandingkan A,B dengan B,C, D dan proses kedua membandingkan C,D dengan B,C,D. Maka waktu prosesnya diperkirakan jadi setengah hari. Jika dibagi menjadi empat proses, jauh lebih cepat lagi. Setelah diperoleh hasil, perlu satu kode untuk menggabungkan tabel-tabel hasil pencarian yang terpisah tersebut.

Apakah memerlukan komputer yang berbeda? Ternyata tidak, Matlab dapat dijalankan lebih dari satu jendela. Coba Anda buka Matlab Anda, kemudian Anda buka lagi Matlabnya, maka Anda telah menjalankan dua mesin Matlab. Hanya saja Anda harus membedakan variabel pada proses 1 dengan proses 2 karena akan bentrok nantinya, minimal membedakan current directory jika Anda malas merubah listing programnya. Oke, kita buat data baru ujicoba:

Berikutnya jalankan kode untuk mencari nama yang sama seperti tulisan yang lalu dengan bantuan fungsi strfind Matlab (https://rahmadya.com/2014/04/07/mencari-kata-dalam-text-dengan-matlab/). Misal saya memecah menjadi 2 maka dari total 20 nama, maka proses pertama i=1 sampai 10, proses kedua i=11 sampai 20.

Perhatikan untuk proses 1 diperoleh hasil yang banyak karena memang data cenderung terbagi dua karena sementara proses 2 hanya diperoleh satu yang sam yang kebetulan sudah diperoleh juga di proses 1. Seandainya data memang terbagi dua, maka proses 2 tidak menemukan kesamaan.

Pemilihan Umum 2014

Berbagai caruk maruk permasalah negara Indonesia dari kasus-kasus korupsi para politisi-politisi yang bukan hanya dari partai umum, bahkan partai yang mengatasnamakan agama pun ikut terlibat. Walaupun menurut informasi bahwa jumlah pemilih golput meningkat dari pemilu tahun 2009, tetapi pelaksanaan pemilihan umum hari ini cukup berjalan dengan baik.

Yang membuat saya berhasrat untuk menulis di blog tentang pemilu ini adalah karena saat ini saya sedang menjalani tugas belajar di negeri gadjah Thailand. Berbeda karena pemilu luar negeri hanya memilih DPR pusat saja, juga tarik menarik kepentingan partai sangat terasa di sini.

Hegomoni PKS terhadap mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang sedang tugas belajar sepertinya mulai meredup, mungkin karena berita buruk yang belakangan tersiar di berbagai media masa yang menurut mereka tidak adil terhadap partainya. Di Thailand sendiri, PKS merupakan partai pemenang pemilu tahun 2009 yang lalu. Tetapi kenyataan saat ini berbeda, di tanah air sendiri hasil quick count PKS tidak memperoleh target 3 besar yang diharapkannya, bahkan kalah oleh PKB yang meningkat hampir dua kali lipat dari pemilu yang lalu. Lebih sial lagi adalah Partai Demokrat yang cukup drastis turunnya akibat kasus-kasus yang menimpa ketua partainya yang dulu, Anas Urbaningrum. Untung saja strategi SBY untuk menggalang kekuatan dari capres-capres potensialnya sebagai pendongkrak suara sepertinya cukup berhasil. Gerindra sepertinya tertawa lebar karena kenaikannya hampir tiga kali lipat, karena memang mesin politiknya yang bekerja cukup baik dari kader-kadernya yang terus dilatih, baik real maupun lewat media internet. PDIP sendiri walaupun peringkat pertama, tetapi prosentasenya di bawah target (27%) yang mungkin akibat selain banyak kasus yang menimpanya, magnet Jokowi kurang berhasil mendongkrak suara, karena banyak pemilih yang belum tahu bahwa Jokowi capres dari PDIP. Tentu saja dampak dari lainnya seperti citra negatif oleh lawan-lawan politiknya di media, cukup mengganggu kenaikan hasil pemilu, walaupun dibanding tahun 2009, PDIP tetap naik sekitar 1 persen.

Untuk pemilu presiden 91 hari lagi, sepertinya akan terjadi pertarungan sengit antara Jokowi dengan Prabowo. Isu adanya poros tengah dari partai-partai Islam yang akan menyokong Mahfud MD juga perlu diwaspadai oleh capres PDIP dan Gerindra itu. Golkar diperkirakan akan bergabung dengan capres yang akan unggul karena partai ini dikenal sebagai partai yang selalu berkoalisi dengan pemerintahan. Bagaimana dengan PKS? Ini merupakan pertanyaan yang unik mengingat perseteruannya dengan PDIP sangat tajam. Jika PDIP menang di pilpres, PKS sepertinya akan menjadi partai oposisi, walaupun tentu bisa saja berkoalisi dengan PDIP di pemerintahan walaupun koalisi yang dilakukan oleh PKS cukup unik, dan tidak dapat saya beberkan di sini karena bisa menyinggung perasaan kader2nya. Salah satunya adalah PKS kerap keluar dari kebijakan koalisi yang sempat membuat ketua partai koalisi, SBY, sedikit geram dengan sikap partai yang dua muka tersebut.

Apapun hasilnya harus kita terima dengan lapang dada. Saya ucapkan Alhamdulillah karena berjalan dengan lancar dan memenuhi perundang-undangan. Gambar di atas foto bareng dengan panitia pemilu Bangkok yang datang menjemput bola para pemilih di kampus Asian Institute of Technology (AIT) Thailand (Saya kebetulan pake kaos warna kebangsaan he he). Coba kita perhatikan negara lain, seperti Afganistan yang untuk memilih saja rakyatnya kesulitan karena ancaman dari pihak pengacau keamanan. Di tempat saya belajar pun, Thailand, pemilu bulan februari lalu dibatalkan oleh pengadilan Thailand karena tingkat partisipasinya yang jauh dari persyaratan, baik jumlah pemilih, maupun jumlah wilayah yang mengadakan pemilihan umum.

Mencari Kesamaan Text dengan Matlab

Kalau pada tulisan yang dulu (https://rahmadya.com/2014/04/07/mencari-kata-dalam-text-dengan-matlab/) ketika mencari kata kita terlebih dahulu menentukan keyword (atau diistilahkan dengan term), untuk mencari nama yang sama mau tidak mau Matlab harus menentukan sendiri term yang akan dicari kesamaan dengan kata pada record yang lain. Sebagai contoh di sini saya menentukan 13 nama yang memiliki 6 orang dengan nama yang sama.

Cara kerjanya adalah pertama-tama Matlab mengambil kata kunci record pertama yaitu “ayman kaheel” sebagai term yang akan dibandingkan dengan record kedua, ketiga, dan seterusnya hingga panjang maksimal record (dalam hal ini 13 record). Jika ditemukan nama yang sama, dengan instruksi isempty, baik record term maupun yang mirip dengannya dipisahkan dalam satu tabel result. Ceritanya panjang, lebih baik langsung saya tampilkan saja kode program:

Seperti biasa, fungsi strfind bermaksud membandingkan suatu string pada vektor. Cellstr berfungsi merubah string menjadi cell karena kalau tidak dirubah, tidak bisa digabungkan menjadi satu matriks karena string berbeda-beda ukurannya, sedangkan cell selalu tetap, berapapun panjang string, tetap dianggap satu sel. Pindahkan script itu ke command window, anda akan memperoleh hasil berikut ini:

Ketika hasil diketik (result) akan memunculkan deretan nama yang sama dengan no urutnya. Berikutnya adalah bagaimana cara untuk mencari nama yang nama keluarganya sama, karena terkadang dalam literatur ilmiah, misalnya ayman kaheel, terkadang ditulis a. kaheel, sehingga jika digunakan cara di atas akan tidak berhasil. Selamat mencoba !

Mengimpor Big Data ke Matlab

Jika data berukuran kecil dan sedang, dengan mudah kita mengimport suatu data dari excel, notepad, dan sejenisnya. Tetapi jika berukuran besar akan menjadi masalah jika kita mengimport data dari kedua text editor tersebut. Hal ini terjadi ketika saya akan membuat vektor dan matriks data ke dalam vormat Matlab agar bisa dilakukan text mining. Excel cenderung akan memotong data menjadi 65 ribuan record saja. Sementara notepad memiliki masalah ketika akan dieksport ke Matlab (Mat).

Langkah yang cukup akurat adalah menggunakan sistem manajemen basis data, misalnya Microsoft Access. Langkah pertama adalah membuka file data tersebut (misalnya berformat xls, atau csv) ke microsoft access untuk dilakukan pemilahan menjadi kolom-kolom yang sesuai jika data yang ada berbeda jenisnya. Jangan lupa menghilangkan Field Name dengan mengisi check pada kotak isian seperti gambar di bawah ini.

Berikutnya setelah dipilah-pilah, data kita eksport ke format text yang ada di menu Micorosft Access. Tunggu hingga selesai karena jika datanya berukuran besar (sekitar 1 giga) akan memakan waktu yang lama.

Jika selesai maka secara otomatis akan berganti menjadi pesan yang ada di access.

Berikutnya tinggal kita tarik data tersebut dengan Matlab. Buka matlab anda, dan tekan tombol impor yang ada di jendela Workspace (mudah2an tidak tersembunyi). Cari datanya, lalu lakukan proses impor dengan mudah.

Tekan tombol yang bertanda panah ke bawah dilanjutkan dengan mencari file txt yang telah disimpan sebelumnya. Untuk gampangnya, simpanlah di current directory Anda.

 

Berikutnya tinggal mengklik tombol Next hingga tombol finish muncul. Tampak di workspace variabel yang telah Anda masukan. Coba iseng jalankan, jangan semua record dilihat, takutnya matlab Anda hang.

Baru kali ini saya mengalami mengolah file matlab (MAT) hingga kehabisan sumber daya RAM.

Hal Sepele Tapi Penting di Matlab

Beberapa lamanya saya mencari cara bagaimana agar layar Command Window bersih. Ternyata caranya mudah, dengan mengetik clc. Sementara instruksi clear tidak membersihkan layar melainkan membersihkan variabel yang ada di workspace.

Salah satu hal penting lainnya adalah membuat suatu vektor normal. Untuk matlab versi 2014 sih mudah saja, dengan instruksi normalize. Tetapi untuk versi yang lama, tidak dapat berjalan. Untungnya kita dapat dengan mudah memanfaatkan fungsi norm. Tinggal membagi vektor yang akan dicari normalnya dengan euclidean distancenya.

Menggunakan Fungsi Find di Matlab

Sehubungan dengan tugas mata kuliah Decision Support Technology (DST) yang saya ambil, saya diminta mengolah data yang tidak lazim, yang terkadang formatnya tidak baris dan kolom seperti yang diterapkan di beberapa sistem database. Kemampuan mengolah data yang tidak terstruktur menjadi data terstruktur agar dapat diolah dengan Matlab, mengharuskan kita terlatih dalam mengimport data baik dari database ataupun format data lainnya yang biasanya berformat dat, csv, xls, dan sejenisnya.

Baiklah di sini diandaikan kita telah berhasil mengimport data yang kita akan oleh. Pertama-tama kita praktekan mengolah data numerik. Buat data baru:

x = [2 5 7 4 3 3 3]

Maka Anda memiliki data suatu vektor. Jika seumpamanya kita ingin mencari data berisi angka 3, ketik instruksi berikut ini:

>> position = find(x==3)

position =

5 6 7

Maka anda akan memperoleh 5,6, dan 7 yang berarti posisi angka 3 ada di index 5,6, dan 7 dari vektor x.

Bagaimana jika datanya bukan numeric, misalnya string? Coba kita buka dulu sampel data:

str = ‘0.41 8.24 3.57 6.24 9.27’;

Data di atas merupakan data string, walaupun berisi angka di dalamnya. Kita akan mencari nilai numerik dari data tersebut dengan fungsi textscan.

C = textscan(str,’%f’);

C =

[5×1 double]

Tampak hasilnya adalah data C yang berisi cell dengan format membernya floating point yang diindikasikan dengan ‘%f’. Untuk melihat isi dari cell tersebut lakukan instruksi berikut ini:

celldisp(C)

C{1} =

0.4100

8.2400

3.5700

6.2400

9.2700

Hasilnya adalah nilai numerik dari data str yang tadinya berformat string. Gunakan fungsi find, misalnya kita akan mencari lokasi angka 9.27, gunakan instruksi:

find(C{1}==9.27)

ans =

5

Lokasi telah ditemukan di index 5 dari data C{1}. Ok, selamat mencoba dan mengutak-atik, jika ada masalah silahkan menghubungi situs resmi Matlab.

Membuat Program Sederhana Fuzzy

Sudah lama tidak menulis tentang soft computing, maklum kesibukan luar biasa karena kuliah. Kebetulan kali ini saya mengambil mata kuliah Artificial Intelligent and Neuro-Fuzzy. Materi ini membahas seluruh ilmu soft computing, dimulai dari syaraf tiruan, fuzzy, algoritma genetika, hingga turunannya seperti particle swarm, simulated annealing, dan lain-lain. Kali ini saya hanya akan meneruskan tulisan saya yang dulu dengan menambah satu contoh aplikasi, mengingat banyak yang membutuhkan.

Untuk menjalankan aplikasi ini, letakkan di folder kerja Anda (current directory) setelah diekstrak, kemudian jalankan dengan mengetik nama file *.m di command window. Untuk melihat dan mengutak-atik script dengan mengetik edit <nama file *.m> serta untuk melihat alur logika fuzzy dengan mengetik fuzzy <nama *.fis>. Selamat mencoba.

beasiswa

Menghidupkan Alarm Ketika Bateri Laptop Mau Habis

Terkadang kita ingin mengetahui baterai laptop yang kita gunakan mau habis karena kita tidak selalu di depan laptop, misalnya ketika sedang membaca sambil mendengarkan musik di laptop. Tentu saja menjengkelkan ketika tiba-tiba laptop hibernate karena baterai mencapai batas kritis. Banyak yang karena laptopnya masih baru dan sayang dengan baterainya, mengandalkan cara cabut pasang baterai laptop, walaupun ada yang mengatakan untuk baterai jaman sekarang jika sudah penuh, baterai akan berhenti mengisi secara otomatis. Tetapi tetap saja menurut saya baterai tetap jebol bukan karena dicas over tetapi karena kelemahan litium adalah suhu.

Pertama-tama kita setting terlebih dahulu sound di windows 7 kita. Arahkan mouse di desktop / screen, klik kanan dan pilih personalize.

Kemudian Anda akan masuk ke menu personalize. Di bagian bawah ada setting untuk sound. Klik sehingga muncul jendela setting untuk sound.

Jika sudah maka Anda tinggal menyiapkan nada dering yang akan muncul ketika baterai lemah dan atau kritis. File yang dipilih harus berekstensi *.wav. Gunakan software perubah jenis file suara, atau masuk ke situs ini untuk mudahnya: http://audio.online-convert.com/convert-to-wav.

Jangan lupa untuk menekan tombol “Apply” jika sudah di test dan mengeluarkan suara.

Untuk alarm ketika pengecasan mendekati 100% agar mencabut kabel power, bisa lihat postingan berikutnya. Selamat mencoba.

Awal yang Baru di Jurusan Information Management

Setelah kesulitan menghadapi perkuliahan ilmu komputer (computer science) semester yang lalu, dengan berat hati saya beralih ke manajemen informasi (information management) dengan materi kuliah seperti yang telah saya ambil ketika S2 yang lalu yaitu Information System Design and Management (ISDM) dan Decision Support Technology (DST) yang berturut-turut mirip System Analysis and Design dan Decision Support System (DSS). Sehingga saya tinggal memperdalam lagi karena tuntutan yang tinggi di Asian Institute of Technology (AIT) terutama untuk mahasiswa doktor harus minimal B+.

Satu lagi mata kuliah yang saya ambil adalah Artificial Intelligent and Neuro-Fuzzy, yang merupakan mata kuliah untuk jurusan Mechantronic di fakultas Industrial and Sistem Engineering (ISE). Walaupun saya sudah pernah belajar dan bahkan tesis saya dulu adalah tentang syaraf tiruan, tetapi materi yang diajarkan sangat matematis. Untungnya saya hanya tertinggal dua minggu, jadi dapat segera menyesuaikan diri dan ternyata isi dari kuliah adalah penjelasan matematis dari toolbox-toolbox yang saya sering gunakan di Matlab. Matematis yang terlibat hanya seputar aljabar dan matriks. Semoga saya bisa mengatasi mata kuliah ini karena mata kuliah ini andalan saya untuk disertasi nanti.

Dosen pengampunya adalah Dr. Manukid, alumni dari universitas tokyo Jepang. Teknik mengajarinya sangat sederhana dan cepat, jadi harus membaca terlebih dahulu sebelum mengikuti perkuliahannya.

Bhinneka Tunggal Ika … Kita Tentu Tidak Lupa

Ketika saya masih di sekolah dasar, di depan kelas selalu tergantung sebuah gambar burung dengan gagahnya melebarkan sayapnya. Waktu itu saya diperkenalkan dengan lambang nagara saya burung garuda pancasila. Dengan simbol sila-sila dalam perisai yang tergantung di lehernya, dan bulu-bulu yang melambangkan hari kemerdekaan, lambang itu terasa gagah menurutku. Yang unik adalah cakar di kaki yang menggenggam semboyan terkenal “Bhinneka Tunggal Ika”, yang merupakan selogan Mpu Tantular. Artinya adalah berbeda-beda tetapi tetap satu.

Tidak ada satupun siswa yang melecehkan, meledek, ataupun tidak setuju terhadap lambang negara Indonesia itu. Antara satu anak dengan anak yang lain tidak ada sama sekali perbedaan. Waktu itu saya tinggal di Jakarta Utara. Wilayah yang menurut saya cukup heterogen. Saya ingat salah seorang teman saya keturunan India, dengan agamanya yang Hindu. Saya kagum dengan kemampuannya bermain basket yang lincah, serta saya selalu kalah ketika pelajaran prakarya membuat patung dari tanah liat. Wilayah saya masuk kecamatan Tanjung Priok, wilayah dengan basis Islam yang fanatik. Mungkin pembaca pernah mendengar kasus tragedi priok tahun 80-an yang hingga tulisan ini dibuat masih menjadi misteri. Yang anehnya walaupun di basis Islam yang keras, toleransi tetap berjalan dengan baik. Anehnya, di wilayah saya yang hanya memiliki umat kristiani waktu itu yang kurang dari 10 orang, tetapi penduduknya mengijinkan dibuatnya gereja HKBP. Bayangkan jika saat ini proses pembangunannya, penduduk tidak bakal mengijinkan. Ternyata beda jaman, beda juga pemahamannya. Entah lebih baik atau lebih buruk, keputusan ada di tangan kita.

Sesekali saya bermain dengan rekan saya, namanya Johan Manto. Hemm .. sungguh di luar dugaan, saya masih mengingat namanya, ada di mana dia sekarang. Keluarganya adalah penganuh katolik yang taat. Sempat saya mampir ke rumahnya dan di ajak makan oleh ibunya yang baik hati. Sebelum makan mereka mengepalkan kedua tangannya, kemudia membaca doa sebelum makan ala nasrani. Tidak ada paksaan atau ajakan untuk beralih ke agama mereka, demikian pula saya tidak pernah mengajaknya ataupun mengatakan agama buruk, dan agama saya lebih baik. Walaupun tentu saja tiap pemeluk kepercayaan pasti beranggapan agama dan kepercayaannya lebih baik.

Saya ingat waktu itu wilayah kami merupakan wilayah konflik akibat banyaknya premanisme. Mungkin yang seumuran saya pernah mendengar adanya lagu berjudul preman yang dibawakan oleh Ikang Fawzi. Lagu yang cukup populer waktu itu memang menggambarkan kondisi sesungguhnya waktu itu. Namun dengan sikap keras era Suharto dengan kebijakan PETRUS-nya, banyak preman-preman yang jera dan alih profesi. Setelah preman tidak ada, saya merasakan udara sejuk yang tidak dapat saya jumpai hingga saat ini. Udara sejuk itu adalah rasa saling menghargai sesama manusia. Antara satu suku, agama, adat, dan lain sebagainya bisa langsung berbaur dan bergaul dengan baik. Yang saya bingung mengapa akhir-akhir ini sikap seperti itu seperti punah?

Masuk ke jenjang yang lebih tinggi, masih saya rasakan udara sejuk itu. Sepertinya di tempat lain sekitar kami juga demikian. Bulan puasa, dan hari raya idul fitri merupakan perayaan yang sungguh besar, benar-benar hari raya. Tidak ada kebahagian yang melebihi hari raya idul fitri dan bulan puasa ketika saya kecil. Beda dengan saat ini, dimana bulan puasa dan hari raya seperti sambil lalu saja. Entah mengapa, saya sendiri masih bingung. Islam yang kami anut waktu itu sangat berbeda dengan saat ini, mungkin waktu itu tidak ada internet, atau pun siaran tv langsung dari Mekkah. Tidak ada nuansa arab dalam pelajaran yang saya peroleh, semuanya murni dari alquran dan beberapa hadits, yang saya tidak tahu diriwayatkan oleh siapa. Walaupun beberapa kiyai tiap tahun pergi haji, tetap saja ketika kembali dan mengajar ngaji tidak 100% menggunakan atribut-atribut arab. Tetap saja mereka sama dengan penduduk yang lain, dengan sarung dan peci, cukup. Celana panjang biasa saja, tidak menggantung hingga 1/3 kaki, walaupun bagi saya tidak menjadi masalah. Jenggot pun tumbuh sekedarnya, tidak ada usaha untuk memanjangkannya dengan minyak penumbuh rambut atau sejenisnya. Sesekali pernah sebelum saya pindah ke Yogyakarta, ketika sedang bermain tenis, dua orang dengan jenggot panjang dan celana menggantung menghampiri saya dan teman saya, saya ingat namanya Laode Syainsyah. Untungnya ada facebook, saya jadi masih bisa berkomunikasi. “Anda beragama Islam?”, salah seorang bertanya ke kami, “Ya, bang”, jawab saya. Ayo ikut ke masjid, ambil sarung. Terus terang dengan wajah tegasnya saya ketakutan. Seorang mengikuti teman saya dan satu lagi mengikut saya ke rumah. Sampailah kami di masjid tempat saya mengaji. Ternyata mereka merupakan tamu yang akan menginap beberapa hari untuk dakwah. Tampak pula teman-teman saya yang lain yang ketangkep dan dipaksa ke masjid. Seperti biasa saya diberi tausyiah yang sedikit aneh. Dia mengatakan bahwa membunuh itu dosa kecil, sedangkan tidak shalat itu dosa besar. Saya yang berumur 12 tahun waktu itu secara logika menolak, tapi saya diam saja, dari pada benjol. Kemudian dia menerangkan sebuah surat pendek Aroaitallazi .. dst, yang tentu saja saya hafal. Tetapi anehnya dua ayat terakhir sepertinya dia lupa. Saya dan teman saya saling berpandangan dan ingin membenarkannya takut, akhirnya kami manggut-manggut saja seolah baru pertama kali mendengarnya. “Mau ke mana? Kata salah seorang yang jadi pemimpin rombongan itu kepada rekan saya yang mau keluar, “Mau ke toilet pa”, katanya dengan ketakutan, “ya, jangan lama-lama”. Lama saya perhatikan, dia tidak balik-balik. Kurang ajar, dalam hatiku, ternyata dia kabur. Si penceramah melihat saya yang sesekali melihat jam dinding, dan menegur saya, agar fokus. Tentu saja saya khawatir karena sebentar lagi saya harus masuk sekolah karena saya masuk siang ( smp kelas 1). Ketika shalat dzuhur dimulai, mohon maaf, saya harus kaburrrrrr.

Waktu terus berjalan dan saya SMA dan kuliah di Yogyakarta, tempat saya dilahirkan. Saya tinggal menumpang di rumah kakek nenek saya sebelum pindah kos karena letaknya yang jauh dari kampus. Sejak saat itulah mulai terasa perbedaan-perbedaan yang secara perlahan mengusik Bhinneka Tunggal Ika negara kita. Di kota gudeg, ternyata keberagaman lebih banyak lagi. Saya melihat sendiri rombongan anak muda dengan pakaian yang unik ala Bali yang akan bersembahyang. Bahkan di tempat kos saya ada satu area dengan tulisan Kundalini Yoga, yang mengajarkan meditasi ala Budha. Bahkan kakek tiri saya sendiri menganut ajaran apa saya tidak mengerti, katanya sih warisan dari majapahit. Tapi anehnya mereka tetap bisa berjalan seirama. Tetapi saya merasakan adanya suatu gerakan entah apa namanya yang secara perlahan-lahan ingin menyeragamkan segala sesuatu. Saya tidak berani menyebutkan itu aliran apa. Sungguh sesuatu yang menurut saya sangat berbahaya, karena sudah merasuki anak-anak muda terpelajar, bahkan yang kuliah di tempat saya, Universitas Gadjah Mada. Sempat selesai dari KKN, kami dan rekan sesama KKN ingin mengadakan pertemuan, seperti reuni kecil-kecilan. Ketika Maghrib, saya dan rekan saya, namanya Six Fatmanto, seorang yang taat beragama, saya lihat dari laporan KKN yang detil dan tidak berbohong seperti saya (walaupun menurut saya sih nyusahin diri sendiri aja), ketika akan pulang dihalangi oleh seorang mahasiswa muda, yang menurut saya ingin berdakwah. Tentu saja bagi saya baik, hanya saja caranya yang terkesan menggurui itu yang saya kurang suka. Bagaimana mungkin mahasiswa yang sebentar lagi wisuda diceramahi oleh mahasiswa baru, mengkritik saya yang menggunakan celana Jean, dan seterusnya. Ketika dia mengucapkan satu kalimat, “Terus terang saya tidak yakin apakah saya bisa masuk surga, semua itu kehendak Allah”, itulah saat yang tepat bagi saya, he he. “Baik ya dik, karena kita sama-sama tidak yakin bakal masuk surga, saya pamit dulu ya”. Kalimat saya di luar dugaannya, dia hanya terpaku ketika saya tinggalkan.

Saya tidak merasa cerdas, pintar, atau apapun sebutannya. Entah berapapun kapasitas otak kita, tidak seharusnya kita melupakan pesan Rasulullah, agar membaca. Bahkan malaikat jibril saja gemas dengan kekasih Allah ketika mengatakan tidak bisa membaca. Apalagi terhadap kita, bisa-bisa nanti kita jadi bulan-bulanan malaikan di alam nanti. Bacaanpun tidak pilih-pilih, baca saja semua, kita kan punya otak dan logika. Jangan sampai kita hanya boleh membaca aliran tertentu saja karena jika membaca aliran yang lain takut akan terpengaruh. Kalo kita baca A dan B dan menurut kita B lebih baik, ya tentu saja A harus instrospeksi dong. Jangan sampai kita memaksakan A dan melarang orang membaca B. Ada karikatur lucu: