Benarkah “IT doesn’t Matter?”

Salah satu mata kuliah pasca yang rumit adalah mata kuliah “IT Strategic” karena melibatkan faktor-faktor sosial yang memang sulit diukur. Dalam salah satu buku wajibnya adalah buku yang berjudul “Corporate IT Strategic” karya Lynda M. Applegate. Dalam kolom khususnya, disinggung suatu tulisan yang cukup heboh seperti judul di atas, “IT Doesn’t Matter”. Singkatnya tulisan tersebut membahas IT yang saat ini tidak menjadi faktor penentu keberhasilan suatu organisasi. Beberapa survey dilakukan ke perusahaan-perusahaan dan hasilnya ternyata IT di organisasinya tidak memiliki dampak signifikan dibanding biaya yang dikeluarkannya. Sebabnya karena IT sudah menjadi barang umum yang hampir semua organisasi memiliki atau memanfaatkannya. Seandainya suatu perusahaan menerapkan IT sebagai strategi bisnis, toh perusahaan lain dengan mudahnya ikut menerapkan lewat membeli dari vendor-vendor IT yang banyak bermunculan.

Tulisan yang dipublikasi di majalah Harvard Business Review (HBR) oleh Carr edisi Mei 2003 tersebut membuat heboh bidang sistem/teknologi informasi. Maklum majalah terkenal itu merupakan bacaan wajib para pemerhati bisnis. Protes pun bermunculan.

Surat dari Petinggi Xerox

Terus terang buku itu tebal dan berat sekali bagi yang baru belajar membaca teks bahasa Inggris, termasuk saya waktu kuliah pasca dulu. Tapi sebenarnya sangat berbobot dan memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan bisnis saat ini. Beragam surat balasan bermunculan, salah satunya dari Brown, seorang petinggi dari Xerox.

Brown menyindir Carr yang dalam menganalogikan IT dengan mesin, listrik, dan komponen-komponen industri lainnya. Sebaliknya IT sesungguhnya memiliki dampak yang tidak langsung dalam memberi keuntungan suatu perusahaan. Strategi yang dimunculkan oleh suatu perusahaan yang menerapkan IT dalam proses bisnisnya terletak pada inovasi-inovasi yang bermunculan dengan adanya perkembangan teknologi IT seperti internet yang kian cepat dan terjangkau, aplikasi-aplikasi yang kian mudah dibuat, dan sebagainya.

Disrupsi

Memang buku karya Applegate muncul sebelum era disrupsi yang mengahantam perusahaan-perusahaan besar hingga runtuh. Tetapi ternyata tidak membutuhkan waktu lama ketika era disrupsi yang dimotori oleh startup-startup seperti grab, gojek, fintech, airbnb, dan kawan-kawan menghancurkan perusahaan-perusahaan yang lalai bahwa perkembangan IT memungkinkan inovasi-inovasi bisnis yang bahkan muncul bukan dari pesaing tetapi dari pendatang baru yang tidak pernah dideteksi sebelumnya lewat metode konvensional, seperti Strengths, Weaknesses, Opportunity, and Threats (SWOT).

Bagaimana respon dari petinggi-petinggi organisasi lainnya selain dari Xerox, silahkan baca rujukan aslinya yang sangat seru (termasuk co-author buku tersebut, McFarlan), mirip baca novel-novel, tapi seputar dunia bisnis, dan sistem/teknologi informasi.

Referensi

Lynda M. Applegate, R.D. Austin, and F. W. McFarlan. “Corporate Information Strategy and Management – 7th Ed, Text and Cases”. New york, McGraw-Hill.

Merubah Warna Latar Pas Foto dengan MS Word

Beberapa hari yang lalu anak saya diminta menyerahkan pas foto 3×4 dengan latar belakang warna merah untuk daftar ekstra kurikuler PMR. Padahal dua bulan yang lalu saat pendaftaran diminta pas foto dengan latar belakang biru. Memang beberapa institusi memiliki aturan tertentu tentang latar belakang foto ini, misalnya untuk perpanjangan visa ketika saya di Thailand mengharuskan warna latar putih. Nah, postingan singkat ini bisa dijadikan rujukan cepat bagi yang ingin mencetak foto sendiri dengan warna latar sesuai permintaan. Cara paling mudah adalah dengan Microsoft Word karena aplikasi ini paling banyak digunakan.

Langkah-langkah Pembuatan

Setelah MS Word dan gambar foto siap, buka file baru di MS Word. Langkah-langkah yang diperlukan untuk merubah background singkatnya adalah:

  • Import gambar ke MS Word
  • Hapus background dengan klik ganda pada gambar lalu pilih remove background
  • Tambahkan background baru

Sederhana ternyata proses perubahan warna latar karena MS Word menyediakan fasilitas menghapus background. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah saat me-remove background hati-hati karena terkadang pakaian bagian bawah ikut terhapus juga.

Untuk menambahkan background baru bisa dengan dua cara. Cara pertama adalah menyisipkan kotak baru dengan warna sesuai keinginan. Cara ini lebih fleksibel karena bisa menambah gambar-gambar latar sekehandak hati. Tapi jangan lupa setting background di belakang gambar foto.

Cara Kedua adalah dengan mengisi (fill) kotak gambar dengan mengklik kanan dilanjutkan dengan mengisi/fill dengan warna sesuai keinginan. Perhatikan langkah untuk cara kedua berikut ini. Klik kanan pilih format picture dan pilih simbol cat dituang.

Walaupun terlihat sederhana, butuh juga latihan dalam menghapus background. Sebelum dilanjutkan dengan mengganti background yang baru, pastikan tidak ada komponen gambar yang ikut terhapus (baju, lengan, dan lain-lain). Selamat mencoba, semoga informasi sederhana ini bermanfaat.

Seminar Nasional “SINERGI” Univ. Islam 45 Bekasi

Kampus homebase saya sudah mengadakan seminar nasional tiga kali tetapi baru kali ini (yang ketiga) saya mengikutinya. Kebetulan memang masih di Thailand, berkutat dengan riset. Memang agak sulit melaksanakan seminar nasional saat ini karena tuntutan “terindeks Scopus” yang harus berupa seminar internasional. Namun prinsip “yang penting jalan, ada peserta atau tidak, ga masalah” memaksa dilaksanakannya agenda tahunan fakultas teknik tersebut.

Yang menarik dari seminar nasional adalah mudah dipahami (karena bahasa Indonesia) dan interaksi antara pembicara dan peserta sangat erat. Karena giliran teknik komputer yang diminta mencari nara sumber, langsung saja meminta dedengkot asosiasi informatika dan komputer (APTIKOM), Prof. Zainal A. Hasibuan untuk menjadi keynote speaker.

Prof Zainal yang dikenal dengan nama Prof Ucok mengetengahkan tema “sains dan teknologi berbasis renewable dan sumber daya sustainable: Peluang dan tantangan”. Sedikit dijelaskan revolusi industri 1 sampai 4.0, serta karakteristik teknologi saat ini yang bersifat “disruptive”. Seperti biasa, ketika saya mengetahui satu hal, ketika ikut seminar pasti saja ada hal baru yang tidak saya ketahui sebelumnya. Itulah manfaatnya seminar, bertukar fikiran dan ide-ide. Berikut hal-hal unik:

Tiap Thesis pasti ada Anti-Thesis

Prinsip ini pasti ada. Ketika ojek pangkalan terdisrupsi, muncul gojek yang kemungkinan besar diisi oleh para ojek-ojek pangkalan. Ketika pemerintah menggalakkan publikasi ilmiah yang terindeks Scopus pun ada saja yang tidak menyetujuinya dengan alasan tertentu. Pembicara menganjurkan silahkan anti Scopus tetapi harus menciptakan temuan yang terbukti dan diakui dunia internasional.

Big Data

Disinggung juga kasus Facebook yang ternyata memang diakui bahwa digunakan untuk menggiring opini untuk pemenangan calon tertentu (presiden/walikota/dll). Ada anekdot yang diutarakan. Dulu jaman orde baru, lebih canggih dari saat ini karena 3 bulan sebelum pemilu sudah tahu siapa presidennya (tentu saja selalu Suharto). Namun saat ini dibantah, karena setahun sebelum pemilu sudah dapat ditebak siapa presiden terpilihnya, dengan menganalisa big data yang berserakan di dunia maya.

Revolusi Industri 1,2,3 dan 4.0 ada di Indonesia

Walaupun saat ini sudah masuk revolusi industri 4.0 tetapi revolusi industri sebelumnya masih ada di negara kita. Saran beliau adalah ketika menerapkan teknologi, fokuslah ke kearifan lokal, termasuk kekayaan khas masing-masing wilayah. Misalnya memudahkan distribusi pada usaha kecil dan menengah. Dengan bantuan aplikasi online, diharapkan dapat memangkas biaya-biaya yang tidak diperlukan.

Jangan Panik dengan Penamaan Jurusan

Hebohnya ketika presiden RI menganjurkan pendirian jurusan kopi atau bisnis online, sebaiknya jangan disikapi terlalu serius. Sebenarnya bidang-bidang tersebut ada semua jurusannya di Indonesia. Pengalaman beliau ketika main ke Jepang, jurusan-jurusan spesifik yang saat ini sedang “in” di tanah air dapat disisipkan pada jurusan-jurusan yang telah ada. Mengapa? Karena ilmu-ilmu dasarnya tidak jauh berbeda dengan yang dikembangkan dari dulu hingga saat ini.

Kelemahan Bangsa

Prof Ucok menyampaikan data-data yang mengkhawatirkan, yaitu daya saing bangsa kita di bawah Singapura, Thailand, Malaysia dan Vietnam. Waduh .. Ternyata bangsa kita yang suka fokus ke wacana, debat sana sini, dan melupakan bekerja sama, salah satu khas bangsa kita yang terlupakan yaitu “Gotong Royong”.

Mungkin itu saja yang bisa di-share, pembicara berikutnya di luar bidang saya yaitu Material Teknik dan Konstruksi. Namun tetap saja pelajaran berharga dapat dipetik dari kedua pembicara (Dr. I Nyoman dan Hotma Prawoto). Pembicara terakhir yang menurut saya adalah seorang motivator banyak memberi insight dalam mengajar. Sedikit banyak pengalamannya mirip dengan saya yaitu sebelum mengajar menjadi praktisi dulu (bekerja di suatu perusahaan). Dosen-dosen yang langsung mengajar setelah lulus selayaknya bertanya kepada praktisi karena insinyur berbeda dengan saintis, atau bahkan sarjana teknik, banyak aspek-aspek yang tidak pasti ketika bekerja di lapangan. Habibie pun mengatakan “pengalaman tidak bisa dipelajari, tetapi dilalui”. Sekian, semoga bermanfaat.

Blank Password Problem di Mac OS

Maklum namanya baru menggunakan macbook, masih adaptasi. Setelah membuat dual OS di Macbook (dengan Windows), iseng-iseng mencoba setting password “blank” di Mac OS, malah bingung sendiri. Maksud “blank” di sini adalah dibuat tanpa password. Lumayan jadi buka tutup laptop tanpa password. Tetapi setelah di restart, bingung sendiri ketika mau login di-enter tidak bisa (padahal tanpa setting password).

Ditekan enter tidak bisa, tekan bola dan nama “Herlawati” tidak bisa juga. Ternyata iseng-iseng tekan alt+enter muncul isian baru dimana user name tidak muncul dan harus mengetik ulang.

Lanjutkan dengan menekan panah kiri di samping “Enter password”. Pastikan muncul logo dan nama saja.

Tinggal ditekan gambar bola-nya, akhirnya berhasil login. Repot juga. Langsung saya isi password saja lah, karena lebih repot kalau tanpa password. Lagi pula untuk instalasi baru, misalnya Microsoft Office, untuk install diperlukan password. Oiya, HINT itu ternyata alat bantu untuk mengingat password, misalnya “tanggal lahir”, “nama suami”, dll jika paswordnya itu (muncul ketika salah tiga kali). Tentu saja jangan sampai bisa ketebak orang lain yang tidak berhak. Demikian sharing sederhana saya.

Mengganti Afiliasi pada Scopus

Biasanya mahasiswa yang sedang kuliah memiliki akun Scopus sementara sampai yang bersangkutan lulus. Saya sendiri masih diberi kesempatan beberapa bulan ke depan untuk bisa login, dan mumpung masih punya login ada baiknya mengubah afiliasi yang tadinya kampus tempat kuliah menjadi kampus tempat kerja saat ini. Pemicunya adalah pesan dari Scopus setelah login bahwa ada fasilitas baru Scopus untuk mengganti afiliasi dan juga detil nama author, langsung saja saya menjalankan fasilitas tersebut.

Untuk mengganti afiliasi, cara termudah adalah menyamakan dengan daftar nama yang sudah ada di artikel kita sebelumnya. Sebelumnya masuk ke Help (Support Center) untuk mencari informasi pergantian afiliasi. Ada isian tentang alasan pergantian afiliasi, nama afiliasi yang baru dan lain-lain.

Kebetulan saya pernah publish di jurnal internasional dengan nama afiliasi “Islam 45 University”, jadi jika kita meminta untuk mengganti afiliasi yang lama dengan afiliasi tersebut, prosesnya lebih mudah.

Prosesnya cukup lama ternyata, dua mingguan. Sebelum berubah Scopus memberitahukan bahwa permintaan disetujui.

Jika sudah disetujui tampak afiliasi yang sudah beralih ke afiliasi yang baru. Akhirnya saya sudah bisa mengucapkan selamat tinggal dengan afiliasi sebelumnya, tempat saya 5 tahun kuliah.

Mungkin informasi ini bermanfaat bagi rekan-rekan yang sedang kuliah dan memiliki kendala afiliasi yang masih “nebeng” kampus tempat kuliah. Sekaligus juga menambah skor publikasi negara kita.

Mengisi Teks/Tulisan ke Dalam Gambar di Microsoft Word

Banyak aplikasi online maupun android yang tersedia untuk memasukan teks ke dalam gambar. Namun jika kepepet, ga ada pulsa atau wifi gratis, terpaksa kita harus menggunakan fasilitas di laptop yang tersedia. Salah satunya adalah Microsoft Word mengingat aplikasi ini palang banyak diinstal di laptop.

Salah satu fasilitas di Ms Word untuk menyisipkan teks adalah dengan Text Box. Silahkan buka di menu Insert pilih Text Box. Pilih kotak yang sederhana saja yang terletak di kiri atas. Berikutnya silahkan hapus kotaknya dengan cara: Klik kanan – Outline – No Outline.

Jika sudah, masukan gambar dengan: Klik kanan Text Box – Format Shape. Di bagian kanan pilih Text Outline. NOTE: Perhatikan ketika klik kanan, pastika kotaknya yang diklik kanan bukan teksnya.

Pilih Offline karena kita ingin mengambil gambar dari file yang kita miliki. Lalu edit Teks-nya sesuai dengan kata-kata yang diinginkan. Gunakan WordArt untuk membuat tulisan indah. Hasilnya kira-kira seperti di bawah ini:

Selamat mencoba menyisipkan teks di gambar, semoga bermanfaat.

Mengatasi Masalah Ponsel Booting Terus (Looping)

Gara-gara HP dipakai anak main game terus, akibatnya tidak berhasil restart. Sebelumnya memang saya lihat kapasitas system sudah penuh. Namun terlambat, HP rusak duluan. Biasanya saya menggunakan cara lama yaitu hard reset factory tapi ternyata gagal. Repotnya saya jadi tidak bisa lihat dan update WA, terutama WA perkuliahan.

Banyak panduan di youtube yang menyarankan, salah satunya adalah tidak ada cara lain selain mengisi ROM dengan cara flash, yaitu mengisi dari aplikasi pengisian flash ke handphone. Aplikasi yang terkenal dan banyak digunakan saat ini adalah ODIN.

Mengunduh File Firmware

Untuk mengisi flash, perlu mencari file firmware yang cocok dengan versi HP kita. Repot juga, karena saya lupa versi HP (bukan nama pasaran). Akhirnya ketemu juga, SM-N750. Cari di internet fasilitas untuk mengunduhnya yang gratis, karena kebanyakan berbayar. Ada tiga file yang dibutuhkan selain firmware:

  • Driver HP, dalam kasus saya Samsung Driver
  • Aplikasi pengisi (flashing), saya pilih ODIN
  • Firmware
  • Instal Driver Samsung.

Sebelumnya saya salah mengunduh firmware yang harusnya N750 tapi N900, ketika diflash ODIN memberi informasi Fail. Jika sudah masuk langkah berikutnya.

Masuk ke Mode Download Firmware

Firmware adalah software yang berasal dari pabrik perangkat keras yang tersimpan di ROM (sejenis flashdisk dalam HP). Langkah yang dilakukan untuk HP Samsung adalah (untuk HP lain mungkin berbeda):

  • Tekan Volume Down + Power Button + Home Button. Nanti akan muncul Warning, yang memang benar-benar warning. Relakan data Anda jika hilang, kalau takut hilang backup saja, atau pergi ke tukang servis HP. Jika hilang tidak masalah, lanjut berikutnya.
  • Tekan Volume Up. Nanti akan muncul robot starwar (maksudnya Android). Colok ke laptop dengan kabel ori (bukan kabel abal-abal) karena akan digunakan untuk high speed transfer.

Masuk ke Aplikasi ODIN

Jalankan ODIN dengan mengklik file exe nya. Tidak perlu install karena akan langsung terbuka. Pastikan ketika kabel USB dari HP ditancap ke Laptop, ada informasi ADD di ODIN, jika tidak berarti ada masalah dengan driver, atau tunggu sampai proses instal driver (plug-n-play) selesai.

Secara default Auto Reboot dan F. Reset Time tercentang. Biarkan saja. Kita tinggal mengklik AP di File (Download). Di sini kita membrowsing ke lokasi file MD5, atau dikenal dengan nama PDA. Oiya, pastikan rar diekstrak. Lanjutkan dengan menekan Start, setelah menunggu lumayan lama (beberapa menit) aplikasi ODIN memverifikasi file MD5 tersebut. Jika Fail, berarti firmware tidak cocok, jika cocok maka akan berlanjut hingga Pass, yang artinya selesai. HP akan booting dan masuk ke menu inisiasi seperti layaknya HP baru.

Akhirnya selesai juga masalah, dan tidak perlu keluar uang untuk servis HP. Oiya, jurusan teknik komputer itu berkaitan antara hardware dan software, seperti kasus ini. Lihat tampilan video singkat di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Referensi

zon3-android.net/flashing/samsung/cara-flashing-samsung-galaxy-note-3-neo-sm-n750.html

Kurikulum Teknik Komputer

Association for Computing Machinery (ACM) dan Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) membuat panduan (report) tentang materi yang harus dipelajari (kurikulum) untuk jurusan-jurusan:

  • Teknik Komputer (Computer Engineering)
  • Ilmu Komputer (Computer Science)
  • Sistem Informasi (Information System)
  • Teknologi Informasi (Information Technology)
  • Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering), dan
  • Model di Masa yang akan datang (Future Model)

Karena kebetulan homebase saya di teknik computer (TK), postingan ini sedikit banyak membahas jurusan tua tersebut. Tahun 2004 ACM/IEEE membuat panduan kurikulum jurusan tersebut, tetapi kemudian direvisi mengikuti perkembangan teknologi pada tahun 2016 yang lalu. Yang dilaporkan panduan tersebut adalah:

  • Body of Knowledge (BoK)
  • Mata kuliah yang melingkupi BoK
  • Kebutuhan Inti jurusan
  • Karakteristik lulusan jurusan teknik komputer

Perkembangan Teknik Komputer

Jurusan TK merupakan hasil evolusi dari teknik elektro dan ilmu komputer. Pertama kali dibentuk untuk menyediakan tenaga terampil dengan spesialisasi logika digital, perancangan prosesor dan sistem komputer. Namun kemudian berkembang mengikuti evolusi yang berkembang dari jurusan ilmu komputer. Di panduan tersebut dibahas juga perkembangan TK di China, yang saat ini membagi jurusan ICT menjadi tiga: computer systems organization, computer applied technology, dan computer software and theory. Sementara itu di Inggris, beberapa kampus seperti University of Manchester menutup jurusan tersebut, waw.

Body of Knowledge Teknik Komputer

Struktur BoK terdiri dari Knowledge Area (KA) yang kemudian dipecah lagi menjadi Knowledge Units (KUs). KUs ini membahas outcome dari pembelajaran yang harus dicapai. BoK TK terdiri dari 12 KA antara lain:

  • CAE Circuits and Electronics
  • CAL Algoritma Komputasi
  • CAO Arsitektur dan Organisasi Komputer
  • DIG Disain Dijital
  • ESY Sistem Tertanam
  • NWK Jaringan Komputer
  • PPP Keprofesian
  • SEC Keamanan Informasi
  • SGP Pemrosesan Sinyal
  • SPE Rekayasa sistem dan proyek
  • SRM Manajemen Sumber Daya
  • SWD Perancangan software

Sementara itu rincian KA beserta KUs-nya silahkan lihat di halaman 25 panduannya. Beberapa mata kuliah sepertinya sulit dijalankan di kampus swasta dengan dana pas-pasan. Oiya, di panduan tersebut ada pembahasan rinci tentang laboratorium yang harus disediakan antara lain:

  • Circuits and electronics (wajib)
  • Arsitektur dan disain komputer (tambahan)
  • Pemrosesan sinyal (tambahan)
  • Disain Sistem digital dan logika (wajib)
  • Sistem Tertanam (wajib)
  • Pengenalan rekasyasa (disarankan)
  • Jaringan (disarankan)
  • Disain software (disarankan)
  • Disain proyek akhir (wajib)

Unik juga, ternyata jaringan bukan praktek wajib, melainkan hanya disarankan. Silahkan baca untuk yang TI, SI, dan ilkom. Sekian, semoga bermanfaat.

Manajemen dan Strategi Informasi Perusahaan-Perusahaan Besar

Ketika membenahi buku-buku lawas yang berantakan, saya menemukan buku yang digunakan untuk perkualiahan IT strategy. Perkuliahan S2 tersebut “lumayan”. Maksudnya sulit dimengerti karena ada unsur “mengantuk”nya. Maklum temanya berat karena masih agak asing. Di tahun 2008 memang era disrupsi belum dimulai (atau mungkin sedang dimulai). Buku berjudul “Corporate Information Strategy and Management, 7 edition – Text and Cases” tersebut dikarang oleh Lynda M. Applegate, dkk, yang merupakan dosen harvard business school.

Ketika membacanya, buku terbitan tahun 2005 itu memang berbahasa Inggris “level atas”. Ditambah dengan banyak studi kasus, membuat kepala pening. Padahal niatnya ingin dapat nilai sekadarnya dan lulus master sebagai prasarat minimal jadi seorang dosen. Namun saat ini, ketika membacanya kembali ada sedikit kekaguman. Ternyata bagus juga bukunya dalam mengulas secara detil kasus per kasus.

Sedikit Ringkasan di Modul – 1: Business Impacts

Banyak studi kasus yang diberikan modul 1, biasanya cerita sukses penggunaan IT dalam mempertahankan kinerja perusahaannya. Tapi ada satu kolom yang ditulis oleh Nicholas G. Carr (ditulis dalam majalah Financial Times tahun 2001). Isinya kira-kira sebagai berikut:

Penerapan CPU dalam Silikon Kecil

Waktu itu, di tahun 68, seorang peneliti di Intel, Ted Hoff, mampu menyisipkan prosesor dalam silikon kecil. Sejak itulah pembuatan komputer berukuran kecil membanjiri pasaran. Dari penggunaan anggaran 5%, 15%, dan terus hingga 50% perusahaan-perusahaan AS digunakan untuk sarana dan prasarana IT.

IT Sebagai Penentu Kesuksesan

Banyak perusahaan-perusahaan besar yang memiliki sarana dan prasarana IT yang baik mengungguli perusahaan-perusahaan lain yang kurang memiliki sarana tersebut. Hal ini berlangsung cukup lama. Namun lama kelamaan akibat teknologi IT yang terus berkembang, sarana dan prasarana IT menjadi sangat murah dan semua perusahaan mampu membelinya. Ini menimbulkan sedikit gejolak baru.

Menghilangnya IT Sebagai Penentu Kesuksesan

Mirip kejadian era setelah revolusi industri. Ketika itu banyak perusahaan-perusahaan kuat memiliki jalur distribusi sendiri, seperti kereta api, pasokan daya listrik, bahkan jalan khusus pabrik tersebut. Namun berkembangnya teknologi kelistrikan dan elektronik. Munculnya perusahaan-perusahaan jasa pengiriman, memunculkan dibangunnya sarana dan prasarana untuk umum. Sehingga tiap perusahaan bisa menggunakannya, istilah saat ini adalah share infrastruktur. Begitu pula yang terjadi dalam IT yang masuk ke dunia online. Tidak ada lagi saat ini yang menggunakan infrastruktur IT yang full terisolasi, yang berpotensi menuntut biaya tinggi.

Terlalu Banyak Hal-Hal yang Baik

Tulisan tersebut diakhiri dengan satu kekhawatiran. Memang waktu tulisan itu ditulis, dunia online belum begitu tampak. Amazon, Alibaba, Gojek, Grab, dan sejenisnya belum tampak. Atau bahkan beberapa pendiri masih sekolah. Namun dengan analogi era setelah revolusi industri, sepertinya akan terulang lagi. Bahkan, sejarawan D.S. Landes memprediksi adanya ketidakpastian akibat penerapan teknologi IT yang terus berkembang dan kian sempurna.

Demikian, kolom singkat di modul-1 yang bagi saya sangat menarik. Menarik di sini karena tulisan itu bisa meramal kondisi 10 tahun kemudian dimana saat ini banyak perusahaan-perusahaan raksasa tumbang akibat perkembangan pesat teknologi informasi. Sekian, semoga bisa menginspirasi.

Mendaftarkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI) Suatu Ciptaan

Berbeda dengan mendaftar hak patent yang lebih sulit, bahkan pendingnya bisa bertahun-tahun, mendaftar hasil ciptaan di negara kita lebih mudah. Kementerian yang bertanggung jawab mendata hasil ciptaan adalah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), khususnya Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Prosesnya sangat cepat, kurang dari seminggu untuk karya tertentu, namun manfaatnya cukup besar terutama jika di kemudian hari ada yang menjiplak. Posisi jadi lebih kuat jika kita sudah mendaftarkan/mencatatkan hasil ciptaan di kemenkumham.

Salah satu hal yang mempercepat proses pencatatan adalah tersedianya fasilitas online, dengan nama e-Hak Cipta Kekayaan Intelektual (lihat link resminya untuk registrasi). Butuh satu hari untuk verifikasi akun kita. Jika sudah, kita siap mendaftarkan ciptaan kita dengan terlebih dahulu login dengan akun yang telah diverifikasi.

Isi permohonan baru jika ingin mendaftarkan ciptaan. Setelah itu dilanjutkan untuk mengisi data-datanya. File-file yang harus disiapkan untuk diunggah antara lain:

  • Scan NPWP
  • Scan KTP
  • Scan Pernyataan Bermaterai
  • File Ciptaan (Foto, Bagan, Manual, dll)

Jika sudah diupload, tunggu dicek oleh pihak e-HKI dengan terlebih dahulu membayar dengan biaya antara 400 hingga 600 ribu. Khusus UMKM ada keringanan biaya (hampir separuhnya).

Tunggu beberapa hari untuk menunggu pengesahan oleh pihak e-Hakcipta. Jika sudah disetujui, file HKI bisa diunduh langsung sebelum menerima berkas aslinya.

Untuk panduan lengkapnya silahkan unduh berkas panduan resminya dari link berikut. Selamat mendaftar ciptaan, semoga bermanfaat.

Membuat Video Tutorial dengan Mobizen pada Android

Untuk sarana pendukung pertemuan kuliah terkadang penjelasan dalam bentuk video pembelajaran perlu juga. Bentuknya bisa power point atau capture dari laptop dengan aplikasi tertentu, misalnya screen-O-matic yang gratis. Jika materi dalam bentuk power point tidak masalah. Lain halnya jika penjelasan berupa rumus-rumus matematika yang dijelaskan seperti pada white board di kelas.

Banyak cara, salah satunya adalah dengan membeli pen-drive, dengan pena dan tatakan elektronik yang mampu menulis lewat screen komputer. Tapi harganya lumayan juga. Dengan sedikit berfikir, saya melihat samsung galaxy note 2014 edition saya dahulu yang sudah error tombol chargernya, tetapi sebenarnya masih ok baik layar maupun pena stylusnya. Dan setelah menanyakan anak saya yang SD ternyata katanya ada aplikasi untuk capture screen di android, namanya Mobizen. Alhasil, saya langsung ke Bekasi Cyber Park untuk service tombol charger samsung saya, dan normal kembali dengan hanya mengeluarkan dana Rp 100 ribu saja (ganti tombol usb untuk charger di tablet). Kuat juga ternyata samsung, 4 tahunan masih OK. Berikut tampilannya, tapi ntah mengapa di bagian tengah voice hilang berganti dengan suara pulpen stylush, mungkin ada yang tertekan. Sekian, selamat mencoba aplikasi tersebut.

Sepertinya lebih baik menggunakan microphone dari headset, hasilnya lebih jernih seprti berikut ini.

Kode Warna HTML

Banyak referensi kode warna dijumpai di internet. Saya sendiri memerlukan referensi tersebut sewaktu-waktu. Terkadang repot juga ketika butuh, tidak ada catatan tentang kode tersebut. Terpaksa buka internet. Salat satu kode yang akurat adalah dari situs ini karena beragam warna tersedia.

Perhatikan, dengan mngklik warna hijau di pallete, langsung Color code muncul: #2EFE2E. Tapi untuk warna dasar bisa menggunakan kode berikut, sekaligus sebagai contekan jka sewaktu-waktu butuh:

  

  Nama Warna HEX RGB
 
Alice Blue #F0F8FF rgb(240, 248, 254)
 
Antique White #FAEBD7 rgb(251, 235, 217)
 
Aqua #00FFFF rgb(0, 255, 254)
 
Aquamarine #7FFFD4 rgb(115, 255, 216)
 
Azure #F0FFFF rgb(239, 255, 255)
 
Beige #F5F5DC rgb(245, 245, 223)
 
Bisque #FFE4C4 rgb(255, 227, 200)
 
Black #000000 rgb(0, 0, 0)
 
Blanched Almond #FFEBCD rgb(255, 234, 208)
 
Blue #0000FF rgb(0, 0, 255)
 
Blue Violet #8A2BE2 rgb(138, 43, 226)
 
Brown #A52A2A rgb(165, 42, 42)
 
Burly Wood #DEB887 rgb(222, 184, 135)
 
Cadet Blue #5F9EA0 rgb(95, 158, 160)
 
Chartreuse #7FFF00 rgb(127, 255, 1)
 
Chocolate #D2691E rgb(210, 105, 30)
 
Coral #FF7F50 rgb(251, 127, 80)
 
Cornflower Blue #6495ED rgb(100, 149, 237)
 
Cornsilk #FFF8DC rgb(225, 248, 220)
 
Crimson #DC143C rgb(220, 20, 60)
 
Cyan #00FFFF rgb(62, 254, 255)
 
Dark Blue #00008B rgb(0, 0, 139)
 
Dark Cyan #008B8B rgb(29, 139, 139)
 
Dark Golden Rod #B8860B rgb(184, 134, 11)
 
Dark Gray #A9A9A9 rgb(169, 169, 169)
 
Dark Green #006400 rgb(19, 100, 0)
 
Dark Khaki #BDB76B rgb(189, 183, 107)
 
Dark Magenta #8B008B rgb(139, 0, 140)
 
Dark Olive Green #556B2F rgb(85, 107, 47)
 
Dark Orange #FF8C00 rgb(251, 140, 1)
 
Dark Orchid #9932CC rgb(153, 50, 204)
 
Dark Red #8B0000 rgb(139, 5, 0)
 
Dark Salmon #E9967A rgb(233, 150, 122)
 
Dark Sea Green #8FBC8F rgb(143, 188, 144)
 
Dark Slate Blue #483D8B rgb(72, 61, 139)
 
Dark Slate Gray #2F4F4F rgb(47, 79, 79)
 
Dark Turquoise #00CED1 rgb(48, 206, 209)
 
Dark Violet #9400D3 rgb(148, 0, 211)
 
Deep Pink #FF1493 rgb(249, 19, 147)
 
Deep Sky Blue #00BFFF rgb(43, 191, 254)
 
Dim Gray #696969 rgb(105, 105, 105)
 
Dodger Blue #1E90FF rgb(30, 144, 255)
 
Fire Brick #B22222 rgb(178, 34, 33)
 
Floral White #FFFAF0 rgb(255, 250, 240)
 
Forest Green #228B22 rgb(34, 139, 35)
 
Fuchsia #FF00FF rgb(249, 0, 255)
 
Gainsboro #DCDCDC rgb(220, 220, 220)
 
Ghost White #F8F8FF rgb(248, 248, 255)
 
Gold #FFD700 rgb(253, 215, 3)
 
Golden Rod #DAA520 rgb(218, 165, 32)
 
Gray #808080 rgb(128, 128, 128)
 
Green #008000 rgb(27, 128, 1)
 
Green Yellow #ADFF2F rgb(173, 255, 48)
 
Honey Dew #F0FFF0 rgb(240, 255, 240)
 
Hot Pink #FF69B4 rgb(240, 255, 240)
 
Indian Red #CD5C5C rgb(205, 92, 92)
 
Indigo #4B0082 rgb(75, 0, 130)
 
Ivory #FFFFF0 rgb(255, 255, 239)
 
Khaki #F0E68C rgb(240, 230, 140)
 
Lavender #E6E6FA rgb(230, 230, 250)
 
Lavender Blush #FFF0F5 rgb(254, 240, 245)
 
Lawn Green #7CFC00 rgb(124, 252, 2)
 
Lemon Chiffon #FFFACD rgb(255, 250, 205)
 
Light Blue #ADD8E6 rgb(173, 216, 230)
 
Light Coral #F08080 rgb(240, 128, 128)
 
Light Cyan #E0FFFF rgb(224, 255, 255)
 
Light Golden Rod Yellow #FAFAD2 rgb(250, 250, 210)
 
Light Gray #D3D3D3 rgb(211, 211, 211)
 
Light Green #90EE90 rgb(144, 238, 144)
 
Light Pink #FFB6C1 rgb(252, 182, 193)
 
Light Salmon #FFA07A rgb(251, 160, 122)
 
Light Sea Green #20B2AA rgb(40, 178, 170)
 
Light Sky Blue #87CEFA rgb(135, 206, 250)
 
Light Slate Gray #778899 rgb(119, 136, 153)
 
Light Steel Blue #B0C4DE rgb(176, 196, 222)
 
Light Yellow #FFFFE0 rgb(255, 255, 224)
 
Lime #00FF00 rgb(63, 255, 0)
 
Lime Green #32CD32 rgb(50, 205, 50)
 
Linen #FAF0E6 rgb(250, 240, 230)
 
Magenta #FF00FF rgb(249, 0, 255)
 
Maroon #800000 rgb(128, 4, 0)
 
Medium Aqua Marine #66CDAA rgb(102, 205, 170)
 
Medium Blue #0000CD rgb(0, 0, 205)
 
Medium Orchid #BA55D3 rgb(186, 85, 211)
 
Medium Purple #9370DB rgb(147, 112, 219)
 
Medium Sea Green #3CB371 rgb(60, 179, 113)
 
Medium Slate Blue #7B68EE rgb(123, 103, 238)
 
Medium Spring Green #00FA9A rgb(62, 250, 153)
 
Medium Turquoise #48D1CC rgb(72, 209, 204)
 
Medium Violet Red #C71585 rgb(199, 21, 133)
 
Midnight Blue #191970 rgb(25, 25, 112)
 
Mint Cream #F5FFFA rgb(245, 255, 250)
 
Misty Rose #FFE4E1 rgb(254, 228, 225)
 
Moccasin #FFE4B5 rgb(254, 228, 181)
 
Navajo White #FFDEAD rgb(254, 222, 173)
 
Navy #000080 rgb(0, 0, 128)
 
Old Lace #FDF5E6 rgb(253, 245, 230)
 
Olive #808000 rgb(128, 128, 1)
 
Olive Drab #6B8E23 rgb(107, 142, 35)
 
Orange #FFA500 rgb(252, 165, 3)
 
Orange Red #FF4500 rgb(250, 69, 1)
 
Orchid #DA70D6 rgb(218, 112, 214)
 
Pale Golden Rod #EEE8AA rgb(238, 232, 170)
 
Pale Green #98FB98 rgb(152, 251, 153)
 
Pale Turquoise #AFEEEE rgb(175, 238, 239)
 
Pale Violet Red #DB7093 rgb(219, 112, 147)
 
Papaya Whip #FFEFD5 rgb(254, 239, 213)
 
Peach Puff #FFDAB9 rgb(253, 218, 185)
 
Peru #CD853F rgb(205, 133, 63)
 
Pink #FFC0CB rgb(252, 192, 203)
 
Plum #DDA0DD rgb(221, 160, 221)
 
Powder Blue #B0E0E6 rgb(176, 224, 230)
 
Purple #800080 rgb(128, 0, 128)
 
Rebecca Purple #663399 rgb(102, 51, 153)
 
Red #FF0000 rgb(255, 0, 0)
 
Rosy Brown #BC8F8F rgb(188, 143, 142)
 
Royal Blue #4169E1 rgb(65, 105, 225)
 
Saddle Brown #8B4513 rgb(139, 69, 19)
 
Salmon #FA8072 rgb(250, 128, 114)
 
Sandy Brown #F4A460 rgb(244, 164, 95)
 
Sea Green #2E8B57 rgb(46, 139, 87)
 
Sea Shell #FFF5EE rgb(255, 245, 238)
 
Sienna #A0522D rgb(160, 82, 45)
 
Silver #C0C0C0 rgb(192, 192, 192)
 
Sky Blue #87CEEB rgb(135, 206, 235)
 
Slate Blue #6A5ACD rgb(106, 90, 205)
 
Slate Gray #708090 rgb(112, 128, 145)
 
Snow #FFFAFA rgb(255, 250, 250)
 
Spring Green #00FF7F rgb(63, 255, 128)
 
Steel Blue #4682B4 rgb(70, 130, 180)
 
Tan #D2B48C rgb(210, 180, 140)
 
Teal #008080 rgb(26, 128, 127)
 
Thistle #D8BFD8 rgb(216, 191, 216)
 
Tomato #FF6347 rgb(250, 99, 71)
 
Turquoise #40E0D0 rgb(64, 224, 208)
 
Violet #EE82EE rgb(238, 130, 238)
 
Wheat #F5DEB3 rgb(245, 222, 179)
 
White #FFFFFF rgb(255, 255, 255)
 
White Smoke #F5F5F5 rgb(245, 245, 245)
 
Yellow #FFFF00 rgb(255, 255, 0)
 
Yellow Green #9ACD32 rgb(154, 205, 49)

 

Referensi:

  • dianagung.com
  • html-color-codes.info/
  • w3schools.com/cssref/css_colors.asp

 

Problem pada Edit Menu dan Sidebar Menu di OJS 3.1

Ada sedikit masalah ketika menambahkan satu menu baru di bawah about misalnya “editorial team”. Beberapa user bisa tetapi ada satu user yang tidak berhasil menambahkan menu tersebut. Kuncinya ternyata di menu terdiri dari dua jenis:

  • User Menu, dan
  • Primary Menu

Video berikut memperlihatkan tampilannya. Perhatikan jika tidak muncul, tinggal drag saja unassigned menu ke kiri agar tampak. Gunakan primary menu agar tampil di menu khusus jurnal yang dilihat (jila lebih dari satu jurnal dalam situs OJS).

Side Bar Menu

Ada lagi masalah dalam OJS 3.1 yaitu tidak bisa mengupload suatu gambar. Misalnya di sidebar (menu yang ada di sisi kanan OJS) akan ditayangkan “indexed by” dengan tampilan logo Google Scholar dan Sinta, ternyata tidak bisa upload gambar. Solusi sementara sebelum menemukan jawaban pastinya adalah dengan mengarahkan gambar ke sumber lain. Lihat video berikut. Sekian semoga sedikit banyak bermanfaat.

Strategi Pembelajaran Daring (Online)

Dalam menghadapi era revolusi 4.0 dan university 5.0 pemerintah mencetuskan GEN-RI 4.0 yang salah satunya adalah dengan menarapkan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA). Kendala tentu saja akan dihadapi ketika menerapkan sistem pembelajaran daring tersebut. Beberapa literatur di internet banyak mengupas hal tersebut, salah satunya dari situs ini.

Daring vs Tatap Muka

Pembelajaran tatap muka sudah dilaksanakan sejak taman kanak-kanak. Guru atau dosen datang, melaksanakan rutinitas seperti biasa, memperkenalkan diri, mengecek absensi, mengeluarkan lelucon tertentu yang membuat siswa tertarik, dan sebagainya. Peserta didik pun melakukan hal yang sama, berusaha memahami tujuan pembelajaran, mempersiapkan materi, berusaha datang tepat waktu, dan dapat mengikuti pelajaran yang diajarkan. Bagaimana dengan perkuliahan daring?

Perkuliahan daring menimbulkan masalah bukan hanya siswa tetapi pengajar (tutor) pun mengalami hal yang sama. Fokus utama tentu saja kepada peserta didik yang menjadi sasaran pembelajaran. Ibarat mengajari berenang, siswa dipaksa terjun ke kolam tanpa terlebih dahulu diberi teknik/teori dasarnya. Hal ini terkadang membuat siswa frustasi. Banyak siswa mengalami ketidakjelasan terhadap materi yang diajarkan. Materi datang dan pergi begitu saja tanpa ada bekas di benak peserta didik.

Tiga Strategi Pembelajaran Daring

Strategi di sini hanya berupa hal-hal yang perlu disadari oleh pengajar online (tutor) ketika memulai perkuliahan daringnya. Hal-hal tersebut adalah aspek-aspek yang membedakan kuliah daring dengan tatap muka, baik dari sisi kelemahan maupun kelebihannya.

  • Pembelajaran daring bukan hanya berkutat dengan internet, melainkan aspek penting yaitu “lebih aman (safer)”. Kita mengenal Learning Management Systems (LMS) sebagai komponen penting e-learning. Akhir-akhir ini aksi “bulying” kerap terjadi ketika proses pembelajaran. Dengan LMS, peserta didik dengan nyaman berinteraksi dengan tutor-nya tanpa khawatir dicemooh oleh peserta lainnya. Di sinilah letak “safe” tersebut. Intinya, peserta didik bebas mengekspresikan ide-idenya.
  • Pembelajaran daring memperluas komunitas pembelajaran. Memperluas di sini karena antara satu siswa dengan siswa lainnya memiliki akses komunikasi yang lebih baik dibanding diskusi tatap muka yang terbatas oleh ruang dan waktu. Bahkan diskusi tatap muka yang sudah baik pun masih memiliki kendala dimana ada kecenderungan siswa kurang peduli terhadap apa yang dikatakan oleh rekannya. Mungkin karena akibat dia sendiri sedang berjuang memahami konsep-konsep di benaknya. Selain itu, kebanyakan perkuliahan tatap muka hanya menjadi ajang kontes kecanggihan profesor pengajar saja, padahal harusnya berfokus ke perkembangan intelektual peserta didik.
  • Menemukan ritme. Hal terakhir ini salah satu kendala utama pembelajaran daring. Ketika kita terbiasa dengan jadwal yang pasti, urutan proses perkuliahan yang runtun, pada perkuliahan online peserta didik harus mengatur sendiri jadwal yang optimal kapan dia belajar dan harus keluar dari zona nyamannya yang biasa mereka lakukan dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi (tatap muka yang teratur). Jika tidak diantisipasi, dapat dipastikan siswa akan lalai dalam mengatur waktunya. Tetapi jika siswa mampu mengetahui kapan waktu-waktu optimalnya akibat kebebasan dalam belajar daring, banyak keutamaan-keutamaan yang diperoleh dari perkuliahan online.

Itulah tiga hal yang harus disadari oleh tutor online. Ada baiknya tutor memastikan peserta didik cepat mencapai zona nyamannya dalam kuliah daring. Tentu saja tiap siswa berbeda, namun demikian pada umumnya perbedaan-perbedaan yang ada memiliki keunggulan tersendiri. Postingan ini disarikan dari tulisan pada referensi berikut. Sekian semoga bermanfaat.

Referensi:

Era University 5.0

Untuk menghadapi era revolusi 4.0, ristek dikti mencanangkan GEN-RI 4.0 (post yang lalu). Sementara itu saat ini kabarnya kita siap menghadapi era university 5.0. Sebelum masuk ke era tersebut, ada baiknya membahas era-era sebelumnya.

University 1.0

Ada sedikit perbedaan antara satu sumber dengan sumber lainnya mengenai pembagian era university. Situs berikut menjelaskan saat ini adalah era pendidikan tinggi (higher education) 3.0, sementara situs lainnya versi 5.0. Jika diambil dari rujukan yang terakhir, university 1.0 adalah pendidikan yang ditujukan untuk para kaum elit/bangsawan.

University 2.0

Munculnya era revolusi industri memaksa perubahan paradigma pendidikan. Pendidikan tidak hanya untuk kaum elit saja.

University 3.0

Setelah perang dunia kedua, semua negara fokus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. University berperan dalam melakukan inovasi-inovasi dalam rangka meningkatkan daya saing.

University 4.0

Era ini ditunjukan dengan perubahan sosial dimana wanita berperan juga dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Era ini sekitar tahun 60-an hingga 70-an.

University 5.0

Pada era ini pendidikan tinggi dituntut mampu mengikuti perkembangan globalisasi ditandai dengan pesatnya perkembangan telekomunikasi dan perubahan budaya era modern. Sebenarnya siapakah konsumen university 5.0 ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah generasi z.

Generasi Z

Generasi Z merupakan penerus generasi sebelumnya (millenials dan baby boomers). Generasi ini (saat ini berusia 7 – 23 tahun) yang ditandai dengan “melek internet” memiliki ketabahan dan tangguh dalam mencapai sesuatu (Grit). Karakter-karakternya antara lain:

  • Ingin unggul dibanding rekan-rekannya
  • Ingin menguasai dunia dengan kegiatan suka rela
  • Percaya bahwa tiap aksi pasti ada hasil nyata
  • Melihat aspek sosial ketika memilih bekerja di suatu institusi
  • Beberapa ingin bekerja yang memiliki dampak terhadap dunia sekitar
  • Gemar membagi (share) ilmu lewat dunia maya
  • Percaya bahwa dunia online bisa membantunya menggapai keinginan
  • Percaya bahwa apapun memiliki kemungkinan untuk diraih
  • Lebih pragmatis dibanding generasi sebelumnya. Mereka terkadang menghargai orang biasa dibanding selebritis terkenal
  • Menghargai nilai kejujuran
  • Sangat memperhatikan keseimbangan dunia kerja dengan kehidupan
  • Sangat menghargai uang, terkadang pandai berhemat tetapi terkadang membeli hal-hal tertentu yang unik (“cool product” dari pada “cool experience”).

Tuntutan Generasi Z terhadap University 5.0

Oleh karena hal-hal di atas, generasi Z membutuhkan kampus-kampus sebagai berikut:

  • Kampus yang akuntabel yang bisa menjangkau semua golongan (inclusive)
  • Value Oriented. Generasi Z harus melihat manfaat dari kampus tempat dia kuliah.
  • Interaktif. Generasi ini menuntut jawaban segera ketika menjumpai masalah.
  • Berdasarkan kenyataan. Kampus harus bisa membuktikan diri bahwa institusinya layak dipilih oleh mereka
  • Fleksibel. Kampus harus mampu beradaptasi terhadap perkembangan jaman yang cepat.
  • Personal. Tidak ada kampus yang memiliki strategi yang tepat untuk semua mahasiswa generasi Z yang beragam karakternya. Mereka ingin diperhatikan personal yang berbeda dengan rekan-rekannya.

Referensi: