Menyederhanakan Alamat Link dengan Bit.ly

Memang ketika membagi alamat situs yang berisi data selayaknya ditulis lengkap dengan menyertakan nama domainnya. Tetapi terkadang dengan menuliskan secara lengkap, ketika berbagi data dengan rekan tim jika ditulis terlalu panjang sedikit merepotkan, ditambah lagi dengan link yang berisi kode-kode tertentu yang tidak “human readable“. Salah satu situs terkenal yang memberikan layanan penyederhanaan alamat situs yang di-share adalah bit.ly.

Manfaat yang saya rasakan dengan situs ini adalah mudah dalam mengingat alamat situs yang dibagikan dari/ke orang lain, terutama ketika menginfokan sesuatu secara ofline (bukan dengan WA, facebook, dan sejenisnya). Dengan format “bit.y/(keterangan)” maka orang lebih mudah mengingat/mencatat “keterangannya” dan terhindar dari salah tulis. Berikut ini langkah-langkah penggunaannya:

Mendaftar/Sign-up

Pertama kita diminta untuk mendaftar di bit.ly. Tekan tombol “Sign Up” untuk mendaftar. Jika malas mengisi data, bisa dengan sign up dengan facebook.

Menyederhanakan Link dengan Bitlink

Misalkan ada link seperti ini: https://drive.google.com/file/d/0BzvQ5rbP5stZUHRmMU1oTnJDOVVOOVRfRWZtNm8yeUdwamlz/view?usp=sharing

yang harus di share. Tentu saja sulit diingat, kecuali memang dengan cara copas. Dengan bit.ly kita tinggal memasukan ke isian link yang akan disederhanakan setelah menekan Create Bitlink dilanjutkan dengan mengeditnya. Misalnya saya edit menjadi: “10-tips-penulisan” yang tentu saja mudah diingat dan ditulis/diketik. Tekan Save dan alamat yang sudah disederhanakan siap dipakai.

Bandingkan link sebelumnya yang panjang dan disederhanakan menjadi: http://bit.ly/10-tips-penulisan saja. Mudah diingat bahkan jika ingin mengeshare secara lisan dapat dilakukan dengan kata “10-tips-penulisan” dengan alamat depan “bit.ly” yang juga mudah diingat. Sekian semoga bermanfaat.

Mencoba Open Journal System (OJS) Versi 3.1.0.0

Oleh: Herlawati

Ketika memberi pelatihan OJS 3 di kampus UNISMA Bekasi, ada beberapa hal baru yang dapat dibagikan di sini. Pertama-tama ternyata OJS saat ini masuk versi 3.1.0.0 dengan tampilan yang lebih “smooth” dibanding versi 3.0. Berikut beberapa hal spesifik yang menjadi kendala saat itu:

Role “jurnal manager”

Jurnal menager memiliki hak akses untuk melakukan beberapa aksi seperti mempublish artikel baru. Tetapi beberapa role harus diset di level di atasnya (admin) dan tidak mengikuti default-nya. Sebab jika mengikuti aturan default dari bawaan OJS3 memiliki banyak keterbatasan, terutama bagi pengelola jurnal baru yang harus mengupload edisi-edisi cetak lawas yang harus dionline-kan. Tentu saja jangan disamakan level jurnal manager dengan admin karena khawatir pengelola jurnal merusak e-journal (berisi beberapa jurnal di suatu institusi). Uniknya akun yang sudah dibuat default tidak bisa diedit, dan harus dibuatkan akun baru dengan hak akses yang tidak default. Terpaksa membuat akun-akun baru jurnal manager dengan hak akses yang tidak default (dengan fasilitas khusus).

Menu tambahan

Beberapa peserta berhasil menambahkan menu tambahan, tetapi ada satu jurnal yang tidak bisa ditambahkan menu tertentu seperti “Editorial Team” yang berisi nama-nama pengelola suatu jurnal. Kasus ini agak rumit karena hanya satu jurnal yang bermasalah sementara jurnal-jurnal lainnya oke.

Upload Gambar

Ketika menambahkan teks statis di bar vertikal kanan, dan akan memasukan logo/gambar ternyata tidak bisa upload gambar. Tetapi dengan menggunakan gambar/logo dari link sumber lain ternyata bisa. Sepertinya masih harus diteliti masalah upload gambar di OJS 3.1.0.0 ini.

Masih banyak hal-hal teknis yang perlu dibenahi. OJS buatan PKP ini pun terus membenahi diri dengan mempermudah penggunaannya. Maklum tidak semua pengguna memiliki background komputer. Oiya, silahkan berkunjung ke jurnal yang diutak-atik barusan di link berikut ini. Sekian semoga bermanfaat.

Pelatihan OJS3

Update: 24 Februari 2018

Info dari pertemuan antar pengelola jurnal di LIPI bahwa migrasi dari OJS 2 ke OJS 3 harus hati-hati mengingat tiap artikel yang dipublikasi memiliki Digital Object Identifier (DOI) yang unik dan ketika migrasi harus dipastikan tidak berubah. Sementara info dari PKP, perancang OJS, menyebutkan versi 3 memiliki keunggulan lebih dinamis, mudah dikustomisasi, dan theme yang lebih menarik. Silahkan lihat di link resminya.

Open Journal System (OJS) Versi 3

Oleh: Herlawati, S.Si., M.M., M.Kom. (STMIK Bina Insani)

Open Journal System (OJS) adalah aplikasi gratis untuk mengelola jurnal. Aplikasi ini dibuat oleh Public Knowledge Project (PKP), silahkan kunjungi situsnya. Saat ini OJS sudah versi 3 dengan tambahan utama misalnya ORCID ID terlihat, serta tahapan proses publikasi lebih singkat dibanding OJS versi sebelumnya (versi 2). Selain itu tampilan lebih halus, bentuk sitasi yang kustom, dan lain-lain.

Untuk info lebih lanjut, silahkan hubungi tim Relawan Jurnal Indonesia (RJI). Beberapa waktu yang lalu, sebagai contoh perguruan tinggi Bina Insani mengadakan pelatihan OJS tersebut. Postingan tentang pelatihan kustomisasi OJS 3 dan MOU dengan pihak Relawan Jurnal Indonesia (RJI) korda Jakarta dapat dilihat link berikut ini.

Salah satu kustomisasi adalah mengaktifkan plugin. Plugin ini berfungsi untuk menseting komponen-komponen tertentu di OJS, seperti menambah focus and scope, peer review, template, alamat redaksi, stats counter, dan lain-lain. Silahkan video tutorialnya berikut.

Setelah diaktivasi, untuk menambah salah satu komponen, misalnya stats counter, akan dilanjutkan pada postingan lainnya.

Era Revolusi Industri 4.0

Dulu di bangku sekolah kita diperkenalkan dengan istilah revolusi industri di Inggris tahun 1760. Tiba-tiba muncul informasi dari sharing di grup WA revolusi industri versi 4.0. Ada baiknya kita melihat kembali ke belakang perkembangan revolusi industri yang terjadi hingga saat ini.

Revolusi Industri 1.0

Ini merupakan revolusi industri pertama yang ditujukan untuk mematahkan teori Robert Maltus akan kekhawatiran jumlah penduduk yang jauh lebih tinggi pertumbuhannya (deret ukur) dibanding pertumbuhan kebutuhan pokok (deret hitung). Penemuan mesin-mesin yang meningkatkan efisiensi dan jumlah produksi memicu revolusi industri pertama. Ditunjang pula oleh patent act yang membuat para ilmuwan berminat untuk menemukan mesin-mesin atau alat-alat baru.


Revolusi Industri 2.0

Rusaknya lingkungan membuat negara-negara industri berfikir keras menciptakan terobosan-terobosan baru tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Revolusi industri 2.0 dicetus oleh penemuan-penemuan di bidang kelistrikan.

Revolusi Industri 3.0

Tidak lama setelah perkembangan kelistrikan, ditemukan pula alat-alat elektronika dan telekomunikasi yang menciptakan temuan-temuan baru di bidang teknologi informasi dan elektronika. Revolusi industri 3 tidak berlangsung lama karena kemunculannya teknologi digital.

Revolusi Industri 4.0

Revolusi ini ditandai dengan era disrupsi, yaitu kemunculan industri-industri yang berbasis online (digital). Bukan hanya komputer, teknologi mobile sudah mewabah dan hampir semua orang terhubung secara online. Dalam revolusi ini peran inovasi menjadi penentu daya saing suatu produk di pasaran. Dan ternyata ada kesenjangan antara industri yang bergantung dengan inovasi dengan kesiapan tenaga kerja. Banyak penyedia lapangan kerja kesulitan mencari sumber daya manusia yang selain memiliki kemampuan literasi (baca, tulis, dan hitung) juga literasi data (big data), literasi teknologi (coding, dan pemahaman terhadap AI) dan literasi manusia (humanities, komunikasi dan disain).

industrial rev

Silahkan lihat power point menarik berikut ini:

Bagaimana mengatasinya? Jawabannya adalah pendidikan yang berkaitan dengan revolusi industri 4.0.

GEN-RI 4.0

GEN-RI 4.0 singkatan dari General Education + Revolusi Industri 4.0. Prinsipnya adalah literasi dari general education berkolaborasi dengan literasi data dan teknologi dalam kurikulum. Selain itu ada teknik baru dalam menghadapi perkembangan iptek yang sangat cepat, yaitu konsep belajar sepanjang hayat (life long learning). Peserta didik diharapkan terus mengupdate ilmunya mengikuti perkembangan IPTEK terkini.

Negara kita sedang mencoba menggabungkan belajar konvensional dengan online, yang dikenal dengan istilah blend learning yang difasilitasi oleh Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) dan jaringan IdREN (backbone). SPADA menerapkan banyak metode-metode baru yang berkaitan dengan pembelajaran online seperti:

  • Hybrid Credit Transfer
  • Rintisan Cyber University
  • Regulator dan penjaminan mutu PJJ (online learning)
  • Innovative-based learning
  • Flip learning (lihat post terdahulu tentang flip learning)
  • Dan Super Faculty.

Saya sedikit mendeteksi adanya “sesuatu” yang berefek terhadap dosen-dosen di tanah air, tapi belum begitu jelas, mungkin pembaca memiliki “penerawangan” yang tajam, dan bisa di share di komentar. Yang jelas, konsep belajar seumur hidup mengharuskan dosen belajar seumur hidup. Sekian, semoga bermanfaat.

Referensi

Praseyono, Agus Puji. 2017. https://ristekdikti.go.id/revolusi-industri-ke-4-dan-integrasinya-dalam-tata-kelola-negara/

Ahmad, Intan. 2018. Medan. https://drive.google.com/file/d/1nFR_Ap679jSPHPTkvYvWIGdPYsxRLnMn/view?usp=sharing

https://www.facebook.com/judianto/videos/10211421680240473/

Membuat dengan Cepat Konten Pembelajaran (tes.com)

Salah satu komponen Flipped Learning adalah mekanisme bagaimana siswa belajar di luar jam pelajaran sekolah. Selama ini yang jadi andalah adalah buku beserta soal-soal latihan. Namun tidak semua siswa memiliki gaya belajarnya yang cocok dengan reading. Bagi yang bertipe Auditory sepertinya tidak ada masalah, tetapi bagi yang verbal dan kinesthetic tentu saja akan kesulitan. Beberapa alat bantu dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya akan dibahas pada postingan ini.

Konten merupakan komponen penting dalam proses belajar mengajar. Beberapa tahun yang lalu konten menjadi beban ketika seorang dosen diminta mengajar. Namun belakangan ternyata konten dapat diperoleh dengan mudah secara online. Kejadian ketika seorang murid memiliki informasi ilmu yang belum diketahui oleh seorang pengajar sudah menjadi biasa saat ini. Sehingga peran pengajar saat ini yang tepat adalah sebagai katalisator dalam proses belajar mengajar.

Untuk membuat dengan cepat bahan ajar, banyak alat bantu yang bisa dimanfaatkan, salah satunya adalah test.com, suatu situs yang menyediakan sarana untuk mengajar online. Bentuknya yang tinggal drag konten yang dicari dengan alat bantu “searching” memudahkan pengajar untuk menyediakan sarana belajar ke mahasiswa. Masuk ke menu pembuatan session perkuliahan dapat diakses di page berikut.

Ada beragam bentuk dari sesi pembelajaran yaitu tulisan (reading), video, dan suara. Ketiga bentuk pembelajaran tersebut bisa mengakomodir tipe belajar siswa (verbal, auditory, dan kinesthetic). Banyak situs di youtube yang membantu bagaimana menggunakan fasilitas tes.com tersebut seperti berikut ini.

Sebelum perkuliahan dimulai, flipped learning menganjurkan untuk men-share materi belajar dengan bantuan tools tertentu seperti tes.com di atas. Selanjutnya ketika perkuliahan, diskusi diberikan sekaligus penilaian oleh dosen dengan cara lisan (tanya jawab). Metode belajar ini memanfaatkan waktu di luar perkuliahan untuk seolah-olah dalam kelas. Sekian, semoga bermanfaat.

 

Memasukan Publikasi Buku pada SINTA

Selain kinerja penelitian, kampus, dan jurnal, ternyata SINTA juga menyediakan fasilitas untuk memasukan buku teks yang diterbitkan oleh seorang dosen/peneliti. Caranya adalah dengan login terlebih dahulu ke akun SINTA kita. Siapkan scan cover buku yang telah kita terbitkan.

Pertama akan diminta cari dulu berdasarkan ISBN-nya. Bagaimana jika tidak ditemukan? Ternyata setelah dicari tidak ada, muncul fasilitas input manual. Siapkan scan cover buku yang akan diinput.

Pastikan buku muncul di list SINTA. Coba log out dan cari buku tersebut tanpa login.

Klik menu BOOKS di SINTA dilanjutkan dengan mencari berdasarkan ISBN, judul buku, atau nama pengarang. Contoh di atas misalnya kita ingin mencari berdasarkan pengarang, tekan simbol kaca pembesar, dan jika ditemukan SINTA akan menampilkannya.

Tampak buku yang ditulis oleh pengarang yang bersangkutan. Sekian sekilas info tentang fasilitas baru SINTA. Untuk yang belum daftar SINTA segera daftar (lihat post yang lalu). SINTA berbasis evaluasi diri, jadi jangan sembarangan menginput yang tidak semestinya. Untuk mengetahui bagaimana menambah dan menghapus tulisan yang bukan milik kita silahkan lihat post sebelumnya. Sekian dulu semoga bermanfaat.

Menghindari Software Lain yang Ikut Terinstal Saat Update

Persaingan vendor perangkat lunak kian sengit saja. Beberapa software yang butuh update, misalnya adobe flash player, ketika update minta disertakan untuk diinstall juga. Repotnya yang diinstal software berat seperti anti virus. Beberapa update lainnya merubah default dari setingan browser, misalnya yahoo untuk searching defaultnya.

Walaupun bisa diuninstall, tapi merepotkan dan membuat sampah-sampah di registry. Flash player sendiri sempat menjadi standard di web tetapi karena banyak masalah dalam keamanan web, di HTML 5 tidak lagi menjadi standar, bahkan adobe sendiri melepas “flash player”-nya (lihat link ini). Tapi sepertinya masih disupport adobe hingga saat tulisan ini dibuat, terbukti masih tersedia di link ini.

Jangan Lupa Pilih yang Akan Diinstal

Software-software lain terinstall karena ketika ada pilihan install, checklist instal software tersebut tidak dihilangkan (secara default ikut terinstal). Repot juga, apalagi yang tidak sempat membacanya dan asal “next” saja.

Untunglah walaupun terlanjur, tetapi karena download McAfee lebih lama, ketika adobe flash selesai langsung saja di”silang”, dan McAfee pun ter-“cancel”.

 

Kesimpulannya

Ketika update, pastikan download dari situs resminya, dan sebelum lanjut perhatikan apakah ada software-software lain yang “nebeng” dan ikut terinstal. Syukur-syukur dibaca dulu “term & condition”nya.

Pemrosesan Citra Digital – Kabar baik dan buruknya untuk orang IT

Ketika semester dua kuliah, saya melihat daftar mata kuliah yang ditawarkan. Selain materi wajib untuk jurusan ilmu komputer dan sistem informasi, ditawarkan pula materi pilihan. Belum selesai terkejut karena Artificial Intelligent (AI) and Neuro-Fuzzy yang diampu oleh jurusan Mekatronika, ternyata Digital Image Processing (DIP) diampu oleh jurusan Remote Sensing & Geographic Information System (RS-GIS).

Sebagai orang IT (walau dulunya bukan), tentu sedikit tersinggung, mengapa bukan jurusan informatika yang mengajarkannya. Kebetulan riset saya mengenai data spasial, jadi agak berbenturan dengan beberapa mata kuliah mereka, salah satunya subyek DIP. Ternyata memang mereka yang serius meneliti masalah itu.

Kabar Buruk

Sebenarnya bukan kabar buruk, tetapi sedikit kejenuhan. Di awal-awal memang orang informatika yang tekun meneliti DIP, dari suatu citra bisa diolah sesuai kebutuhan: pencocokan dan identifikasi pola, klasifikasi pola, penentuan kematangan buah, dan terapan-terapan lainnya. Namun ada batas berkaitan dengan sensor yang digunakan, yang kebanyakan dengan frekuensi nyata. Untuk meneruskan riset agar diperoleh akurasi yang lebih baik diperlukan ilmu-ilmu lainnya, salah satunya adalah sensor. Sensor di sini dikembangkan oleh peneliti masalah satelit, misalnya Landsat yang telah menggunakan lebih dari 7 band ketika pemotretan muka bumi.

Sepertinya orang IT membutuhkan alat-alat yang dibuat oleh telkom dan RS-GIS. Rekan saya yang riset di bidang RS sempat membeli kamera yang mampu memotret beberapa band untuk mendeteksi suatu wilayah. Biasanya yang dibutuhkan adalah infra-red, agar mampu mendeteksi tanaman tertentu yang memang chlorophyl menyerap warna merah (sehingga tanaman tampak berwarna hijau). Rekan saya dikampus yang mendeteksi kematangan buah memiliki problem akurasi, walaupun model jaringan syaraf tiruannya (JST) diutak-atik berkali-kali. Tentu saja foto yang diambil dengan kamera biasa kurang mampu membedakan sinyal pantulan dari selisih warna tertentu, belum masalah pencahayaan. Harga kamera untuk infra-red cukup mahal, rekan saya dapat murah karena beli online di pasar gelap. Bahaya juga sih, terutama yg frekuensi tertentu yang bisa menembus pakaian orang .. waw.

Kabar Baik

Seperti biasa, orang IT datang ketika dibutuhkan. Sifatnya yang seperti “server” alias “melayani” merupakan ciri khas. Kita tunggu saja telkom dan RSGIS menemukan piranti-pirantinya, toh beberapa komputasi membutuhkan orang-orang ilmu komputer. Bahkan, GIS pun saat ini sudah membutuhkan “interdisiplin” ketika riset, dan jurnal internasional cenderung menolak riset-riset yang kata orang jawa “ngono-ngono thok”, alias tidak ada kebaruan.

Bahkan permintaan terhadap riset computer vision cukup besar, apalagi entertainment yang banyak diminati (3D). Bukan hanya deteksi warna, dan pola, dituntut pula karakteristik dinamis suatu citra (gerakan) yang realtime. Software yang diprogram pada drone mampu mendeteksi object. Bahkan ke depan, virtual reality, terutama yang mendeteksi gerakan mata sangat diperlukan agar sistem tampak lebih real. Tentu saja riset AI jangan sampai ke hal-hal yang berbahaya seperti video ini:

Main Android di Laptop

Salah satu kelemahan android adalah terinstal di handphone atau tablet yang berukuran layar kecil. Hal ini sangat berbahaya untuk mata. Selain itu tengkuk pun terasa sakit karena kerap menunduk. Sepupu saya yang semenjak kecil main tablet menderita efeknya yaitu mata minus. Anak saya yang walaupun dilarang tapi kadang main diam-diam terpaksa butuh cara untuk mengurangi dampak radiasinya, salah satunya adalah instal di laptop dan tayangkan ke televisi ukuran besar.

Banyak beredar cara bagaimana memainkan android di laptop. Paling banyak adalah menggunakan “emulator” dari bermacam-macam vendor. Berikut salah satu contohnya yaitu “nox player”. Setelah menginstal tampak di layar komputer seperti tablet/handphone. Tinggal instal aplikasi saja ke emulator tersebut.

Tampak game yang saat ini sedang “in”, Mobile Legend, bisa dimainkan di laptop. Emulator selain untuk android terkadang tersedia juga untuk menjalankan game-game jaman dulu yang tidak bisa dijalankan di piranti saat ini. Siapa tahu ada yang ingin bernostalgia ketika kecil/remaja dulu.

Agar Scanner UMAX astro 5600 bisa Jalan di Windows 7

Kira-kira tujuh tahun yang lalu saya menukar monitor philips 14″ saya dengan scanner UMAX astro 5600 milik kakak saya. Waktu itu memang pengguna scanner hanya orang yang bisnis setting/percetakan dan sempat pertukaran itu ditentang oleh istri saya. Tetapi karena niatnya untuk membantu kakak saya yang waktu itu berhenti bisnis setting dan percetakannya untuk melengkapi perangkat desktop yang tidak ada monitornya akhirnya terjadilah pertukaran itu.

Seiring dengan berjalannya waktu ternyata scanner kian lama kian dibutuhkan. Institusi yang terlibat dengan kerja saya dan istri (sebagai dosen) sudah beralih ke bentuk digital. Terakhir, saat pengajuan perubahan jabatan fungsional dan sertifikasi dosen, banyak file-file hasil scan yang harus diupload. Dan ternyata scanner yang dulu jarang dipakai sekarang jadi banyak dipergunakan.

Masalah muncul ketika laptop berganti dari celeron ke i3 yang wajib menggunakan sistem operasi windows7. Disebut wajib karena saya sempat menginstall xp di i3 saya dan terkejut ketika melihat kinerja laptop yang turun drastis, jauh di bawah windows7. Setelah windows7 diinstall saya terkejut ketika scanner UMAX saya tidak bisa diinstall. Saat saya searching di internet hingga tulisan ini dibuat, belum menemukan juga drivernya. Banyak komentar-komenter di milis yang menanyakan dimana bisa mendownload driver scanner “aneh” itu, bahkan saya bersedia beli jika memang ada (maklum, pecinta kabel = kagak beli, J). Dan yang paling mengejutkan adalah jawaban dari situs resmi UMAX yang tidak menyediakan driver untuk UMAX seri 5600 untuk windows 7.

Untungnya saya sempat membaca saran dari milis untuk menggunakan vmware. Kebetulan saya juga pengguna vmware (untuk dipakai LINUX dan software-software jadul). Saya install di pc virtual vmware dengan windows xp dan driver UMAX. Ketika akan menscan, saya gunakan pc virtual itu, beres sudah J.

Samsung Galaxy Tab 2 dan IPad 3

Setelah hampir 6 bulan memakai tablet samsung akhirnya generasi berikutnya muncul. Beberapa waktu sebelumnya saya sempat melihat Ipad yang sudah masuk versi 3. Ternyata laris manis mengingat kualitas yang meningkat dibanding kakaknya (Ipad2). Lalu bagaimana dengan Samsung? Sempat muncul pertanyaan, kecanggihan apa yang akan diberikan oleh tablet buatan Korea itu?

image

Perselisihan antara Ipad dengan Samsung sepertinya berlanjut dengan strategi bisnis yang dilakukan oleh kedua produsen tablet ternama itu. Merasa kebakaran jenggot karena kualitas yang dikalahkan oleh Samsung Galaxy Tab, Ipad merilis tablet terbarunya (Ipad 3) dengan kualitas yang lebih canggih dari Samsung Galaxy Tab. Dan jika dilihat, ada perbaikan dari sisi resolusi layarnya (versi yang lama dikalahkan oleh Samsung). Di internet tampak Ipad 3 banyak yang habis terjual.

Di luar dugaan Samsung meluncurkan Galaxy Tab 2 yang memiliki spesifikasi di bawah Tab 1 tetapi harga yang jauh lebih murah. Sepertinya, ini merupakan strategi bisnis Samsung, terbukti dengan selogan yang baru yaitu “Now, Everyone cab Tab”. Satu-satunya keunggulan Samsung Galaxy Tab 2 hanyalah pada Sistem Operasi Android terbaru (Versi 4) Ice Cream Sandwich (ICS). Terbukti, beberapa teman saya sudah memiliki tablet itu dan saya sempat memegangnya. Memang benar, harganya lebih murah 1 juta dari versi yang lama. Jika dilihat di penjual online pun harga Tab 1 masih mahal (6 jutaan) dibanding Tab 2 (4 jutaan). Sayangnya saya belum sempat menancapkan Tab 2 di keyboard doc saya, muat atau tidak.

Dari spesifikasi, yang membedakan dua versi Galaxy itu hanyalah prosesor dimana Tab 1 NVidia Tegra, sedangkan Tab 2 Texas Instrument. NVidia Tegra, sedikit kalah cepat tetapi jauh lebih hemat baterai dibanding dari vendor Texas Instrument. Dan memang selama saya menggunakan Tab 1 baterai lumayan irit. Ukuran Tab 2 saya lihat ternyata lebih besar dibanding Tab 1 (mungkin karena adanya slot tambahan micro SD sampai dengan 32 Gb). Bentuknya pun berbeda dengan versi yang lama dengan adanya speaker yang berada pada posisi atas, padahal menurut saya model yang lama lebih baik (di bagian atas hanya berisi layar). Beberapa berita di internet ternyata bentuk yang lama dituduh oleh Ipad menyontek model-nya (bagian atas hanya layar) dan dimenangkan oleh Ipad di meja hukum (walaupun sudah melakukan banding).

image

Menurut saya apa yang dilakukan oleh Samsung cukup baik untuk melawan Ipad mengingat kondisi ekonomi yang sedang mengalami krisis global. Walaupun konsumen yang mengutamakan kepuasan kualitas kecewa akibat versi terbaru Samsung yang terkesan downgrade dan mengambil untung dari jumlah pembeli. Akan tetapi Macintosh, sebagai produsen Ipad harus mengingat kembali kegagalannya di masa lalu saat kalah oleh Intel dari sisi penjualan.

Fungsi Disain Interaksi – Pertemuan III

Menurut konsultan sistem interaksi (Gita Solomon), sistem interaksi haruslah dimengerti oleh pengguna mengikuti waktu (saat digunakan, user belajar hingga mahir sendiri). Sehingga ada fungsi utama yang wajib dimengerti oleh USER (pengguna).

(Sumber: Gaynor hal 31)

Untuk sistem di bawah ini, coba urutkan berdasarkan waktu fungsi apa saja yang harus dikenal USER dan apa saja yang harus dikuasai mengikuti berjalannya waktu:

  1. Web: game anak-anak SD
  2. Absensi karyawan (desktop)
  3. Web: Pembayaran online Pajak untuk Pensiunan
  4. Web: absensi karyawan
  5. Game: Pembelajaran untuk balita (desktop)
  6. Web: On-line Marketing busana muslimah
  7. Web: e-learning system di perguruan tinggi *(NEW)

TIP: sebutkan terlebih dahulu fungsi-fungsi yang ada, kemudian urutkan berdasarkan hierarki mana yang harus dikuasai oleh user terlebih dahulu dan mana yang belakangan.

Contoh:

  1. Aplikasi untuk orang buta:
    1. Fungsi braile (ujang)
    2. Fungsi suara saat startup (wati)
    3. Dll

    Setelah diurutkan:

    1. Fungsi Suara (wati)
    2. Fungsi braile/peraba (ujang)

Berikut jawaban dari siswa:

Jawaban:

  1. Web game untuk anak SD:
    1. Fungsi memilih game (Neti dan Winda)
    2. Fungsi button (tombol) aulia
    3. Fungsi help (panduan) aulia
    4. Fungsi level – neti
    5. Fungsi modifikasi objek – aulia
    6. Fungsi menggerakkan animasi – ghozia
    7. Fungsi volume suara – ghozia
    8. Fungsi fullscreen – winda
    9. Fungsi timer – amel
    10. Fungsi keluar (quit) –w inda
  2. Fungsi pada aplikasi karyawan (desktop) by: didin, arya pm, gusti, carolin, fransiscus XDS, muhammad Mujib.
    1. Fungsi identifikasi karyawan
    2. Fungsi sensor valid
    3. Fungsi kapasitas jumlah karyawan
    4. Fungsi rekap harian dan bulanan (software)
    5. Fungsi untuk membuka pintu dengan sidik jari
    6. Fungsi kualitas sensor dan kecepatan waktu
  3. Pembayaran pajak untuk pensiuanan (web)
    1. Introduction – ikmal (Sebagai informasi dasar tentang website)
    2. Readme – Yayan (sbg petunjuk pemakaian/pengisian aplikasi)
    3. Syarat dan ketentuan – rachmat h (melengkapi data-data yang dibutuhkan untuk pengisian aplikasi)
    4. Sistem Validation (wahyu) – menampilkan pesan kesalahan sistem dan report.
    5. Informasi billing pajak – Fadhlan (Setelah login info billing pajak tercantum secara detail di halaman home.
    6. Customer Care – rachmat m (Layanan pelanggan 24 jam)
    7. Fungsi captcha – rachmat m (untuk menghindari pengisian secara otomatis/pengaman dibuat dalam bentuk audio dan visual).
  4. Absensi Karyawan (web)
    1. Melakukan proses absensi terhadap karyawan
    2. Tampilan web digunakan untuk mempermudah karyawan dalam melakukan absensi
    3. Fungsi login
    4. Fungsi identitas karyawan
    5. Mempermudah melihat database karyawan yang hadir
    6. Memprivasikan data admin dan karyawan agar terjaga dengan baik.
  5. Game Pembelajaran Balita
    1. Untuk menarik perhatian para orang tua untuk mengajari balitanya, karena dengan desain yang menarik dan sederhana bisa lebih dimengerti oleh para orang tua dalam proses penggunaannya. Dan balita menjadi senang melihat game tersebut karena desain yang menarik dan berwarna-warni. Sehingga dapat merangsang fungsi otak kanan dan kirinya. Dan yang melihat game itu tidak cepat merasa bosan dan ingin terus memainkannya – anita
    2. Mengajarkan balita berbahasa yang baik dan sopan. Dilihat dari tulisan-tulisan yang dibuat dan suara-suara yang dikeluarkan. Tentunya menggunakan bahasa yang sederhana, mudah dimengerti oleh balita dan orang tua – astri
    3. Proses pembelajaran pada balita untuk menggunakan alat-alat yang baru dia kenal dengan cara yang mudah, dan tentunya dengan pengawasan para orang tua – Frida
    4. Games yang dapat melatih daya pikir serta mendidik balita agar lebih cepat cara berpikirnya dan juga merangsang daya pikir balita agar lebih tepat dalam berpikirnya – astri, anita, frida, dwi
    5. Agar otak balita tidak terpengaruh dengan unsur-unsur pornografi karena akan merusak moral balita tersebut saat menuju dewasa – dwi
  6. Online marketing baju muslimah
    1. Fungsi navigasi untuk menjelaskan tampilan menu – rizka
    2. Fungsi layout agar susunan menu dan tampilan teratur – desta
    3. Fungsi kolom komentar – putri
    4. Fungsi contack person – elmina
    5. Fungsi gambar model produk – maulidha
    6. Fungsi animasi – rizka
    7. Fungsi warna agar terlihat menarik bagi pengunjung 0 elmina
    8. Fungsi jejaring sosial supaya situs webnya dapat menyebar luas – putri
    9. Fungsi kolom search – desta
    10. Fungsi interaksi antara admind engan penujung – malidha
    11. Fungsi suara untuk mendeskripsikan detail produk – desta
  7. E-learning PT by: oscar roberto, nanda dwi, imam fauzi, ghalih k.j
    1. Fungsi identifikasi mahasiswa
    2. Fungsi pemilihan mata kuliah
    3. Fungsi pencarian dan mendapatkan materi kuliah
    4. Fungsi dalam pengambilan nilai (quiz, ujian)
    5. Fungsi melihat nilai
    6. Fungsi pencetakan dokumen secara fisik

Interaction Design dan Faktor Manusia – Pert 1

Tujuan dari disain interaksi adalah menghasilkan suatu sistem yang mudah digunakan oleh pengguna/operator. Tidak ada cara lain selain pendekatan yang manusiawi untuk menghasilkan sebuah sistem yang mudah digunakan. Hanya saja, terkadang suatu sistem dirancang untuk orang-orang tertentu yang kita tidak dapat pinta apa yang diinginkan, sehingga diperlukan bidang-bidang khusus seperti bahasa, budaya, seni, dan bidang lain yang kebanyakan di luar wilayah ilmu informatika.

Relasi antara bidang Ilmu lain dengan IMK (Sumber Gaynor)

 

Buat syarat disain interaksi untuk kasus-kasus perancangan sebuah sistem sebagai berikut (tugas kelompok):

  1. Web: game anak-anak SD
  2. Absensi karyawan (desktop)
  3. Web: Pembayaran online Pajak untuk Pensiunan
  4. Web: absensi karyawan
  5. Game: Pembelajaran untuk balita (desktop)
  6. Web: On-line Marketing busana muslimah

Ket:

  • Gunakan bahasa yang menjelaskan syarat penting untuk web tersebut
  • Posisikan kita sebagai calon pengguna
  • Tidak perlu pakai diagram, storyboard, dan sejenisnya (dibahas nanti)
  • Makin banyak ide anggota kelompok, hasil makin mendekati sempurna
  • Bisa juga dengan menyebutkan SYARAT YANG DILARANG untuk aplikasi tersebut
  • Jangan lupa menyebutkan unsur-unsur manusiawi lainnya (bosan, lupa, mau menang, dll).

Four different team members looking at the same square, but each seeing it quite differently. (Source: Gaynor).

Contoh:

Soal No.2. Absensi karyawan (desktop)

Syarat disain:

1. Bisa cepat absen (ujang)

2. Tidak bisa diabsenkan orang lain (rudy)

3. dll (sebanyak mungkin).

 

Jawaban:

  1. Web Game anak-anak SD.
  • Nama web mudah diingat oleh anak-anak (Aulia)
  • Harus bersifat komunikatif, sehingga mudah dimainkan (Aulia).
  • Game tersebut diharapkan mengandung unsur edukasi di dalamnya sehingga tidak hanya untuk sarana hiburan tetapi juga sarana belajar (Ghozia)
  • Tidak mengandung kata-kata atau gambar yang berkaitan dengan pornografi (Neti)
  • Tidak mengandung unsur kekerasan dalam visualnya (Ghozia).
  • Game tersebut dapat merangsang daya pikir anak (Aulia).
  • Harus memiliki animasi-animasi yang menarik (Winda)
  • Harus memiliki instrumen yang sifatnya ceria sebagai back sound (Neti)
  • Harus memiliki warna2 yang mencolok/menarik (Winda)
  • Menggunakan jenis dan ukuran font yang menarik (Ghalih)
  1. Absensi Karyawan (Desktop)
  • Usahakan absen lebih awal
  • Absensi tidak boleh diwakili
  • Menggunakan metode identifikasi: sidik jari, id+Password
  • Waktu identifikasi >= 1 sec
  • Kapasitas sidik jari dapat menampung >1500 sidik jari
  • Kapasitas data 32.000 data transaksi
  • Sidik yang disediakan semakin melengkapi kinerja dari mesin sidik jari.
  • (Didin, Arya, Gusti, Carolin)
  1. Pembayaran Online Pajak untuk Pensiunan (Web)
  • Tidak perlu banyak form yang diisi (Ikmal)
  • Disain sesederhana mungkin tanpa menyampingkan fungsi-fungsi (M. Fadhlan)
  • Adanya petunjuk/pedoman/panduan form (Rachmat)
  • Akses cepat dan tidak susah (Yayan)
  • Terintegrasi dengan sistem perbankan online (M. Fdhlan)
  • Dapat diakses melalui berbagai piranti (wahyu)
  • Customer service dapat dihubungi 24 jam. (Yayan)
  • Bukti transaksi yang dapat di print/simpan (Wahyu)
  • Multilingual/translate (Ikmal)
  • Sistem Pengingat/pemberitahuan jatuh tempo pembayaran via sms/email (Rachmat).
    • Yang tidak perlu dialayani
  • Terlalu banyak gambar
  • Terlalu banyak animasi
  • Terlalu banyak iklan
  • Perpaduan warna yang berlebihan
  • Font tulisan bermacam-macam
  • Panduan rumit
  • Terlalu banyak form yang diisi
  • Pengisian ulang data diri
  • Image verifikasi yang rumit untuk dibaca
  1. Absensi karyawan (Web)
  • Syarat Penting:
  • Harus melakukan login terlebih dahulu
  • Tidak bisa diabsenkan/diwakilkan orang lain
  • Harus terhubung dengan internet/server
  • Tampilan web efisien dan simple. Tidak mengandung banyak iklan
  • Id admin dengan id karyawan berbeda.
    • Tambahan:
  • Dapat juga digunakan untuk mengetahui sebe3rapa besar presentasi kehadiran karyawan pada sebuah perusahaan
  • Pembuatan web absensi karyawan sebaiknya menjadi satu dengan web perusahaan, agar para karyawan mudah mengakses web absensi karyawan tersebut.
  • Sistem absensi disesuaikan dengan waktu/jam kerja dari para karyawan.
  • (bintang Fajar, Dwiyudha, Ichsan, Eko hadi, Nurikhsan, M. Chairudin)
  1. Game Pembelajaran balita
  • Desain game menarik dan sederhana (Anita)
  • Game mendidik dan merangsang daya pikir (Indah)
  • Penggunaan Bahasa dan suara yang mudah dimengerti (Astri)
  • Cara penggunaan/cara memainkan game mudah (frida)
  • Tidak mengandung unsur pornografi (Dwi)
  1. Web: Online marketing busana muslimah
  • Judul web online harus simple dan menarik (laras)
  • Layout harus menarik (rizka)
  • Penyusunan tampilan teratur (rizka)
  • Interaksi antara admin dgn pengunjung baik (rizka)
  • Menampilkan katalog barang (desta)
  • Contack person ada (rizka)
  • Membuat animasi yang menarik di web (desta)
  • Menyediakan kolom pencarian produk yg tersedia (elmina)
  • Menyediakan kolom komentar (maulidha)
  • Menyediakan banyak pilihan model baju (Elmina)
  • Detail barang yang ditawarkan ada (laras)
  • Gambar model yang memakai sample pakaian (desta)
  • Perpaduan warna atraktif (Laras)
  • Promosi ke jejaring sosial (Maulidha)
  • Info barang sold out ada (Maulidha)
  • Mendeskripsikan cara penorderan (Elmina)
  • Penggunaan web yang mudah dikunjungi (Elmina)
  • Detail produk bisa dideskripsikan dengan suara juga (Maulidha)
  • Menyediakan mp3 player agar tidak membosankan (Maulidha)

Begitu .. bener apa salah? Tidak ada yang benar dan salah, yang ada jika nanti diaplikasikan, disukai oleh pengguna atau tidak. Seleksi alam akan terjadi dengan sendirinya.

Seminar Overclocking Himpunan Mahasiswa Komputer (HMK) UNISMA Bekasi

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Himpunan Mahasiswa Komputer (HMK) UNISMA Bekasi menampilkan seminar bedah pc dengan tema “Over Clocking” yang merupakan tema yang cocok dengan jurusan Teknik Komputer. Seminar yang dimoderasi oleh Bp Faisal ini menampilkan sosok jogo over clocking Indonesia, Dicky Jatnika (http://www.facebook.com/groups/174269915336/).

Setelah membahas beberapa aspek hardware dari sebuah PC, mas Dicky kemudian masuk ke materi utama yaitu over clocking. Bagi yang belum tahu apa itu over clocking, bisa dicari di google. Gampangnya, over clocking di sini adalah menaikan kecepatan prosesor PC yang kita miliki. Setiap PC pada bios-nya memiliki fasilitas untuk menaikan kecepatan (clock) dari prosesor dengan adanya fasilitas Multiplier (pengali) yang bisa mendekati angka 15 kali.

Masalah utama pada over clocking adalah mengatasi suhu yang meningkat tajam (hingga di atas 70 derajat) yang dapat mengakibatkan komputer blue screen. Oleh karena itu, kipas pendingin pada prosesor harus diganti dengan yang lebih kuat pendinginannya seperti dengan menambah sirip tambahan, kipas tambahan, pendingin seperti kulkas, hingga yang paling ekstrim adalan dengan nitrogen cair. Sebagai informasi, nitrogen cair dapat mencapai suhu hingga minus 200 der celcius, dan dari informasi pembicara, katanya harga nitrogen cair di Indonesia adalah yang paling murah dibanding negara lain.

Hal yang menarik dari seminar ini adalah bahwa teknologi informasi saat ini sangat cepat perkembangannya, alat yang kita beli saat ini, beberapa bulan ke depan langsung turun dengan cepat. Sebenarnya hal ini bisa menguntungkan konsumen sekaligus juga bisa dibuat jengkel. Pembicara juga cukup baik menggambarkan hardware-hardware terbaru yang muncul saat ini, seperti harga VGA Card yang sangat mahal, hingga jenis harddisk baru bernama SSD yang memiliki kinerja lebih dari tiga kali lebih cepat dari harddisk biasa, yang tentu saja harganya jauh lebih tinggi.

Mudah-mudahan, seminar ini dapat menggalakkan kembali oprek-oprek PC seperti era 90-an mengingat saat ini PC seperti mati suri akibat diterjang oleh derasnya arus gadget (handphone, notebook, tablet PC, dan sejenisnya yang sifatnya mobile).

Rahmadya Trias Handayanto

Pertemuan 11: Komputer dan Masyarakat – AI, SPK dan Expert

Berbeda dengan pemrograman jenis lama yang cenderung biner, ya atau tidak, kelompok artificial intelligent, decision support system dan expert system cenderung lebih fleksibel. Jika 80-100 dapat nilai “A”, tentu saja jika ditilik dari sisi keadilan, nilai 79,99 rasanya tidak pas jika diberi nilai “B”.

1. Fuzzy. Algoritma yang masuk dalam rombongan sistem ini, bekerja dalam ranah gray area, hitam tidak putih tidak. Fuzzy bekerja dengan baik pada kondisi dimana sistem algoritma biasa tidak berjalan normal. Fuzzy biasa dipakai untuk menilai sesuatu.

2. Artificial neural network (ANN). Sidik jari kita saat ditest, keesokan harinya akan tetap sama. Berbeda dengan tanda tangan. Jangan esok hari, dua kali tanda tangan kita saja secara “biner” akan berbeda. Oleh karena itu dibutuhkan algoritma yang “cerdas” yang mampu menilai kemiripan seperti layaknya otak manusia. Dikenallah ANN yang diperkenalkan pertama kali oleh Mc Culloch tahun 40-an, dengan sistem neuron sederhananya. Software yang terkenal dalam menanganinya antara lain MATLAB.

3. Beberapa kasus yang dialami manusia terkadang tidak selalu bisa dijabarkan dengan angka-angka, seperti kepuasan pelanggan, minat untuk menggunakan suatu sistem dan sebagainya. Oleh karena itu dibutuhkan teknik pengolahan dengan statistik multivariate dengan variabel independent dan dependent yang lebih dari satu. Beberapa software pendukungnya yang terkenal antara lain AMOS dan SPSS.

NOTE: Tugas kirim by email (rahmadya_trias@yahoo.com – cc: trias.rahmadya@yahoo.co.id) atau print out dikumpul minggu depan !!