Plus Minus Skywave

Setelah hampir sebulan naik skywave (lihat about my skywave) dan sudah servis sekali (km 500) berikut kesan-kesannya.

Pertama kali sy ga percaya saat di millis ada yang nulis konsumsi bbm skywave 1:40. Ternyata setelah sy hitung, memang benar segitu (heran juga sy). Masak lebih boros mio ya? Tapi itu pertamax, dan saat ini sy coba pake premium dan tercatan km=684, isi 20.000, kita lihat apakah pas habis kmnya=828, semoga (kyknya ga sih, soalnya bukan pertamax).

Istri komentar, “kok kyk ngeden mesinnya?”. Bener sih, saat kecepatan <40 Km/jam, motor seperti berat, tetapi saat di atas 40 km/jam, seperti naik motor listrik, ampir ga ada getaran. Tarikan awal kalah sama mio cs. Terus terang sy ga brani sampai kecepatan 100 km/jam. Kayaknya sih bisa, soalnya 80 km/jam, tetap ga getar, masih halus.

Bagaimana kalo speed dibawah <40 km/jam dipaksa? Muncullah suara “ngorok” dari super CVT. Why? Setelah konsultasi dengan R. Bagus, M.Si., super CVT pada skywave dipasang agar campuran bensin dan udara tetap dalam takarannya saat kecepatan tinggi. Maklum makin tinggi rpm, kecepatan hisap udara oleh piston kalah oleh kecepatan piston. Jadi glagepan istilahnya, nah tabung udara super CVT dimaksudkan untuk suplai udara saat kecepatan tinggi. Jadi saat kecepatan tinggi, konsumsi BBM tetap konstant, beda dengan yang tanpa super CVT dimana saat speed tinggi kadar oksigen kurang sehingga boros.

Pernah sy baca di millis bahwa ban dalam skywave kerap rusak. Repotnya jarang tukang tambal yang punya stok ring 16, walaupun untuk darurat bisa dipaksa dengan ban dalam ring 17. Setelah sy teliti ternyata rusaknya ban dalam kemungkinan tidak tahan menerima panas pelek roda yang menyatu dengan mesin (kalo bebek biasa terpisah dengan rantai). Apalagi, rata-rata pengguna skywave ngebut  (ga peduli cewek, cowok atau orang tua sekalipun) akibatnya panas akibat rem belakang . Penyelesaiannya gampang: beli ban tubeles! Saya beli di kebon jeruk jakarta, ring 16, swallow 100/80 abis 225 rb + pentil 10 rb. Ban belakang pindah ke depan, wow jadi tambah gagah.

Terakhir, yang agak jadi ganjalan adalah: Bagaimana cara memasang box dengan dudukan yang kuat? Kuat di sini maksudnya dengan empat jepitan, bukan dua jepitan. Kalo motor-motor lain kan bisa, tapi bgmn dengan skywave? Please, beri pencerahan dong…

100_5876

Iklan

3 respons untuk ‘Plus Minus Skywave

  1. ban blakang pindah ke depan? ada alur tengahnya ga? klo ga ada kan ga cocok bang bwt ban depan, ga bs mecah genangan air katanya sih gitu

    • bener juga sih, ban belakang ya di belakang, depan ya di depan. temen saya nyaraninya sih klo ban belakang ditaro di depan arah putarannya di balik, alasannya ban depan untuk ngerem bukan untuk traksi. tapi ban depan sama ban belakang skywave alurnya sama aja tu bro, cuma beda ukuran aja, sy juga heran kok sama ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s