Pertemuan I: IT Ethics & Ciber Law

Pertemuan I: IT Ethics & Ciber Law

Hari/Tgl : Selasa, 14 April 2009
Dosen : Dr. Yan Rianto (LIPI)

Etika sering diartikan sebagai set aturan yang diterima secara umum pada lingkungan tertentu. Terkadang bertolak belakang dengan etika di wilayah lain.
Etika bervariasi selain dengan wilayah berbeda dengan waktu, juga dengan:
– Umur
– Group Kebudayaan
– Latar Belakang Etnis
– Agama
– Gender
Masalah aborsi, terkadang menjadi polemik, ada yang setuju ada yang tidak. Masalah Cloning juga (Kenapa di-Cloning? di-klonin aja..). Daging babi? Ternyata 99% DNA babi cocok dengan manusia. Jadi jika makan babi, seperti kanibal saja. Jadi ethics merupakan set keyakinan tentang baik dan benar, perilaku dalam sosial tertentu, kebiasaan yang memancing perbuatan, kebiasaan yang tidak diterima serta skema nilai moral.
Pemandian di Jepang, berendam dalam satu kolam. Anehnya pintu masuknya sama? Kemudian diceritakan bahwa tiap hari selasa ada libur mandi.

Integritas
Orang yang memiliki etika selalu memiliki integritas yang baik. Jadi ada hubungan antara etika dengan integritas. Jadi orang dengan integritas:
– berperilaku mengikuti kode dan prinsip
– Selalu mengajak orang lain, memiliki sikap dan pandangan yang sama dengan kita
– Selalu bertingkah laku yang sama dalam segala situasi.
Jadi seseorang berintegritas jika melihat suatu penyimpangan, pasti akan menegur. Diceritakan saat pemerintahan Megawati, saat penerimaan pajak, dll melebihi angaran, beberapa orang yang tidak memiliki etika berusaha menghabiskan anggaran walaupun waktu yang tersedia tinggal tiga bulan. Saat ditawari kerja sama mark-up orang yang berintegritas akan menolak dan berusahan memperbaiki.
Di tempat kerja beliau (LIPI) pernah terjadi mark up pengadaan mobil kijang yang diberi harga seharga Camry. Orang yang melaksanaan anehnya tidak dipecat apalagi dipenjara. Tetapi karena orang tersebut memiliki ”sesuatu” maka tidak ditindak. Biasanya, pimpinan menerima ”sumbangan” dari mana-mana, dan salah satu ”penyumbangnya” orang itu.

Peran Etika dalam dunia bisnis
Dunia bisnis memerlukan etika demi kelangsungan usahanya. Misalnya produk yang ditulis sebagai peringatan. Pernah ada kejadian, perusahaan yang dituntut karena di produknya tidak ditulis warning.
Contoh tercampurnya susu dengan Melamin di Cina, sempat membuat beberapa industri jatuh. Melamin dicampur dengan susu ternyata dimaksudkan untuk meningkatkan kadar gizi saat diukur.
Sedangkan di IT sudah banyak terjadi pelanggaran etika. Mengapa suatu perusahaan bisnis yang baik selalu memperhatikan etika?
– Untuk menaikan niat baik komunitas
– Menciptakan kestabilan dan konsisten dalam operasinya
– Menghasilkan bisnik yang baik
– Melindungi organisasi dan pegawainya dari aksi ilegal
– Menghindari pubikasi yang buruk.
Contoh penyedap rasa ajinomoto yang walaupun sudah tersertifikasi halal ternyata ketahuan menggunakan babi. Contoh lain kejadian dai kondang AA Gym yang melakukan poligami di saat yang tidak tepat karena figur beliau yang sabar, menjaga kerukunan keluarga dan lain-lain.

Menaikan imej positif terhadap lingkungan
Membangun imej saat ini sudah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft, Bakrie, dan lain-lain. Mendirikan yayasan, membangun sekolah, beasiswa dan sejenisnya.
Mengapa microsoft selalu memberi gratis ke sekolah tetapi tidak ke bisnis? Beberapa perusahaan cenderung membangkitkan kebiasaan seseorang menggunakan produknya.
Krisis global di AS bisa dibilang kiamat ekonomi? Apa yang terjadi? Perusahaan di AS menerbitkan surat utang yang dapat kita beli dengan bunga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Nah, surat utang yang kita beli, oleh perusahaan itu dijaminkan ke perusahaan asuransi, untuk jaga-jaga agar jika terjadi segala sesuatu, bisa dibackup oleh perusahaan asuransi itu. Efeknya, karena merasa perusahaan besar, para karyawan, agar dianggap berprestasi, cenderung mencari nasabah sebanyak-banyaknya tanpa cek dan ricek, toh, perusahaannnya dianggap bonafid. Kemudian, rumah yang saat ini dianggap sebagai investasi. Rumah yang belum lunas, diagunkan, kemudian uang hasil agunannya dibuat untuk beli rumah dan seterusnya, dan dahsyatnya nilai riil jauh lebih besar dari nilai uangnya bahkan sampai 12 kali lipat.
Jadi, sebagai indikator, jika suatu perusahaan asuransi bangkrut, dapat dijadikan indikator tentang kebangkrutan suatu negara.
Untuk Indonesia, skandal bumi resources dianggap sebagai pelanggaran etika. Surat yang digadaikan tidak berharga baik lagi. Dan Bakrie saat ini cenderung merugi.
Hasil akhirnya adalah, etika yang baik dapat berarti bisnis yang baik.
cover-e-book

Download: part 1 part 2.

Referensi:
Nortchutt, Stephen. 2004. IT Ethics Handbook. USA: Syngress Publishing.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s