Tips Pengguna Skywave Baru

lihat https://rahmadyatrias.wordpress.com/2009/03/04/mio-spin-vario-atau-skywave/ untuk info skywave.

Setelah memakai hampir 3 bulan, berikut saran yang mungkin berguna bagi pemakai awal:

1. Saat inreyen, sebaiknya oleh orang yang sering menggunakan matic, kebetulan sy dulunya memakai thunder, jadi hasil inreyen kurang bagus. Atau coba dulu motor matic temen sebelum inreyen motor matic baru kita, supaya hasilnya bagus.

2. Ganti tubeless roda belakang jangan kebesaran, efeknya motor jadi berat. Kebetulan motor sy depan 80 blk 110. Pakai yg lebih kecil aja, dijamin ga bakal disalip mio or vario.

3. Ntah kenapa, motor sy ga cocok pake pertamax? Sekarang pake premium, soalnya make pertamax motor jadi liar, efeknya vbelt berbunyi (suara tikus) saat tarikan mendadak. Tetapi begitu ganti premium udah ga berbunyi lagi.

Ada komentar?

Pertemuan V: Project Management

Pertemuan V: Project Management

Dr. Eng. Sukrisno Mardiyanto

Planning

Sulit dilaksanakan, hanya ada dua kemungkinan: berhasil atau gagal.

How to Schedule:

  1. Identifikasi apa yang kita butuhkan (WBS)
  2. Identifikasi berapa besar ukurannya

Size estimation techniques

  1. Identifikasi ketergantungan antar tugas

Prinsip WBS adalah membagi proyek menjadi bagian-bagian kecil (decompose).

Work Packages

Tugas diskrit dengan hasil akhir yang telah didefinisikan

Ibarat daun pada tanaman

Aturan satu dua

Tidak terlalu besar tetapi tidak terlalu kecil

Teknik WBS:

–          Top-down

  • Cocok untuk permasalahan yg dipahami
  • Teknlologi dan metodologinya baru
  • Seperti proyek2 sebelumnya

–          Buttom-up

  • Butuh waktu lama

–          Analogy

  • Berdasarkan pengalaman masa lalu
  • Butuh proyek pembanding

–          Rolling wave

–          Post in on the wall

Code-Based Estimates

Perkiraan proyek berdasarkan banyaknya ketikan program

Keuntungan

–          Mudah dipahami

–          Mudah diukur

–          Mudah membandingkan

Kerugian

–          Sulit diestimasi di awal siklus

–          Bervariasi tergantung language

–          Cenderung memperbanyak coding

–          Sering menggunakan code generator menghasilkan excess code (menambah jumlah baris yg tidak berguna).

Net Present Value (NPV)

–          Membandingkan keuntungan dua proyek.

TUGAS KELOMPOK IT PROJECT MANAGEMENT

  1. Proyek Pembangunan Portal e-commerce berbasis Web Service
  2. Proyek Pembangunan Sistem e-Government berbasis service Oriented Architecture (SOA).
  3. Proyek Pembangunan Sistem Informasi Kependudukan dengan Single Identity Number berbasis Unified Process (UP).
  4. Proyek pembangunan Pengontrolan Lalu lintas (Automatic Traffic Control) berbasis RAD (Rapid Application Development).
  5. Proyek Pembangunan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit berorientasi Object.
  6. Proyek Pembangunan Sistem Pemilihan Umum berbasis e-Voting dengan Model-driven software Development.

NOTE: materi UTS sampai dengan Schedulling.

Tugas MIKRO ELEKTRONIKA

Mohon maaf, sehubungan ada rapat jam 14.00 WIB, maka saya tidak bisa mengajar mata kuliah:

Nama MK : Mikro Elektronika

Kelas : 12.4A

Hari/tgl : 22 Mei 2009

Pukul : 13.00 WIB

Oleh karena itu mohon dikerjakan soal di bawah ini:

  1. Susun urutan berdasarkan yang tercepat: MOS, JFET, Transistor Bipolar.

  2. Susun urutan berdasarkan yang terbesar untuk kapasitas yang sama: MOS, Transistor Bipolar, JFET

  3. Mana yang lebih cepat CMOS atau MOS? Berikan alasan.

Soal dikerjakan jawaban bisa diupload lewat komentar, atau dikumpul di ADM.

Pertemuan IV: Software Project Management

Pertemuan IV:

Hari/tgl: sabtu 16 Mei 09

Dosen: Dr. Sukrisno Mardiyanto, M.Eng.

Your PM Proses : why, what, how do dan done.

Langkah primer perencanaan:

–          Identifikasi scope proyek dan tujuan

–          Mengidentifikasi lingkungan organisasi proyek

–          Menganalisa karakteristik proyek

–          Mengidentifikasi produk proyek dan aktivitasnya

–          Memperkirakan usaha tiap aktivitas

–          Mengidentifikasi resiko

–          Mengalokasi sumber daya

–          Review

Dokumen yang dihasilkan : documen dan produk (SD, SQAP, SCMP, Risk Management Plan, Software Process Improvement Plan, Communications Management Plan, Migration Plan,oprerational plan.

Sebagai PM, pilih dokumen yang cocok. Sebaiknya ada SDP, dll.

Produk document: statemen of need, system interface spec, software req, dll.

Software Project Survival Guide: (lihat ebook).

Planning:

–          Berapa biayanya?

–          Akan dilaksanakan berapa lama?

–          Berapa banyak orang yang dibutuhkan?

–          Apa yang bisa menjadi masalah?

Software Development Plan

–          SPMP

–          Beberap orang menganggap paling penting adalah SRS (menyatukan beragam dokumen)

Communication Management Plant

–          Bisanya bagian dari SPMP

–          Menggambarkan aliran informasi ke seluruh bagian (mengambil dan mendistribusikan info).

–          Status meeting-nya: bulanan, mingguan, harian serta status report adalah vital.

Planning, estimating dan scheduling merupakan satu paket.

Plan: identify activitas, tak ada waktu dan hari yang jelas.

Estimating: menentukan ukuran dan lama suatu pekerjaan.

Schedulling: menambah start dan akhir dengan waktu yang jelas serta hubungan dlm pekerjaan itu.

Bagaimana Membuat Schedule:

  1. Menentukan apa yang butuh dikerjakan

Dengan Work Breakdown Structur (WBS)

  1. Mengidentifikasi berapa banyak (ukuran)
  2. Menentukan ketergantungan
  3. Seberapa lama proyek akan berjalan?

Mempartisi Proyek Kita:

–          Kita harus mendekomposisi proyek menjadi potongan kecil.

–          Semua proyek harus mempartisi

–          Membagi dan menguasi

–          Dua penyebab kegagalan: lupa sesuatu yang kritikal dan salah sasaran.

Work Breakdown Structur: WBS

–          List hierarchy dari aktivitas kerja

–          2 format:

Outline

Graphical tree

–          Dengan sistem penomoran desimal, contoh: 3.1.5

–          Termasuk development, mgmt dan pekerjaan pensupport proyek

Contract WBS (CWBS) – untuk memantau pelaksanaan pekerjaan secara kasar

–          2/3 level

–          High level tracking

Project WBS:

–          Ditentukan oleh PM dan team

–          Detil

–          Lihat power point pa sukrisno, cepet banget ..

WBS Chart Example

–          Mirip HIPO 0.0 dipecah 1.0, 2,0 dst

Tipe-tipe WBS:

–          Process WBS

–          Product WBS

–          Hybrid WBS

(contoh ada di slide)

WBS diaplikasikan biasanya menggunakan Gantt Chart (bisa dengan ms project)

Work Packages

–          Pekerjaan terpisah dengan hasil yang telah didefinisikan

–          Seperti daun pada pohon

–          Aturan one-to-two : biasanya 1 atau 2 orang untuk 1 atau 2 minggu

–          Dasar dari monitoring dan reporting progress.

–          Edealnya lebih singkat dari yang panjang.

(makin kecil skala makin sulit di-manage)

WBS:

–          List of aktivitas bukan benda

–          List of item, dapat datang dari beragam sources (SOW, proposal, brainstorming, stakeholder, dan tim)

–          Menggambarkan aktivitas menggunakan bahasa “bullet”.

Estimation:

–          Target vs committed Dates

Target: diproposed oleh bisnis/marketing

–          Jangan commit segera

–          Commited: setelah tim setuju

LOC Estimate Issues

–          Bagiamana mengetahuinya?

–          Bagaimana jika bahasa yang berbeda?

–          Bagaimana dengan gaya programmer?

–          Statistik: rata-rata produktivitas programmer 3000 LOC/yr

–          Banyak pendekatan algoritmik setelah requirements.

Function Point

(bagian2 dari software yang terkait dengan fungsi).

–          Menghitung bisnis function per kategori

–          Buat faktor kompleksitas

–          Mengeset bobot pengali untuk masing2 (0 >15).

–          Hasilnya akan di ajust menghasilkan

–          Menghitung influence multiplier dan apply

–          Hasilnya functional point pertama.

Wideband Delphi

(dibahas pada pertemuan lain)

COCOMO

Stand for Cosnstructive Cost Model

–          Mengijinkan tipe aplikasi, ukuran dan COST driver

–          Hasil keluarannya dalan Person Months.

Mengetahui Deadlines:

Tahun fiskal dls

Parkinson’s Law

“Work expands to fill the time available”

Student Syndrome

“Procrastination until the last minute

Pertemuan VI: IT Policy & Strategy Management

Extending the enterprise

IT dengan organisasi memiliki pengaruh timbal balik. IT dapat memangkas organisasi level tengah (sering diistilahkan dengan delayering). Tinjauan ulang: organisasi terdiri dari level atas (dengan EIS-nya) yang berfungsi sebagai sumary, level menengah (dengan MIS-nya) yang berfungsi monitoring, sedangkan level menengah bersifat detil.

Apa buktinya kondisi saat ini uncertain and dynamic (tak tentu dan dinamis)? Kasus krisis global dan flu babi.

Kohesi? Coupling? Suatu modul yg melakukan suatu fungsi tertentu harus memiliki kohesi yang tinggi, tetapi antara satu fungsi dengan fungsi lainnya harus losely couple. Agar dalam merubah satu fungsi tidak mempengaruhi fungsi lain.

Mengapa hubungan antara satu bisnis dengan bisnis lainnya harus losely couple? Agar kita mendapatkan aspek flexiblitas dan bargaining power yang tinggi. Jadi organisasi harus berfungsi selayaknya jaringan yang terdiri dari node (titik) yang bekerja bersama dalam mencapai suatu kebutuhan tertenu.

2 goal yg harus diperhatikan dalam merancang organisasi adalah differentiation (3 generic strategi: cost leadership, differentition, focus dari M Porter).

Swot analysis? Digunakan untuk membuat strategi bisnis  dengan melihat kekuatan, kelemahan, tantangan dan kesempatan.

Di sini diferensiation melakukan grouping terhadap suatu organisasi. Bagaimana? Dilakukan dengan cara horizonal (unit terspesialisasi) dan vertikal (unit yg menuntukan power). Dengan differentiation kita dapat mengatur komplexity (ingat makin banyak jumlah komunikasi, makin besar jalur komunikasi).

Berbeda dengan diferentiation, integration menentukan hubungan antara titik satu dengan titik lain agar supaya mereka dapat mencapai tujuan umum dan dapat menghasilkan satu keuntungan.

Tiga tipe network relationship: task based, information or expertise, dan social relationship.

Kapan dibutuhkan suatu tightly couple? Jika kondisi kompleks, tak tentu, turbulense.

Istilah: Node àorganisasi, node network àhubungan antar organisasi. Bagaimana menghubungkan antara satu node dengan node yang lain apakah tightly atau losely diistilahkan dengan governance.

Governance (tata kelola)? Membuat aturan (rule), ada 3 model tata kelola: market, hirarki dan partnership.

Firewalls dan Keamanan Data: Hasil Mid Test 08/09

Hasil mid semester firewalls dan keamanan data cukup baik. Tadinya sy kira no. 1 pada bisa mengerjakan ternyata kesulitan. Sebaliknya, soal no. 4 diluar dugaan bisa dikerjakan. Sayangnya tidak ada yg membawa hardcopy dari diktat.pdf untuk mengerjakan soal no. 2 dan no. 3.

Dengan pertimbangan banyaknya waktu libur, hardcopy diktat/modul yang belum tersedia, hasilnya:

1.    Ismardiana, 75
2.    Atnah, 65
3.    Ririn, 70
4.    Apria, 80
5.    Setiawati, 70
6.    Saputra, 85
7.    Evi, 70
8.    Taufiq
9.    M Suroji, 70
10.    Joko, 70
11.    Ricky, 70
12.    Farid, 80
13.    Iwan
14.    M Afdal, 70
15.    Abdullah, 70
16.    Kacep, 70
17.    Alex, 70
18.    Hizbul, 70
19.    Sutarno, 90
20.    Sandi, 70
21.    M syafei

Untuk yang tdk hadir, diharapkan segera ikut ujian susulan !

MID internet

Ada yg belum tercatat?
asmiah siti 41182003080017
iip saripah 41182003080014)
komala sari 41182003080012
dede imam sugiana 41182003080018
mai rosa
moh samsudin 41182191080032
selvi ana
mohamad iqbal 41182003080005
wulan lestari 41182941080001
Hari Machmud Ruminsir
Masrifah Zha
Siti Asmiah 41182003080017
Siti Asmiah
Mai Roza: Mai Roza H.R 41182003080004
Hari Machmud: NIM : 41182941080011
YS LERRI OCTAPRIYANTI 41182003080006
selvi ana: 41182003080003
Adam ikhsan Al-hakim adam: NIM: 41182941080010
Winda Ermasari: 41182003080016
Suryadi : NIM/ NPM : 41182 19107 0004
DEVY Nim :41182003080002
Ersa Ismaya: NIM : 41182003080024
Ade Suandini
Realita Riandy: NIM : 41182003080013 ( Sastra Inggris )