Pertemuan III & IV : Software Engineering

Pertemuan III ( jangan lupa ngopi ya .. soalnya ngantuk bangets)

Hari/tgl            : Sabtu, 2 Mei 2009

Dosen              : Dr. Sularso Budilaksono

Pertemuan ini membahas requirements. Requirements diartikan sebagai kapasitas yang dimiliki software yang akan dibuat.

Requirements terdiri dari : Statik dan Dinamik. Statik identik dengan data (terstruktur, atribut OO) sedangkan dinamik proses/flow terhadap data (DFD terstruktur, use case utk OO).

Functional req: menggambarkan interaksi antara sistem dengan lingkungannya bebas dari implementasinya.

Nonfunctional Requirement: menggambarkan aspek-aspek yang tampak di sisi user dan tidak secara langsung berhubungan dengan perilaku fungsi suatu sistem, misalnya: respon, keluaran, keamanan dan sebagainya.

Pseudo Requirements: pseudo di sini psudocode menggambarkan batasan dari sisi implementasi dihubungkan dengan client. Misal: bahasa program, patform, dan sebagainya.

Pengembangan Sistem terdiri dari dua pendekatan:

  1. Terstruktur/konvensional, dengan memisahkan data (basis data) dan proses (perancangan sistem).
  2. Object Oriented (OO), pendekatan dengan dunia nyata dimana data dan proses menjadi satu.

Empat “P” dalam pengembangan software:

Proses : aktivitas lengkap dalam mengembangkan perangkat lunak. Proses harus konsistem dan strukturnya jelas.

Ada beragam pendekatan dalam SDLC (Model Process) antara lain:

  1. Code and Fix
  2. Waterfall : Req – analysis & design – coding – testing – maintenance dan kembali lagi ke requirements.
  3. Prototyping: Untuk mempercepat waktu dan agar user segera diperkenalkan dengan hasil rancangan. Dalam suatu form, user bisa melihat tampilan tetapi saat button diklik tidak diproses (masih kosong).
  4. Proses yang bertahap (hampir mirip dengan waterfall dan prototipe), hanya saja yang disajikan ke user tidak hasil akhir melainkan beberapa fungsi tertentu saja.
  5. Agile Software Development Proses, sangat cepat contohnya kategori extreme programming.
  6. Spiral.
  7. UML

Bu Nita: apakah metodologi menggambarkan jenis pendekatan pengembangan sistem (terstruktur atau OO)?

Jawab: Agak linear tetapi tidak otomatis. Walaupun jenis waterfall agak cocok dengan terstruktur, prototyping dengan OO).

Aplikasi terdiri dari dua jenis yaitu: non real time (DFD + ERD + OO) respon bisnis boleh tertunda, untuk 00 dengan State transition diagram, berikutnya real time/event driven, biasanya dengan OO, respon harus seketika bila ada event, dibutuhkan interfacing yang baik.

State Transition Diagram

Problem Domain/dunia yang real dalam permasalahan.

  1. Workflow real/sebenarnya
  2. Work flow yang disederhanakan
  3. Context Diagram
  4. DFD level 1
  5. DFD level Rinci/2/3/4

Analysis to Design

Transisi dari analisa ke disain bercirikan terbentuknya skema di sisi disain (field database sudah mulai terbentuk).

Modul/Procedure

proses

Note:

Untuk menggambarkan data dari conceptual model menjadi physical model selain dezign dengan Power Design. Berbeda dengan dezign yang konsep dan model jadi satu, pada power design berbeda (saat many to many di dezign terbentuk satu tabel baru).

Procedure dan hiding pada modul-modul dibahas (modul yang hanya bisa diakses oleh yang berhak).

Pa Miwan: Apakah OOD harus menggunakan OOP? Sudah pasti. Analisis berorientasi obyek dilanjutkan dengan OOD lalu coding dengan OOP.

Object Oriented lebih mudah karena analisanya mendekati dunia nyata.

Praktek !!!!!!

Jalankan Silverun lalu buka tutorialnya.

Buat DFD sebagai berikut: ….. (ada di papan tulis).

silverrun

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s