Installing QGIS 2.6

Kita sudah lama mengenal Arcview, Arcgis, Arcinfo, dan sejenisnya yang merupakan produk dari ESRI. Software untuk mengolah data spatial itu merupakan software berbayar yang cukup ampuh dan sudah banyak digunakan baik oleh instansi pemerintah maupun swasta. Tapi dengan perkembangan kebutuhan yang pesat, pengguna menginginkan aplikasi yang cocok untuk kasus-kasus tertentu, untuk bidang yang lebih spesifik. Karena software berbayar tidak menyediakan source code maka agak kesulitan jika ingin membuat aplikasi khusus karena harus membuat code program terlebih dahulu. Beberapa pengembang menyadari hal ini dan membuatkan beberapa aplikasi untuk mengelola GIS dengan source code yang bebas digunakan dengan syarat tertentu (open source). Salah satu aplikasi yang terkenal adalah Quantum GIS atau sering disingkat QGIS.

Buka situs resmi Quantum GIS (QGIS) dan download versi terbarunya, jangan lupa sesuaikan pula dengan sistem operasi yang anda miliki, termasik 32bit atau 64 bit. Ketika selesai mendownload, anda diminta memilih desktop atau webgis.

Untuk tahap awal, install versi desktopnya dulu. Setelah itu Anda diminta dimana lokasi downloadnya. Pilih salah satu hingga tombol next muncul.

Terakhir kita diminta memilih paket mana saja yang akan kita install, perhatikan ada juga pilihan GRASS GIS. Paket ini sangat membantu jika Anda mempelajari remote sensing.

Klik “next” terus ketika diminta, dan beberapa kali kita diminta accept term dan kondisi, baca jika Anda sedang belajar bahasa Inggris.

Salah satu keunggulan software open adalah tersedianya sarana pembantu (help) yang biasanya sudah termasuk ketika kita menginstallnya. O iya, tanggal 2 Desember 2014 akan diadakan pertemuan dari pengembang-pengembang software GIS open di kampus AIT.

Cara kerja serta konsep-konsep yang ada di Arcview mirip dengan Qgis, mungkin beberapa istilah sedikit berbeda seperti Extensions pada Arcview, pada Qgis istilahnya Plugin.

Berikutnya adalah mempelajari cara kerja software ini agar dapat membantu kita menyelesaikan kasus-kasus yang berhubungan dengan spatial data. Jika pada tulisan yang dahulu pada digitalization kita menggunakan image dari foto, google, dan sejenisnya, hasilnya mungkin kurang tajam. Gunakan Open Street Map (OSM) yang dapat diakses dari situs ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s