Konversi Endnote (*.ens) ke Mendeley (*.csl)

Bagi yang masih berkutat dengan perkuliahan, berkecimpung di dunia perjurnalan, atau berprofesi sebagai peneliti dan dosen, sering kali mengalami kesusahan ketika dihadapkan dengan masalah sitasi (citation) dalam suatu makalah/paper. Jika kita mensubmit ke suatu jurnal, kita diharuskan mengikuti aturan sitasi dari jurnal yang akan kita submit kalau ingin jurnal kita diterima di penerbit tersebut. Repotnya antara satu jurnal dengan jurnal lainnya memiliki tata cara yang berbeda yang bisa memberikan ekstra bonus “pusing” di luar konten tulisan kita. Untungnya saat ini teknologi sistem informasi sudah berkembang dengan pesat dimana otomatisasi sudah biasa dijumpai. Kita tidak ingin diribetkan dengan prosedur-prosedur administrasi yang sebenarnya bisa digantikan oleh mesin.

Salah satu jurnal yang akan saya submit menggunakan format sendiri di luar format yang sudah ada. Jadi ketika saya buka microsoft word, saya tidak menjumpai style yang cocok dengan jurnal tersebut. Jika harus mengedit manual, rasanya menyita waktu.

Endnote

Software buatan thomson reuter yang membantu penulis untuk mendokumentasikan referensi ini sangat terkenal. Sayangnya aplikasi ini berbayar sehingga memberatkan para peneliti khususnya yang berdomisili di Bekasi, eh Indonesia. Sayangnya kebanyakan jurnal memberikan format style dalam bentuk endnote dengan extention *.ens.

Mendeley

Kabar baik muncul ketika pengembang opensource membuatkan software mirip endnote yang gratis. Software ini dapat diunduh di https://www.mendeley.com/ dengan terlebih dahulu sign up dengan user id email. Manfaat dari sign up adalah aplikasi yang kita install dapat disinkronkan dengan yang ada di web sehingga data pustaka kita dapat diakses dari mana saja.

Ketika file hasil download style akan digunakan di Mendeley, kesulitan muncul karena mendeley hanya mau menerima file berekstensi *.csl. Seharian searching di internet saya tidak bisa menemukan jawaban, bahkan di forum para pengguna mendeley sedikit memaksa dan momohon agar Mendeley membuatkan konversinya. Ternyata sudah ada agreement antara Mendeley dengan Endnote agar tidak saling kompatible sehingga pengguna Endnote tetap terjaga. Agak pelit juga sih.

Zotero

Muncullah pemain baru, dengan nama zotero. Sepertinya antara Mendeley dengan Zotero masih kerabat karena ketika saya klik about Mendeley, ada unsur zoteronya (koreksi kalau saya keliru). Aplikasi ini dapat diunduh gratis di situs resminya: https://www.zotero.org/download/

Ternyata ada keributan antara Zotero dengan Endnote karena Endnote menuduh Zotero melanggar kesepakatan untuk tidak kompatibel. Zotero memberikan sebagian besar format/Style dari jurnal-jurnal ternama di dunia dengan memasukan nama publisher di kolom pencarian.

Tinggal klik kanan dan unduh style-nya dalam format *.csl yang dikenal oleh Mendeley dan Zotero. Sungguh praktis, saya tidak perlu membuat citation secara manual lagi. Berikutnya tinggal mengimport dari Mendeley yang kita install. Jadi untuk mengkonversi dari Endnote ke Mendeley, kita perlu memiliki Zotero. Mengapa tidak menggunakan Zotero langsung? Alasannya karena Mendeley lebih lengkap fasilitasnya, menurut saya sih. Juga Mendeley bisa menempel di Word walaupun zotero juga bisa (tetapi saya gagal di office 2010).

Mengimpor Style Baru

Berikutnya adalah cara mengimpor style baru dari Zotero ke Mendeley. Buka Mendeley Desktop yang telah kita install masuk ke view – Citation Style – More Style.

Anda tinggal mengklik “get more style”. Arahkan download ke link download yang dari Zotero hingga style yang diinginkan muncul di list Mendeley. Selamat mencoba.

Basis Data di Matlab

Tahun 2000 merupakan tahun perkenalan saya dengan Matlab. Dosen pengajar pengenalan pengaturan (dulu namanya mekanisme servo dan kontrol) rencananya akan memberikan seminar khusus di kampus. Sayangnya ternyata acara itu karena satu lain hal di-cancel. Rencananya saya akan menggunakan software itu untuk tugas akhir saya dalam mensimulasikan sistem suspensi. Apa boleh buat, terpaksa belajar sendiri.

Setelah membuka-buka Matlab ternyata banyak fasilitas-fasilitas menarik yang bisa diexplore, apalagi waktu itu Matlab 6 sudah muncul. Versi ini jauh lebih menarik dibanding Matlab 5, versi sebelumnya. Dari kedokteran, sains, bahkan ekonomi pun bisa memanfaatkan Matlab, walaupun orang informatika waktu itu kurang menyukai karena “terlalu mudah” atau “hanya mengandalkan toolbox” dibanding dengan bahasa c++, visual basic, pascal (sekarang Delphi) yang lebih laris dipasaran dan banyak dipakai pengembang. Efeknya, buku-buku terbitan Matlab waktu itu masih amat langka, ditambah lagi waktu itu internet masih barang mahal dibanding sekarang. Tapi bagi pengembang metode (bukan terapan) Matlab sangat menarik karena dengan cepat bisa mengeksekusi metode-metode rumit buatannya, karena kelamaan jika terlalu berfokus ke coding. Salah satu kelemahan Matlab sehingga dijauhi pengembang waktu itu adalah sulit diterapkan ke sistem basis data (DBMS). Sempat membuka sampel penggunaan basis data ternyata basis data yang digunakan tersimpan dalam format “mat” khusus Matlab, tidak dengan Access, MySql, dan sejenisnya. Untuk menghubungkannya harus mengkonversi dari DBMS tersebut ke Excel atau “dat” file agar bisa dimanipulasi Matlab.

Dengan Matlab saya banyak menerima dana hibah penelitian dari DIKTI untuk mengutak-atik Soft Computing dengan metode-metode terbarunya baik penerapan atau memodifikasi metode tersebut. Dari Jaringan Syaraf Tiruan hingga Algoritma genetika sudah saya gunakan, hingga akhirnya saya dipaksa melibatkan DBMS karena data yang besar (big data) dengan ukuran dua giga byte ke atas. Apalagi jika data yang akan dimanipulasi real time yang harus berubah-ubah terus. Untungnya Matlab 7 sudah memberikan fasilitas menghubungkan Matlab dengan basis data, waktu itu saya menggunakan ruby on rail sebagai interface yang menampilkan hasil manipulasi genetic algorithms ke web lewat PostgreSQL

Karena banyak yang menanyakan cara menghubungkan Matlab dengan DBMS, plus pemrograman visualnya (GUI) akhirnya saya tulis ke dalam buku yang baru terbit Februari 2016 kemarin.

Entah sudah tersedia di toko-toko buku terdekat atau belum saat ini. Kebanyakan pembeli menggunakan situs online dari penerbit informatika, link-nya berikut ini. Ada beberapa contoh kasus seperti enkripsi sederhana terhadap database, pengolahan citra digital (digital image processing) dan clustering dengan Fuzzy C-Mean. Kali ini saya menambahkan dengan CD. DBMS yang saya gunakan adalah Microsoft Access sebagai perwakilan aplikasi desktop dan MySQL sebagai perwakilan aplikasi berbasis Web dengan ODBC sebagai jembatan penghubung dari Matlab ke DBMS lewat windows.

Untuk membuat buku yang sempurna mungkin membutuhkan waktu yang cukup panjang, sementara para mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir/skripsi/tesis dikejar waktu, ada baiknya buku yang ringkas dan sesuai kebutuhan tersedia di pasaran. Semoga bermanfaat, Amiin.