Metode Increment dan Iterasi dalam Penulisan

Tiap orang memiliki gaya masing-masing dalam membuat tulisan (proposal, tesis, disertasi, dan sebagainya). Selain dalam menulis, ketika me-manage pun berbeda-beda. Salah satu gaya yang saya sukai adalah tipe increment dan iterasi, mirip perancangan perangkat lunak. Untungnya pembimbing juga memiliki tipe yang sama, jadi bisa klop dan proses penulisan jadi cepat.

Bagaimana bisa tahu pembimbing bertipe increment atau tidak? Saya peroleh informasi senior yang mengajukan bab 1, bab 2, dan seterusnya, ternyata tidak terlalu direspon. Repot juga kalau begitu, bisa nggak selesai-selesai kalo tipenya waterfall begitu. Akhirnya saya coba nekat dikit, karena waktu yang mepet, saya coba waktu itu proposal hanya 5 lembar. Terlihat “gila”, tetapi isinya lengkap bab I sampai bab IV hingga daftar reference. Dengan dijilid steples pula .. hehe.

Proposal 5 lembar ini sebaiknya jangan ditiru karena kerjaan orang nekat dan kepepet deadline. Hal ini terjadi karena datang ke kampus telat dari Indonesia, masalah administrasi yang ribet, ditambah advisor pertama yang menolak membimbing karena tidak begitu menguasai data spasial, dan masalah-masalah lainnya. Ketika melihat dia merespon, memperbaiki judul dan mengusulkan anggota pembimbing, dapat disimpulkan dia juga tipe yang sama. Tentu saja saya diminta revisi proposal tersebut (25 – 30 halaman).

Dalam waktu beberapa hari yang terbatas, tulisan bisa dikembangkan menjadi 25 halaman. Seperti biasa, corat-coret dan minta ditambahkan hingga 35 – 40 halaman. Dan dalam waktu beberapa hari jadi juga 31 halaman, walaupun kurang dari yang diminta (35-40 halaman).

Akhirnya jadi juga proposal sekitar 35 halaman yang kemudian diuji dalam sesi yang dikenal dengan istilah ujian Candidacy (perubahan status dari “calon kandidat doktor” menjadi “kandidat doktor”). Lumayan berat karena sifat riset yang multidisiplin dengan para pembimbing yang berasal dari bidang computer science, urban environment, dan remote sensing – GIS, serta saya sendiri dari information management. Advisor pun ternyata mempelajari gaya saya yang jika diberi instruksi berupa range, misal 25 sampai 30 halaman, saya cenderung membuat “tarif bawah”, lama-lama dia menginstruksikan angka pasti, misal “buat 50 slide”, yang mau tidak mau saya memilih 50 slide. Postingan ini hanya pengalaman pribadi yang tentu saja terkadang tidak cocok dan tergantung dari style masing-masing dan juga dosen pembimbing. Semoga bermanfaat.

Penulis: rahmadya

I'm a simple man .. Lahir di Sleman Yogyakarta, 7 Juni 1976 TK : - (tidak ada TK di tj Priok waktu itu) SDN : Papanggo, Jakarta 83 - 89 SMPN : 129, Jakarta 89 - 92 SMAN : 8, Yogyakarta 92 - 95 Univ. : Fak. Teknik UGM, Yogyakarta 95 - 2001 Pasca. : Tek. Informatika STMIK Nusa Mandiri, Jakarta 2008 - 2010 Doctoral : Information Management Asian Institute of Technology, Thailand 2013 - 2018 Pekerjaan: Tek. Komputer AMIK BSI Jakarta : 2002 - 2005 IT Danamon Jakarta : 2005 - 2008 Tek. Informatika STMIK Nusa Mandiri Jakarta : 2005 - 2008 Univ. Darma Persada : 2008 - Skrg Fakultas Teknik Universitas Islam "45" Bekasi : 2008 - Skrg ( Homebase)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.