Penjelasan Sederhana Jaringan Syaraf Tiruan – Kasus Logika OR

Dulu sempat ambil mata kuliah “Artificial Intelligent & Neuro-Fuzzy” dengan buku referensi yang digunakan adalah “Neural Network Design” karangan Hagan. Materinya cukup berat karena satu buku tersebut harus dikuasai dalam setengah semester (sampai UTS/Midterm Examination). Selain itu buku tersebut sepertinya ditujukan untuk level advance (lanjut). Postingan ini bermaksud menjelaskan secara sederhana prinsip kerja jaringan syaraf tiruan. Kasus yang dijadikan contoh adalah bagaimana jaringan syaraf tiruan (JST) sederhana mampu menjalankan Logika OR.

Gambar berikut adalah JST dengan jumlah neuron hanya satu buah. Neuron adalah sel di otak yang memiliki kemampuan menyimpan dan mentransfer informasi. Disimpan dalam bentuk bobot dan bias serta mentransfer dengan fungsi aktivasi.

W1 dan W2 adalah bobot yang mengalikan tiap input yang akan diteruskan ke neuron lainnya. Sementara itu b adalah bias yang menjumlahkan total masukan yang telah dikalikan bobot. Pada gambar di atas fungsi aktivasi belum dilibatkan. Persamaan matematis gambar di atas adalah sebagai berikut:

Dengan cara training, misal backpropagation, W dan b dapat ditemukan. Tetapi sebenarnya dengan intuisi kita dapat menemukan bahwa W1 dan W2 berharga masing-masing “1” dan biasnya “nol”. Kita coba memasukan ke persamaan y di atas diperoleh akurasi yang baik hanya saja di bagian akhir, yaitu ketika masukan X1 dan X2 kedua-duanya “1” yang seharusnya keluaran y = 1 di sini berharga “2”. Oleh karena itu diperlukan fungsi aktivasi seperti gambar di bawah ini.

Di antara ketiga fungsi aktivasi, yaitu tangen sigmoid, tangga, dan purelin, yang cocok dengan kasus kita adalah tangen sigmoid. Di sini tangga bisa diterapkan, tetapi agak sulit jika digunakan untuk backpropagation yang membutuhkan diferensiasi. Tangen sigmoid (juga log sigmoid) jika diturunkan berharga -1, mudah untuk dikalkulasi saat proses pembobotan ulang (rambat balik dari target ke input). Sementara purelin tidak cocok karena jika input 2 keluarnya akan 2 juga (jika y=x persamaan purelin-nya). Dengan menambah fungsi aktivasi sebelum ke output, nilai 2 dengan fungsi tangen sigmoid bernilai 1 sehingga sesuai dengan table kebenaran logika OR. Gambar di atas sebenarnya cuplikan video yang saya upload di youtube berikut ini:

 

 

 

Iklan

Satu respons untuk “Penjelasan Sederhana Jaringan Syaraf Tiruan – Kasus Logika OR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s