Mengelola Environment Anaconda

Anaconda merupakan pakat Integrated Development Environment (IDE) berbasis Python (https://www.anaconda.com/). Paket lengkap ini sangat membantu siswa yang baru pertama kali belajar bahasa pemrograman Python. Sebelumnya pengguna Python menggunakan konsol untuk memrogram, termasuk mengelola environment-nya (lihat post yang lalu). Namun, Anaconda memperkenalkan teknik yang lebih sederhana dan mudah dicerna lewat Anaconda Navigator.

Mengunduh Anaconda

Untuk menginstal Anaconda, silahkan unduh di sini. Sesuaikan dengan sistem operasi yang kita gunakan, dan pilih versi yang terkini. Jika sudah, jalankan hingga muncul tampilan sebagai berikut:

Mengatur Environment

Pada Anaconda Navigator terdapat menu Environments untuk mengelola environment yang ada. Environment merupakan folder kerja yang berisi fasilitas-fasilitas tertentu, misalnya untuk deep learning, machine learning, dan lain-lain. Maksudnya adalah agar satu aplikasi tidak bercampur dengan aplikasi lainnya sehingga lebih rapi dan terstruktur.

Secara default, environment yang ada adalah base (root), yang di dalamnya sudah terdapat beberapa fasilitas dasar, salah satunya Jupyter Notebook. Untuk membuat satu environment baru, gunakan tombol +Create di bagian bawah. Untuk beralih ke environment lainnya tinggal menekan nama environment tersebut. Tuggu sesaat hingga library yang ada muncul di sebelah kanan. Untuk membuka terminal ataupun Jupyter Notebook, silahkan tekan simbol segitiga di sebelah kanan environment yang dipilih.

Ada baiknya kita menggunakan Open Terminal untuk membuka Jupyter Notebook agar folder sesuai dengan yang kita inginkan.

Perhatikan saya menggunakan environment “Nusaputra” dengan folder kerja di d:\pengajaran\Pengolahan Citra. Instruksi jupyter notebook bermaksud membuka jupyter notebook di browser kita.

Mencoba Jupyter Notebook

Berbeda dengan Google Colab yang selalu terpasang Library, pada Jupyter Notebook library tertentu, misal OpenCV, harus dipasang terlebih dahulu. Gunakan PIP atau dengan Anaconda Navigator, lihat caranya di materi kuliah saya berikut ini. Perhatikan bagaimana mengelola sel, tracing error, dan lain-lain.

Tentang rahmadya

I'm a simple man .. Lahir di Sleman Yogyakarta, 7 Juni 1976 PENDIDIKAN: TK : - (tidak ada TK di tj Priok waktu itu) SDN : Papanggo, Jakarta 83 - 89 SMPN : 129, Jakarta 89 - 92 SMAN : 8, Yogyakarta 92 - 95 Univ. : Fak. Teknik UGM, Yogyakarta 95 - 2001 Pasca. : Tek. Informatika STMIK Nusa Mandiri, Jakarta 2008 - 2010 Doctoral : Information Management Asian Institute of Technology, Thailand 2013 - 2018 PEKERJAAN: Tek. Komputer AMIK BSI Jakarta : 2002 - 2005 IT Danamon Jakarta : 2005 - 2008 Tek. Informatika STMIK Nusa Mandiri Jakarta : 2005 - 2008 Univ. Darma Persada Jakarta: 2008 - 2013 Fakultas Teknik Universitas Islam "45" Bekasi : 2008 - Skrg ( Homebase) Univ. Bhayangkara Jakarta Raya: 2018 - Skrg Univ. Nusa Putra Sukabumi: 2018 - Skrg
Pos ini dipublikasikan di Pengolahan Citra, Python. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.