Yuk, Ikut Sertifikasi Reviewer SNI ISO/IEC 17024:2012

Baru saja liburan lebaran tiba-tiba ada tawaran sertifikasi reviewer standar SNI ISO/IEC 17024:2012. Sertifikat tersebut menjadi syarat menjadi reviewer SIMLITABMAS Ristek-Dikti. Sertifikasi dilaksanakan di hotol Bogor Icon setelah selama 5 hari pelatihan terlebih dahulu. Instruktur dipilih dari Ristek-Dikti, terdiri dari pakar-pakar di bidangnya, dan tentu saja sudah tersertifikasi. Sebagai pihak LSP, oleh Ristekdikti ditunjuk LSP Quantum yang merupakan satu-satunya LSP yang mensertifikasi reviewer di tanah air. Sertifikat juga berstandar internasional (ISO) sehingga bisa digunakan di negara lain yang kabarnya masih sebatas ASEAN.

Bersama Dirjen Risbang

Materi yang diberikan cukup padat dari jam 8 pagi hingga jam 9 malam. Nyaris hotel hanya digunakan untuk tidur. Diawali dengan pre-test, pelatihan diakhiri dengan post test dan ujian sertifikasi. Berkas-berkas untuk porto-folio dikumpulkan sebelum post test, test kompetensi, psikologi, dan wawasan kebangsaan. Lumayan capek karena banyaknya soal dengan waktu yang terbatas. Silahkan masukan berkas-berkas (ijasah s1, s2, s3, sertifikat, ktp, foto, dan form-form isian). Ada baiknya melampirkan sertifikat yang sangat mendukung, misalnya pernah mereview.

Hasil sertifikasi dapat diberikan dua minggu dari pelaksanaan. Untuk yang tidak lulus diberikan kesempatan mengikuti “remedy” yang dijadwalkan di Jakarta. Jika lulus, maka dosen yang tersertifikasi dimasukan sebagai reviewer proposal hibah penelitian Ristek-Dikti. Syarat mengikuti acara ini adalah doktor yang berpengalaman memperoleh hibah (min 2 kali), memiliki dua tulisan terindeks scopus (boleh prosiding) dan terpilih karena tempat terbatas tiap batch-nya. Pelatihan berikutnya rencananya di Bandung dan Jogja, silahkan mendaftar jika ingin menjadi reviewer.

Agak unik memang banyak yang berminat menjadi reviewer, padahal sangat melelahkan ditambah beban tanggung jawab yang besar. Tetapi mengingat dampaknya yang besar terhadap kualitas penelitian di tanah air, ada baiknya rekan-rekan peneliti ikut berkontribusi.

Membuat CRUDE Matrix

CRUDE singkatan dari Create, Read, Update, dan Execute. CRUD tanpa E biasa digunakan oleh pemrograman terstruktur, sementara Execute ditambahkan untuk Objek oriented yang artinya proses selain CRUD, misalnya membuat tampilan tertentu, perhitungan-perhitungan, validasi, dan lain-lain. CRUDE matrix biasanya dibuat dari Use Case diagram di tahapan analisa.

Berikut ini contoh pembuatan CRUDE matrix. Perhatikan aktor yang terlibat bisa juga berupa kelas, biasanya diberi simbol <<class>>, kadang tidak muncul pada Use Case diagram.

Kandidat aktor: Doctor, Management, New Patient, Old Patient. Aktor “Patient” menwakili New dan Old Patient.

Kandidat kelas:

Baik management dan Doctor mengelola jadwal (Manage Schedule). Ada kelas Jadwal (Schedule). Kelas New Patient butuh kelas Patient. Baik kelas New dan Old Patient mengajukan jadwal (appointment). Kelas Doctor perlu dibuat untuk penjadwalan.

CRUDE Matrix

Berikut CRUD Matrix sementara yang bisa berubah pada fase/tahap berikutnya.

Kelas-kalas: Management, Doctor, Patient, Appointment, Schedule

 

Management

Doctor

Patient

Appointment

Schedule

Management

 

C,R,U,D

C,R,U,D

R,E

C,R,U,D

Doctor

       

C,R,U,D

Patient

     

C,U

 

Appointment

         

Schedule

         

 

Konversi Layer ke Shapefile Pada ArcGis

Ketika konversi dari KMZ (dibuat dari Google Earth Pro) ke ArcGis formatnya berupa layer dengan memanfaatkan fungsi KMZ to Layer. Perlu sedikit modifikasi agar file layer ke shapefile. Caranya adalah dengan mengekspor data layer tersebut. Layer berisi data spasial dalam format GDB.

Berikutnya ada pilihan apa saja yang akan dikonversi. Pilih saja “All Feature” dilanjutkan dengan menekan lokasi output. Pilih “shapefile” ketika akan menulis nama filenya.

Terakhir ArcGis akan menanyakan apakah hasil konversi langsung ditampilkan pada map yang saat ini aktif. Pilih saja “ok” agar bisa langsung digunakan sekarang. Perhatikan data yang sebelumnya berupa layer menjadi shapefile yang siap dimanipulasi. Selamat mencoba.

Mendata Penggunaan Lahan

Penggunaan lahan (Land Use) sangat sulit diklasifikasi secara otomatis lewat citra satelit karena Land Use menggambarkan pengunaan lahan oleh manusia untuk tujuan khusus yang tidak bisa digambarkan dari bentuk bangunan. Bisa saja sebuah gedung berfungsi sebagai sekolah yang sama bentuknya dengan rumah sakit, kantor, mall dan lain-lain. Oleh karena itu pendataan Land Use mau tidak mau dilaksanakan secara manual. Pos kali ini sekadar berbagai bagaimana mendatanya.

Instal Google Earth Pro

Google Earth menawarkan secara gratis aplikasi dekstop untuk melihat map seluruh negara di dunia (bahkan planet Mars pun didata). Silahkan unduh di link resminya. Untuk lebih jelas lokasi yang akan didata, buat shapefile-nya dengan GIS tool yang tersedia, misalnya ArcGis. Impor dari Google Earth pro agar batas lokasi tergambar dengan jelas di Google Earth.

Ketika mencari file jangan lupa memilih ekstensi yang sesuai (*.shp) karena secara default hanya *.txt. Cari shapefile yang diinginkan. Ketika tombol OK ditekan Google Earth langsung mengarahkan ke lokasi yang dituju, sesuai shapefile yang dipilih. Agar area Google Earth dalam study area tidak tertutup pilih hollow (tanpa warna).

Template Google Map Pada Google Earth Pro

Agak sulit memang melihat citra satelit. Ada baiknya kita menambahkan file KML yang ditempelkan ke Google Earth. Silahkan unduh file kml-nya, bisa disimpan atau langsung di-run dengan Google Earth Pro yang baru saja diinstal. Silahkan pilih yang sesuai saja karena akan berat kalau diaktifkan semua (diceklis). Berikut tampilan Google Earth setelah ditempel KML tersebut.

Sumber Data Lain

Banyak sumber data yang bisa dijadikan patokan Land Use, salah satu yang baik dan general adalah Street Directory. Misalnya untuk wilayah Bogor Barat dapat diakses di link berikut ini. Dikatakan general karena di dalamnya terdapat sekolah, daerah komersial, industri, rumah sakit dan sebagainya. Tentu saja jika ingin jelas silahkan buka sumber data yang spesifik (lihat pos yang lalu). Sekian semoga postingan singkat ini bermanfaat.

Fikiran .. Pedang Bermata Dua

Untuk Anda yang mengagung-agungkan fikiran, waspadalah karena fikiran sepertinya membantu Anda dalam keseharian tetapi bisa juga seperti pedang bermata dua yang melukai si pemilik. Hal ini terjadi karena yang seharusnya fikiran berfungsi sebagai alat tetapi beralih fungsi menjadi si majikan. Bagi tradisi kuno Hindu dan Budha fikiran sangat berbahaya karena bisa membuat seseorang hanyut dalam fikirannya. Fikiran yang tak terkendali, diibaratkan sebagai “monyet” yang bergerak loncat ke sana ke mari.

Kisah Imam Malik dan Imam Syafii

Tradisi Islam dahulu kala sering terjadi silang pendapat, karena fikiran. Imam Malik, sang guru, pernah berbeda pendapat dengan Imam Syafii, imam yang paling banyak pengikutnya di Indonesia. Imam Syafii tidak sependapat dengan Imam Malik yang mengatakan cukup dengan tawakal, rejeki akan tiba. Imam syafii berpendapat tidak mungkin tanpa usaha, rejeki akan tiba, seperti burung yang tidak keluar sarang mencari makan tidak akan memperoleh makanan. Begitulah sifat fikiran yang masih mengenal dualitas (atas bawah kiri kanan, suka duka, beanar salah, dan lain-lain). Perbedaan pendapat sejatinya tidak melepas/memutus ikatan pertemanan, apalagi murid dan guru, apalagi hanya dalam hal tetek bengek yang tidak penting, misalnya pileg, pilgub, pilpres, dan pil-pil lainnya.

Pulang dari berguru, Imam Syafii melihat orang-orang yang ramai memanen anggur. Terbesit ide untuk membantu memanen, dan benar dugaannya, selesai memanen Imam Syafii mendapat upah anggur yang banyak. Setelah memperoleh upah, beliau mendatangi lagi gurunya guna membuktikan kebenaran pendapatnya. Sang guru membenarkan pendapatnya, tetapi dengan santai ia mengambil anggur pemberian Imam Syafii, sambil mengatakan beberapa waktu yang lalu, dia kepingin sekali makan buah anggur, dan dengan doa dan tawakal, anggur yang banyak tiba di hadapannya. Mereka akhirnya tertawa.

Mindfulness/Kesadaran

Kesadaran yang berarti menyadari apa yang terjadi dalam fikiran dan perasaan merupakan inti dari meditasi, yang dalam istilah bahasa pali-nya, “sati”. Silahkan coba, tapi tidak berhenti sampai sati saja, melainkan mempelajari. Jika sudah terlatih sadar, seseorang akan memahami mengapa sebuah fikiran muncul, dari mana asalnya dan merembet ke mana. Akibatnya akan muncul kebijaksanaan dengan ciri khas, ego yang tidak mendominasi. Ego yang berada di fikiran akan membuat fikiran menjadi raja sementara diri kita budaknya. Akibatnya banyak orang-orang terpelajar yang di mata orang awam “error”. Konon, pembunuh salah satu khalifaturrasyiddin, Ali bin Abi Thalib, adalah Ibnu Muljam yang cerdas, berilmu, hafal Alquran dan Alhadits, yang sepertinya tidak mungkin terjadi pembunuhan itu jika ego dalam fikiran membuat seseorang menjadi budaknya.

Bahayanya Merasa Benar

Ketika lulus S1 dan menjadi dosen, saya menguji tugas akhir siswa tentang jaringan. Siswa mengatakan bahwa pewarnaan dalam kabel jaringan mempengaruhi nyambung atau putusnya koneksi, selain urutan kabelnya. Sementara saya ngotot, tidak, asalkan ujung ke ujungnya sesuai pin, urutan warna tidak pengaruh. Selang beberapa semester, saya bekerja sebagai staf IT pada bank nasional dan mengalami kondisi yang membuat saya merasa bersalah. Ceritanya sebuah vendor kabel disewa untuk memasang kabel jaringan di cabang dekat asam reges, Jakarta. Warnanya acak, walaupun ujung ke ujung (pin) tepat “lurus/straight“. Sempat jaringan berfungsi normal ketika menggunakan IBM pentium III, tetapi kebetulan ada pergantian PC ke HP Pentium IV, satu pun tidak ada PC baru yang berjalan jaringannya. Dimintalah saya datang ke sana, ternyata saya cek urutan kabelnya tidak standar (bukan: putih-orange, orang, putih-hijau, biru, putih-biru, hijau, putih-coklat, coklat). Akhirnya saya berfikir jangan-jangan siswa saya benar, urutan warna harus standar, akhirnya saya coba satu titik, ternyata benar. Dipanggilah vendor yang memasang kabel kemarin, mirip sidang tugas akhir saya dulu saling ngotot (walaupun untungnya, siswa tersebut saya luluskan). Vendor tersebut membuktikan dengan tester jaringan yang menunjukan “OK”. Akhirnya, saya putuskan menunjukan ke mereka pada satu titik koneksi dengan memasang ulang dengan warna standar, dan terbukti “OK” dengan PC yang baru. Karena takut kasus saya follow-up ke atas, mereka setuju memasang ulang seluruh kabel jaringan. Mudah-mudahan siswa yang saya uji hampir 17 tahun yang lalu itu membaca postingan ini, dan menerima permintaan maaf saya, minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin.

Merger Data Spasial – ArcGIS

Selain Clip, Merge merupakan fasilitas Geoprocessing pada ArcGIS yang tak kalah penting. Fungsinya adalah menggabungkan dua shape file menjadi satu. Misalnya kita memiliki dua data land-use, pemukiman padat dan tidak padat seperti gambar berikut. Kedua tipe land-use tersebut akan digabungkan menjadi satu.

Langkah-langkah merge pada ArcGIS adalah: i) membuka jendela merge, ii) memasukan shapefile yang akan digabung, dan iii) memberi nama shapefile baru hasil merging. Jendela merge dapat diakses lewat menu Geoprocessing.

Setelah tombol OK ditekan ArcGIS akan memproses penggabungan dua shapefile itu menjadi satu file baru. File baru tersebut merupakan penggabungan dari dua file sebelumnya. Tampak simbol berititik hitam merupakan hasil penggabungannya. Semoga bermanfaat.

INFO: Peta contoh di atas adalah kecamatan Bantargebang Bekasi.

Realtime Protection Windows Defender Tidak Bisa Dihidupkan

Beberapa hari yang lalu ada simbol silang pada antivirus bawaan Windows 10: Windows Defender. Klik simbol panah atas di bagian bawah kanan Windows.

Jika dijalankan Windows Defender, dan masuk ke bagian Realtime Protection posisi Windows Defender tidak dapat dihidupkan (ON).

Cara menghidupkannya agak sedikit rumit, info dari beberapa situs internet hasil googling. Informasi dari situs ini menyarankan masuk ke registry editor dengan mengetik “regedit” di searching Windows 10. Arahkan ke posisi: HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Microsoft dan pilih Windows Defender.

Pada gambar di atas value “DisableAntiSpayware” bernilai satu (1). DIsarankan untuk menggantinya menjadi nol (0) atau hapus saja (delete) registri tersebut. Oke, kalau ragu, ganti saja menjadi nol dengan mendobel klik registry tersebut, ganti satu menjadi nol.

Tekan OK. Kembali ke Windows Defender, Anda akan diminta me-restart. Tekan saja tombol “restart” yang artinya menghidupkan kembali Windows Defender. Tunggu beberapa saat dan pastikan Windows Defender aktif kembali. Semoga bermanfaat.

Training, Validating, Testing dan Corpus

Empat kata di atas, terutama tiga pertama merupakan istilah yang banyak disebut dalam literatur machine learning. Sementara yang keempat, Corpus, muncul belakangan ketika banyaknya pihak-pihak yang berkontribusi dengan membagikan file big data yang dimilikinya. Postingan kali ini sedikit menambah penjelasan mengenai penggunaan istilah-istilah di atas.

Training

Istilah ini merupakan pengkhususan dari arti sebenarnya: pelatihan/pembelajaran. Teringat ketika presentasi hasil penelitian di kampus yang dihadiri oleh beragam bidang ilmu. Salah satu peserta dari fakultas agama Islam memprotes manfaat dari training yang katanya tidak perlu karena menghambur-hamburkan dana. Peserta dari fakultas teknik, terutama jurusan informatika, hanya bisa tersenyum karena maklum istilah training di penelitian itu adalah proses melatih model agar diperoleh parameter yang tepat, bukan pelatihan berupa kursus, workshop, dan sejenisnya. Diperlukan data yang disertai dengan label dalam proses training ini. Banyak metode yang digunakan, biasanya backpropagation dengan turunannya gradient descent atau levenberg marquardt (LM). Data training ini dikenal dengan istilah training set.

Validating

Jika training membutuhkan data beserta label agar diperoleh parameter yang tepat, misalnya untuk jaringan syaraf tiruan (JST) berupa bobot dan bias, validating berisi data beserta label pula yang dimaksudkan untuk menguji hasil training apakah sudah akurat atau belum. Jika beruntung, hasil validasi akurat, biasanya di atas 75%. Jika belum harus di-training ulang. Data untuk validasi biasanya sebagian data training. Istilah data untuk validasi adalah development set, held-out set, atau validation set. Terkadang sebagian data training dipakai untuk validasi, kemudian secara bergantian yang tadinya buat training menjadi testing, yang dikenal dengan istilah cross validation.

Testing

Data testing atau dikenal dengan istilah testing set wajib dijalankan setelah validasi. Fungsinya membuktikan apakah model sudah sesuai dalam artian akurat di validasi dan akurat juga di kenyataannya. Data yang digunakan untuk testing merupakan data real yang tidak digunakan untuk training. Tentu saja tidak “fair” menggunakan data training untuk testing, ibarat ujian, soal yang diujikan diberitahu terlebih dahulu.

Corpus

Corpus merupakan kumpulan data spesifik. Jamaknya dikenal dengan nama Corpora. Data ini biasanya digunakan untuk testing yang berasal dari lembaga yang bersedia men-share untuk pembelajaran bersama, misalnya data aeronatika, video, suara, gambar, dan lain-lain. Jika Anda menginstal Python, disertakan juga Corpora secara opsional, karena memang ukurannya yang besar. Tentu saja Corpus ini dipergunakan biasanya untuk pengujian metode/algoritma apakah akurat atau tidak. Sementara untuk data spesifik tertentu, misal pengambilan keputusan kredit bank, pemberian beasiswa, penyetujuan proposal, perlu mencari data real yang ada jika tidak ada yang men-share karena memang data tersebut khusus/spesifik dimana tiap institusi/lokasi/objek penelitian berbeda-beda karakteristiknya. Yuk, yang punya data, bagi-bagi, untuk membantu riset teknologi informasi, terutama yang punya data bidang kesehatan.

Indeks Web of Science

Web of Science (WoS) merupakan pengindeks terkenal yang dahulu dikenal dengan nama Thomson Reuter. Pengindeks tua ini lebih dahulu dikenal sebelum Scopus. Berbeda dengan Scopus yang gencar pemasarannya, WoS sedikit “nyantai”. Akibatnya, peneliti-peneliti muda lebih mengenal Scopus dibanding WoS. Padahal, WoS memiliki kriteria yang ketat terhadap jurnal atau seminar yang diindeks.

Publons

Baik WoS maupun Scopus semuanya berbayar. Namun untuk melihat Author, Scopus menggratiskannya. Repotnya, WoS baik mencari artikel mapun Author tidak gratis. Untungnya belakangan WoS menggratiskan juga seperti Scopus, dengan nama situs: www.publons.com. Sebelum ada Publons, peneliti gratis mendaftarkan diri di www.researcherid.com, suatu situs yang mirip Orcid. Namun ternyata ketika saya sudah mendaftar ID di situs tersebut langsung diarahkan ke Publons.

Searching

Berbeda dengan Scopus yang harus berlangganan dalam pencarian non-Author, Publons dapat mencari baik author, jurnal, institusi dan region/country.

Silahkan pilih pencarian yang diinginkan. Berikut contoh hasil searching di sebuah institusi. Untuk saat ini Scopus masih menjadi patokan indeks Sinta, sementara WoS ikut berpartisipasi kemudian. Mengingat ketatnya indeks WoS terhadap jurnal-jurnal di dunia, tidak tertutup kemungkinan WoS menjadi andalan utama, jadi segera daftarkan ID ke WoS. Sekian, semoga bermanfaat.

Membuat BaseMap di ArcGIS

Basemap merupakan peta dasar yang menyertai shapefile. Dengan basemap tampilan peta menjadi lebih akurat mengingat basemap biasanya diambil dari citra satelit atau peta jalan (street map). Misalkan kita memiliki region tertentu, kecamatan Tanah Sareal, Bogor.

Sangat sulit melihat peta seperti itu tanpa indikator lokasi, walaupun dibuat dari proses clip kota Bogor berdasarkan kecamatan tertentu saja, dalam hal ini tanah sareal. Untuk membuat basemap tekan tombol Add Data dilanjutkan mengklik “basemap”.

Banyak pilihan yang ditawarkan untuk Basemap, antara lain imagery dan streetmap. Jika ingin mendata land-use yang ada sebaiknya pilih yang berakhiran “with labels” atau gunakan “openstreet map”.

Tampak basemap “openstreetmap” yang menyertai peta kecamatan tersebut. Jangan lupa karena bersifat online, komputer harus terkoneksi ke internet. Openstreetmap merupakan peta berbasis “crowd sourcing” dimana partisipasi pengguna bisa menambahkan informasi-informasi penting. Lihat hasil zooming di bawah ini. Semoga bermanfaat bagi yang ingin memetakan wilayah.

Cukup Hanya Tuhanmu Sajalah Yang Tahu Tujuanmu

Ada sebuah artikel dari link berikut tentang bagaimana mencapai tujuan (goal) kita. Disebutkan bahwa yang ingin kita capai tidak seharusnya di-share. Agak unik, memang pengetahuan dalam mencapai tujuan selalu menjadi tema yang menarik. Banyaknya pengguna media sosial saat ini menjadi alasan agar seseorang berhati-hati dalam mengekspresikan tujuannya secara online. Sebelum ke dunia millenial ada baiknya sedikit mereview sejarah seperti yang ditulis dalam link tersebut.

Kisah Penemuan Pesawat

Di abad 19 banyak ilmuwan dan teknisi berusaha membuat kendaraan yang bisa terbang seperti layaknya burung. Di AS ada salah satu ilmuwan, fisikawan, astronom, bernama Langley, tertarik membuat proyek tersebut dengan dana yang besar, bahkan sebuah departemen mendanai hingga $50.000. Saat itu tidak ada medsos, yang ada hanyalah blowup oleh para wartawan yang gemar men-share berita-berita menarik. Di pihak lain, ada dua bersaudara, dikenal dengan panggilan Wright Brother, yang memiliki bengkel motor, mobil, bahkan sekedar sepeda dengan antengnya merancang pesawat, tanpa gembar-gembor. Publik dikejutkan dengan keberhasilannya menerbangkan hasil karyanya beberapa mil. Sementara itu Langley dengan dana yang besar gagal, bahkan uji cobanya hancur.

Riset Ilmiah

Mungkin pembaca agak ragu dengan statemen agar tidak terlalu men-share keinginan. Memang masih berupa hipotesa jika belum diteliti. Tetapi riset di jurnal psikologi berikut memperkuat statemen tersebut. Riset dilakukan terhadap beberapa responden dan hasilnya adalah grup pertama yang targetnya banyak diketahui orang akan cenderung sedikit berusaha dibanding grup kedua yang targetnya tidak diketahui orang, sedikit diabaikan, dan lain-lain sebagai kebalikan dari grup pertama. Bila seseorang telah mengidentifikasikan dirinya dengan tujuan yang telah tercapai dan men-share nya, biasanya cenderung gagal dalam mencapai tujuan tersebut.

Fear Setting dahulu Share Seperlunya

Selain men-share tujuan ada baiknya melakukan aktivitas lain yang membantu mencapai tujuan dan cita-cita, yaitu fear-setting, mengeset rasa takut. Maksudnya adalah mendeteksi hal-hal rasa takut yang menghalangi kita mencapai tujuan. Misalnya ketika ingin studi lanjut, silahkan rinci dan tulis ketakutan-ketakutan yang ada, misalnya jauh dari keluarga, butuh uang yang banyak, kehilangan jabatan karena tugas belajar, kurang bisa bahasa Inggris, dan lain-lain. Silahkan atasi satu persatu rasa takut yang menghalangi Anda untuk studi lanjut, dengan cara bebas sesuai kreatifitas Anda dan share niat Anda secukupnya saja.

Analisa dan Disain Sistem Berorientasi Objek

Pemrograman Berorientasi Objek (PBO) dalam proses perancangan sistemnya tidak berbeda dengan pemrograman terstruktur dan dapat menggunakan metode yang sama. Hanya saja karena ciri khas PBO yang tidak membedakan proses dan data maka ada sedikit sudut pandang yang berbeda dalam perancangannya. Tiga tokoh penggagas Unified Modeling Language (UML) yaitu Grady Booch, Ivar Jacobson, dan James Rumbaugh sepakat dalam perancangan sistem modern harus berbasis: Use Case Driven, fokus ke arsitektur sistem (Architecture-centric), dan iteratif & inkremental.

Use Case Driven

Use Case Driven artinya adalah Use Case sebagai pemodelan utama dalam perancangan sistem. Model Use Case menggambarkan hubungan antara pengguna dengan sistem dalam melakukan aktifitas tertentu seperti pemesanan barang, penyewaan, mencari informasi tertentu, dan lain-lain. Use Case Driven berbeda dengan pemodelan tradisional maupun Rapid Application Development (RAD) yang kompleks. Kompleksitas metode tradisional tersebut karena harus melibatkan baik analis maupun pengguna dimana sistem dipecah menjadi subsistem hingga tidak bisa dipecah lagi dalam analisanya. Diagram menjadi rumit karena saling terkait antara satu diagram dengan diagram lainnya yang jumlahnya banyak. Sementara itu Use Case hanya berfokus pada satu proses bisnis dalam satu waktu dan membuat proses menjadi lebih sederhana.

Fokus ke Arsitektur Sistem

Arsitektur bisa bermacam-macam artinya, tergantung dari sudut pandang tertentu. Dari sudut pandang PBO dengan standar UML-nya arsitektur merupakan aspek keseluruhan dari organisasi sistem. Aspek tersebut melandasi komponen-komponen arsitektur sistem yang terdiri dari fungsionalitas, struktur, dan proses (function, static, & behaviiour). Selain itu arsitektur juga mengatasi permasalahan performa, skalabilitas, reuse, dan batasan-batasan ekonomi dan teknis.

Secara garis besar arsitektur dapat dilihat dari sisi eksternal (pengguna) yaitu berupa fungsi-fungsi. Selain itu dilihat juga dari sisi internal berupa atribut, metode, dan kelas-kelas . Arsitektur juga melibatkan relasi antar objek yang melibatkan pesan-pesan untuk menjalankan fungsi tertentu.

Iteratif dan Inkremental

PBO menerapkan metode pengembangan sistem berupa iterasi dan inkremental. Metode ini mengembangkan tiga sudut pandang arsitektur (fungsi, statis, dan proses) secara berulang. Setelah testing, perancang kembali lagi ke awal untuk penyempurnaan. Dalam merancang, perancang mengembangkan sedikit demi sedikit, dari sistem sederhana menuju sistem yang lebih besar dan kompleks. Tiap iterasi pengembang selalu berhubungan dengan pengguna dalam merancang fungsi-fungsi yang diperlukan. Jadi struktur dan fungsi harus dikuasai oleh pengembang agar diperoleh sistem yang baik. Pengembang juga dapat menambahkan kebutuhan-kebutuhan fungsi yang tidak disadari oleh pengguna.

Efek Rasa Syukur

Bersyukur terkadang mudah diucapkan tetapi sulit diterapkan. Terkadang pula mulut kita mengucapkan syukur (ketika beribadah) tetapi hati belum tentu menerima kondisi yang ada. Mungkin pembaca pernah membaca buku “the secret” atau “quantum ikhlas” yang membahas kekuatan dari hati dan fikiran dalam lancar dan suksesnya kehidupan. Di sana disebutkan juga manfaat hati yang “lega/nyaman” ketika melaksanakan/mengerjakan aktivitas sehari-hari. Hasil akan terasa jika dilakukan dengan hati yang ikhlas.

Pertahanan Terbaik

Tidak semua hal berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Terkadang plan A tidak berjalan dan memaksa kita untuk mengeksekusi plan B. Tanpa hati yang ikhlas dan legowo, ketika plan A tidak berjalan akan kesulitan menjalankan plan B, diakibatkan terlalu lama berkeluh-kesah dan kecewa dengan plan A yang gagal.

Sedikit berbagi pengalaman ketika kuliah dulu mengenai manfaat rasa syukur. Syarat untuk menjadi kandidat doktor di tempat kuliah dulu adalah IPK di atas 3,50. Nilai segitu termasuk cukup tinggi, walaupun relatif, terkadang mudah terkadang susah. Sangat jarang mahasiswa yang lancar dalam satu tahun memperoleh skor IPK sebanyak itu. Rata-rata ada yang mengulang karena satu saja mata kuliah jatuh akan menjatuhkan total skor IPK. Bayangkan jika diperoleh IPK semester awal 2,4. Satu kata yang terucap ke pembimbing waktu itu adalah “apakah saya masih bisa lanjut?”, dan jawabannya “bisa”. Satu jawaban itu dengan satu rasa syukur sudah cukup menjadikan pertahanan terbaik saya. Ditambah rincian-rincian syukur lain yang saya kumpulkan untuk menumpuk kekuatan. Lalu apa yg terjadi? Dalam 2 tahun akhirnya IPK tepat berada di posisi 3,50 pas. Angka yang pas menunjukan berapapun nilai yg dosen berikan sangat berharga, kurang lebihnya.

Bekerja dengan Nyaman

Ketika plan A gagal, tidak serta merta plan B dieksekusi. Ternyata butuh syarat penting lain sebelum menjalankannya walaupun sudah ada schedule-nya, yaitu “hati yang nyaman”. Kecuali memang urgen dan mendesak, harus dilaksanakan realtime. Jika ada jeda waktu cukup, ada baiknya membuat hati nyaman terlebih dahulu. Banyak caranya, bisa meditasi, berdoa, maupun cara yang gampang, yaitu bersyukur. Syukuri saja apa yang ada saat ini walaupun sederhana, misalnya kita masih diberi nafas (ups .. sepertinya itu bukan sederhana, melainkan sapu jagad).

Ada satu mekanisme yang dinamakan “daya tarik” dengan prinsip sesuatu akan cenderung berada sesuai dengan yang mirip dengan sesuatu itu. Jika kita marah, biasanya kondisi akan mudah membuat kita marah. Nah, jika kita nyaman dulu, maka kondisi akan cenderung mengikuti kenyamanan. Ada energi-energi lain yang membantu, orang-orang/tim yang kompak, pihak lawan yang tidak terlalu menyerang, dan lain-lain. Sudahkah anda “nyaman” hari ini? Ngopi dulu lah.

Mencari Lokasi Penggunaan Lahan Suatu Wilayah

Berbeda dengan tutupan lahan yang dapat diketahui dengan cepat lewat klasifikasi citra satelit, menentukan penggunaan lahan lebih rumit karena harus melihat langsung fungsi dari suatu bangunan apakah sekolah, rumah sakit, pabrik, pemukiman, dan lain-lain. Informasi dapat diperoleh lewat instansi-instansi terkait. Namun biasanya masih berupa data non-spasial, kalaupun ada terkadang tidak terawat dengan baik, misalnya lokasi tidak tepat, tidak ada lokasi, dan lain-lain.

LOKASI SEKOLAH

Data pokok kemdikbud memiliki informasi data spasial, misalnya untuk sekolah berikut ini. Di salah satu tab terdapat “Map” yang menunjukan lokasi sekolah yang bersangkutan. Sayangnya hanya berisi sebuah profil, untuk mencari sekolah-sekolah di daerah tertentu (kecamatan/kabupaten/kota) harus lewat sumber lain.

Situs penjaminan mutu pendidikan (PMP) juga memiliki data yang lengkap tentang sekolah-sekolah yang berada di daerah tertentu, misalnya data sekolah menengah pertama (SMP) di daerah kota Bogor berikut ini. Jika diklik salah satu sekolah yang ingin diketahui lebih lanjut akan muncul informasi yang lumayan lengkap seperti jumlah dan sebaran siswa, jumlah guru dan profil-nya, dan lain-lain. Sayangnya tidak ada informasi spasial (lokasi sekolah berupa peta).

Situs resmi lain yang menyediakan informasi spasial adalah berikut ini. Tampak lokasi sekolah di propinsi Bali. Cukup lengkap tapi basemap-nya kurang informatif. Alangkah baiknya jika menggunakan jenis streetmap ala waze atau google map.

Ada satu lagi informasi data spasial lewat arcgis online yang di-share oleh penggunanya. Salah satu keuntungannya adalah format shapefile yang sudah standar dapat diunduh dan dibuka online di komputer sendiri. Tentu saja jika di-share oleh pembuatnya, tetapi bisa juga dengan dibuka lewat mapviewer online, berikut link contohnya.

RUMAH SAKIT

Tipe penggunaan lahan lain yang tidak kalah penting adalah lokasi rumah sakit atau fasilitas kesehatan (klinik, apotik, dan sejenisnya). Satu yang cukup baik adalah situs ini, jika diklik salah satu item akan menampilkan informasi lengkap, misalnya RS Hasan Sadikin. Situs ini memanfaatkan info dari google map yang bersifat crowd sourcing.

Situs resmi dari departemen kesehatan merupakan rujukan yang pasti dari informasi mengenai rumah-rumah sakit di suatu wilayah. Tetapi tetap saja harus mencari sendiri lokasi di peta berdasarkan alamat rumah sakit tersebut.

Untuk jenis-jenis penggunaan lahan lainnya silahkan cari berdasarkan ke mana tipe lahan tersebut menginduk. Ada satu situs yang lumayan bagus dalam mendata beragam tipe lahan yaitu www.streetdirectory.com (lihat pos yang lalu) misalnya untuk wilayah kota bogor ini. Demikian, semoga bermanfaat bagi yang sedang mencari data spasial penggunaan lahan di daerah tertentu.

Mengunduh Shapefile di ArcGis.com

ArcGIS tidak hanya desktop melainkan juga online. Buka browser dan ketik www.arcgis.com. Tentu saja harus memiliki akun untuk login. Tetapi jika hanya ingin mengunduh tidak perlu login. Postingan ini mencoba mengunduh batas kecamatan wilayah kota Bogor.

Jika sudah masuk ke situs arcgis cari simbol kaca pembesar yang artinya searching. Ketik kata kuncinya, misalnya “kecamatan kota bogor”. Berikut tampilan ketika data tersebut ditemukan.

Jika Anda beruntung peta yang Anda cari tampil di halaman hasil pencarian. Terkadang terdapat lebih dari satu hasil pencarian. Kebetulan data spasial kecamatan di kota bogor ada yang sudah mengeshare, Alhamdulillah. Pilih peta hasil pencarian tersebut.

Klik “Download” untuk mengunduh peta kecamatan di kota Bogor dalam format shapefile yang di-rar. Buka dengan ArcGIS hasil ekstraknya. Tampak seperti gambar di bawah ini hasilnya.

Agak sulit melihat secara real peta tersebut. Jika Anda memiliki Google Earth Pro, silahkan impor peta tersebut agar dapat melihat secara detil akurasinya terhadap citra satelit berikut ini.

Terima kasih untuk rekan-rekan kartografer yang sudah sukarela membagikan peta-nya di arcgis.com. Oiya, terkadang shapefile tidak bisa diunduh melainkan dibuka langsung lewat ArcGIS. Sekian semoga bermanfaat.