Books for Microprocessor and Assembler

In 2002, I tought Interfacing and had a good book as a literature about Intel microprocessor written by Berry B. Brey. This book was translation from “The Interl Microprocessor, 8086/8086 to Pentrium Pro Processor – Architecture, Programming, and Interfacing. But, my friend bought this book from me (Part 2) and part 2 of that book has given to another my friend, so when I must teach about that subject I must get this book again. Fortunately when I was searching on internet, I found the link about ebook of that book, so I downloaded it.

To tell you the truth, I was very difficult to understand that translation book because some terminologies did not match to our language. I better like reading the English version than its translation. And the most important thinks is that book contain some assembler language that I must try to understand.

The second book is about assembly programming. Assembly is the first programming language for microprosessor after machine language. The book above was written by Irvine with Macro Assembler from microsoft (MASM) but I prefer using Turbo Assembler from Borland (TASM).

Computer Organization and Architecture References

I have tought computer organization and computer architecture, but I have never tought computer architecture and organization, so this is a difficult task for me. When I was teaching that subject, I used book written by Stalling. That book is very difficult to understand because the bad translation from English to Indonesia, but it gave me useful information about basic computer organization and architecture.

If you search from the internet, you will find a lot of ebook about this subject. As an example is a book written by David Tarnoff that discuss both organization and architecture of computer. This book is very basic that contain a lot of digital subject. If you always buy computer magazine, you may be dislike this book because there is little interesting picture. Of course you can find lattest component by searching it from internet.

The next book that will introduce to you is from Michael Karbo, “PC Architecture”. If you dislike Tarnoff’s book because of its image, you will like this book because full of interesting picture that discribe about the component of PC. The explanation is very easy, and you will never meet the mathematic analysis on it.

May be you need some suplemen books even though out side of computer organization and architecture scope, for example “Hardware Bible” written by Winn L. Rosch.

Of course you must search other books, especially that explain about new devices because computer technology is grow fast. Some new gadget like tablet pc, blackberry, etc, must be mastered if you want not to be said “JADUL”.

Rahmadya Trias Handayanto

Seminar Overclocking Himpunan Mahasiswa Komputer (HMK) UNISMA Bekasi

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Himpunan Mahasiswa Komputer (HMK) UNISMA Bekasi menampilkan seminar bedah pc dengan tema “Over Clocking” yang merupakan tema yang cocok dengan jurusan Teknik Komputer. Seminar yang dimoderasi oleh Bp Faisal ini menampilkan sosok jogo over clocking Indonesia, Dicky Jatnika (http://www.facebook.com/groups/174269915336/).

Setelah membahas beberapa aspek hardware dari sebuah PC, mas Dicky kemudian masuk ke materi utama yaitu over clocking. Bagi yang belum tahu apa itu over clocking, bisa dicari di google. Gampangnya, over clocking di sini adalah menaikan kecepatan prosesor PC yang kita miliki. Setiap PC pada bios-nya memiliki fasilitas untuk menaikan kecepatan (clock) dari prosesor dengan adanya fasilitas Multiplier (pengali) yang bisa mendekati angka 15 kali.

Masalah utama pada over clocking adalah mengatasi suhu yang meningkat tajam (hingga di atas 70 derajat) yang dapat mengakibatkan komputer blue screen. Oleh karena itu, kipas pendingin pada prosesor harus diganti dengan yang lebih kuat pendinginannya seperti dengan menambah sirip tambahan, kipas tambahan, pendingin seperti kulkas, hingga yang paling ekstrim adalan dengan nitrogen cair. Sebagai informasi, nitrogen cair dapat mencapai suhu hingga minus 200 der celcius, dan dari informasi pembicara, katanya harga nitrogen cair di Indonesia adalah yang paling murah dibanding negara lain.

Hal yang menarik dari seminar ini adalah bahwa teknologi informasi saat ini sangat cepat perkembangannya, alat yang kita beli saat ini, beberapa bulan ke depan langsung turun dengan cepat. Sebenarnya hal ini bisa menguntungkan konsumen sekaligus juga bisa dibuat jengkel. Pembicara juga cukup baik menggambarkan hardware-hardware terbaru yang muncul saat ini, seperti harga VGA Card yang sangat mahal, hingga jenis harddisk baru bernama SSD yang memiliki kinerja lebih dari tiga kali lebih cepat dari harddisk biasa, yang tentu saja harganya jauh lebih tinggi.

Mudah-mudahan, seminar ini dapat menggalakkan kembali oprek-oprek PC seperti era 90-an mengingat saat ini PC seperti mati suri akibat diterjang oleh derasnya arus gadget (handphone, notebook, tablet PC, dan sejenisnya yang sifatnya mobile).

Rahmadya Trias Handayanto

Buku Referensi Interaksi Manusia dan Komputer (IMK)

Iseng-iseng nyari di Internet, akhirnya menemukan dua buku yang menarik tentang Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) atau dalam bahasa Inggris Human-computer Interaction (HCI). Berikut ini adalah deskripsi kedua buku tersebut yang mudah-mudahan bisa dimanfaatkan sebagai buku referensi mata kuliah IMK.

Buku yang digunakan antara lain:

Perlman, Garry. 2002. Interaction Design – Beyond Human-Computer Interaction. New York: John Willey & Sons, Inc.

This book consists of 15 chapters. There are three chapters that reader must read: chapter one, six and ten. For the student of computer science, chapter 7 and 8 may be good to read because they discuse about software engineering.

According to Perlman, student must be motivated if they want to learn more. Chapter one to six must be read in order the student found what they are looking for. Perlman has been doing a project about HCI Bibliography (see www.hcibib.org). If you want to know about the standard of HCI you can see ACM/IEEE curricula at ACM-IEEE Curriculum (2001) [computer.org/education/cc2001/]. Perlman also member of OCLC, stand for Online Computer Library Center (www.oclc.org).

The most important thing that author want to explain is the scope HCI now differ with HCI years ago. HCI now discuss not only about computer science aspecs but also about every aspecs related to user (multidiscipline), e.g. psychology, art, etc. And the computer it self is not only a desktop but also other gadget such as PDA, mobile device, Web application, and so on. So the user-centered design for design a software is a must.

Buku kedua yang digunakan adalah:

 

Barrier, Tonya. 2002. Human Computer Interaction Development and Management. United Kingdom: Idea Group, Inc.

This is a collection book of HCI from outstanding author. It discuss about it’s technology and management because HCI is not only control the software and hardware but also the people. Because it is a journal-based book, the reader must has a basic knowledge about HCI. This book good for the students who want to make a paper about HCI by seeing the topic related to HCI and the depth of the topic being discussed.

Storyboard

Interaksi antara manusia dengan komputer (IMK) saat ini paling banyak dijumpai pada aplikasi berbasis internet baik lewat mobile device maupun komputer jinjing (laptop). Interaksi yang baik antara pengguna dengan piranti sangat menentukan apakah piranti tersebut baik atau buruk. Karena sebaik-baiknya piranti, jika tidak disukai oleh pengguna akan ditinggalkan oleh pemakai dan akibatnya tidak laku.

Karena perancang perangkat lunak bermaksud memberi layanan kepada pengguna, maka ada baiknya sebelum dibuat, pada tahap rancangan, perancang perangkat lunak menyertakan suatu disain awal pesanan dari user yang dikenal dengan storyboard. Ini penting saat ini dimana aplikasi kebanyakan sudah berbasis multimedia (gambar, suara). Beberapa situs internet yang membahas storyboard dapat dilihat di http://multimedia.journalism.berkeley.edu/tutorials/starttofinish/storyboarding/.

Storyboard berguna dalam merancang suatu aplikasi perangkat lunak yang bekerja tidak linear sebagaimana aplikasi pada jaman dahulu. Saran yang bisa dicoba dalam membuat storyboard antara lain:

  • Pilih mana yang penting
  • Pilih situasi tertentu
  • Cari jika ada proses
  • Isu – isu penting lainnya

Intinya, jangan berfikir pertama, kedua, dan seterusnya. Berfikir secara konten yang logis. Situ situs yang akan dirancang, ada baiknya memperhatikan hal-hal berikut ini:

  • Perlukah video, atau cukup gambar saja?
  • Bagian apa yang perlu ditampilkan?
  • Butuhkan aplikasi berbasis GIS
  • Apakah dibutuhkan aplikasi interaktif seperti online chatting, dsb

Source: http://multimedia.journalism.berkeley.edu/tutorials/starttofinish/storyboarding/

Jadi sekali lagi saat akan membuat storyboard jawab pertanyaan tentang: Nonlinear parts, video, audio, photo, Graphics, dan text. Buat sesuai dengan kebutuhan pengguna.

XIII MINING OLAP CUBES

Oleh : Rahmadya Trias H., ST, MKom.

 

Online Analytical Processing (OLAP) pertama kali dikemukakan oleh E.F. Codd pada tahun 1994. Banyak kegunaannya terutama untuk Sistem Pengambil Keputusan (Decision Support System) yang melibatkan multiple database.

OLAP saat ini hampir pasti digunakan untuk sistem berbasis Business Intelligent (BI) bersama dengan data mining. Terdiri dari Tabel Fakta (Fact Table) dengan beberapa dimensi (dimensions) dengan bentuk hierarchy. Sasarannya adalah bagaimana menemukan informasi yang berguna dari suatu cube.

13.1. Pengenalan OLAP

Online Transaction Processing (OLTP) ditujukan untuk merekam transaksi harian, misalnya transaksi penjualan, pembelian dan perbankan. OLTP tidak memiliki perangkat yang cukup untuk menganalisa, oleh karena itu diperlukan sistem OLAP yang digunakan dalam sistem DSS.

Cube adalah database dengan dimensi banyak (multidimensions) dengan bentuk hirarkinya. Misalnya, dalam pola All Product -> Category -> Sub Category -> Product Name. Kemudian tiap Cube memiliki ukuran (measure) yang berasal dar tabel fakta.


Gambar 13.1. Skema OLAP

13.2. Pembuatan CUBE

Buka kembali SQL Server BI Dev Studio, buat project baru degan mengambil database “MovieClick”. Berbeda dengan data source view yang lalu hanya satu tabel, untuk membuat cube kita harus memiliki tabel fakta dan dimensi. Untuk database movieclick, kita memiliki satu dimensi yaitu Customer dan tabel fakta misalnya yang disewa.

Langkah berikutnya adalah kita merelasikan antara dimensi dengan tabel fakta. Jangan sampai salah arahnya. Coba sendiri ya … Cao (Bersambung)

XII NEURAL NETWORK

Oleh: Rahmadya Trias H., ST, MKom.

Sesuai dengan namanya Jaringan Syaraf Tiruan berupaya meniru logika syaraf biologis manusia yang terdiri dari neuron dan sinapsis. Tiap neuron berupaya mengarahkan masukan menuju keluaran yang tepat hasil proses pembelajaran (training).

12.1. Pengenalan Neural Network

Model NN pertama kali diperkenalkan oleh Warren McCulloch dan Walter Pits tahun 1940 yang berusaha memodelkan bagaimana syaraf biologis otak bekerja. Pada tahun 1982, John Hopfield menemukan metode terkenal perambatan balik (backpropagation).

Dalam data mining, NN dimanfaatkan dalam tugas-tugas klasifikasi dan regresi. Di antara metode lainnya seperti decision tree dan naive bayes, NN dalam prosesnya memakan waktu yang lebih lama. Selain itu, agak sulit dalam melakukan interpretasi hasilnya.

NN baik digunakan dalam proses segmentasi dan dapat digunakan baik untuk data kontinyu maupun diskrit.

12.2. Cara Kerja Neural Network

Langkah pertama NN adalah dengan menyusun jumlah Neuron yang diperlukan dari satu set database yang akan di-mining. Selanjutnya dilakukan proses pembelajaran untuk menentukan bobot (weight) tiap neuron-nya.


Gambar 12.1. Pembobotan

Normalization dan Pemetaan (Mapping) digunakan untuk menentukan neuron-neuron anggota NN. Metode-metode yang digunakan antara lain: z-score, z-axis, log score dan sebagainya. Metode paling sederhana adalah: V=(A-Amin)/(Amax-Amin).


Gambar 12.2. Normalization dan Pemetaan

12.4. NN dengan Microsoft BI Development

Berikutnya kita akan mencoba memanfaatkan Microsoft BI Development untuk membuat Mining dengan teknik Microsoft Neural Network. Microsoft Neural Network secara otomatis akan melakukan Normalisasi dan mapping, misalnya usia akan dipecah menjadi group-group usia 20-22, 22-23 dan seterusnya. Selain itu kita dapat melihat struktur untuk usia 22-23 yang berjenis kelamin wanita, janda tanpa anak dan berapa peluang terhadap kepemilikan rumah (menyewa atau memiliki sendiri).


Gambar 12.3. Hasil Keluaran Microsoft Neural Network

Coba lakukan untuk data “Movie Click”. Gunakan Key, Input dan Predic yang sama dengan Decision Tree.

XI CLUSTERING

Oleh: Rahmadya Trias H., ST, MKom.

Clustering adalah mengumpulkan sederetan data sejenis dalam satu cluster yang membedakan dengan cluster lainnya. Ciri yang mendasari pengelompokkan berdasarkan variabel tertentu dari database. Tentu saja makin banyak variabel yang mendasari pengelompokkan, proses pengklasteran makin rumit.

11.1. Pengenalan Microsoft Clustering

Microsoft clustering bekerja menemukan peng-groupan secara alami dari data yang kita meliki dengan cara mencari variabel-variabel tersembunyi. Manfaat utama dari clustering, misalnya jika kita akan memasarkan suatu produk, katakanlah mobil, maka tentu saja kita akan mencari data-data dalam suatu cluster yang memiliki ciri-ciri tidak memiliki mobil tetapi berpenghasilan di atas rata-rata.

Ada dua metode yang digunakan untuk pengklusteran yaitu K-Means dan Expectation Maximization (EM). K-Means melakukan pengklusteran dengan menghitung jarak (distance) rata-rata satu kluster dengan kluster lainnya. Pusat kluster bergeser sesuai dengan jarak rata-ratanya. Metode ini sering diistilahkan dengan Hard clustering karena satu objek tepat hanya menjadi anggota suatu kluster.

Berbeda dengan K-Means, EM cenderung menggunakan probabilitas dalam pengklusteran. Kurva yang dipakai adalah kurva Bell. Karena antara satu kluster dengan kluster lainnya bisa overlapping, maka metode ini sering diistilahkan dengan nama Soft Clustering.


Gambar 11.1. Metode K-Means (Kiri) dan Metode EM (Kanan)

11.2. Pemodelan Clustering

Pemodelan diperlukan untuk melakukan clustering pada data set milik kita. Variabel yang menjadi basis klusterifikasi harus kita pilih setepat mungkin. Klusterifikasi dimanfaatkan untuk menganalisis, misalnya analisa terhadap kerugian penjualan. Sebaiknya model yang kita buat lebih dari satu untuk menghindari bias.


Gambar 11.2. Model Kluster

11.3. Klusterifikasi dengan Microsoft BI Development

Akhirnya kita mencoba melakukan klusterifikasi dengan aplikasi dari microsoft, yaitu Microsoft Clustering. Langkah pembuatan project sama dengan bab-bab terdahulu hanya saat memodelkan Mining Structure kita memilih teknik yang digunakan dengan teknik Microsoft Clustering. Key, Input dan Predict agak berbeda. Pada Clustering, kita memiliki Input dan Predict dengan variabel (Field) yang sama.

Dan yang terpenting adalah kemampuan membaca hasil pengolahan Microsoft BI Development yang terdiri dari view-view: Cluster Diagram, Cluster Characteristic dan Cluster Discrimination.


Gambar 11.3. Cluster Diagram

Coba Sendiri dengan Data “Movie Click” !!! Klasifikan berdasarkan Gender, Jenis Kelamin dan Status Perkawinan.

X Decision Tree

Oleh: Rahmadya Trias H., ST, MKom

Pohon keputusan (decision tree) merupakan salah satu teknik terkenal dalam data mining. Tugas paling umum yang diserahkan kepada pohon keputusan adalah klasifikasi. Dari set database kita bisa mengetahui apakah suatu nasabah merupakan nasabah yang baik atau tidak dari riwayatnya, seseorang berpeluang terkena suatu penyakit tertentu berdasarkan riwayatnya dan lain-lain.

Pohon keputusan merupakan teknik yang paling efisien. Ibaratnya, kita menyaring sesuatu lewat pohon keputusan, apakah suatu data lolos atau tidak terhadap saringan kita dengan proses yang cukup cepat. Teknik regresi sangat banyak, tetapi yang paling terkenal adalah algoritma yang diperkenalkan oleh Prof. Briemann dengan istilah The Classification and Regression Tree (CART).

10.1. Prinsip Dasar

Untuk lebih mempercepat pemahaman tentang pohon keputusan, ada baiknya kita mengambil contoh kasus data “college plan” yang meriset beberapa orang yang akan mengambil kuliah berdasarkan IQ, Paksaan Orang Tua, Ekonomi dan Gender. Sasarannya adalah kita mampu membuat pohon keputusan, apakah seseorang kemungkinan besar mengambil kuliah atau tidak berdasarkan IQ, Paksaan Orang Tua, Ekonomi dan Gender.

Masalah pertama pada pembuatan pohon keputusan adalah, variabel manakah yang menjadi akar dari pohon tersebut. Akar di sini adalah pemisah pertama dari pohon keputusan. Dikenal istilah Bayesian Score yang menilai suatu variabel, atau dalam Pohon Keputusan terkenal dengan sebutan Entropi. Entropi dihitung dengan rumusan sebagai berikut:


Akar dipilih berdasarkan nilai entropi terendah, dan berdasarkan hasil hitungan ternyata entropi terendah adalah Paksaan Orang tua. Jadi penentu pertama peluang tertinggi seseorang mengambil kuliah berdasarkan database tersebut adalah paksaan orang tua.

10.2. Penggunaan MS BI Development

Langkah pembuatan dengan Microsoft Business Intelligent Development sama dengan bab IX tentang Naive Bayes. Bedanya adalah pada saat menentukan Mining Technique, kita memilik “Microsoft Decision Tree”. Pilih ID sebagai Key, kemudian pilih semua variabel sebagai input, prediksi kita pilih “College Play” yang berisi data “yes” atau “no”.

Coba Sendiri !!!


Gambar 10.1. Hasil Mining

IX Naive Bayes

Oleh: Rahmadya Trias H., ST, MKom.

Algoritma bayes mempelajari kejadian-kejadian dari rekaman database dengan cara memperhitungkan korelasi antara variabel yang dianalisa dengan variabel-variabel lainnya. Hasilnya adalah kita dapat memprediksi sesuatu, misalnya apakah seseorang berasal dari golongan tertentu berdasarkan variabel-variabel yang melekat padanya. Selain itu, naive bayes dapat juga menganalisa variabel-variabel yang paling mempengaruhinya dalam bentuk peluang.

9.1. Algoritma

Naive bayes memanfaatkan teori peluang, yakni jika diketahui suatu hipotesa H dengan kejadian tentang hipotesa E, maka kita dapat mengkalkulasi probabilitas dari H dengan formula:


Atau secara sederhana dapat dikatakan bahwa probabilitas dari hipotesa kita terhadap suatu kejadian sama dengan probabilitas kejadian yg memberikan hipotesis dikalikan dengan probabilitias hipotesa yang kemudian dinormalkan.

9.2. Naive Bayes dengan Microsoft BI Development

Dengan Ms BI Development kita diberika empat views yang menggambarkan data yang kita “Mining”, antara lain:

  • Dependency Net
  • Attribute Profiles
  • Attribute Characteristics
  • Attribute Discrimination

Berikut adalah prosedur yang kita lakukan:

  • Buka MS BI Development
  • Buat Project dengan cara File – New – Project, Piliha “Analysis Services”.


Gambar 9.1. New Project Creation

  • Klik kanan “Data Source” pada Solutian Explorer lalu pilih database yang akan diambil (New Data Source). Cari data provider yang sesuai, dalam hal ini microsoft jet 4 OLE DB Provider.
  • Klik Next, dilanjutkan dengan mengklik “New”


Gambar 9.2. Mengambil Database Yg akan Diolah

  • Jangan lupa pada “Impersonation Information” diklik “Use the Service account” jika tidak kita password.
  • Berikutnya klik kanan pada “Data Source View” dilanjutkan “New Data Source View”. Pilih Data Source yang telah kita buat sebelumnya.
  • Langkah terakhir dan terpenting adalah memasukkan Mining Structure dengan mengklik kanan “Mining Structure” dilanjutkan dengan “New Mining Structure”.
  • Klik Next, hingga saat dijumpai pilihan “Mining Technique” Pilih Microsoft Naive Bayes.
  • Pilih Key, Input dan Predict yang sesuai lalu klik “Sugest” untuk menganalisa variabel-variabel mana yang paling tinggi peluangnya sekaligus paling berpengaruh terhadap prediksi dari partai mana seseorang.


Gambar 9.3. Sugest Related Columns

  • Klik “Process Mining …” untuk memproses Data Mining. Klik “Yes” dilanjutkan dengan proses Mining. Tunggu hingga selesai.
  • Klik “RUN” saat selesai, tunggu sesaat dan jika telah selesai “CLOSE” hasil Running.
  • Klik tab “Mining Model Viewer” akan menghasilkan Dependency network sebagai berikut:


Gambar 9.4 Dependency Network

  • Coba sendiri dengan data yang lainnya.

 


 

Pertemuan IX: Clustering

Hari/Tgl/Ruang/Mata Kuliah/Dosen/: Jumat/18-06-2010/Data Mining/Rahmadya Trias H., ST, MKom.

Salah satu kemampuan manusia yang alami adalah memisahkan sesuatu. Misal kita sebar berbagai jenis jeruk, lalu kita suruh seorang anak mengumpulkan sesuai dengan jenis jeruk, warna jeruk atau kualitas jeruk (rusak atau tidak) maka dengan mudah anak tersebut sanggup mengumpulkannya. Karakteristik tersebut dapat dimengerti oleh manusia, tapi tidak oleh sistem. Kita harus mendefinisikan sistem dengan baik, sebab jangan-jangan ada bola dianggap sebagai jeruk!

Dalam data mining, pengelompokkan berdasarkan isi suatu field, apakah gender, indeks prestasi, pendapatan atau sebagainya, sesuai dengan kebutuhan. Dalam Microsoft BI development sudah tersedia machine learning-nya yang diberi nama Micorosoft Clustering. Cara mengerjakannya mudah saja, tinggal memanggil database yang akan diolah.

Dalam praktek pada malam ini, sedikit ada error yang diakibatkan oleh sistem analysis service yang tidak “Up” karena suatu hal (masih misterius). Cara menyelesaikan masalah tersebut dengan mudah lewat configuration manager pada MS SQL Server. Tinggal di “Start” saja.

Clustering sangat bermanfaat, misalkan  jika seorang marketing ingin memasarkan mobil, tinggal mencari data yang tercluster dimana paling banyak orang yang belum memiliki mobil padahal berpenghasilan menengah ke atas. OKEH.

Pertemuan VIII: Naive Bayes dengan BI Dev Studio 2005

Hari/Tgl/MK/Ruang/Dosen: Jumat/21-05-2010/Prakt. Data Mining/Lab-Hardware/Rahmadya Trias, ST, MKom.

Setelah pada pertemuan sebelum UTS dipelajari teknik mengolah data dengan metode naive bayes sederhana dengan excel, sekarang saatnya menggunakan software komersial untuk database berukuran besar seperti Microsoft Business Intelligent Development Studio 2005. Untuk yang gratisan dapat menggunakan software WEKA buatan Prof. Waikato.

Buka Ms BI Dev Studio, ambil contoh database, di sini yang digunakan adalah kasus senat partai demokrat dan republik USA. Untuk UAS diharapkan mampu sendiri mengolah database lainnya. Untuk melihat langkah-langkah pengolahan data, KLIK DI SINI.

Note: Tutorial dibuat dengan program screen2exe yang dapat didonlot di www.screen-record.com, yang bisa dijalankan tanpa software tambahan (ie, mozilla, flash player, dsb). Untuk beberapa antivirus mungkin dianggap adware/malware.

Latihan Naive Bayes Sederhana

Coba kerjakan kasus di bawah ini:

Prediksijika anggota dewan memilih kasus century, markus pajak dan Miranda Gultom dengan jawaban sebagai berikut:

1. Ya, Ya dan Ya

2. Ya, Tidak dan Ya

3. Tidak, tidak dan Tidak

4. Tidak, Tidak dan Tidak

5. Tidak, Ya dan Tidak

NOTE: Bahan UTS adalah Decision Tree, jangan lupa bawa kalkulator yang ada fungsi logaritmik-nya.

Pertemuan 11: Komputer dan Masyarakat – AI, SPK dan Expert

Berbeda dengan pemrograman jenis lama yang cenderung biner, ya atau tidak, kelompok artificial intelligent, decision support system dan expert system cenderung lebih fleksibel. Jika 80-100 dapat nilai “A”, tentu saja jika ditilik dari sisi keadilan, nilai 79,99 rasanya tidak pas jika diberi nilai “B”.

1. Fuzzy. Algoritma yang masuk dalam rombongan sistem ini, bekerja dalam ranah gray area, hitam tidak putih tidak. Fuzzy bekerja dengan baik pada kondisi dimana sistem algoritma biasa tidak berjalan normal. Fuzzy biasa dipakai untuk menilai sesuatu.

2. Artificial neural network (ANN). Sidik jari kita saat ditest, keesokan harinya akan tetap sama. Berbeda dengan tanda tangan. Jangan esok hari, dua kali tanda tangan kita saja secara “biner” akan berbeda. Oleh karena itu dibutuhkan algoritma yang “cerdas” yang mampu menilai kemiripan seperti layaknya otak manusia. Dikenallah ANN yang diperkenalkan pertama kali oleh Mc Culloch tahun 40-an, dengan sistem neuron sederhananya. Software yang terkenal dalam menanganinya antara lain MATLAB.

3. Beberapa kasus yang dialami manusia terkadang tidak selalu bisa dijabarkan dengan angka-angka, seperti kepuasan pelanggan, minat untuk menggunakan suatu sistem dan sebagainya. Oleh karena itu dibutuhkan teknik pengolahan dengan statistik multivariate dengan variabel independent dan dependent yang lebih dari satu. Beberapa software pendukungnya yang terkenal antara lain AMOS dan SPSS.

NOTE: Tugas kirim by email (rahmadya_trias@yahoo.com – cc: trias.rahmadya@yahoo.co.id) atau print out dikumpul minggu depan !!

Materi Setelah UTS (e-business)

Berhubung ada acara pameran industri di JI Expo Kemayoran, kemungkinan besar tidak sempat mengajar e-business di jurusan sistem informasi universitas darma persada. Mengenai tugas harap berikan alamat situs/blog – nya untuk saya cek (tulis di komentar bawah). Sebagai bahan pelajaran coba  masuk ke situs yang cukup baik untuk menambah pemahaman mengenai e-comerce di: http://www.suhanto.com.

Sebaiknya coba terapkan software-software e-commerce tersebut di situs/blog yang menjadi tugas kuliah.