Pertemuan VII: Firewalls dan Kemanan Data

Coba buka di komputer sendiri, jangan punya orang (tanggung sendiri ya resikonya?). Buat Standar operation Environment (SOE) dengan Microsoft Management Console (MMC):
1. Hanya My Document saja yang terlihat user
2. User tidak bisa ngutak-atik Control Panel
3. My Document terarah pada folder tertentu selain di C:\Document and Setting\…, misal mengarah ke D:\data\
4. User tidak bisa log off
5. Hanya memperboleh program tertentu yang jalan (misal winword.exe, excell.exe, dan seterusnya), sedangkan program lain tidak bisa.
6. Program tertentu tidak bisa diakses oleh user (misal notepad.exe dan lain-lain).
7. User tidak bisa mengganti screensaver yang kita setting.
8. User tidak bisa merubah tampilan wallpaper yang telah kita buat.
9. URL saat internet Explorer diklik akan mengarah ke situs tertentu, misalnya http://www.ilmumatematik.co.cc
10. Tampilan windows ”classic”

Sedangkan soal bonus (boleh tidak dikerjakan, tetapi akan mendapat nilai lebih bagi yang mencoba, walaupun salah).
1. Bagaimana caranya user tidak bisa mengakses USB data (flash disk) tetapi USB yang lain, misalnya untuk printer, masih bisa.

Soal berikutnya diambil dari modul berikut: download materi (pdf).

Pertemuan VI: Internet

Yang sudah berhasil gabung :
1. Adam Ikhsan (belum ada foto) & activity
2. Ade Suandini (blm ada activity)
3. Andri Agasi ((belum ada foto)
4. Armadih
5. Asmiah siti (belum ada foto)
6. Devi
7. hasbi (belum ada foto)
8. Iif Syarifah
9. Kink Of Louis iqbal (nama aslinya siapa?) + blm ada activity
10. Komala Sari
11. Lerri Octapriyanti
12. Mai Roza
13. Melani Anisah
14. Mita
15. M Syamsudin (blm ada activity)
16. Novi astria (belum ada foto)
17. Realita Riandy (jangan avatar dong) + blm ada activity
18. Selvi Ana
19. Syams Rohli (belum ada foto) & activity
20. Winda (blm ada activity)

Pertemuan III & IV : Software Engineering

Pertemuan III ( jangan lupa ngopi ya .. soalnya ngantuk bangets)

Hari/tgl            : Sabtu, 2 Mei 2009

Dosen              : Dr. Sularso Budilaksono

Pertemuan ini membahas requirements. Requirements diartikan sebagai kapasitas yang dimiliki software yang akan dibuat.

Requirements terdiri dari : Statik dan Dinamik. Statik identik dengan data (terstruktur, atribut OO) sedangkan dinamik proses/flow terhadap data (DFD terstruktur, use case utk OO).

Functional req: menggambarkan interaksi antara sistem dengan lingkungannya bebas dari implementasinya.

Nonfunctional Requirement: menggambarkan aspek-aspek yang tampak di sisi user dan tidak secara langsung berhubungan dengan perilaku fungsi suatu sistem, misalnya: respon, keluaran, keamanan dan sebagainya.

Pseudo Requirements: pseudo di sini psudocode menggambarkan batasan dari sisi implementasi dihubungkan dengan client. Misal: bahasa program, patform, dan sebagainya.

Pengembangan Sistem terdiri dari dua pendekatan:

  1. Terstruktur/konvensional, dengan memisahkan data (basis data) dan proses (perancangan sistem).
  2. Object Oriented (OO), pendekatan dengan dunia nyata dimana data dan proses menjadi satu.

Empat “P” dalam pengembangan software:

Proses : aktivitas lengkap dalam mengembangkan perangkat lunak. Proses harus konsistem dan strukturnya jelas.

Ada beragam pendekatan dalam SDLC (Model Process) antara lain:

  1. Code and Fix
  2. Waterfall : Req – analysis & design – coding – testing – maintenance dan kembali lagi ke requirements.
  3. Prototyping: Untuk mempercepat waktu dan agar user segera diperkenalkan dengan hasil rancangan. Dalam suatu form, user bisa melihat tampilan tetapi saat button diklik tidak diproses (masih kosong).
  4. Proses yang bertahap (hampir mirip dengan waterfall dan prototipe), hanya saja yang disajikan ke user tidak hasil akhir melainkan beberapa fungsi tertentu saja.
  5. Agile Software Development Proses, sangat cepat contohnya kategori extreme programming.
  6. Spiral.
  7. UML

Bu Nita: apakah metodologi menggambarkan jenis pendekatan pengembangan sistem (terstruktur atau OO)?

Jawab: Agak linear tetapi tidak otomatis. Walaupun jenis waterfall agak cocok dengan terstruktur, prototyping dengan OO).

Aplikasi terdiri dari dua jenis yaitu: non real time (DFD + ERD + OO) respon bisnis boleh tertunda, untuk 00 dengan State transition diagram, berikutnya real time/event driven, biasanya dengan OO, respon harus seketika bila ada event, dibutuhkan interfacing yang baik.

State Transition Diagram

Problem Domain/dunia yang real dalam permasalahan.

  1. Workflow real/sebenarnya
  2. Work flow yang disederhanakan
  3. Context Diagram
  4. DFD level 1
  5. DFD level Rinci/2/3/4

Analysis to Design

Transisi dari analisa ke disain bercirikan terbentuknya skema di sisi disain (field database sudah mulai terbentuk).

Modul/Procedure

proses

Note:

Untuk menggambarkan data dari conceptual model menjadi physical model selain dezign dengan Power Design. Berbeda dengan dezign yang konsep dan model jadi satu, pada power design berbeda (saat many to many di dezign terbentuk satu tabel baru).

Procedure dan hiding pada modul-modul dibahas (modul yang hanya bisa diakses oleh yang berhak).

Pa Miwan: Apakah OOD harus menggunakan OOP? Sudah pasti. Analisis berorientasi obyek dilanjutkan dengan OOD lalu coding dengan OOP.

Object Oriented lebih mudah karena analisanya mendekati dunia nyata.

Praktek !!!!!!

Jalankan Silverun lalu buka tutorialnya.

Buat DFD sebagai berikut: ….. (ada di papan tulis).

silverrun

Pertemuan III : IT Policy & Strategy Management

Pertemuan II IT Policy & Strategy

Dana Indra Sensuse, Ph.D

Hari/tgl            : 1 Mei 2009

Subyek            : Business Planning Issues d the Implicatons for IS/IT Strategy

Review Last Week:

Apa yg disebut primary activity? Secondary activity? Dalam value chain analysis.

Teori 5 force model? Positioning (market: menentukan customer yg dilayani, produk: produk apa yg harus dibuat dengan fitur2nya, Boundary: Produk yg bukan wilayah kita, Network: peran apa dlm suatu jaringan, kompetisi). (Michael Porter).

Strategic : 4 quadrant. (contoh kasus BSI). Oleh Mc Farland.

  1. Impact tinggi, ke depan juga tinggi: Biasanya sistem yang terintegrasi, ERP
  2. Turn around, saat ini kecil tetapi ke depan besar: online test.
  3. Support, saat ini tidak besar ke depan juga besar.

Oleh karena itu kita harus sadar kita sampai quadran mana?

Business Plan:

–          Evolution

–          Framework

–          Define bisnis strategy

–          Process

–          Dll

Evolution of Business Planning:

Diawali financial, dilanjutkan dengan forecast-based planning, orientasi eksternal dan management strategis.

Framework for business Plnning:

Pertama kali kita lihat value, setiap organisasi memiliki value yang khas (dilihat dari visi dan misi). Lalu diteruskan dengan tujuan (mau apa 3 atau 4 tahun kedepan, apakah mengurangi cost, menjadi lembaga  yg terkemuka, dan sebagainya). Mengidentifikasi strategi saat ni, di sini harus melihat sumber daya di dalam (kekuatan dan kelemahan), contoh di bsi, biaya murah, jaringan tenaga kerja, infrastruktur/fasilitas, sedangkan kelemahannya: perpustakaan, kualitas SDM, rekruetment test dan sebagainya.

Setelah itu direncanakan strategi ke depan, tetapi sebelumnya kita harus melihat ancaman dari luar, antara lain: Pesaing baru bermunculan, pembajakan karyawan, muncul sistem pembelajaran jarak jauh dari kampus terkenal. Dilanjutkan dengan kesempatan: lapangan kerja di bidang IT masih tinggi, kondisi ekonomi karena biaya kuliah murah, sekolah yang berbasis IT masih sedikit (di Indonesia).

Untuk merencanakan strategi ke depan kita buat matriks.

quadrang

Dilanjutkan dengan memilih strategi2 tersebut yang layak (misalnya 5) dilanjutkan dengan implementasi, tahun pertama kegiatan apa saja, tahun kedua apa saja dan seterusnya. Tujuannya agar bisa menentukan anggaran. Terakhir kita memonitor agar dapat memberikan feedback. (bahasan di atas bukan satu-satunya framework, tetapi cukup baik untuk menerapkan business plan).

Mirip dengan SDLC (planning, analisa requirements, disain UI-database-infrastructure-arsitektur sistem, implementasi: coding – testing (unit test, integrated test, system tes, assesment tes, alfa-beta, deployment (transisi sistem) ada 4: cut off, paralel, fase, pilot project dan terakhir monitoring, dan kembali lagi ke langkah pertama.

Input Business Plan

External environment, kondisi sosial politik, ekonomi, teknologi. Sinyal yang penting dari luar yang lainnya.

Pressure group, customer, pemerintah, supplier,

Stakeholder (karyawan, dll)

Umumnya busines plan dilakukan tiap-tiap unit (sbu), yang menjual barang, berkompetisi dan melayani customer.

Definisi Business Strategy:

Sekumpulan aksi yg terintegrasi yg bertujuan meingkatkan kesejahteraan dan kekuatan perusahaan dibanding dengan kompetitor.

Strategic planning, adalah kegiatan yang sistematik, komprehensif (dari beragam sumber) yang hasilnya set of action.

Strategic thinking, kreatif (bukan hanya cara biasa), enterpreunerial insight. Membuat sesuatu yang unik.

Proses Membuat Business Planning

Tiga langkah: menentukan arah, menentukan strategi (action) lalu bagaimana kita mencapai strategi itu.

Teknik yang digunakan untuk business plan:

Teknik Quantitatif:

Roi, risk analysis, seluruh variabel bisa diukur.

Teknik Qualitative:

Deskripsi, life cycle, value chain and system, tidak diukur. Tergantung dari creatifitas, pengalaman dan arahan yang tepat.

Teknik pengembangan sistem (spesifik) : 1. water fall, 2. spiral,

Metodologi biasanya dibagi menjadi: 1. struktural (waterfall), 2. Rapid development (lebih cepat karena dengan JAD, prototype), 3. Agile Development (jauh lebih cepat lagi).

Kelompok Agile: extreem programming, dan sejenisnya. Tetapi tidak ada metode yg baik untuk segala situasi.

Ada lagi yang membagi menjadi: 1. Pengembangan berbasis proses, 2. Berbasis Data, 3. Object Oriented (bukan kumpulan proses atau data – Class).

Review terhadap tugas oleh Pa Dana dari tugas yang baru dikumpul :

  1. Cover
  2. Summary, info paper.
  3. Kutipan untuk pengkritik (minimal 5 referensi).

Kesalahan2 yang muncul:

  1. Dalam mengkritik tdk dimasukkan kutipan.
  2. Referensi yang kurang.
  3. Hanya menerjemah

Pertemuan II: IT Strategic, Tata Cara Penulisan Paper

Diharapkan harus ada: (Time Roman, spasi 1,5) hard copy, dua minggu dari skrg.
1. Cover Page
2. Ringkasan 2 sampai 3 halaman
3. Kritik
– isi

Minimal 5 daftar pustaka disertakan. Tambahan dari buku, web dsb.

Contoh Journal of the American Society for Information Science: Jun 2000: 51.8: ABI/INFORM Global

Managing Heterogeneous Information Systems through Discovery and Retrieval of Generic Concepts

Uma Srinivsan *
CSIRO Mathematical and Information Science, Lock….

Anne HH.H. Ngu
School of Computer Science and

Tom Gedeon
School of Information Technology, Murdoch ….

Contoh Statement-nya: Saya tidak setuju dengan journal .. karena menurut Srinivasan et.al, (2000).

Penulisan daftar pustakanya:

Srinivasan, Uma, dkk, (2000) ### salah### Karena dianggap tidak fair (menutup kontributor journal itu).

Jadi yang benar:

Srinivasan, Uma, Anna H.H. Ngu, Tom Gedeon, (2000), Managing Heterogeneous Information Systems through Discovery and Retrieval of Generic Concepts, Journal of the American Society for Information Science, 51(8): 70-723.

Rahardjo, Budi, (2001), Pengantar Statistik, Yogyakarta: Andi Offset

Pembagian Tugas:
Eko & Rahmadya: Assesing Egov Service

Accessing e-Government Services: Design Requirements for the Older user

Liona Lines, O… dsb.

Berisi suatu servis e-Government untuk orang tua.

Rencana Tugas IT Ethics

Tugas paper: bukan ringkasan, tetapi tulisan sendiri tentang tugas yang telah diberikan. (dead line 28 Mei 2009)

Struktur paper biasanya: IMRAN, singkatan dari Introduction (latar belakang, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian), Method, Result, Analysis, Discussion

Pertanyaan ada dua: pertanyaan penelitian, untuk menjawab dan pertanyaan teknis, biasanya untuk engineering

Method pasti menghasilkan result. Hasil itu kemudian dipaparkan. Analisa digunakan untuk membandingkan dua teknik. Diskusi berisi kesimpulan dari analisa atau PR terhadap riset ke depan.

Syarat paper yang masuk ke journal:

1. Novelty: kekinian (letak barunya dimana? dibandingkan yang sudah ada).

2. Originalitas.

Selain itu ada lagi, seperti organisasi paper. Method hanya dibahas metode apa yang kita pakai, jangan menulis method penelitian yang sering kita pakai. Ambil contoh di http://citeseer.ist.psu.edu/

judul sebaiknya pendek dan mencerminkan isi. Paper itu ada ukurannya julah kutipan. Biasanya orang pertama baca judul, kemudian abstrak dilanjutkan dengan kesimpulan, baru isi. Jadi abstrak sangat menentukan. Jadi jangan pusing dulu saat disuruh baca paper. Mulai dulu membaca judulnya saja, dilanjutkan abstrak dan kesimpulan. Dan biasanya di kesimpulan ada clu/future research. Jadi saat membuat paper sebaiknya harus baca banyak paper agar kita tidak mengerjakan paper yang sudah dibuat orang.

Coba cari site citeseerx

Ok

Pertemuan V Internet

Tugas Kirim via microsoft outlook ke trias.rahmadya@yahoo.co.id
Yg belum daftar yahoo.co.id, segera daftar (sign up)
Step:
1. tools – email account
2. Pilih add new mail account
3. pilih pop3
4. isi user info. logon inf. dan Server
5. remember password sebaiknya tdk dicentang (untuk test harus diisi)
6. more setting… di klik
7. pada tab outgoing server dicentang My outgoing, pilih
use same setting as my incoming mail server
8. test kirim email ke alamat email sendiri
9. buat tanda tangan dengan warna warni !!!
10.tools – option – mail format : pilih signature
11.Lihat yg sudah mengirim email browsing ke http://www.rahmadya.co.cc
(kalo mau gampangnya tinggal file – import & eksport)

otomatis check email:
1. tools – option – mail setup
2. klik send/receive
3. when outlook is on line, pilih … menit. Jika dipilih 1 menit, maka
outlook akan mengecek email masuk tiap 1 menit.

Membuat forder khusus:
1. Klik kanan folder list, klik new folder, beri nama, misalnya siswa unisma

Membuat Aturan Khusus:
1. Klik tools – ruled wizard
2. klik new untuk membuat aturan misalnya email dari mana akan diletakan
di folder mana.
3. misal email dari siswa unisma (yahoo.co.id) akan diletakan di folder
siswa unisma.
4. pilih start from blank rule, klik next
5. klik check message when they arrive, klik next
6. centang through the spesified account
7. klik specified pilih pop.mail.yahoo.com, klik next
8. contreng move itu to specified folder, pilih folder yg dibuat khusus untuk
menampungnya.
9. Finish

Pertemuan IV: Sistem Basis Data

Setelah pertemuan sebelumnya berlatih membuat ER-Model untuk sistem informasi tertentu, langkah selanjutnya adalah membuat database riealnya. Kalau sebelumnya kita membuat tabel secara manual, untuk saat ini tabel dapat dibuat secara otomatis dengan software tertentu. Salah satunya adalah Datanamic Dezign. Software ini dapat mengkonversi langsung ER-Diagram menjadi tabel-tabel dengan berbagai macam jenis software database (oracle, mssql server, mysql, access, paradox, dan sebagainya.

Untuk Download Software Dezign Klik : PART IPART IIPART III

Ada masalah?

Pertemuan I & II: Software Engineering

Pertemuan I : Software Engineering

Dosen: Dr. Sularso Budilaksono (FTI Univ Persada Indonesia)

S1 Ilkom UGM

S2 Ilkom UI

S3 Teknologi Pendidikan UNJ

No HP : 081 3260 XXXX

Sebelum dimulai perumusan materi yang diajarkan, tiap siswa diminta menuliskan properti yang dimiliki sebagai pedoman (di luar negeri, software engineering sudah berorientasi object semua).

Nama : …………….

Bid. Pendidikan S1 : …………….

PTS/PTN S1 : …………

Software Pemrograman

– Non OO : ………………..

– OO : ………………….

Software Database

– Non Client Server : …………

– Client Server : ………….

Pengertian software engineering di Indonesia masih rancu. Di luar negeri software engineer sudah masuk kategori profesi. Software Engineering merupakan akumulasi mata kuliah komputer (jaringan, pemrograman, database dan sebagainya.

Untuk membedakan antara software engineering dengan engineering lainnya bentuk produksinya (volume dan kwalitas). Ada perbedaan antara hardware dengan software dengan karakteristiknya (tidak perlu suku cadang, yang menyusut fungsinya, bisa ganti komponen – untuk OO program, bisa direkayasa). Perangkat lunak bisa dikatakan gabungan antara jasa dan produk dari hasil keluarannya.

Dalam membuat database, saat ini sudah menggunakan tools, dimulai dari rasional/logical – tools/phsical – Table/schema

Hasil keluaran software engineering tidak hanya coding, program dan sejenisnya, tetapi disertai juga dokumentasi lengkap (ER-D dan diagram-diagram lainnya).

Constraint (batasan) software engineering antara lain:

  1. Kualitas
  2. Requirement
  3. Biaya/Cost
  4. Time
  5. Maintainability

Software Engineering berkolerasi dengan 4P (Produk, Proses, Personil, Proyek).

Pemakai perangkat lunak memiliki masalah antara lain: kompleks, banyak alternatif, teknologi yang cepat obsolet (usang).

Contoh program yang digunakan pemerintah untuk merekam transaksi akademik suatu perguruan tinggi : EPSBED. Program ini menggunakan visual foxpro, under windows. Program ini selalu merubah versinya.

Dibahas mitos dan realitas yang terjadi dalam aktivitas software engineering (lihat slide).

Karena produk dari software engineering mengandung unsur jasa, maka tidak ada standarisasi.

Dibutuhkan alat bantu (tools) dalam menghasilkan produk software engineering. Tools di sini bukan hanya sekedar drawing. Contoh:

  1. Datanamics DeZign (Datanamics perusahaannya, Dezign produksnya, seperti microsoft access, dan lain-lain).
  2. Power Designer (versi 5 dan 6 masih ERD + Activity, sedangkan untuk versi baru 12, sudah berbasis obyek).
  3. Visual Paradigm (object oriented).
  4. Silverun (DFD level rinci/detil)
  5. BlueJ
  6. NetbeansBlueJ

DeZign sudah diberikan oleh Pa Sulastro, kemudia diberi latihan membuat database dengan menggenerate database dari tabel beserta relasinya.

Bila melibatkan pihak ketiga, software engineering lebih rumit lagi dalam manajemen proyeknya. Pihak yang terlibat dalam pengembangan software disebut stakeholder (Developer, Customer, Financial Support, dan sebagainya).

PR:

Buatlah Rancangan ERD dengan tools kasus sbb :

1. Perusahaan penerbitan memproduksi buku pengetahuan berbagai mata pelajaran. Buku tersebut ditulis oleh pengarang yang spesialisasi hanya satu pelajaran. Perusahaan memperkerjakan banyak editor yang harus spesialisasi di satu mata pelajaran untuk melakukan editing buku yang akan dipublikasikan. Seorang pengarang dapat menulis banyak buku pada mata pelajaran yang menjadi spesialisasi dia

Petunjuk : harus ada entitas pengarang, editor, mata pelajaran, buku dengan jumlah dan tipe atribut, kardinalitas dan calon primary key diserahkan pada anda.

2. Sebuah RS memiliki banyak klinik (mata, jantung, gigi, dll). Tiap pasien harus memiliki satu informasi Rekam Medis yang menerangkan riwayat penyakit dan riwayat pemerikasaan pada suatu klinik di RS tersebut. Seorang dokter hanya bertugas di satu klikik dan satu klinik dpt memiliki banyak dokter. Tgl periksa pasien, nama dokter dan ID klinik harus tercantum di Rekam medis ketika pasien diperiksa.

Petunjuk : harus ada entitas pasien, dokter,klinik, rekam medis dengan jumlah dan tipe atribut, kardinalitas dan calon primary key diserahkan pada anda.


Pertemuan II: IT Strategic (Peran IT dalam organisasi)

Perlunya IT

Mt Kuliah: IT Strategic

Dosen: Dana Indra Sensuse, Ph.D (Ilmu Komputer UI)

Kasus Leap Frog

Sebuah produsen mainan, menggunakan IT untuk meningkatkan kreativitask.

Kasus Wyndham International.

Sebuah perusahaan resort, untuk sistem informasi di resort itu sendiri, maupun untuk bekerja sama dengan instansi lain.

IT mampu merubah business model. Transaksi melalui internet, penggunaan kredit card. Contoh bisnis model yang baru adalah pengadaan barang dengan sistem lelang. ERP memiliki keuntungan dari sisi decision making (lebih cepat).

Benefit yang bisa diukur disebut tangible, sedangkan intangible benefit tidak bisa diukur. Contoh tangible benefit kenaikan jumlah pelanggan sekian persen, dan sebagainya. Sedangkan untuk intangible benefit: kepuasan pelanggan, peningkatan brand image perusahaan, peningkatan pelayanan terhadap nasabah.

Supply chain marketplaces, dimaksudkan untuk mencari mana produk suplier yang termurah.

Namun demikian, seorang penulis di harvard business review berjudul : IT Doesn’t Matter. Maksudnya IT bukan seperti yang digembar-gemborkan. Jika kita menggunakan IT, saingan kita juga menggunakan IT. Muncul perdebatan, yang akhirnya diambil kesimpulan:

IT does, in fact, matter

A lean, yat agile, IT platform provides benefits described in chapters and discussed in cases.

Kita ambil contoh, amazon.com, dengan menggunakan IT dapat menjadi unggul dengan saingan lainny. Google, misalnya, walaupun banyak saingan (yahoo, altavista, dan lain-lain). Keunggulan google karena google menginvestasikan terhadap IT cukup besar dibanding dengan pesaing-pesaing lainnya.

Model bisnis adalah sebuah bisnis bagaimana caranya mendapatkan uang (keuntungan). Contoh: on line banking.

Model bisnis merubah inovasi menjadi keuntungan ekonomis.

Model bisnis memiliki kemampuan menjelaskan bagaimana suatu perusahaan menghasilkan uang dengan menspesifikan di posisi dalam rantai perdagngan. Misal: produk kita dikalahkan oleh produk Cina yang memiliki produk yang berkualitas dengan harga murah.

Komponen model bisnis

Konsep: Konsep bisnis organisasi menentukan strategi

Value:

Capability:

Teknik yang digunakan untuk menganalisa peran IT dalam suatu organisasi:

  1. Value Chain Analysis
  2. Industry and Competitive Analysis
  3. Strategic Grid Analysis

Untuk menentukan posisi di mana kita berada? Kita harus mengetahui: customer, pesaing, produk, pendatang baru, siapa saja pemainnya. Next week kita akan membahas teknik-teknik apa yg banyak dipakai untuk analisa peran IT di suatu perusahaan.

Pertemuan I: IT Ethics & Ciber Law

Pertemuan I: IT Ethics & Ciber Law

Hari/Tgl : Selasa, 14 April 2009
Dosen : Dr. Yan Rianto (LIPI)

Etika sering diartikan sebagai set aturan yang diterima secara umum pada lingkungan tertentu. Terkadang bertolak belakang dengan etika di wilayah lain.
Etika bervariasi selain dengan wilayah berbeda dengan waktu, juga dengan:
– Umur
– Group Kebudayaan
– Latar Belakang Etnis
– Agama
– Gender
Masalah aborsi, terkadang menjadi polemik, ada yang setuju ada yang tidak. Masalah Cloning juga (Kenapa di-Cloning? di-klonin aja..). Daging babi? Ternyata 99% DNA babi cocok dengan manusia. Jadi jika makan babi, seperti kanibal saja. Jadi ethics merupakan set keyakinan tentang baik dan benar, perilaku dalam sosial tertentu, kebiasaan yang memancing perbuatan, kebiasaan yang tidak diterima serta skema nilai moral.
Pemandian di Jepang, berendam dalam satu kolam. Anehnya pintu masuknya sama? Kemudian diceritakan bahwa tiap hari selasa ada libur mandi.

Integritas
Orang yang memiliki etika selalu memiliki integritas yang baik. Jadi ada hubungan antara etika dengan integritas. Jadi orang dengan integritas:
– berperilaku mengikuti kode dan prinsip
– Selalu mengajak orang lain, memiliki sikap dan pandangan yang sama dengan kita
– Selalu bertingkah laku yang sama dalam segala situasi.
Jadi seseorang berintegritas jika melihat suatu penyimpangan, pasti akan menegur. Diceritakan saat pemerintahan Megawati, saat penerimaan pajak, dll melebihi angaran, beberapa orang yang tidak memiliki etika berusaha menghabiskan anggaran walaupun waktu yang tersedia tinggal tiga bulan. Saat ditawari kerja sama mark-up orang yang berintegritas akan menolak dan berusahan memperbaiki.
Di tempat kerja beliau (LIPI) pernah terjadi mark up pengadaan mobil kijang yang diberi harga seharga Camry. Orang yang melaksanaan anehnya tidak dipecat apalagi dipenjara. Tetapi karena orang tersebut memiliki ”sesuatu” maka tidak ditindak. Biasanya, pimpinan menerima ”sumbangan” dari mana-mana, dan salah satu ”penyumbangnya” orang itu.

Peran Etika dalam dunia bisnis
Dunia bisnis memerlukan etika demi kelangsungan usahanya. Misalnya produk yang ditulis sebagai peringatan. Pernah ada kejadian, perusahaan yang dituntut karena di produknya tidak ditulis warning.
Contoh tercampurnya susu dengan Melamin di Cina, sempat membuat beberapa industri jatuh. Melamin dicampur dengan susu ternyata dimaksudkan untuk meningkatkan kadar gizi saat diukur.
Sedangkan di IT sudah banyak terjadi pelanggaran etika. Mengapa suatu perusahaan bisnis yang baik selalu memperhatikan etika?
– Untuk menaikan niat baik komunitas
– Menciptakan kestabilan dan konsisten dalam operasinya
– Menghasilkan bisnik yang baik
– Melindungi organisasi dan pegawainya dari aksi ilegal
– Menghindari pubikasi yang buruk.
Contoh penyedap rasa ajinomoto yang walaupun sudah tersertifikasi halal ternyata ketahuan menggunakan babi. Contoh lain kejadian dai kondang AA Gym yang melakukan poligami di saat yang tidak tepat karena figur beliau yang sabar, menjaga kerukunan keluarga dan lain-lain.

Menaikan imej positif terhadap lingkungan
Membangun imej saat ini sudah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft, Bakrie, dan lain-lain. Mendirikan yayasan, membangun sekolah, beasiswa dan sejenisnya.
Mengapa microsoft selalu memberi gratis ke sekolah tetapi tidak ke bisnis? Beberapa perusahaan cenderung membangkitkan kebiasaan seseorang menggunakan produknya.
Krisis global di AS bisa dibilang kiamat ekonomi? Apa yang terjadi? Perusahaan di AS menerbitkan surat utang yang dapat kita beli dengan bunga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Nah, surat utang yang kita beli, oleh perusahaan itu dijaminkan ke perusahaan asuransi, untuk jaga-jaga agar jika terjadi segala sesuatu, bisa dibackup oleh perusahaan asuransi itu. Efeknya, karena merasa perusahaan besar, para karyawan, agar dianggap berprestasi, cenderung mencari nasabah sebanyak-banyaknya tanpa cek dan ricek, toh, perusahaannnya dianggap bonafid. Kemudian, rumah yang saat ini dianggap sebagai investasi. Rumah yang belum lunas, diagunkan, kemudian uang hasil agunannya dibuat untuk beli rumah dan seterusnya, dan dahsyatnya nilai riil jauh lebih besar dari nilai uangnya bahkan sampai 12 kali lipat.
Jadi, sebagai indikator, jika suatu perusahaan asuransi bangkrut, dapat dijadikan indikator tentang kebangkrutan suatu negara.
Untuk Indonesia, skandal bumi resources dianggap sebagai pelanggaran etika. Surat yang digadaikan tidak berharga baik lagi. Dan Bakrie saat ini cenderung merugi.
Hasil akhirnya adalah, etika yang baik dapat berarti bisnis yang baik.
cover-e-book

Download: part 1 part 2.

Referensi:
Nortchutt, Stephen. 2004. IT Ethics Handbook. USA: Syngress Publishing.

Kuliah I Software Project Management

Software Project Management

Pertemuan I:

Hari : Sabtu, 4 April 2009

Dosen : Dr.Eng Sukrisno Mardiyanto

Keahlian yang dibutuhkan Project manjer;

kepemimpinan

komunikasi

Problem sofling

Negosiasi

Mempengaruhi organisasi

Mentoring

Posisi yang ada pada manajer proyek:

Administrator/koordinator project

Asisten manajer proyek

Manajer proyek / manajer program

Manajer program eksekutiv

VP Program Manager

Software Project Management merupakan bagian dari MP. Manajemen proyek bukan saja hanya membahas software. Sedangkan Manajemen proyek merupakan bagian dari ilmu manajemen.

Sejarah ilmu manajemen proyek:

Kelahiran MP modern: Manhattan Project (Bom Atom di PD 2)

1970. Proyek militer, pertahanan, konstruksi, dan sebagainya.

1990. Banyak model – modal yang dikembangkan antara lain:

1985 : TQM

1990-93 : Re-engineering, self-directied temas

Dll

Kemudian dibahas perbedaan antara manajemen proyek dengan manajemen program. Interaksi dengan apa? Stakeholders yang terlibah siapa saja?

sponsor proyek

eksekutif

tem

pelanggan

konstruktor

Manager Fungsional

Perlatan yang dibutuhkan MP adalah perangkat lunak. Contohnya: Microsoft Project. Untuk kakas yang sederhana (low – end) bisa digunakan MS Excell, Milestones Simplicity. Ciri yang dibutuhkan fitur dasar, tasks management, charting.

Jenis berikutnya Mid – Market. Dengan fitur tambahan: Menangani proyek besar, proyek multiple, analysis tools. Kebanyakan menggunakan MS Project (approx. 50%).

Ada 9 area pengetahuan pada PMI:

Manajemen integrasi proyek

Scope

Waktu

Biaya

Kualitas

SDM

Komunikasi

Resko

Procurement

Prinsip pertama dalam suatu proyek:

Tidak ada dua proyek yang persis sama, walaupun scope-nya tidak jauh berbeda.

Patterns dan anti Patterns

Spektrum: Project types (proyek yang hanya mendisain dan tidak menghasilkan barang), Ukuran (ada yang kecil ada yang besar, ukuran berdasarkan biaya dan usaha.

Prinsip Rapid Development:

Faster Delivery

Mengurangi resiko

Meningkatkan visibility terhadap customer. Visibility di sini adanya transparansi terhadap kemajuan proyeknya.

Strategi:

Menghindari kesalahan klasik

Develop Fundamental

Empat Dimensi Proyek:

Orang

Proses

Produk, dan

Teknologi, harus dikuasai

Trade-off Triangle.

Di antara produk, jadwal dan biaya. Tidak mungkin memilih cepat, murah dan baik. Hanya bisa dipilih dua saja. Jika ingin cepat, baik dan tepat waktu maka biaya harus dinegosiasi ulang.

Kita harus tahu mana di antara yang ketiga itu fixed dan variabel pada setiap proyek. Sebagai manajer proyek harus pintar bernegosiasi.

People.

“it’s always a people problem”. Gerald Weinberg, the secrets of Consulting. Susah mengatur manusia.

Produktivitas pengembang: bisa diberi penilaian dari 1 – 10.

Improvement. Kita harus menyeleksi ulang tim, organisasi tim dan memotivasi anggota-anggotanya.

Faktor sukses: 1. Menempatkan seseorang dengan posisi yg tepat, 2. Pengembangan karir, 3. Keseimbangan antara individu dan tim. Tidak bisa bekerja secara individu saja. 4. Komunikasi yang jelas antara tim.

Proses:

Apakah proses itu stifling?

Dua tipe proses: Manajemant dan teknis

Devel. Fundamentals

Quality Assurance

Manajemen Resiko

Perencanaan Lifecycle

”Avoid abuse by neglect.

Orentasi ke user,

Process Maturity Improvement.

Menghindari pekerjaan ulang.

Produk:

Dimensi ”tangible”.

Manajemen ukuran produk

Karakteristik dan kebutuhan terhadap suatu produk

Manajemen terhadap pembatasan fitur suatu produk.

Teknologi:

Often the least important dimension.

Pemilihan bahasa dan kakas. OO bukan cuma programmin, analisis termasuk juga.

Nilai, biaya dari bagian-bagian perangkat lunak yang tidak perlu dikembangkan lagi, tinggal digunakan (reuse).

Perencanaan:

Menentukan kebutuhan

Menentukan sumber daya

Memilih model lifecycle

Tracking:

Biaya, Usaha dan Jadwal. Apakah over-budget? Dll

Perencanaan vs Actual. Melenceng atau tidak?

Bagaimana menangani bilamana tidak sesuai rencana?

Ukuran/Measurements:

Memprediksi (biaya, jadwal, usaha dan fitur produk).

Alternatif (earned value analysis, laju kerusakan, productivity – SLOC, Kompleksitas – function points).

Dasar Teknis – Lihat materi analisa dan disain.

Fasa Project:

Semua proyek dibagi dalam fasa-fasa

Seluruh fase bersama-sama dikenal sebagai Project Life Cycle.

Tiap Fase ditandai dengan “completion of Deliverables”.

Mengidentifikasi Software utama.

Kesalahan sehubungan dengan people:

Motivasi kurang

Kelemahan personal

Masalah tenaga kerja yg tak terkontrol.

Heroic (ingin dipuji)

Menambah SDM terhadap suatu proyek yang telat

Kantor brisik, ramai

Konflik antara pelanggan dengan pengembang

Harapan yang tidak realistis (biasanya dari user).

Politik

Wishful Thinking

Kurang sponsor

Jadwal yg terlalu optiis

Kurang Risk management

Kesalahan kontrak

Membuang waktu terhadap proyek yg tidak jelas

Perubahan-perubahan aktivitas di akhir

Disain yg salah

Perubaha QA

Kurang kontrol

Selalu berubah

Menghilangkan beberapa tugas penting

Merencanakan hanya dalam rangka mengejar ketinggalan

Code-like-hell programming (acak-acakan).

Produk-Related Mistakes:

Requirement yg palsu/dipoles

Perubahan fitur

Pengembang yang dibuat-buat

Negosiasi yang tarik ulur

Berorientasi riset

Technology – Related Mistakes:

Silver-bullet syndrome

Terlalu berlebihan dalam menganggap keampuhan suatu tools/metode baru

Perubahan tools di tengah-tengah project.

Kurang pengontrol estimasi.

PMI: Proses Inisiasi:

Inputs (deskripsi produk, rencana strategis, kriteria pemilihan dan informasi histori)

Output (project charter, siapa yg sebagai manajer, batasan).

PMI: Proses Perencanaan : Bagaimana skema kerja dalam memenuhi kebutuhan bisnis:

Batasan planing dan definisi

Activity definition & Sequencing & Duration estimating.

RP

Cost estimating & budget

Rp

Pengembangan jadwal

Perencanaan kualitas,

Perencanaan komunikasi (counter part team, tiap divisi diambil perwakilannya).

Perencanaan organisasi

Akuisisi staf

Perencanaan procurement (dalam rangka pengadaan hardware dan software)

Pengembangan rencana project

PMI: Proses Eksekusi:

Eksekusi rencana proyek

Verifikasi scope

QA (+ non func req.)

Pengembangan Ti

Istribusi informasi

Soliciation (permintaan)

Pemilihan Sumber daya

Kontrak

Pengontrol overall, scope, jadwal, biaya, risk response dan kualitas.

Pelaporan performance.

PMI: Proses Closing

Administrative Closure

Contrack Close – out. Training ke user

Tahapan penting:

Phase exits (batas akhir).

Menjamin bahwa apakah sesuai dengan garis

V&V

Tiap Organisasi Memiliki:

  1. Structural Frame: Fokus ke aturan, tg jawab, koordinasi dan control.
  2. Human Resources Frame: Harmoni antara kebutuhan organisasi dan pegawai.
  3. Political Frame.: Organisasi adl koalisi antara individu yg bervariasi serta group interest, konflik kekuatan.
  4. Simbolic Frame: Focus terhadap simbol beserta artinya terhadap kejadian. Ada hubungannya dengan budaya.

Struktur Organisasi

  1. Fungsional

Teknik, Pemasaran, Disain, dll

P&L

  1. Proyek

Proyek, A, B

Pendapatan dr proyek

PM memiliki P&L esponsibility

  1. Matrix

Pertemuan III Data Warehouse

Sehubungan dengan libur jumat besok, maka diharapkan mendownload materi kuliah dari blog ini. Setelah kemarin membahas pembuatan fact table, maka pertemuan III direncanakan membahas disain fisik. Disain fisik berarti menghitung kapasitas harddisk, menentukan jenis server dan databasenya. Membuat diagram jaringan dan sebagainya.

appress1

Berikut resensi singkat keempat buku text tentang data warehouse dan OLAP.

Bab I: Pengenalan Data Warehouse

1.1. Pengertian Data Warehouse

1.2. Perkembangan Data Warehouse saat ini

1.3. Trend Data Warehouse di Masa Depan

Bab II: Arsitektur Data Warehouse

2.1. Aliran Data Arsitektur

2.2. Aliran Data Sistem

Bab III: Metodologi Pengembangan Data Warehouse

3.1. Waterfall Metodology

3.2. Iterative Metodology

3.3. Kesimpulan

Bab IV: Functional & Non-Functional Requirements

4.1. Identifikasi Area Bisnis

4.2. Memahami Operasi Bisnis

4.3. Mendefinisikan Functional Requirements

4.4. Mendefinisikan Non-Functional Requirements

Bab V: Pemodelan Data

5.1. Dimensi Tabel

5.2. Hirarki Data

5.3. Disain dan Normalisasi Data Store

Bab VI: Disain Database Fisik

6.1. Hardware Platform

6.2. Storage Consideration

6.3. Mengkonfigurasi Database

6.4. Membuat dan Menormalisasi Data Store

6.5. Membuat Views

6.6. Partitioning

Bab VII: Ekstraksi Data

7.1. Pengenalan ETL

7.2. Pendekatan dan Arsitektur ETL

7.3. Ekstraksi Database Relasional

7.4. Ekstraksi dari Sumber Lain

Bab VIII: Pengumpulan Pada Data Warehouse

8.1. Loading Bertahap

8.2. Firewall Data

8.3. Menggunakan SSIS untuk mengumpulkan NDS

8.4. Teknik Pengumpulan Lainnya

Bab IX: Menjamin Kualitas Data

9.1. Proses Menentukan Kualitas Data

9.2. Data Cleansing and Matching

9.3. Cross-Checking dengan Sumber Eksternal

9.4. Aturan-aturan terhadap kualitas data

9.5. Action: Reject, Allow atau Fix

9.6. Logging dan Auditing

9.7. Teknik Pembuatan Laporan

Bab X: Metadata

10.1. Definisi Metadata

10.2. Peran Metadata dalam Data Warehouse

10.3. Proses Metadata ETL

10.4. Kualitas Metadata

10.5. Audit Terhadap Metadata

10.6. Penggunaan Metadata

10.7. Perawatan Metadata

Bab XI: Membuat Laporan (Report)

11.1. Laporan dalam Data Warehouse

11.2. Perlu tidaknya membuat laporan

11.3. Bentuk dan Parameter Laporan

11.4. Grouping, Shorting dan Filtering

11.5. Penyederhanaan Report

11.6. Laporan Database Multidimensi

11.7. Manajemen Laporan

Bab XII: Database Multidimensional

12.1. Definisi Database Multidimensional

12.2. Online Analytical Processing (OLAP)

12.3. Membentuk Database Multidimensional

12.4. Memproses Database Multidimensional

12.5. Mengatur Database Multidimensional

Bab XIII: Penggunaan Data Warehouse Pada Business Intelligence

13.1. BI Report

13.2. BI Analytic

13.3. BI Data Mining

13.4. BI Dashboard

13.5. BI Alert

13.6. BI Portal

Bab XIV: Penggunaan Data Warehouse untuk CRM

14.1. View Pelanggan Tunggal

14.2. Delivery dan Respon Data

14.3. Analisa Konsumen

14.4. Personalisasi

Daftar Pustaka

Imhoff, Claudia, et all. 2003. Mastering Data Warehouse Design – Relational and Dimensional Techniques. Canada: Willey Publishing, Inc.

Kozielsky, Stanislaw, Robert Wrembel. 2009. New Trend in Data Warehousing and Data Analysis. USA: Springer Science+Business Media, LLC.

Prabu, S, N. Venatesan. Data Mining and Warehousing. New Delhi: New Age International (P) Ltd, Publishers.

Rainardi, Vincent. 2008. Building a Data Warehouse: With Example in SQL Server. New York: Springer-Verlag New York, Inc.

Daftar Istilah:

OLAP = Online Analytical Processing

OLTP = Online Transaction Processing

ETL=Extraction, Transportation, Transformation & Loading

BI = Business Intelligence

EIS = Expert Information System

ERP = Enterprise Resources Planning

CRM = Customer Relation Management

DW = Data Warehouse

Claudia Imhoff

Menjelaskan di pendahuluan hubungan data warehouse dengan Business Intelligence. Dilanjutkan dengan hierarchy dan teknik disain baik untuk on line transaction maupun repository. Dijelaskan istilah Data Mart sebagai penyedia data.

Kozielsky

Buku ini merupaan kumpulan tulisan-tulisan seperti jurnal tentang data warehouse. Tulisan pertama oleh Torben B. Paderson menceritakan trend terbaru data warehouse yang mengintegrasikan berbagai platform data. Disebutkan bahwa data warehouse bertujuan membantu BI dalam mengambil kesimpulan atau prediksi. Prediksi tergantung dari data yang dipakai patokan (past data). Diperkenalkan juga istilah R-Cube.

Kamel Boukhalfa (hal 200-an) lebih menjelaskan DW dalam bentuk database. Karena kebanyakan DW berukuran besar (hingga terrabyte), maka diperlukan konsep partitioning data agar query yang dilakukan lebih cepat. Partitioning yang dikenalkan adalah horizontal partitioning dan Bitmap Join Indexes (BJI).

Sebagian besar tulisan dalam buku ini terlalu “high” bagi pemula. Kecuali jika memiliki dasar yang bagus dalam algoritma dan oracle database 10g.

S. Prabhu

Buku ini cukup baik menjelaskan data mining dan data warehouse bagi pemula. Konsep dasar dibeberkan dengan hati-hati agar pembaca tidak salah dalam memahaminya. Bab pertama menjelaskan dasar-dasar data mining dan data warehousing. Data mining memerlukan teori learning dengan istilah Knowledge Discovery In Database (KDD). Dijelaskan konsep clustering dengan algoritma-algoritmanya.

Pembahasan mengenai data warehouse dimulai dari bab 6 yang menjelaskan konsep data, DDL, DML serta primary key pada relational database management system. Hal 68 menjelaskan lebih detil OLAP server. Bab 7 menjelaskan disain DW, DW adalah suatu database (telah dinormalisasi agar tidak redundant) yang menyimpan informasi yang diperuntukan melayani permintaan para pengambil keputusan. Central DW menjelaskan istilah cube dan permasalahan2 yang muncul. Bab penting ini juga menjelaskan macam-macam skema yang ada dgn sebelumnya dijelaskan Fact Tables. Lalu diselesaikan dengan penjelasan jenis2 partitioning, Data Mart, backup & Recovery dan performance tuning.

Vincent Rainardi

Di antar ke-3 buku, yang lebih menkhususkan ke data warehouse sepertinya buku ini. Dimulai dengan konsep data warehouse seperti yang telah dijelaskan oleh S. Prabhu, ditambah dengan metodologi pengembangan sistemnya. ETL lebih dijelaskan secara rinci di buku ini, ditambah pembuatan report dan testing. Terakhir dilengkapi dengan administrating data warehouse yaitu monitoring & managing (security and databases). Kelebihan buku sepertinya dapat dijadikan praktek dan bukan sekedar teori (dengan sql server).

Sedangkan untuk materi lengkap dapat di download di sini. part 1. Part2. part3.

NOTE: di download semua ya, lalu diekstrak part 1-nya.

Pertemuan III Sistem Basis Data

Pertemuan III membahas model data. Adapun jenis-jenis model data yang dikenal saat ini:

1. Model Data Berbasis Object

2. Model Data Berbasis Record

3. Model Data Fisik, dan

4. Model Data Konseptual

Model data berbasis object menggunakan konsep entitas, atribut dan relasi (beda dengan object pada Analisa dan Disain Berorientasi object). Model yang digunakan adalah model entity relationship, model binari, model semantik dan infological model.

Pada model data berbasis record,dalam menjelaskan hubungan logic antar data menggunakan record. Diantara keempat teknik, yang paling banyak digunakan adalah model pertama.

Untuk pertemuan IV akan dibahas model Entity Relationship Diagram. Untuk sebagai referensi, dapat didownload ebook di bawah ini:

cover

Untuk download KLIK DI SINI.

Part 1Part 2 Part 3,   Part 4

Note: semua file di download, extract part 1 saja.