Membuat Aplikasi Sederhana Berbasis Support Vector Machine (SVM)

Berikut ini kita akan mencoba membagi kelas IPA, IPS, dan Bahasa terhadap satu kelompok kelas. Istilah yang digunakan untuk lebih dari dua kelas adalah MULTICLASS. Untuk contoh kita buat data IPA, IPS, dan Bahasa dengan data sedikit saja:

Berikutnya kita membuat tiga garis pemisah y1, y2, dan y3 yang akan memisahkan data berdasarkan kriteria seperti gambar di bawah ini:

Pertama kita buat y1:

Berikutnya kita membuat pemisah IPA dan Bahasa, y2:

Terakhir kita membuat pemisah IPS dan Bahasa, y3:

Berikutnya persamaan garis y1, y2, dan y3 dijadikan dasar patokan menentukan jurusan seorang siswa, misalnya IPA= 75, IPS= 85, dan Bahasa= 90]. Kita gunakan y1 untuk menguji apakah IPA atau IPS. Simpan data persamaan garis dalam bentuk file, misalnya namanya y, ketik save y di Command Window.

Karena hasil pengujian tahap pertama masuk kategori IPS, maka pengujian berikutnya dengan y3 untuk menentukan apakah dia IPS atau Bahasa. Perhatikan gambar diagram pohon sebelumnya, dimana jika diperoleh uji pertama = 1, maka digunakan uji ketiga antara IPS dan Bahasa.

Dan hasil akhir diperoleh 2 yang artinya, siswa tesebut masuk kategori kelas bahasa berdasarkan enam data sebelumnya. Bagaimana membuat aplikasi terapannya? Rancang GUI seperti berikut ini:

Gunakan kode berikut ini:

  • load y
  • uji=[handles.ipa handles.ips handles.bahasa]
  • uji1=svmclassify(y1,uji(:,1:2))

 

  • if uji1==0
  • uji2=svmclassify(y2,[uji(:,1) uji(:,3)])
  • if uji2==0
    • msgbox(‘Kelas IPA’)
  • else
    • msgbox(‘Kelas IPS’)
  • end
  • else
  • uji3=svmclassify(y3,uji(:,2:3))
  • if uji3==1
    • msgbox(‘Kelas IPS’)
  • else
    • msgbox(‘Kelas Bahasa’)
  • end
  • end

Masukan data seperti data uji sebelumnya, hasilnya harus sama.

 

 

Masa SMA

Entah kenapa tiba-tiba Blackberry Messanger (BBM) saya berbunyi. Ternyata ada group baru yang mengajak saya untuk masuk ke group tersebut. Begitu bergabung, ternyata sudah puluhan anggota alumni SMA saya waktu di Yogyakarta dulu, dengan nama group-nya yang terkenal, “Delayota 95”. Artinya adalah, alumni SMA 8 Yogyakarta dengan tahun lulus 95.

Pikiran saya langsung menerawang ke masa lalu malam itu. Entah mengapa kelas satu dan kelas dua SMA adalah masa yang paling berkesan, dilihat dari sisi non akademik. Karena memang masa itu adalah masa yang dipenuhi oleh main-main dan becanda. Berbeda dengan kelas III yang harus memikirkan mau lanjut ke mana selepas SMA nanti.

Kelas II, Masa Paling Heboh

Berbeda dengan kelas satu, kelas dua terjadi percampuran antar kelas, sehingga banyak wajah-wajah baru bermunculan. Persaingan pun kian sulit karena jagoan-jagoan sudah mulai kelihatan. Ada yang kelihatan jago, tentu saja ada jagoan-jagoan yang sembunyi, baik karena merahasiakan, maupun karena nakal. Maklum kelas 2, penjurusan sudah tidak lagi, EBTANAS setahun lagi, jadilah si penggoda guru-guru. Apalagi guru-guru magang dari IKIP yang sedang belajar ngajar, habissss digodain.

Menggoda Guru-guru IKIP yang Sedang Magang

Berbeda dengan guru, calon guru terlihat masih kaku, dan masih ada dua sisi, yaitu dia sendiri masih belajar, sisi yang lain harus bisa mengajar. Sikap wibawa yang dibuat-buat, “jaim”, dan sejenisnya, tidak dapat menipu kami siswa-siswa kelas II yang memang lagi nakal-nakalnya. Teringat ketika salah seorang calon ibu guru, menjelaskan proses terbentuknya Delta sungai, Kesalahan fatalnya adalah gambar sungainya di papan tulis yang menyerupai buah dada. Teman saya yang memang berwatak mesum, nama aslinya saya lupa, panggilannya Balok (mungkin krn bentuk wajahnya kotak), langsung mengeluarkan siulan-siulan menggoda. Si calon guru, tentu saja merengut, dan sayangnya malah marah. “Fikiran kalian ternyata pada kotor ya”, katanya. Mungkin banyak teman-teman lain yang dalam hati menyalahkan si Balok itu, suasana kelas jadi tegang dan tidak nyaman. Pelajaran pun berlanjut, si calon guru kemudian menjelaskan terbentuknya delta itu dengan menghapus garis yang artinya terputusnya aliran sungai dan terbentuklah delta. Tapi apa yang terjadi berikutnya, dengan celetukan sederhana, “lhooo… Coplok (artinya: copot/lepas)”, seisi kelas jadi geger dengan tawa, termasuk rekan si calon guru yang duduk di belakang. Dan yang bikin kami tertawa adalah sikap reflek si calon guru yang berjilbab itu ketika mendengarkan celetukan si Balok, langsung menghapus apa yang baru saja dia gambar di papan tulis dengan tangannya. Bahkan ketika mengetik tulisan ini pun saya menahan tawa sendiri.


Hari berikutnya, calon guru yang berbeda, kali ini lumayan cantik, hanya saja kelihatannya judes, karena merasa diabaikan, sempat teriak, ” yang tidak suka, silakan keluar!!”, sambi menunjuk ke arah luar. Suasana hening mencekam. Tapi itu tidak berlangsung lama, rekan saya yang paling tinggi dan berbadan besar, panggilannya mas Kus, yang waktu itu ada angin apa kok duduk di kursi depan, dan ditengah pula, padahal biasanya di pojok belakang, mengacungkan jari secara perlahan sambil menunduk. Semua orang melihat dia, termasuk guru itu, tentu saja masih tanda tanya. “Saya suka kok bu. ….”, katanya sambil menunduk. Udah. .. Ga usah diceritakan suasanya hebohnya kayak apa. Bahkan sampai jam istirahat pun temen-teman saya banyak yang menyindir-nyindir si mas Kus tentang hal itu.

Kingsoft Office

Ini adalah salah satu aplikasi office untuk gadget android. Biasanya saya menggunakan polaris office untuk mengetik di android. Saya sering kali kecewa dengan kinerja polaris office yang kerap tiba-tiba hang dan kehilangan ketika yang telah saya ketik jika belum disimpan. Karena itu maka saya berusaha mencari aplikasi lainnya yang gratis di android market (sekarang bernama playstore). Baru saja saya searching, langsung muncul nama kingsoft office dengan bintang hampir lima, pertanda rating yang bagus untuk aplikasi ini. Setelah saya coba mengetik tulisan sepanjang enam halaman, tidak dijumpai hang seperti pada polaris office. Sehingga saya dengan nyaman mengetik tanpa dihantui oleh hang yang akibatnya kehilangan tulisan yang belum sempat saya simpan.
Kendala yang mengganggu pada kingsoft office adalah lambatnya tulisan ketika mengetik dan proses saving yang menurut saya terlalu lama. Sepertinya vendor harus memperhatikan hal ini. Walaupun tidak dijumpai hang seperti polaris office lamanya proses simpan ini tentu saja mengganggu pengguna. Sempat saya berfikir jangan-jangan hang juga, ketika di angka 90% proses saving seolah terhenti.

Membuat JST dengan Neural Network Fitting Tool (nftool)

Data Mining/06.05.2013/Sistem Informasi

Matlab menyediakan fasilitas JST yang lebih spesifik dari sebelumnya, yaitu fitting, clustering, dan Pattern recognition. Sekarang kita coba melatih data berikut ini dengan nftool. Buat dengan excel setelah itu pindahkan ke workspace dengan perintah xlsread. Misalnya, nama file excel-ya ‘input.xlsx’. Misalnya kolom A Indeks Prestasi Mahasiswa, Kolom B Tingkat Kemiskinan dan C mendapat beasiswa atau tidak (beasiswa = 1, Tidak Beasiswa = 0).

Berikutnya masuk ke Command Window, masukan beberapa langkah berikut ini untuk membuat data masukan dan target yang akan digunakan untuk pelatihan.

  • input=xlsread(‘input.xlsx’);
  • in=[input(:,1) input(:,2)];
  • out=input(:,3);

Berikutnya jika in dan out sudah ada di workspace kita, panggil nftool untuk membuat JST dan melakukan pelatihan. Ketik nftool di command window. Masukan input dan outputnya sesuai dengan variabel yang telah dibuat. Jangan lupa klik jumlah record berdasarkan baris atau kolom. Biasanya, jika belum dicentang, tombol next tidak bisa ditekan yang artinya antara input dan output masih ada kesalahan. Klik Next, hingga muncul tampilan sebagai berikut.

 

Berikutnya kita lakukan pelatihan (training) dengan metode Backpropagation. Klik tombol ‘Train’.

Setelah pelatihan selesai, jangan lupa menyimpan hasil pelatihan tersebut ke workspace dengan menekan tombol ‘Save Result‘.

Berikutnya uji dengan beberapa masukan, apakah hasilnya tepat? Untuk menguji hasil pelatihan dapat dilakukan dengan menguji input yang dilatih, apakah sesuai dengan target atau tidak? Gunakan kode berikut.

Perhatikan, hasil antara kolom kiri dan kanan harus sama. Perbedaan menandakan ada kesalahan pada hasil pelatihan. Tetapi jarang diperoleh hasil pelatihan yang memiliki akurasi 100%. Jika ingin melihat Surface, gunakan kode berikut di Command Window untuk melihat hasil surface beragam kemungkinan masukan.

  • plot3(1,1,1)
  • hold
  • Current plot held
  • >> grid
  • >> for i=1:40
  • for j=1:40
  • x=i/10;y=j/10;
  • k=sim(net,[x;y]);
  • if k>0.5
  • plot3(x,y,k,’r*’)
  • else
  • plot3(x,y,k,’b*’)
  • end
  • end
  • end

Wilayah berwarna merah berdasarkan kode di atas masuk dalam kategori memperoleh beasiswa “1” dan biru masuk kategori tidak mendapat beasiswa “0”.

Melihat Surface Jaringan Syaraf Tiruan (JST)

Surface merupakan istilah yang digunakan Matlab terhadap bidang tiga dimensi. Variabel yang ada adalah X, Y, dan Z. Terkadang kita ingin melihat surface JST yang telah kita training untuk mengetahui kinerjanya seperti pada Fuzzy Inference System (FIS) dan Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS). Sebagai bahan perbandingan perhatikan data berikut ini yang akan kita latih dengan ANFIS dan JST.

Kolom satu dan dua adalah variabel masukan, sedangkan kolom ketiga menyatakan target pembelajaran. Berikutnya kita latih sistem kita, baik dengan ANFIS maupun JST. Dengan anfis kita peroleh surface sebagai berikut:

Mengenai cara pembuatannya, lihat tulisan saya terdahulu mengenai pelatihan ANFIS. Untuk JST harus kita buat struktur network dan kemudian melatihnya dengan data di atas. Berikut ini contoh code untuk membuat grafik 3D JST dengan nama ‘net‘.

Di sini saya menggunakan resolusi dua digit di belakang koma, dari 0.01 hingga 4. Hasilnya adalah grafik di bawah ini. Lumayan lama (lebih dari 10 menit) ketika kode di atas dijalankan.

Jika dirasa terlalu lama prosesnya, dapat kita turunkan resolusinya menjadi satu digit di belakang koma. Untuk warna data dilakukan dengan perintah di belakang plot3, dengan if-else untuk wilayah warna tertentu.

Sebenarnya ada cara untuk membuat lewat instruksi ‘surface’ atau ‘mesh’, tetapi untuk kasus fungsi ‘sim’ pada matlab tidak bisa dijalankan. Berikut ini contoh script untuk 3D fungsi matematis biasa.

Virus Trojan

Firewall dan Keamanan Data/01.05.2013/Teknik Komputer

Istilah trojan berasal dari kuda trojan yang merupakan strategi Yunani untuk memasuki Troy. Kuda patung yang berisi prajurit akhirnya bisa masuk dan menguasai Troya (http://en.wikipedia.org/wiki/Trojan_Horse). Prinsip ini digunakan oleh hacker untuk memasuki kumputer yang dituju. Caranya adalah membuat sebuah program yang biasanya menarik dan gratis. Ketika diinstal di komputer, ternyata membuka port tertentu yang digunakan untuk memasukan virus.

Prinsip trojan sebenarnya tidak selalu negatif. Kebanyakan software yang ada unsur “UPDATE” selalu membuka port ketika diinstal. Misalnya program XAMMP berikut ini yang akan membuka port: 3306 ketika dijalankan. Untuk mengetahui port apa saja yang terbuka di komputer kita dapat dilakukan dengan mengetik netsat di command prompt.


Sekarang coba jalankan XAMPP dengan menekan tombol XAMMP start. Hingga server apache dapat berfungsi dengan masuk ke http://localhost. Masuk ke menu phpmyadmin untuk mengakses database mysql.


Karena apache pada XAMPP disertai dengan akses terhadap database Mysql, maka diperlukan port tertentu untuk komunikasi Client dengan Mysql. Sekarang kembali ke Command Prompt, dan jalankan lagi netstat untuk melihat port baru yang terbentuk ketika XAMPP dijalankan.


Perhatikan Localhost:3306 berarti pada PC localhost (127.0.0.1) terdapat port 3306. Coba matikan kembali XAMPP untuk membuktikan jika port 3306 itu muncul akibat XAMPP.

Aplikasi lain seperti antivirus, windows, dan lain-lain yang membutuhkan update, pasti memiliki port tertentu yang terbuka ketika dijalankan. Untuk menghindari virus trojan, sebaiknya tidak sembarangan menginstall program (biasanya game).


 

Membandingkan Respon Sistem

Pengenalan Pengaturan/30.04.2013/Teknik komputer

Terkadang dibutuhkan grafik yang membandingkan beberapa jenis sistem kendali dalam satu SCOPE. Untuk itu diperlukan Multiplexer (MUX) yang memadukan dua atau lebih keluaran dalam satu SCOPE. Untuk latihan buat contoh Sistem Kendali sebagai berikut.


Multiplexer diperoleh dengan mudah lewat SEARCH di Simulink Library Browser.


Secara Default, MUX menyediakan dua masukan. Ganti “Number of Input” dengan tiga karena kita akan merancang tiga masukan.


Jalankan Model Simulink yang baru saja dibuat. Ketika SCOPE dilihat (dengan cara dobel klik) akan tampak respon perbandingan seperti berikut ini.


Terkadang kita diminta menampilkan grafik bukan dalam bentuk SCOPE karena kurang nyaman dicetak akibat background yang berwarna gelap. Oleh karena itu kita harus menampilkannya dalam format PLOT yang dapat diedit. Untuk itu pada gambar di atas, tekan Parameters. Pada Tab Data History, check list tombol Save Data to Workspace, dengan format Array. Maksudnya adalah ketika Simulasi berjalan, SCOPE akan menyimpan informasi grafik Workspace. Nama variabel (ScopeData) dapat kita ganti sesuai keinginan.


Berikutnya kita akan membuat PLOT lewat Command Window. Sebelumnya tekan tombol OK terlebih dahulu pada gambar di atas. Jalankan SIMULASI kemudian masuk ke Command Window. Perhatikan, pada Workspace terdapat variabel baru hasil tangkapan SCOPE dengan nama ScopeData. Buat kode berikut ini:

  • plot(ScopeData(:,1),ScopeData(:,2))
  • hold
    • Current plot held
  • plot(ScopeData(:,1),ScopeData(:,3))
  • plot(ScopeData(:,1),ScopeData(:,4))
  • grid

Perintah hold bermaksud agar gambar yang lalu tidak dihapus dan tetap dipertahankan ada di figure. Instruksi GRID agar dihasilkan garis bantu pada grafik.

Paten pada Rekayasa Perangkat Lunak

Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering) merupakan bidang baru yang banyak diminati oleh anak-anak muda kita. Bahkan menjadi jurusan yang laris di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan. Berbeda dengan perangkat keras yang jelas terlihat hasil jadinya, pada perangkat lunak, hasil kreasi kita tidak tampak secara langsung sehingga muncul pertanyaan bagaimana bentuk hak cipta-nya? Mengingat saat ini mudah sekali dibajak/digandakan.

Tuntutan Apple terhadap Samsung dan Google terhadap aplikasi yang dibuatnya membuat saya ingin mengetahui lebih jelas seluk beluk Paten, yang dijadikan dasar tuntutan. Paten sendiri dengan mudah dapat kita searching di Google. Sebagai contoh Paten terhadap bidang yang saya tekuni, yaitu Soft Computing. Gambar berikut salah satu contoh sketsa paten yang diajukan oleh Dingding Chen, Syed Hamid, Harry Smith tentang Jaringan Syaraf Tiruan dengan Neuron yang disusun berdasarkan Optimasi oleh Algoritma Genetik.

(Sumber: Paten US 20050246297 A1 http://patentimages.storage.googleapis.com/US20050246297A1/US20050246297A1-20051103-D00000.png )

Sementara itu, dijelaskan pula angka-angka tersebut, misalnya 18 yang berisi rangkaian Algoritma Genetika, sebagai berikut:

18. Apparatus for producing as outputs synthetic values of at least one geophysical parameter for a well in response to inputs of actual values of geophysical parameters measured in the well, comprising a neural network ensemble selected by:

training a set of individual neural networks to produce one or more synthetic output values of at least one geophysical parameter for a well in response to a plurality of inputs of actual values of geophysical parameters measured in the well, and

using a genetic algorithm having a multi-objective fitness function to select at least one ensemble, comprising a subset of the set of individual neural fnetworks, having a desirable fitness function value.

Terlihat sederhana tetapi di dalamnya terkandung riset yang telah dilakukan oleh peneliti bidang Rekayasa Perangkat Lunak. Yang terpenting adalah kita tidak boleh seenaknya mengaku penemu jika belum mematenkan apa yang telah kita temukan. Gambar di atas, sebaiknya tidak kita copas langsung tanpa referensi.

Merubah Sinyal Analog ke Digital pada SIMULINK Matlab

Sekarang kebanyakan perangkat elektronika sudah berbau digital. Termasuk juga sistem kendali. Salah satu komponen terpenting adalah konverter dari analog ke digital dan sebaliknya dari digital ke analog. Untuk materi UAS, kita akan mulai membahas Sistem Kendali Digital dengan seluk beluknya yang rumit jika dianalisa tanpa bantuan komputer. Banyak yang bertanya, block function apa yang berfungsi merubah sinyal analog menjadi digital. Jawabannya sederhana, fungsi Zero Order Hold (ZOH). Buka SIMULINK dan buat diagram sebagai berikut.

Gambar di atas ZOH berisi rangkaian cuplik dan sampling terhadap sinyal sinus analog yang akan dirubah menjadi digital. Running sistem di atas, Anda akan melihat hasil perbandingannya antara sinyal asli analog (warna merah muda) dengan yang digitalnya (kuning). Perhatikan bagaimana prinsip ZOH melakukan sampling di awal (bukan di tengah).

Untuk lengkapnya baca buku yang membahas Digital Control System. Oiya, gunakan MUX untuk menggabungkan dua keluaran menjadi satu SCOPE. Kalo sulit mencarinya, gunakan SEARCH pada SIMULINK Library.

Buku Penerapan Data Mining dengan Matlab

Walaupun agak sedikit terlambat tetapi tidak masalah karena materi yang kita bahas baru sampai pertengahan yang Insya Allah UTS dua minggu lagi. Akhirnya buku “Penerapan Data Mining dengan Matlab” sudah dicetak dan siap didistribusikan pada toko-toko buku terdekat. Lihat link: http://biobses.com/judul-buku,343-penerapan_data_maining_dengan_matlab.html

Beberapa hal mungkin tidak sempat ditulis pada buku tersebut dan sebagai pelengkapnya dapat dilihat pada blog ini. Pertanyaan dan komentar akan dengan senang hati kami jawab untuk kesempurnaan buku ini di masa depan. Buku itu dibuat berbarengan ketika mengajar Data Mining dan selesai ketika perkuliahan juga selesai. Oleh karena itu saya sangat berterima kasih kepada mahasiswa-mahasiswa Universitas Darma Persada dari Jurusan Sistem Informasi atas kerja samanya, “Arigato Gozaimasudan mohon maaf, “gomenasai” jika soft copy tidak saya beri ketika diminta. Isi buku tersebut antara lain:

  • Konsep Data Mining
  • Pohon Keputusan
  • Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS)
  • Jaringan Syaraf Tiruan (JST)
  • Fuzzy C-Means Clustering (FCM)
  • Support Vector Machine (SVM)
  • Pengujian Sistem
  • Instalasi MATLAB 7
  • Dasar-Dasar MATLAB
  • Mengompilasi Program dengan MATLAB

Walaupun membahas Data Mining, kami siap juga menjawab topik lain yang nyerempet-nyerempet, seperti topik tentang Soft Computing, Fuzzy, Sistem Kendali, dan sebagainya. Alangkah baiknya Anda memiliki buku “Penerapan Soft Computing dengan Matlab” yang ditulis oleh pengarang yang sama.

Berikutnya kami berencana menulis topik yang sama tetapi dengan bahasa pemrograman yang agak sulit seperti C++ dan Java mengingat banyaknya permintaan terhadap bahasa yang “Gratis” tersebut. Walaupun sebenarnya banyak bahasa yang mirip Matlab tetapi “Gratis” yaitu Scilab, Octave, dan lain-lain yang bisa diunduh dari internet.

Mendisable USB Data

Firewalls dan Keamanan Data/10.04.2013/Teknik Komputer

Salah satu sumber penyebaran virus yang saat ini sering terjadi dan sangat merusak adalah lewat flashdisk yang ditancapkan ke USB. Beberapa institusi melarang pengguna menancapkan alat tersebut, selain khawatir terkena virus, juga kemungkinan tercurinya data berukuran besar dan rahasia. Membuat aturan prosedur penggunaan kepada user perlu akan tetapi membatasinya secara sistem akan lebih menjamin keamanan data, mengingat tidak semua pengguna tekun membaca standar operasi.

Salah satu teknik lama yang sering dilakukan untuk menonaktifkan USB adalah dengan mematikan port USB lewat Basic Input Output System (BIOS) yang muncul ketika kita menekan tombol tertentu seperti “dell”, “F1”, dan lain-lain tergantung vendor pembuat BIOS. Akan tetapi cara ini memiliki kelemahan yaitu port USB tidak akan bisa digunakan sama sekali, padahal tidak semua port USB digunakan untuk flashdisk, mungkin saja digunakan untuk scanner, printer, dan mouse. Oleh karena itu diperlukan cara yang lain agar bisa mengakomodir perangkat tersebut.

Windows menyediakan sarana registry editor (regedit) yang dapat dimanfaatkan oleh administrator untuk melakukan setting terhadap software dan hardware. Untuk menjalankannya ketik regedit di menu run. Ketika muncul editor registry, arahkan ke HOT KEY LOCAL MACHINE – SYSTEM – CurrentControlSet – Services – USBSTOR. Pada isian Start, dobel klik dan ganti menjadi nol yang berarti menonaktifkan.

Cara ini cukup berhasil, tetapi terkadang ketika ditancapkan USB baru, registry akan reset kembali dan dapat terbaca lagi. Akhirnya dilakukan dengan cara lain yang lebih ampuh yaitu menghapus folder USBSTOR. Tetapi alangkah baiknya untuk melakukan backup registry terlebih dahulu.

Simpan dan beri nama. Jika ingin kembali ke kondisi sebelum dirubah, Import lagi file reg tersebut. Selamat mencoba.

Classification with Fuzzy C-Means In Matlab

Data Mining/08.04.2013/Sistem Informasi

This week, because I have trouble with my tummy, I cannot teach Fuzzy C-Means (FCM) Clustering. But I will give a simple explanation in this blog. Last week we have learned the hard clustering with K-Means and create a simple application with GUI. For simplicity, we can use that GUI and change the K-Means Method with FCM.

Open your Matlab and change the current directory to your last Matlab Application. Type guide <name_of_application>, or click File – New – GUI and chose tab: Open Existing GUI. Browse your GUI (fig file). This is my own GUI of K-Means application.

After change the title K-Means with FCM, save as your work and give a different name, so we have two application: K-Means and FCM. Go to your m-file and find the function that state about K-Means Clustering. Change it with FCM function. There is a little different about separation of each cluster. For this example, we used two classification (IPA’s and IPS’s). Use the script below for classification function:

  • X=handles.X
  • k=handles.k
  • [C,U]=fcm(X,k)
  • set(handles.ipa1,‘String’,C(1,1))
  • set(handles.ips1,‘String’,C(1,2))
  • set(handles.ipa2,‘String’,C(2,1))
  • set(handles.ips2,‘String’,C(2,2))
  • index1=find(U(1,:)==max(U))
  • index2=find(U(2,:)==max(U))
  • axes(handles.axes1)
  • line(X(index1, 1), X(index1, 2), ‘linestyle’,
  • ‘none’,‘marker’, ‘o’,‘color’,‘b’);
  • line(X(index2,1),X(index2,2),‘linestyle’,
  • ‘none’,‘marker’, ‘^’,‘color’,‘r’);
  • hold on
  • plot(C(1,1),C(1,2),‘ko’,‘markersize’,11,‘LineWidth’,2)
  • plot(C(2,1),C(2,2),‘kx’,‘markersize’,11,‘LineWidth’,2)
  • function kluster_Callback(hObject, eventdata, handles)
  • hold on

After Running, you have to see the result below. You can separate the data into two cluster (tends to IPA and Tends to IPS):

Now, try to make a code for creating the result in Excel.

Membatasi Hak Akses User

Firewall dan Keamanan Data/05.04.2013/Tek. Komputer

Selain menggunakan Active Directory pada Windows server, hak akses untuk user lokal dapat digunakan dengan membuka Group Policy Editor (gpedit) yang dapat diakses di C:\windows\System32. Atau dengan mengetik “mmc” di Run.

Pada institusi yang membutuhkan keamanan tinggi seperti perbankan, militer, dan sejenisnya perlu dilakukan setting terhadap hak akses agar tidak merusak sistem atau penyalahgunaan oleh user yang tidak berhak. Beberapa policy yang sering diterapkan antara lain:

  • Larangan mengakses control panel
  • Larangan menjalankan program tertentu (notepad, command prompt, dan lain-lain)
  • Mengarahkan document ke tempat tertentu, dll.

Misalnya kita akan menghilangkan menu “RUN” di toolbar. Pada gpedit arahkan ke folder “user configuration”,” Administrative Template”, dan “Start Menu and Taskbar”. Dobel klik pada aturan yang akan anda setting, perhatikan kata kunci di depan. Jika “Prohibit”, maka Anda harus menekan “Enabled” jika melarang.

Yang sedikit rumit adalah melarang user dalam menjalankan program tertentu, misalnya notepad. Anda harus mengenal nama program secara rinci, misalnya notepad.exe, cmd.exe, dan sebagainya. Masuk ke “User Configuration”, “Administrative Tempate”, dan “System”. Dobel klik “Don’t run specific Windows Application” . Klik “Show” yang berisi file-file yang dilarang untuk dijalankan oleh user. Tambahkan, misalnya notepad.exe. Perhatikan jika Anda salah mengetik, maka gpedit tidak berfungsi.

Selamat mencoba.

Membatasi Hak Akses User

Firewall dan Keamanan Data/05.04.2013/Tek. Komputer

Selain menggunakan Active Directory pada Windows server, hak akses untuk user lokal dapat digunakan dengan membuka Group Policy Editor (gpedit) yang dapat diakses di C:\windows\System32. Atau dengan mengetik “mmc” di Run.

Pada institusi yang membutuhkan keamanan tinggi seperti perbankan, militer, dan sejenisnya perlu dilakukan setting terhadap hak akses agar tidak merusak sistem atau penyalahgunaan oleh user yang tidak berhak. Beberapa policy yang sering diterapkan antara lain:

  • Larangan mengakses control panel
  • Larangan menjalankan program tertentu (notepad, command prompt, dan lain-lain)
  • Mengarahkan document ke tempat tertentu, dll.

Misalnya kita akan menghilangkan menu “RUN” di toolbar. Pada gpedit arahkan ke folder “user configuration”,” Administrative Template”, dan “Start Menu and Taskbar”. Dobel klik pada aturan yang akan anda setting, perhatikan kata kunci di depan. Jika “Prohibit”, maka Anda harus menekan “Enabled” jika melarang.

Yang sedikit rumit adalah melarang user dalam menjalankan program tertentu, misalnya notepad. Anda harus mengenal nama program secara rinci, misalnya notepad.exe, cmd.exe, dan sebagainya. Masuk ke “User Configuration”, “Administrative Tempate”, dan “System”. Dobel klik “Don’t run specific Windows Application” . Klik “Show” yang berisi file-file yang dilarang untuk dijalankan oleh user. Tambahkan, misalnya notepad.exe. Perhatikan jika Anda salah mengetik, maka gpedit tidak berfungsi.

Selamat mencoba.

Creating a Transfer Fuction

We have to convert physical equation into laplace equation in order to make a block diagram. Some basic about mathematic, especially differential equation must be considered. First look at the electrical system with Resistor, Inductor and capacitor element (RLC).

According to kirchhoff law we have:

If we want to drop of voltage at capacitor as an output, we get a blog diagram. Inside the block diagram is a transfer function, G. The transfer function is a comparison between output and input. Instead of using equation in time domain, we use s-domain (laplace).

This is a 2-orde system. Other system can be build similar to electrical, for example, mechanical system. We have three component dumper, spring, and mass. That element behave similar to those in electrical system (RLC).

We use Newton law to get mathematical model to this system. The force equal against force at mass, spring, and dumper.

If we want displacement of mass as an output, we will get a transfer function. Remember the force at mass have connection with displacement of spring (kx).