Kisah Yahudi dan Office Boy

Waktu itu sore-sore, karena rambut sudah agak panjang saya pergi ke tukang cukur. Dekat sih, nempel di belakang rumah. Ternyata ngantri, satu orang. Bapak-bapak. “Apa yang dicukur ya?”, tanya saya dalam hati. Rambutnya udah ubanan, tipis dan atasnya .. ah jadi ga enak ngomongnya.
Saya ambil koran, tidak ada berita yang menarik, isinya cuma oknum anggota DPR yang ditangkap KPK. Memang di Indonesia tidak ada instansi yang buruk. Tidak ada polisi, jaksa, DPR, guru dan lain-lain yang buruk yang ada oknum polisi, oknum jaksa, oknum DPR, oknum guru dan lain-lain. “Silahkan …”, kata tukang cukur. “ah selesai juga akhirnya si bapak ini”, kataku.
Karena sudah langganan, sy tidak perlu menyuruh model tertentu. Asal jangan seperti saat sy tinggal di priok, yang nyukur orang padang, saat sampai di rumah keponakan sy yang masih SD nyeletuk, “Om, kok cukurannya kaya Shincan sih?”. Sy kaget, dan saat liat di cermin, iya, bener juga kayak Shincan,”sialan”.
Di sini kebetulan yang nyukur enak. Seperti biasa, di tempat cukur ini selalu mendengarkan radio dakta, dan yang menarik adalah kisah tentang seorang yahudi dan office boy hotel di Mesir.
Suatu ketika seorang yahudi baru saja check out dari sebuah hotel besar di Mesir. Dia meminta seorang office boy, warga Mesir, untuk mencegat sebuah taxi. Suatu ketika lewatlah sebuah taxi, dan langsung si office boy melambaikan tangannya dengan maksud menyetop taxi tersebut. “Jangan yang itu”, kata si yahudi. “Oh, mungkin taxinya jelek”, kata si office boy. Tidak lama kemudian lewat lagi taxi yang lain, saat si office boy akan menyetopnya, dicegah oleh si yahudi, “jangan yang ini”, katanya lagi. Terus, dan terus hingga taxi yang kesepuluh baru si yahudi setuju office boy menyetop taxi tersebut. “Dasar orang yahudi, aneh”, kata si office boy. Naiklah si yahudi tersebut ke Taxi itu.
Beberapa waktu kemudian yahudi itu menginap lagi di hotel tersebut. Melihat orang yahudi itu, si office boy yang waktu itu membantu menyetop taxi menghampiri si yahudi tersebut lalu menanyakan mengapa waktu itu dia menyetop taxi sampai taxi yang kesepuluh? Dan ternyata jawabannya sederhana, “Saya tidak mau naik taxi selain taxi yang perusahaannya milik orang yahudi juga”.
Sungguh mengejutkan, ternyata selama ini saya sudah salah membelanjakan uang saya, makanan, minuman dan barang kebutuhan hidup lainnya saya beli dari perusahaan-perusahaan milik yahudi. Dan hasil keuntungannya dipergunakan untuk membantu menyerang warga palestina di jalur gaza dan menewaskan ribuan warga tak berdosa. Ya Allah, ampuni dosaku. Saat pisau cukur akan memotong cabang rambut saya, saya jadi takut, mungkin pisau api neraka jauh lebih tajam dari pisau cukur ini.

Penulis: rahmadya

I'm a simple man .. Lahir di Sleman Yogyakarta, 7 Juni 1976 TK : - (tidak ada TK di tj Priok waktu itu) SDN : Papanggo, Jakarta 83 - 89 SMPN : 129, Jakarta 89 - 92 SMAN : 8, Yogyakarta 92 - 95 Univ. : Fak. Teknik UGM, Yogyakarta 95 - 2001 Pasca. : Tek. Informatika STMIK Nusa Mandiri, Jakarta 2008 - 2010 Doctoral : Information Management Asian Institute of Technology, Thailand 2013 - 2018 Pekerjaan: Tek. Komputer AMIK BSI Jakarta : 2002 - 2005 IT Danamon Jakarta : 2005 - 2008 Tek. Informatika STMIK Nusa Mandiri Jakarta : 2005 - 2008 Univ. Darma Persada : 2008 - Skrg Fakultas Teknik Universitas Islam "45" Bekasi : 2008 - Skrg ( Homebase)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.