Support Vector Machine (SVM) di Matlab

SVM merupakan metode algoritma yang sering digunakan untuk regresi dan klasifikasi. Cara kerjanya adalah membuat sebuah bidang batas antara kluster. Bila dibandingkan dengan Jaringan Syaraf Tiruan, beberapa literatur menunjukkan keunggulan SVM yang bekerja secara global optima, sedangkan JST local optima. Walaupun berbeda prinsip, antara SVM dengan JST memiliki tipikal yang sama yaitu data input dan data target dilatih untuk menghasilkan kecerdasan pada sistem. Jika JST menghasilkan bobot dan bias, pada SVM menghasilkan persamaan batas klasifikasi.

SVM di Matlab

Berbagai implementasi telah dilakukan dalam berbagai macam bahasa pemrograman. Untuk Matlab, kita dapat mendownload m-file yang berisi routin untuk penerapan SVM. Link dapat didownload di:

Setelah selesai mendownload, copy folder svm pada C:\program files\Matlab\R2008\Toolboxes kemudian arahkan Path variabel ke situ dengan cara klik File – Set Path.

Klik “Add Folder” untuk menambahkan folder svm ke toolbox Matlab. Setelah itu svm Anda siap digunakan. Sebelum menggunakan ada baiknya Anda mengetik help svm pada command window atau doc svm (versi chm). Alasan utama mengapa kita harus meletakan path adalah karena apabila toolbox svm tersebut tidak diletakkan di path Matlab, maka toolbox itu tidak dapat dijalankan jika kita mengarahkan Current Directory (Direktori Kerja) pada folder yang tidak sama dengan folder toolbox tersebut. Cara mengetes apakah path sudah berjalan adalah dengan merubah current directory di luar directory svm kemudan ketik help svm atau doc svm, jika Matlab menjawab folder not found berarti path belum disetting, selamat mencoba.

Keyboard Doc Samsung Galaxy Tab 10.1

Pertama kali saya menggunakan keyboard doc samsung galaxy tab 10.1, saya mengalami sedikit hambatan. Kebiasaan menggunakan fasilitas alt-tab harus dirubah dengan fasilitas multitasking model android. Ternyata setelah dijalani, fasilitas multitasking yang hanya dengan menekan satu tombol disertai enter, kita dapat beralih dari satu window ke window yang lain, lebih mudah dibanding alt-tab milik windows.  
Ada sedikit masalah pada keyboard doc yang saya kira cacat, yaitu jika saya ingin menekan simbol @ ternyata tertukar dengan “. Selain itu sering munculnya tombol bantu aneh menjadi masalah tersendiri yang membuat saya jarang mengetik dengan keyboard tersebut dan mengandakan laptop saya yang berat.  
image

Selang beberapa lama saat menginstall adobe reader pada tablet-ku, dan saat akan mengetikan beberapa catatan di pdf yang saya baca ternyata tidak ada simbol bantu aneh itu lagi. Dan yang mengejutkan adalah saat mengetik simbol @ ternyata tidak tertukar lagi dengan simbol “. Hanya satu masalah yang masih mengganjal yaitu terkadang tombol a yang saya ketik seperti tertekan terus aaaaaaaaaaa. Sedangkan untuk mouse bluetooth yang disertakan, tidak ada masalah yang berarti (maklum buatan logitech).
image

Baca lebih lanjut

Berfikir dan Merasa

Selain kemampuan berfikir dan menganalisa, ternyata kita juga dikaruniai oleh insting atau naluri dalam membaca situasi dan kondisi. Kemampuan tersebut harus kita manfaatkan jika ingin hidup lebih mudah. Saya jadi ingat ketika baru tiba dari pelatihan Bahasa Inggris selama tiga bulan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Saat berangkat ke Yogyakarta saya menitipkan STNK kendaraan saya ke Bibi yang mengasuh anak-anak saya, tetapi ketika tiba dari Yogya saya lupa meminta kembali STNK tersebut. Entah mengapa saya tidak menyadari hal itu dan telah melanglangbuana hampir tiga bulan Jakarta – Bekasi tanpa membawa STNK. Anehnya saya santai saja melewati operasi zebra rutin yang dilakukan oleh polisi, dan anehnya pula saya tidak pernah diberhentikn karena polisi hanya memberhentikan secara acak kendaraanyang lewat. Mungkin karena sikap saya yang santai dan tak merasa berdosa, akhirnya tidak distop.

Suatu malam selepas tiba dari kerja, seperti biasa saya melepas dompet saya. Karena diletakan di atas meja yang pendek di kamar, anak saya yang baru berumur satu tahunan dapat mengambilnya. Saya sadar setelah seluruh isi dompet berserakan di kasur dan sambil tidur terlentang anak saya meletakkan dompet yang kosong di jidatnya sambil cengengesan. Dari pengalaman yang lalu lalu, jika dompet saya dimainkan anak sayapasti yang tercabut adalah STNK yang memang ukurannya lebih besar dari ktp atau ATM. Saya terkejut ketika tidak dijumpai STNK dari barang-barang yang beserakan. Habislah itu kamar saya obrak-abrik. Semua ikut mencari, dan sampai keesokan harinya STNK belum juga ditemukan. Saya sempat jengkel dan menyalahkan anak saya atas ulahnya itu (tentu saja tidak bisa karena masih bayi). Sempat juga sehari meminjam kendaraan mertua karena khawatir di jalan ada pemeriksaan oleh polisi. Berbagai informasi sudah saya kumpulkan mengenai langkah-langkah apa saja yang harus ditempuh jika STNK hilang.


Keesokan harinya saya baru sadar ternyata STNK yang saya titipkan ke bibi saat berangkat ke Yogya belum dikembalikan lagi ke saya. Jika dihitung-hitung sudah hampir tiga bulanan. Tadinya saya menyalahkan anak saya, akhirnya jadi bersyukur karena dengan diobrak-abrik isinya oleh dia, saya jadi tahu kalau di dompet saya tidak ada STNK-nya. Saya harusnya “ngeh” saat Allah menunjukkan sesuatu lewat situasi dan kondisi berupa dompet yang berantakan. Seperti pakar-pakar motivasi bilang, tidak ada kejadian yang terjadi secara kebetulan. Ada kekuatan yang memang mengatur kejadianyang terjadi dunia ini, apapun itu, asal kita pandai “merasa” kita bisa tahu pesan apayang Dia sampaikan. Karena hanya nabi-lah yang menerima pesan langsung dari Allah (dialog). Yang membuat saya tersenyum jika kejadian itu teringat lagi adalah ulahnya dengan meletakkan dompet yang sudah diambil isinya di atas jidatnya, seolah-olah mengatakan,” Ayah. . . Pake otak dong. . Di dompet kagak ada STNK-nya nih. .!!”.

Tugas Komputer II Fak Agama Islam

Berikut nama siswa FAI yang telah mengerjakan tugas 1 dan 2: Ujang Sadili, Nining, Desi L, Zulaiha, Iin, Juju, Lidayatun, Sri Endah, Ii Ruswandi, Muchtar, Maulana, Ahmad B, Ahmad Faisal, Rino D, Dewi AS, Mayarni.

Sedangkan yang sudah mengirimkan email untuk tugas 3 per hari ini adalah: Iin Indayati, Dessi L, Mayarni, Siti Hawilah, Dewi Atika S, Juju Juniah, Ujang Sadili, Zuraida S, Muchtar Muslim, Atika Dewi, Zuratya.

Merubah/Konversi Gambar 3D Menjadi 2D (Drafting) pada AutoCAD

 

 

Seperti CATIA dan SolidWork, AutoCAD juga sanggup merubah gambar 3D menjadi 2D walaupun sedikit lebih rumit (tidak otomatis). Tidak ada instruksi khusus yanglangsung mengkonversi 3D menjadi 2D melainkan melalui beberapa fungsi khusus.Misalnya gamba berikut ini:


Langkah yang dianjurkan adalah mengetik command tilemode yang dilanjutkan denganmemberi nilai nol. Berikutnya adalah menghapus dengan command erase dan all. Berikan satuan (command: unit) apakah mm atau inchi, serta ukuran kertas berikan, misalnya A4: 0,0 dan 210,297.

Untuk memberikan tampilan pada kertas lebih dari satu (depan, samping dan atas)gunakan comman mview dan Anda akan diminta mengisi:

  • Jumlah layer, misal 4
  • First corner, misal 10,10
  • Opposite corner, misal @277,190

Hingga dihasilkan gambar berikut.


Sebelumnya harus terlebih dahulu dilakukan manipulasi dengan command: mspace dengan mengambil top, front, right dan se isometric agar dihasilkan gambar seperti diatas. OK, Selamat mencoba.

Konversi Scope ke Figure pada Matlab

Bagi rekan-rekan penggemar simulink Matlab pasti mengalami kesulitan saat melaporkan hasil simulasi lewat Scope yang kurang baik dari sisi tampilan. Jika langsung dicetak, maka akan menghabiskan banyak tinta karena grafiknya putih di atas hitam. Dulu saya sering menggunakan cara melalui invert color, tetapi tentu saja hasilnya kurang bagus. Apalagi sumbu axis dan ordinat serta judul grafik tidak bisa ditambah. Nah, setelah lama melanglang buana di simulink, akhirnya saya memperoleh cara untuk memindahkan hasil Scope ke figure. Pertimbangannya adalah figure lebih baik dan dapat diberi indikator axis, ordinat dan judul grafiknya. Sebagai bahan contoh, perhatikan model di bawah ini. Sebelum dirunning, dobel klik Scope untuk memindahkan hasil running ke workspace Matlab.

Setelah dobel klik pada scope, Anda akan melihat settingan yang harus diisi. Untuk memindahkan hasil scope ke workspace dobel klik icon Parameter dan pilih tab “data history”. Centang “save data to workspace” sehingga dapat mengisi nama variabel dan format datanya. Beri nama variabel misalnya “output” dan formatnya “array”. Awas, nama variabel pada Matlab “Case sensitive”.

Setelah itu running model yang telah Anda buat. Perhatikan, sepertinya tidak ada yang terjadi pada workspace. Ternyata saat Anda beralih ke Command Window, maka workspace menyimpan hasil running ke dalam suatu variabel bernama output. Coba ketik “who” di command window. Jika muncul variabel “output” maka settingan Anda berhasil, sebaliknya, jika tidak muncul, ulangi langkah di atas. Jangan lupa di klik “OK”.

Perhatikan scope di atas, tampak background hitam kurang nyaman jika dicetak. Beralihlah ke command window, variabel output berisi matriks sumbu axis dan ordinat. Untuk menampilkan grafiknya ketik instruksi-instruksi di bawah ini.

Saat Plot(x,y) diketik, Matlab akan menampilkan figure berupa grafik respon yang lebih baik dari Scope dari sisi tampilannya. Grid, xlabel, ylabel dan title bermaksud menambah informasi tambahan di Figure. Selamat Mencoba !!

Cao ..