Menghitung Determinan Matrix 2×2 dengan C/C++

Setelah bisa menginput Matriks, menjumlah, dan mengalikan Matriks, berikutnya kita masuk ke teori-teori yang ada dalam Matriks lebih dalam lagi. Salah satunya adalah Determinan dan Invers. Determinan penting karena merupakan komponen dari inversi suatu matriks. Invers sangat dibutuhkan dalam penyelesaina persamaan simultan yang sering dijumpai dalam teknik. Diketahui suatu matriks:

Sedangkan invers didapat dari rumus:

Bagian ad-bc pada persamaan di atas dikenal dengan nama determinan. Buka Borland/Turbo C++ untuk membuat script perhitungan determinan suatu matriks. Masukan listing berikut (ketik ulang tanda ” karena tidak dikenali jika di copas). Matriks yg akan dicari determinannya adalah a,b,c dan d berturut-turut 1,2,3, dan 4.

  • #include <iostream.h>
  • #include <conio.h>
  • void main(){
  • int i,j,det,A[2][2]={1,2,3,4};
  • cout<<“Matriks A =”<<“\n”;
  • for(i=0;i<2;i++){
    • for(j=0;j<2;j++){
      • cout<<A[i][j]<<” “;
      • }
    • cout<<“\n”;
  • }
  • det=A[0][0]*A[1][1]-A[0][1]*A[1][0];
  • cout<<“Determinan = “<<det;
  • }

Hasilnya adalah sebagai berikut:

Simulasi Dua LAN dan Server dgn Cisco Packet Tracer

Pertemuan kali ini membahas koneksi dua LAN dengan server. Biasanya beberapa cabang kecil BANK menggunakan konfigurasi serupa seperti pada bank Danamon Indonesia Tbk.

Buat dengan Cisco Packet Tracer untuk membuat dua LAN antar cabang yang terhubung lewat koneksi serial antar router.

Gunakan IP seperti gambar di atas, jangan lupa menyertakan Default Gateway di PC dan Server-PT yang mengarah ke router masing-masing. Gunakan static routing pada Router0 dan Router1 agar antar cabang bisa terhubung dan bila salah satu server cabang DROP, bisa meminjam koneksi ke server cabang lainnya yang aktif. Berikut ini setingan router0:

  • Router>enable
  • Router#configure terminal
  • Router(config)#interface FastEthernet0/0
  • Router(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
  • Router(config-if)#exit
  • Router(config)#interface Serial0/3/0
  • Router(config-if)#no shutdown
  • Router(config-if)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0
  • Router(config-if)#exit
  • Router(config)#ip route 192.168.4.0 255.255.255.0 192.168.3.2

Gunakan cara yang sama dengan setingan pada router0 untuk router1 dengan routing static dengan jaringan 192.168.2.0 subnet 255.255.255.0 dan Next Hop 192.168.3.1. Uji antara PC0 ke PC1 dan antara PC1 ke Server0 dan lain-lain, pastikan Successful. Jika tidak ada masalah, dobel klik di tiap-tiap server.

Cek list seluruh fasilitas yang ada dilanjutkan dengan menekan tombol Install. Kemudian kita coba mengkonfigurasi, misalnya HTTP service. Tekan HTTP dan coba utak-atik script-nya. Jika sudah tekan PC1 yang berada di LAN yang lain. Klik Web Browser pada Desktop.

Perhatikan tampilan web-nya setelah Go ditekan. Artinya PC di LAN cabang lain sudah berhasil terhubung dengan Server0. Praktek berikutnya adalah setting antar cabang dengan menggunakan MODEM (DSL atau Cable). Di bawah ini contoh aplikasi berbasis web terpusat yang menangani proses kelayakan kredit.

 

Mengkoneksikan VB dengan ODBC

Open Database Connectivity (ODBC) merupakan alat bantu buatan Windows untuk menghubungkan suatu aplikasi dengan database tanpa langsung terhubung. Untuk itu kita harus membuat ODBC dari database yang telah kita buat. Jika sudah terbentuk, VB akan berkomunikasi dengan database lewat ODBC. Keuntungannya adalah jika kita akan migrasi ke software database lain, atau dalam satu aplikasi dilayani oleh lebih dari satu jenis database application, kita tidak perlu merubah setingan program.

Buka Control Panel cari ODBC (untuk windows 7, bisa di cari di search ). Untuk windows xp, cari di Administrative Tools.

Pilih jenis driver yang sesuai, dalam hal ini Microsoft Access Driver (*.mdb, *.accdb). Klik Finish dan dilanjutkan dengan pembuatan nama ODBC. Pilih Database yang dituju:

Jika Anda berhasil membuat ODBC lengkap dengan target databasenya, pada jendela ODBC tampak database Anda.

Buka VB6 project yang lalu. Sekarang akan kita coba dengan menggunakan ODBC. Sorot objek ADODC1 yang menghubungkan vb dengan database.

Klik Build karena akan kita ganti koneksi dengan ODBC. Pilih provider: Microsoft OLE DB Provider for ODBC Driver karena kita akan menggunakan ODBC. Klik Next . Pilih ODBC yang baru saja Anda buat (Material).

Test Koneksinya.

Pemrograman Bahasa Assembly Tanpa Debug

Materi setelah UTS adalah pemrograman tanpa debug dengan menggunakan Turbo Assembler. Saat ini tersedia Turbo Assembler 5.0 yang harus diinstal di komputer Anda. Berhubung di lab komputer di defreeze maka sebaiknya menggunakan turbo assembler yang tidak perlu menginstal. Download file word di bawah ini untuk tata cara penggunaannya.

TASM

Membuat Drop Down List

Pertemuan kali ini membahas tentang Excel. Excel merupakan produk Microsoft yang fungsinya memanipulasi data, table, dan sejensinya. Misalnya data Kartu Rencana Studi (KRS) mahasiswa yang berisi nilai, max sks yang diambil dan data dosen wali.

Data nilai, ipk, max sks berasal dari sheet lain yang khusus berisi data mahasiswa. Kunci dari data tersebut adalah NPM mahasiswa yang dibuat dengan teknik Drop Down List. Lihat di help yang tersedia di Excel untuk tata cara penggunaannya. Berikut ini cara pembuatannya.

Pertama-tama buat data yang akan dijadikan drop down list. Beri nama variable tertentu, misalnya NPM.

Klik Data – Data Validation pada excel Anda. Pilih Setting kemudian pilih list. Arahkan ke data NPM saat diminta mencari list-nya.

Sorot seluruh kolom yang akan dijadikan Drop Down List, pastikan muncul =NPM. Atau ketik saja =NPM. Cek dengan mengklik cell yang dijadikan Drop Down List, hingga ditampilkan isi dari kolom list tersebut.

 

Metode Elemen Hingga pada Thrust Element dengan Matlab

Metode Elemen Hingga, 26.11.2012, T. Mesin – S1

Materi UTS yang lalu sampai kekakuan pegas dan kali ini kita mulai masuk ke bidang struktur, khususnya thrust element. Batang ini hanya menerima tegangan tarik dan tekan saja, tidak ada gaya geser dan bending. Banyak dimanfaatkan sebagai penyangga pada jembatan (berupa tali atau kolom). Di bawah ini contoh kasus yang akan kita selesaikan dengan metode elemen hingga.

Elemen 1 dan 2 memiliki luas penampang dan modulus elastisitas yang sama berturut-turut 30.000.000 psi dan 1 in2 sementara elemen 3 E sebesar 15.000.000 psi dan A3 = 2 in2. Berapakah: a) Matriks kekakuan K (General Stiffness Matrix) b) Pergeseran titik 2 dan 3? Dan c) Gaya reaksi di titik 1 dan 4.

Dari matriks-matriks kekakuan k di atas dirakit menjadi K:

Dan karena tidak ada pergeseran di titik 1 dan 4 maka diperoleh persamaan berikut ini:

Buka Matlab Anda, masukkan k (untuk elemen 2) dan d (defleksi titik 2 dan 3). Pada command window masukan instruksi:

Diperoleh pergeseran di titik 2 sebesar 0.002 in dan titik 3 0.001 in. Untuk memperoleh gaya di titik 4 gunakan persamaan umumnya. Masukan K dan D yang menyatakan berturut-turut matriks kekakuan umum dan pergeseran titik-titiknya.

Diperoleh gaya reaksi di titik 1 sebesar 2000 lb ke arah kiri dan di titik 4 sebesar 1000 lb ke kiri. Jangan lupa mengalikan dengan 1000000 pada matriks kekakuannya (biasanya mahasiswa lupa).

Merancang PID sistem Diskrit

Proporsional Integrator dan Diferensiator (PID) merupakan kontroler yang fungsinya memperbaiki kinerja sistem kendali. Baik buruknya sistem kendali, tergantung dari spesifikasi yang dituntut oleh sistem tersebut. Sistem yang cepat, belum tentu baik jika melebihi batas kesalahan yang ada. Sebagai contoh berikut ini sistem dengan fungsi alih digital, h=0.09516/(z-0.9048) memiliki error 0.5. Gunakan PID untuk memperbaiki kinerja sistem dengan syarat: 1) error < 0.1, 2)persentase overshott < 10%, dan respon time < 5 detik. Gunakan simulink MATLAB:

Atur nilai P, I, D dan konstanta waktu D agar diperoleh hasil spesifikasi di atas. Jika diambil besar P, I, D, t berturut-turut 1.5, 3, 1.2 dan 2, diperoleh hasil sebagi berikut:

Karena overshootnya 20 %, maka sistem tidak memenuhi syarat. Misal kita setting kembali P,I,D dan t berturut-turut 1, 2.5, 3, dan 2 diperoleh hasil sebagai berikut:

Sistem memiliki respon sekitar 7 detik, dan karena permintaan harus di bawah 5 detik, walaupun error dan % overshoot memenuhi syarat, tetap tidak bisa diaplikasikan. Berikutnya coba dengan P, I, D dan t berturut-turut

Sistem memiliki respon 5 detik (sesuai syarat) dan overshoot (1.1-1)*100 = 10 % sehingga sedikit memenuhi syarat. Coba ramu lagi PID agar diperoleh hasil optimal.