Algoritma Genetika di Matlab 2008 lebih baik dari Matlab 2013

Setelah pada tulisan yang lalu saya membuktikan Neural Network di Matlab 2007 lebih baik dari Matlab 2008 (https://rahmadya.com/2013/06/27/matlab-2007-lebih-baik-dari-pada-matlab-2008/), kini terjadi lagi di Matlab 2008 dengan Matlab 2013, dimana untuk algoritma genetika, hasil matlab versi lama lebih baik dari matlab versi baru. Saya masih bingung apa penyebabnya.

Kejadiannya waktu itu rekan saya mengajak diskusi tentang optimasi kontroller orde satu dan orde dua dengan menggunakan algoritma genetika. Fungsi tujuan sudah dibuat, dengan variabel yang dibentuk adalah variabel laplace s, yang merupakan hal baru selama saya menggunakan algoritma genetika. Biasanya saya menggunakan variabel biasa, seperti waktu, jarak, dan sejenisnya. Untuk contoh lain penerapan GA bisa dilihat kasus pada GIS seperti tulisan saya sebelumnya (https://rahmadya.com/2013/11/12/algoritma-genetik-dengan-toolbox-matlab/).

Saya coba menggunakan matlab versi 2013 dengan toolbox algoritma genetikanya. Dengan memasukkan fungsi tujuan, konstrain, serta variabel lainnya seperti maksimum generation = 100, stall generation = 100, mutation function = gaussian, initial population range = [0;100], cross over function, intermediate dengan ratio = 0.8, serta mencentang output berupa best fitness dan best individual.

Setelah memasukan nama fitness function, jumlah variabel, bound (batas atas dan batas bawah) saya mulai menjalankan dengan menekan tombol “start”. Diperoleh hasil fitness terbaik sebesar 1.942 dengan x1 = 109.6 dan x2 = 3.92, seperti tampak pada gambar di bawah ini.

Dari hasil riset terdahulu yang kami baca ternyata hasil terbaiknya 1.838, mengapa bisa memperoleh nilai lebih buruk? Padahal dugaan saya, riset dilakukan pada tahun 2008, kemungkinan besar dia menggunakan matlab 2008 juga. Akhirnya karena penasaran, kami menggunakan matlab 2008b sesuai dengan perkiraan saya bahwa dia menggunakan matlab 2008 saat melakukan benchmarking.

Dengan memasukan variabel, fungsi tujuan, konstrain, dan parameter-parameter lain yang sama dengan matlab versi 2013 dan merujuk penelitian tahun 2008 tersebut, secara mengejutkan diperoleh hasil yang lebih baik seperti tampak pada gambar di bawah ini.

Tampak diperoleh hasil fitness value yang lebih baik (lebih kecil/minimum) sebesar 1.837 dengan x1 = 135.07 dan x2 = 4.65 yang sedikit lebih baik dari hasil penelitian sebelumnya. Akhirnya kejadian seperti kasus neural network sebelumnya terulang kembali. Sebagai tambahan, toolbox GA bisa digenerate menjadi script dengan menekan menu FileGenerate M-File – dilanjutkan dengan memberi nama. Maka akan dihasilkan script sebagai berikut.

 

Student Visa dan Masalah Pelik Lainnya

Untuk yang tertarik memperoleh beasiswa studi lanjut bisa menghubungi link khusus dosen dan staf administrasi di: http://beasiswa.dikti.go.id/web/ sedangkan untuk yang tidak punya nidn, bukan dosen, atau instansi lain bisa mencoba di sini: http://www.lpdp.depkeu.go.id/ atau bisa lewat beasiswa-beasiswa lainnya (kedubes-kedubes, kampus tujuan, USAID, dll) walaupun menurut sebagian besar info, kedua beasiswa itu (terutama biaya hidup) lebih besar dari beasiswa-beasiswa lainnya. Departemen agama untuk dosen-dosen UIN/IAIN ternyata ada juga dan sejak tulisan ini dibuat baru dua gelombang. Persyaratan berskala internasional seperti passport dan lain-lain, termasuk bahasa internasional sesuai tujuan (Inggris, Prancis, Jepang, Arab) mutlak diperlukan. Salah satu yang penting adalah Visa Pelajar yang diterbitkan oleh negara tempat kampus tujuan belajar calon penerima beasiswa.

a. Mengurus Student Visa

Pelajari atau bertanya kepada teman-teman yang sudah berangkat sepertinya menjadi keharusan, karena jika hanya browsing di internet, kasusnya mungkin berbeda, misalnya saya yang memilih Thailand sebagai negara tujuan akan berbeda dengan Jepang, Amerika Serikat, dan negara lainnya. Jepang, misalnya mengharuskan kita memiliki sejenis orang tua asuh, atau orang yang siap sebagai penanggung jawab kita di sana. Taiwan, lebih rumit lagi, karena tidak ada kedutaan besar taiwan di Indonesia, jadi harus lewat kantor dagangnya (di Jakarta, alamat lengkapnya bisa dicari di internet).

Untuk Thailand, butuh waktu kurang dari seminggu untuk membuat visa pelajar, dengan melampirkan paspor dan surat tanda diterima (LOA) dari kampus tujuan. Biaya, standar, sekitar hampir satu juta dan jangan lupa, beli dollar terlebih dahulu, karena tidak menerima uang rupiah, atau bisa juga beli ke satpam seperti yang saya lakukan, tetapi resikonya kursnya berbeda.

b. Keberangkatan

Siapkan segala hal yang diperlukan untuk berangkat seperti no booking, passpor dan berkas lainnya. Timbang dulu bawaan Anda karena excess baggage mahal banget, teman saya sampai biayanya seharga satu tiket. Dan jangan lupa ketika kita diminta menulis data saat di pesawat, isi dengan benar.

Jadi supaya ga perlu bongkar-bongkar tas yang udah masuk di kabin, siapkan alat tulis sendiri jika malas meminjam ke teman sebelah (kadang teman sebelah juga ga pegang alat tulis). Dulu saya kira itu hanya untuk perjalanan saja, ternyata itu melekat di passpor kita (biasanya disteples) dan tidak boleh hilang. Bagaimana jika hilang? Menurut informasi bagian imigrasi di kampus saya belajar, harus ke kantor polisi terdekat untuk laporan barang hilang.

Masalah yang perlu diperhatikan adalah Student Visa kita hanya berlaku sementara 90 hari sebelum bisa diperpanjang jadi satu tahun. Dan jika sudah satu tahun, kita tetap wajib lapor diri tiap maksimal 90 hari yang dihitung dari kedatangan kita di kantor imigrasi bandara, bukan dari awal kedatangan. Kebetulan saya tiap dua bulan pulang, jadi tidak perlu lapor diri karena otomatis tidak pernah mencapai batas maksimal. Nah teman saya yang tidak pernah pulang, ternyata ketahuan hampir lewat dua bulan dari 90 hari itu dan terancam dengan denda 2000 baht di imigrasi, atau jika ketahuan di bandara bisa kena 5000 baht, angka yang kalau dirupiahkan sekitar hampir 2 juta.

c. Lapor diri ke Kedutaan Besar RI

Ketika sampai di negara tujuan, jangan lupa langsung ke kedutaan besar RI di sana (minimal beberapa bulan) kecuali kalo tidak perlu kiriman dari DIKTI atau pemberi beasiswa yang berasal dari lingkungan depertement di Indonesia. Jangan heran kalau kita tidak disambut hangat oleh staff di sana karena memang staff diharuskan sedikit galak, penuh curiga, dan lain-lain, walau menurut tebakan saya di hati mereka gembira ada orang sebangsa yang berada di negara tersebut. Untuk yang Bankok bisa lihat tulisan saya sebelumnya: https://rahmadya.com/2013/10/02/lapor-diri-di-kedutaan-besar-republik-indonesia-kbri-bangkok/

Terakhir, berusahalah mempelajari bahasa tempat tujuan, karena saya sering ditantang oleh imigrasi di bandara dengan bahasa Thai, dan sepertinya mereka kecewa waktu saya tidak bisa jawab. O iya, banyak orang Indonesia yang setelah lulus menjadi pengajar di kampus Thailand dan beberapa sudah siap menjadi warga negara Thailand. Sebaiknya kita pulang dan membangun negara kita yang walau bagaimanapun keadaannya tetap tanah air kita.

Habis Update Connectify LAN dan Wireless LAN Error ..

Bermula dari update windows yang terpending, muncul masalah di connectify. Connectify adalah salah satu software yang fungsinya mirip tethering pada android yaitu sharing koneksi internet. Koneksi internet yang hanya bisa dilakukan lewat kabel, dengan software ini laprop kita dapat berfungsi sebagai hotspot. Tadinya mungkin connectify error karena harus update, ternyata ketika software tersebut saya update, malah koneksi jaringan saya error. Sempat terfikir apakah harware lan card error, ternyata setelah saya booting dengan ubuntu, jaringan ok, berarti hardware tidak bermasalah.

Untuk mengetahui dimana errornya, lakukan langkah sederhana dengan mengklik kanan computer dan pilih property. Tampak spesifikasi windows Anda, jumlah RAM, tipe 64 atau 32 bit, dan lain-lain. Di bagian kanan atas ada “device manager” yang berfungsi untuk mengetahui hardware yang ada pada komputer kita, termasuk hardware yang error tadi.

Network adapter saya, tadinya muncul tanda “!” seru yang berarti ada masalah. Saya sempat pinjam laptop teman untuk mendownload driver laptop saya (Thosiba Satellite M840). Setelah itu saya coba install dengan driver tersebut, tetapi gagal. Jika saya klik kanan pada network dan pilih “detect new hardwware” laptop mampu mendeteksi network card saya tetapi ketika install driver otomatis, muncul pesan kesalahan.

  1. Langkah Klasik, Restore System

Langkah andalan saya adalah restore system, dan biasanya berhasil, begitu saran dari mbah google. Tetapi sayangnya restore point saya tidak ada yang berhasil, padahal tiap kali restore membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 15 menit. Giliran selesai, ada pesan restore gagal.

  1. Langkah Modern, Driver Cleaning

Semalaman saya surfing di internet untuk mengobati masalah ini. Beberapa menyarankan driver cleaner, misalnya CCcleaner, Wintools.net, System Ninja, dan sejenisnya, tetapi frustasi juga karena mereka hanya memasarkan produk mereka, sementara driver tidak kunjung benar. Bahkan dari youtube ada yang kasusnya seperti saya, tetapi sampai selesai dia hanya menunjukkan errornya saja tidak ada penyelesaiannya, begitu pula ketika saya baca komentarnya hanya berisi saran2 sederhana seperti restore dan install ulang windows.

  1. Langkah Sesuai Teori, Safe Mode

Akhirnya, sesuai dengan basic dari sistem operasi pada window, dikenal istilah safe mode, dimana windows beroperasi dengan driver minimal. Langkah masuk ke save mode adalah dengan menekan F8 ketika selesai booting komputer/laptop Anda. Piliah Safe Mode. Tentu saja saat menjalankan ini, masih ada sanksi di otak saya, berhasil atau tidak. Tetapi logika saya mengatakan bahwa sebenarnya Windows mampu mendetek lan card, hanya saja ketika menginstall driver, seperti ada yang menghalangi (mungkin karena connectify atau update windows yang terpending, belum jelas juga).

Setelah masuk ke “Device Manager”, saya terkejut juga ketika merefresh dengan klik “Scan for hardware Changes” ternyata LAN berhasil terdeteksi. Tinggal dag dig dug .. setelah keluar dari safe mode dan ke mode normal, apakah terdeteksi juga. Dan ternyata , Alhamdulillah .. OK.

Akhirnya langkah pamungkas yaitu install ulang windows tidak perlu dijalankan. Semoga bermanfaat.

Tidak Bisa Receive File via Bluetooth di Windows 7

Ganti OS terkadang kita harus bisa beradaptasi dengan sistem yang baru. Salah satu yang terpenting adalah aspek komunikasi data dengan lingkungan sekitarnya baik kabel, device, maupun yang tanpa kabel, salah satunya adalah bluetooth. Komunikasi dengan bluetooth walaupun tidak secanggih wifi terkadang tetap wajib jika ingin berhubungan dengan perangkat lain seperti handphone, tablet, dan lain-lain.

Entah mengapa walaupun bluetooth sudah aktif, tetap saja ketika tablet atau ponsel mengirimkan data ke laptop lewat bluetooth selalu muncul gagal terkirim “sent failed”. Tetapi jika kirim data bisa, lewat klik kanan dan pilih send to bluetooth. Jawabannya ternyata sederhana, pada menu bluetooth di windows kita harus mengetik “receive file” terlebih dahulu sebelum alat lain mengirimkan file lewat mekanisme bluetooth.

Klik receive a File sebelum anda mengirimkan file kemudian muncul jendela baru dimana Windows siap menerima file. Lokasi penyimpanan dapat juga disetting sesuai dengan keinginan kita.

Mudah bukan, semoga sedikit bermanfaat.