Perencanaan Wilayah Kota Bekasi 2010-2030

Setelah mengutak-atik optimasi dengan dasar sustainable development, tugas penelitian saya berikutnya adalah penerapan algoritma tersebut terhadap kebijakan wilayah kota Bekasi yang telah disetujui baik oleh walikota (waktu itu bapak Mochtar Muhammad) dan DPRD Kota Bekasi. Perencanaannya adalah pembuatan zona-zona wilayah: Komersil, Industri, Jasa, Tambang, Pemerintahan, Pemukiman Padat, Pemukiman Sedang, Pemukiman Rendah, dan ruang terbuka hijau (RTH). Rancangannya kira-kira sebagai berikut, diambil dari rencana tata kota Bekasi halaman 10.

Warna kuning muda, kuning, dan merah bata berturut-turut adalah perumahan kepadatan rendah, sedang, dan tinggi. Perumahan kepadatan tinggi memang dirancang untuk jenis perumahan vertikal. Sementara itu yang berwarna abu-abu adalah untuk industri, disusul berikutnya warna pink dan ungu yaitu untuk komersial dan jasa. Ada warna coklat di selatan kiri yaitu untuk tambang (berbentuk dua lingkaran), entah tambang apa, saya sepertinya harus mencari tahu.

Yang saya sedikit bingung adalah wilayah ruang terbuka hijau yang ditandai dengan warna hijau tua dan hijau muda, mengapa hanya sebesar itu? Memang di penjelasannya ruang terbuka ketika rancangan itu dibuat sebesar lebih dari 30%, tetapi luas sebesar itu diperbolehkan untuk dibangun menjadi rumah tinggal yang ujung-ujungnya akan mengurangi prosentasi tersebut. Memang sulit juga melarang penduduk untuk membuat rumah tinggal mengingat tanah itu memang tanah pribadi. Sebenarnya jika ingin OK, dapat meniru Singapura yang memaksa ruang terbuka 30% lebih dan penduduknya tinggal dalam rumah susun, seperti dapat kita lihat di situs street directory.

Lihat wilayah berwana hijau tua yang menandakan ruang terbuka hijau. Tapi memang sih, Singapura terpaksa membuat itu karena sekelilingnya negara lain, sementara Bekasi mengandalkan Bekasi kabupaten di sekelilingnya untuk ruang terbuka hijau, tetapi jika sekelilingnya tidak memperhatikan RTH, dan membangun seluruh lahan menjadi rumah (ekspansi orang kota Bekasi ke kabupaten), jadi sumpek juga dan suhu bisa tinggi seperti yang disindir oleh meme-meme bahwa Kota Bekas deket dengan matahari.

Sampailah saya tugas berikutnya, digitalisasi peta manual rencana tata ruang menjadi peta digital di atas agar bisa masuk ke algoritma yang sudah dirancang sebelumnya untuk optimalisasi. Gambar di atas adalah lokasi industri dan komersial. Untuk yang pengen tahu cara digitalisasi bisa lihat postingan saya sebelumnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s