Idrisi Taiga vs Selva

Idrisi merupakan perangkat lunak untuk mengelola data raster/image yang terkenal. Aplikasi ini sudah banyak digunakan terutama dalam jurnal-jurnal ilmiah. Kebanyakan digunakan untuk pemodelan pertumbuhan lahan yang dikenal dengan nama Land Change Modeler (LCM). Dua versi yang terkenal adalah “Taiga” dan “Selva”. Postingan singkat ini akan membahas plus minus kedua versi tersebut berdasarkan pengalaman yang dijumpai ketika memodelkan pertumbuhan lahan.

Walaupun terjadi sedikit konflik ketika kedua versi Idrisi tersebut diinstal bersamaan, tetapi tetap dapat dijalankan. Memang ada sedikit “hang” ketika beralih dari Idrisi taiga ke Selva, tetapi dengan menggunakan “task manager” window masalah itu dapat diselesaikan. Caranya adalah dengan men-“end task” proses idrisi yang “hang” tersebut. Untuk amannya sebaiknya membuka Idrisi di dua “account” windows yang berbeda, misalnya “user” dan “administrator”, atau user1 dan user2.

Idrisi Selva

Idrisi ini merupakan versi perbaikan dari Idrisi Taiga yang kaku. Kaku karena untuk mengelola dua jenis image, harus dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut (lihat penjelasan lengkap di situs resminya):

  • Spatial extent harus konsisten
  • Sistem proyeksi/reference harus konsisten
  • Resolusi piksel harus sama
  • Kategori legend harus sama
  • Nilai background harus nol
  • background harus sama

Salah satu keunggulan selva adalah fasilitas harmonize yang akan memandu pengguna ketika dijumpai dua image yang beda spesifikasi, biasanya “legend” yang kurang pas. Selain fasilitas tersebut, Selva menyediakan satu metode training model yaitu SimWeight. Motode tambahan ini sepertinya kurang begitu signifikan karena berdasarkan uji coba yang dilakukan oleh vendor Idrisi, metode MLP neural network mengungguli motede SimWeight dan Logistic Regression.

Idrisi Taiga

Versi Taiga mengharuskan pengguna memahami teknik-teknik dalam memanipulasi suatu image seperti Project, Reclass, Mathematical, dan sebagainya. Metadata yang tersedia (terletak di bawah Idrisi Explorer) sangat membantu untuk mengetahui struktur suatu Image.

Terjadi sedikit hambatan ketika menggunakan Idrisi Selva yaitu hasil training MLP ketika digunakan untuk memprediksi muncul pesan kesalahan. Tetapi anehnya ketika dijalankan dengan Idrisi Taiga dapat berjalan dengan normal. Training dengan logistic regression di Taiga dapat berjalan baik dan cepat, terutama ketika menggunakan jumlah driver yang banyak. Jadi untuk sementara saya masih menggunakan Taiga, walaupun terkadang menggunakan Selva karena kepraktisannya. Pilihan ada di tangan pengguna apakah menggunakan Taiga atau Selva atau berdasarkan Lisensi yang dimiliki (kebetulan kampus saya menggunakan versi taiga yang agak “jadul”). Yang saya suka dari Taiga adalah akses yang lebih cepat (membuka dan menutup aplikasi) dan tampilan GUI yang sepertinya lebih praktis (hanya sedikit).

Iklan

2 thoughts on “Idrisi Taiga vs Selva

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s