Tak Ada Lagi Ilmuwan “Superman”

Ketika kecil dulu saya sering membaca buku biografi ilmuwan-ilmuwan ternama seperti Isaac Newton, Einstein, dan kawan-kawan. Temuannya sangat fenomenal karena menginspirasi temuan-temuan lainnya. Dilanjutkan era Lutfi Zadeh dengan fuzzy-nya, atau Barners Lee dengan temuan teknologi untuk website, dan lain-lain. Di negara kita ada Prof. habibie, mantan menristek dan juga presiden ketiga kita. Setelah era Habibie, sepertinya negara kita rindu dengan sosok seperti dia ditandai beberapa informasi hoax tentang ilmuwan fenomenal yang sangat direspon baik oleh rakyat, walau akhirnya kecewa.

Superman – Superman Kecil

Untuk menghasilkan temuan-temuan baru saat ini sudah sangat sulit karena ilmu yang sudah “established”. Hanya beberapa parameter-parameter kecil suatu metode tertentu (dalam fuzzy, algoritma genetika, PSO, dan lainnya) dan terkadang untuk kebutuhan khusus tertentu. Dosen saya pun pernah mengatakan bahwa dulu, suatu disertasi seorang mahasiswa doktoral menciptakan satu jenis bahasa pemrograman, berbeda dengan saat ini yang baginya “biasa-biasa saja”.

Saat ini era interdisiplin dimana satu bidang ilmu bertemu dengan bidang lainnya untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. Tidak perlu ilmuwan-ilmuwan seperti penemu-penemu hebat seperti zaman dulu melainkan cukup pakar dengan keahlian khusus yang sanggup bekerja sama secara tim dengan pakar lainnya. Dengan demikian “superman-superman” kecil dibutuhkan, bukan hanya seorang “superman” yang super segalanya (walaupun patut disyukuri jika memang ada).

Aplikasi-aplikasi sederhana seperti Youtube, facebook, google dan aplikasi bisnis online lainnya, serta alat-alat komunikasi yang banyak beredar yang membantu kehidupan orang banyak, adalah hasil karya superman-superman kecil itu yang bekerja sama dalam satu timnya Zukenberg, Steve Job, Bill Gates, dan di Indonesia misalnya anak-anak muda seperti Nadiem Makarim dan lainnya.

Sharing

Saat ini adalah era-nya sharing, misalnya penggunaan kendaraan pribadi yang “nganggur” sebagai alat transportasi publik (gojek, grab, uber, dan lain-lain), rumah pribadi menjadi hotel (AirBnB), dan lein-lain. Suatu saat dalam dunia pendidikan dan penelitian pun demikian. Publikasi ilmiah, misalnya, merupakan salah satu sharing ilmu pengetahuan yang efektif. Selain itu aktivitas bersama oleh beberapa peneliti otomatis sudah menciptakan iklim berbagi. Pertemuan ilmiah merupakan ajang pertemuan para peneliti dalam mendiskusikan beberapa masalah yang diangkat. Syukurlah, aturan Ristek-Dikti yang menyamakan bobot penilaian seminar internasional dengan jurnal internasional, asalkan terindeks di pengindeks ternama (Scopus dan ISI Thomson).

Vitamin itu Bernama Hibah Penelitian

Industri dan bisnis membutuhkan peneliti-peneliti untuk meningkatkan profit mereka. Banyak permasalahan muncul dalam kolaborasi antara peneliti dengan industri/bisnis. Buku yang berjudul “university.inc” mengkritik kebijakan tertutup yang tidak mempublikasikan peneliti-peneliti yang berkolaborasi dengan dunia industri, terutama yang berkaitan dengan kemaslahatan bersama (pengobatan, kesehatan, dan sejenisnya). Walaupun dari sisi finansial si peneliti cukup untuk memperbaiki taraf hidupnya.

Untungnya Ristek-Dikti masih memberikan suntikan dana untuk hibah penelitian, dengan salah satu luaran (hasil) wajib adalah publikasi ilmiah (nasional terakreditasi atau internasional). Pemerintah pun bisa memilih dari sekian banyak proposal yang diajukan yang sekiranya bermanfaat untuk rakyat banyak, walaupun dalam prakteknya perlu dilakukan evaluasi terkait aturan yang memberatkan peneliti. Sebagai contoh, komputer yang kita gunakan saat ini menggunakan turing machine hasil riset yang didanai pemerintah Inggris untuk menghadapi kode-kode rahasia Jerman, yang hampir saja tidak jadi ketika dana yang dikeluarkan tak kunjung memberikan hasil. Setelah mengucurkan dana lagi akhirnya proyek itu berhasil dan sandi-sandi rahasia Jerman berhasil di-decode yang mengakhiri perang dunia kedua. Memang masalah pendanaan dalam suatu riset sangat sulit diprediksi besarnya, terkadang kurang terkadang lebih. Demikian kurang lebihnya postingan singkat ini. Yuk, jadi “superman” kecil.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s