Pindah Homebase Dosen

Beberapa waktu yang lalu ada kabar kepindahan rekan dosen ke kampus lain. Kasus pindahnya seorang dosen ke kampus lain banyak alasannya, dari alasan lokasi kerja yang jauh, tidak cocok dengan lingkungan dan gaji/insentif, hingga diterima menjadi ASN (departemen atau kampus negeri). Dari sisi internal, banyak ragam menyikapinya, dari yang oke-oke saja, hingga yang menggerutu. Banyak pula yang bertanya, bisa kah seorang dosen pindah ke kampus lain? bagaimana caranya? Apakah sulit dan lama prosesnya? Postingan kali ini berusaha menjelaskan prosesnya, tentu saja dari pengalaman diri sendiri dan orang lain, yang mungkin saja berbeda kasusnya.

Proses Pindah Homebase

Prinsipnya tiap dosen boleh pindah dari satu kampus ke kampus lainnya. Tetapi ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi. Ada baiknya membaca informasi dari kopertis, contohnya kopertis XII yang rajin menginformasikan suatu prosedur-prosedur, silahkan berkunjung ke situ. Aturan resminya dapat dilihat dari link berikut ini.

Ada dua jenis perpindahan yaitu antar kopertis, atau beda kopertis. Tapi tunggu dulu, ketika tulisan ini dibuat ada perubahan struktur yaitu kopertis yang berubah menjadi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLPT) yang menangani bukan hanya PTS tetapi PTN juga. Mungkin ada perubahan. Prinsipnya adalah jika dalam satu kopertis, surat pengantar perpindahan hanya di kopertis yang bersangkutan, tetapi jika beda kopertis harus melibatkan dua kopertis (tujuan dan asal) surat keterangannya. Yang terpenting adalah surat lolos butuh yang dikeluarkan oleh institusi asal.

Langkah terakhir dan penting adalah bagian PDPT kampus asal dan tujuan melakukan proses lolos butuh secara online. Caranya bisa dilihat di link ini, tentu saja tidak semua orang bisa mengaksesnya. Banyak kejadian, surat sudah beres tetapi karena bagian PDPT (sering disebut EPSBED) tidak memroses, maka tidak bisa pindah homebasenya.

Pengalaman Pribadi

Waktu itu saya dosen honorer di salah satu PTS di Jakarta. Ketika mendaftar jadi dosen tetap ternyata ditolak dengan alasan background pendidikan saya yang kurang OK untuk ngajar jurusan teknik informatika dan sistem informasi. OK-lah, akhirnya tetap ngajar tapi dosen honorer (sambil kerja utak-atik IT di bank). Tidak lama kemudian, ada rekan saya yang menawarkan menjadi dosen di tempat saya singgah sekarang, bukan hanya honorer, tetapi dosen tetap. Entah mengapa ada keinginan kuat untuk bekerja di sana walaupun gajinya hampir 1/3 dari kerjaan saya waktu itu di divisi IT sebuah bank nasional (pegawai kontrak). Karena memang saya yang “tidak diinginkan” di tempat saya mengajar honorer, mudah saja memperoleh surat lolos butuh. Dengan surat lolos butuh itu, kampus baru langsung mengurusnya, dua surat keterangan diperlukan yaitu dari kopertis 3 (asal) dan kopertis 4 (tujuan/baru). Selesai sudah. Tentu saja surat lolos butuh dikeluarkan dengan melihat apakah ada hutang, ikatan dinas, dan lain-lain yang bersifat legal/perdata.

Terus terang kepindahan saya karena merasa tertantang bahwa saya tidak memiliki skill yang cukup untuk mengajar di IT. Setelah mengambil S2, saya lanjut ke S3 (beasiswa DIKTI) dan ternyata bisa lulus di jenjang tertinggi IT, uniknya saya lulus tercepat seangkatan. Tentu saja secepat-cepatnya S3 ya lama juga (4 tahunan). Tadinya sih niatnya cuma penasaran saja apa benar saya tidak mampu mengikuti ilmu informatika, ternyata malah keasyikan di bidang itu.

Kepindahan Dosen Merugikan/Menguntungkan?

Sudah ada dua kali rekan saya yang pindah karena diterima mengajar di kampus negeri. Apakah merugikan? Tentu saja tidak. Justru malah itu membuktikan divisi SDM kampus sudah bekerja baik dan berhasil mendapatkan SDM-SDM yang berkualitas, terbukti diterima di PTN (PNJ dan POLBAN). Lagi pula keberadaannya walau beberapa saat sangat membantu dan menjadi “pelumas” kinerja dosen-dosen lainnya. Hanya saja SDM harus bekerja mencari dosen lagi, itu saja (kasihan kan kalau tidak ada kerjaan). Bagaimana supaya dosen betah? Ya kurangi kesenjangan dengan kampus lain (gaji, fasilitas, suasana, dan lain-lain). Toh secara default, dosen malas pindah-pindah kalau memang tidak kepepet buuaaanget. Menurut saya sih ..

Update: 2/2/18

Berikut link aturan (2016) untuk tatacara perpindahan dosen:

 

Iklan

18 respons untuk ‘Pindah Homebase Dosen

  1. Mohon maaf sblmnya kak, kk pindah hombase thn brp?? Soalnya rekan kerja sy skrg untuk pindah secara surat persuratan lengkap sdh resmi pindah, tp secara data di forlap, blm bisa. Alasan dr pengelola PDPT kampus yg menerima saat ini, sistemnya sdh beda. Malah menyuruh rekan saya utk langsung bertanya ke ristekdikti pusat 🤔😢😦 pdhl pindahnya sejak akhir 2017 desember. Mohon di balas ya kak.

    • kalau istri saya tahun lalu bisa berubah, padahal beda kopertis pula, dari kop3 ke 4. syarat: surat lolos butuh, bag pdpt kampus lama mengklik status keluar, butuh surat kop3 ke kop4, kampus penerima mengklik status masuk, beres dah. kemungkinan kasus mbak kampus asal belum mengklik keluar. mungkin saran bertanya ke ristekdikti pusat bisa dipertimbangkan, walaupun bisa saja nanya ke kopertis kampus asal.

  2. Mohon Informasinya, Jika Pindah Homebase dari PTS ke PTN apakah sama persyaratanya, jika beda mohon sebutkan, dan apakah untuk upload persyaratan data homebase dosen dari (PTS sebelumnya) atau (PTN penerima)….
    Mohon Informasinya
    Terima kasih

    • saya tidak begitu mengerti. dua rekan saya pindah (PTS) ke kampus PTN, syarat2 seperti biasa antara PTS dengan PTS. Bahkan ada kabar kalau PTS tidak mau membuat lolos butuh, CPNS dosen dibatalkan.

  3. Pak kalau misalnya kasus saya. saya ingin resign dari kampus saya sekarang. namun saya belum memiliki kampus tujuan. apakah ketentuannya harus ada kampus penerima dulu baru surat lolos butuh itu bisa diterbitkan? terus jika kita sudah punya surat lolos butuh sedangkan di pdpt belum mengklik status keluar, berarti status kita masih sebagai dosen tetap di PTS yang bersangkutan?
    mohon informasinya,
    terima kasih.

    • apakah ketentuannya harus ada kampus penerima dulu baru surat lolos butuh itu bisa diterbitkan? ga harus, kecuali kampus asal nanyain pindah ke mana.
      jika kita sudah punya surat lolos butuh sedangkan di pdpt belum mengklik status keluar, berarti status kita masih sebagai dosen tetap di PTS yang bersangkutan? dulu ya, coba tanya ke bagian PDPT, dengar2 sepertinya sekarang kalau kampus tujuan accept, status langsung pindah otomatis, coba tanya lagi.

  4. Jika saya ingin ikut penerimaan CPNS Dosen PTN kapan kah saya harus mengurus surat lolos butuh dari PTS asal (tempat saya mengajar sekarang). sebelum ikut tes atau setelah lulus tes cpns??

  5. Pak, mohon infonya untuk pindah homebase dari PTKIS ke PTN. PTKIS kan dibawah KOPERTAIS nya Kemenag, berarti untuk rekomendasinya minta ke KOPERTAIS ya pak? Apakah prosedurnya akan sama dengan KOPERTIS? Terimakasih

  6. Assalamualaikum..

    Pak Rahmadya saya mau tanya.. saya baru pindah home base dosen ke kopertis 3 sebelumnya di kopertis 4.. per bulan februari 2018 surat rekomendasi sudah keluar dari kopertis 3.

    Namun, sampai sekarang nama saya masih tertera di forlap pada kampus yg lama yakni di kopertis 4. Saya sudah berulang kali menanyakan kepada operator kampus sekarang katanya sudah di upload dsb,, nyatanya saya cek di forlap masih belum pindah.

    Pertanyaan saya (mohon maaf untuk berkenaan dalam menjawab sesuai dengan pengalaman atau sepengetahuan bapak saja)

    1. Bagaimana jika saya mengikuti CPNS, karena saya merasa tidak ada kejelasan pada kampus sekarang?
    2, Sedangkan saya sampai sekarang belum dijadwalkan mengajar di fakultas tempat sekarang.

    Terima kasih.

    Wassalam

    • kalau lolos butuh sudah ada ya ga masalah ikut CPNS. yg berat itu lolos butuh dari kampus lama. Kabarnya ada yang CPNS dosen PTN tetapi PTS ga mau mengeluarkan surat lolos butuh, akhirnya sampai batas waktu CPNS tidak diangkat jadi PNS dosen PTN.

      • terima kasih atas jawaban yang bijaknya pak..

        Namun, permasalahannya adalah kampus tempat saya yang sekarang, operator mengatakan bahwa sudah diupload ke forlap.. tapi nyatanya di forlap masih di kampus yang lama..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s