Metode Menentukan Bobot pada Multi-Criteria Selain Pairwise Comparison (AHP)

Untuk mencari lokasi yang cocok untuk penggunaan lahan tertentu, optimasi rancangan, dan sejenisnya ada empat metode yang terkenal: ranking, rating, trade-off, dan pairwise. Cara penggunaannya dapat dilihat pada artikel berikut ini, dalam jurnal teknik sipil.

Di bagian kesimpulan, ketika faktor biaya, waktu dan kemudahan penggunaan menjadi perhatian maka metode ranking, rating, dan trade-off layak untuk digunakan. Tetapi ketika faktor akurasi dan fondasi teoritis yang menjadi perhatian maka metode pairwise yang biasanya dengan analytic hierarchy process (AHP) digunakan, dengan software yang terkenalnya “expert choice”.

Kelemahan multi-criteria dalam menentukan kesesuaian (suitability) terhadap suatu hal adalah sangat bergantung dengan penentuan bobot seperti diutarakan dalam presentasi oleh ESRI (vendor dari ArcGIS) berikut ini:

Semoga postingan ini bisa bermanfaat, terutama saya sendiri baru saja menjawab pertanyaan mengapa menggunakan metode pairwise tidak dengan metode yang lainnya.

Referensi:

http://www.iaeme.com/MasterAdmin/UploadFolder/IJCIET_06_11_012-2/IJCIET_06_11_012-2.pdf

https://maps.uky.edu/esri-uc/esri_uc_2k12/Files/130.pdf

Iklan

Revisi Lagi .. LiDAR vs RADAR

Kejadian tahun lalu terulang lagi dimana ketika asyik liburan ada tulisan yang harus direvisi. Kalau dulu artikel di jurnal internasional, kali ini disertasi yang dicek oleh external examiner, yaitu profesor dari luar kampus. Lumayan banyak, walaupun secara keseluruhan disetujui (satisfactory and meets the normal requirements for a doctoral dissertation), tetapi ada hal-hal yang perlu pemikiran karena bukan bidang saya.

Sebagai contoh, pada revisi keenam diminta menjelaskan maksud LiDAR (light Imaging Detection and Ranging) “more accuracy and wider range” dibanding RADAR (Radio Detection and Ranging). Sebenarnya saya mensitasi dari text book, tetapi ternyata tidak hanya mensitasi, harus tahu juga maksudnya. Untungnya banyak referensi yang beredar.

Panjang Gelombang RADAR dan LiDAR

LiDAR dikatakan lebih akurat dibanding RADAR karena bisa mendeteksi obyek yang kecil karena penggunaan spektrum panjang gelombang yang lebih pendek (short wavelength). Gambar di bawah saya unduh dari sini, lumayan jelas perbandingan antara microwave yang digunakan RADAR dengan infra-red yang digunakan LiDAR.

Jika microwave jangkauannya dari 1 mm hingga 1 meter, ternyata infra merah lebih pendek lagi yaitu antara 1 mikrometer hingga 1 mm, artinya lebih pendek dari microwave yang digunakan RADAR. Sementara maksud “wider range” artinya pandangan yang lebih luar (large field of view) yang dimiliki LiDAR: lebih lebar dari RADAR. Informasi ini saya ambil dari situs ini.

Yah, begitulah, ikuti saja, namanya IT kan pensuport bidang lainnya. Terkadang ke GIS, environment, hingga penginderaan jarak jauh (remote sensing). Ada informasi ternyata RADAR dan LiDAR sedang berkompetisi untuk digunakan oleh mobil tanpa awak, dimana Tesla dengan RADAR sementara Google dengan LiDAR walau dipasang juga RADAR karena mampu menembus kabut (Jadi inget waktu kuliah 6 tahun di mesin UGM dulu).

Tip n Trik Publikasi Jurnal

Tip n Trik bisa berarti taktik dan strategi. Mirip dengan permainan catur. Jika strategi adalah rencana garis besar, taktik adalah rencana yang detil. Biasanya strategi dijalankan ketika lawan yang sedang “jalan”, sementara taktik ketika kita yang sedang “jalan” dan harus melangkah. Di saat liburan ini dapat diibaratkan kita tidak dipaksa melangkah, jadi sebaiknya berfikir strategi. Ketika piknik, jalan-jalan, tidak ada salahnya membiarkan fikiran bebas mengatur strategi. Begitu juga tugas-tugas penelitian dan publikasinya, baik yang didanai (hibah) maupun yang mandiri.

Strategi

Terkadang strategi yang tepat hasilnya optimal. Pemilihan jurnal tujuan, penggunaan alat-alat bantu penulisan artikel (mendeley, grammarly, google, dan lain-lain). Tidak jarang tulisan yang baik tidak lulus tetapi tulisan yang biasa-biasa saja diterima (accepted) karena memilih jurnal sasaran yang tepat. Tulisan mungkin sudah berbobot, tetapi jurnal sasaran permintaannya lebih berbobot lagi, alhasil tidak/belum diterima. Mengevaluasi bobot tulisan terkadang penting juga, dan di sini pengalaman dalam publikasi menentukan kemampuan tersebut.

Taktik

Taktik di sini berupa langkah-langkah detil, prosedural dan biasanya linear. Pemahaman terhadap proses publikasi (submit, editorial, review process, dan decision) sangat perlu. Terutama proses berapa lama antara submit dengan publish karena ada jurnal yang sampai 2 tahun (bahkan ada yang 9 tahun) proses hingga publish. Di sini letak proses pembuatan manuskrip artikel yang akan dikirim. Ada baiknya artikel ditulis bersamaan dengan proses penelitian, jangan ditunda sampai penelitian selesai.

Research Camp

Terkadang ikut grup Whatsapp bermanfaat juga. Banyak ilmu yang dishare di sana, walaupun terkadang ada juga hal-hal yang tidak penting, bahkan cenderung memprovokasi tema-tema tertentu yang berkaitan dengan politik. Tetapi asal kita ambil yang baiknya saja, sepertinya tidak masalah dan bermanfaat. Salah satunya adalah research camp tentang publikasi ilmiah. Berikut ini adalah tip n trik yang dishare. Sayang tidak ada nama pembuatnya, semoga yang bersangkutan mendapat pahala karena pengalaman yang diberikan lewat slide ini:

Khusus mengenai SCIHUB, yang menyediakan jurnal-jurnal gratis, sepertinya agak ilegal. Banyak cara lain, yaitu dengan meminta share dengan pengarang aslinya lewat “researchgate”, atau memesan ke teman yang studi lanjut, yang biasanya kampusnya berlangganan. Sekian semoga berfaedah.

Konversi Universal Transverse Mercator (UTM) ke Latitude – Longitude

Repot juga kalau berhubungan dengan sistem proyeksi. Biro Informasi Geospasial (BIG) atau yang dulu dikenal dengan Bakosurtanal terkadang menyediakan dua versi koordinat yaitu UTM dan lintang/bujur. Ketika memperoleh file SHP yang berformat UTM, mudah untuk dimanipulasi (misalnya untuk optimasi), tetapi harus dikonversi kembali ke lintang dan bujur jika ingin ditampilkan di Googla Map yang berformat lintang dan bujur (lihat post sebelumnya).

Untungnya Matlab menyediakan konversi dari UTM ke lintang/bujur yang cukup akurat di situs resminya. Berikut ini contoh fungsi utm2ll yang tinggal dicopas dan simpan dengan nama utm2ll.m:

Misalnya saya impor dengan fungsi shaperead file SHP yang berkoordinat UTM (lihat cara menggunakan shaperead). Kemudian saya jalankan fungsi UTM2LL tersebut yang berisi parameter sumbu x,y zona (untuk contoh ini 48S yang diisi dengan -48, negatif karena di selatan). Sementara datumnya ‘wgs84’. Ambil satu contoh titik pertama:

  • >> real(1,:)
  • ans =
  • -6.2620 106.9955

Di ArcGIS sebenarnya ada fasilitas mengkonversi langsung, tetapi ketika saya impor ke Matlab shapefile-nya, angkanya masih tetap UTM. Tetapi bisa digunakan untuk menguji apakah hasil konversinya benar. Perhatikan jawaban titik pertama di atas (-6.2620 106.9955) yang ditunjukan pada (1) sama dengan koordinat lintang/bujur (2) pada gambar di bawah ini.

Selesai juga masalah konversi dari UTM (720779.301055732, 9307408.86579029) menjadi Latitude-Longitude (-6.2620 106.9955). Semoga bermanfaat.

Menampilkan Data Spasial Web-based dengan Google Map API

Google menyediakan fasilitas online untuk melihat peta lokasi suatu wilayah. Banyak fasilitas yang diberikan baik dalam format peta biasa (Map) maupun citra satelit (Satellite). Bahkan bisa juga melihat lokasi jalan dengan memanfaatkan fasilitas Google Street View yang menempel di Application Programming Interface (API) Google Map.

Membuat Kode Sederhana

Sebelum masuk ke sistem basis data, ada baiknya bisa menampilkan terlebih dahulu Google map pada aplikasi web-based yang akan kita buat. Buka saja teks editor ringan, notepad untuk mengetikan kode HTML singkatnya. Copas saja kode berikut dalam notepad:

Ketika menyimpan, seperti biasa pilih ekstension “All”, jangan gunakan defaultnya (*.txt). Kemudian beri nama dengan tambahan di belakangnya .html.

Setelah disimpan, buka file HTML tersebut. Jangan lupa program yang membukanya adalah browser (ie, mozilla, chrome, dll). Kalau tidak otomatis terbuka, klik kanan dan pilih “open with” yang sesuai.

Tombol (1) untuk menampilkan format satelit atau peta biasa dan tombol (2) untuk melihat Street View dengan men-drag simbol orang ke jalan yang ingin dilihat citranya.

Ketika men-drag simbol orang, tampak jalan berwarna kebiruan. Itu tandanya lokasi yang sudah difoto oleh mobil Google. Hasilnya tampak seperti gambar di bawah ini:

Tinggal berikutnya adalah mengkoneksikan ke sistem basis data, misalnya mysql, untuk menampilkan lokasi-lokasi yang ada di database kita. Semoga bermanfaat.

Natural Language Processing

Natural Language Processing (NLP) merupakan istilah lain dari computational linguistic dimana bahasa dikenali atau diproses dengan bantuan komputer. Tentu saja perlu pemahaman yang baik tentang teori bahasa yang melibatkan tata bahasa (grammar), semantik dan fonetik. Bahasa sendiri terdiri dari dua pokok yaitu berbicara (speaking) dan bacaan/tulisan (text).

Peran Machine Learning

Ada istilah classical computational linguistic. Istilah klasik berarti menggunakan komputasi model lama. Model lama di sini memang karena sudah dikembangkan sejak dulu. Teori bahasa dan otomata merupakan induk dari metode komputasi klasik. Sempat juga belajar, dari otomata, teori bahasa formal, hingga mesin turing. Sulit juga ternyata, karena melibatkan teorema-teorema yang tidak disukai oleh orang teknik (misalnya: for all .. there exist … dan sejenisnya), mungkin kalau orang MIPA sudah terbiasa.

Perkembangan yang lebih modern melibatkan statistik, sehingga dikenal dengan Statistical Natural Language Processing. Statistik mulai diterapkan dalam NLP karena melibatkan data-data yang berukuran besar sehingga melibatkan teori-teori statistik dalam komputasinya. Teori-teori probabilitas sangat penting karena berguna dalam melakukan suatu inferensi/perkiraan. Tetapi karena karakter bahasa yang fleksibel dan terkadang melibatkan hal-hal yang tidak pasti, tidak lengkap, dan sejenisnya yang sulit dikelola dengan statistik, membuat peran fuzzy dan teori-teori soft computing lainnya kian penting. Akibatnya peran machine learning dalam NLP saat ini kian penting. Dalam penerapannya machine learning biasanya digunakan untuk menangani data teks dan membuat suatu sistem yang menyerupai manusia dalam bekerja dengan bahasa alami.

Deep Learning dalam NLP

Saat ini Jaringan Syaraf Tiruan (JST) lebih disukai untuk mengelola NLP karena memiliki karakteristik yang robust. JST itu sendiri merupakan komponen utama dari subyek deep learning, yaitu JST yang melibatkan lapisan yang banyak (multilayer). Lihat post terdahulu tentang apa itu deep learing.

Penerapan dan Riset NLP Saat Ini

Jadi kesimpulannya, saat ini riset tentang NLP berkecimpung dengan machine learning yang mengelola input berupa teks dan output yang berupa bahasa yang semirip mungkin dengan manusia (natural language). Bidang ini dapat diterapkan ke dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) dalam mengelola naskah-naskah yang menjadi alat komunikasi antara siswa dengan tutor online. Dulu sempat jadi proposal disertasi saya sebelum beralih ke data spasial. Siapa tahu ada yang berminat dan mencoba melakukan riset PJJ (lihat riset tentang ini) yang melibatkan machine learning atau soft computing. Jawaban siswa yang menjiplak, absen online, dan lain-lain dapat ditangani dengan cepat dan akurat lewat bantuan soft computing. Semoga pembaca tertarik.

Referensi:

https://machinelearningmastery.com/natural-language-processing/

Online Education Research

Riset tentang pendidikan jarak jauh (PJJ) melibatkan banyak bidang ilmu (multidisiplin). Karakternya yang banyak melibatkan ilmu sosial membuat tiap tempat berbeda karakternya, sehingga melibatkan institusi-institusi tiap negara. Lihat postingan terdahulu tentang webinar (seminar online) PJJ. Beberapa hari yang lalu ada kiriman buku tentang riset pendidikan daring di Indonesia, cocok untuk yang ingin memulai riset di bidang ini.

Setelah membaca sekilas banyak informasi-informasi yang diberikan dalam buku itu. Kalau pun tidak detil, pembaca bisa membaca rujukan yang disertakan, kebanyakan berupa paper ilmiah (jurnal internasional). Jangan takut, banyak cara untuk mengunduh jurnal-jurnal yang berbayar tersebut. Berikut informasi yang diberikan:

  • Riset PJJ di Indonesia, bahkan di Asia, masih sangat kurang. Kebanyakan oleh negara-negara maju seperti AS, Australia, dan Eropa.
  • Banyak jurnal-jurnal rujukan yang disertakan (dalam tabel) yang bisa kita baca lebih lanjut setelah mengunduh paper tersebut. Cocok untuk yang ingin membuat proposal disertasi/studi lanjut s3.
  • Disertakan teori-teori pembelajaran (walau secara umum) sebagai referensi.
  • Dijelaskan teknik-teknik untuk riset (jenis-jenis riset, teknik pengambilan data, dan lain-lain)
  • Ada pembekalan dalam menulis artikel ilmiah (memilih jurnal sasaran, mengatur tulisan-tulisan yang disubmit, dan pengertian-pengertian tentang submit, minor/major revision, dan lain-lain)
  • Strategi untuk mengaplikasikan PJJ di Indonesia agar lebih efektif

Apapun saat ini sudah mulai di-online-kan. Mau tidak mau kita harus mengerti konsepnya, begitu juga dengan para dosen dan pengajar, konsep e-learning harus dikuasai. Ada tiga sisi dalam diri seorang dosen: Peneliti, Pengajar/pendidik, dan Pengabdi. Jadi riset untuk meningkatkan pengajaran jangan dilupakan juga. Semoga bermanfaat.