Mengatasi Masalah Ponsel Booting Terus (Looping)

Gara-gara HP dipakai anak main game terus, akibatnya tidak berhasil restart. Sebelumnya memang saya lihat kapasitas system sudah penuh. Namun terlambat, HP rusak duluan. Biasanya saya menggunakan cara lama yaitu hard reset factory tapi ternyata gagal. Repotnya saya jadi tidak bisa lihat dan update WA, terutama WA perkuliahan.

Banyak panduan di youtube yang menyarankan, salah satunya adalah tidak ada cara lain selain mengisi ROM dengan cara flash, yaitu mengisi dari aplikasi pengisian flash ke handphone. Aplikasi yang terkenal dan banyak digunakan saat ini adalah ODIN.

Mengunduh File Firmware

Untuk mengisi flash, perlu mencari file firmware yang cocok dengan versi HP kita. Repot juga, karena saya lupa versi HP (bukan nama pasaran). Akhirnya ketemu juga, SM-N750. Cari di internet fasilitas untuk mengunduhnya yang gratis, karena kebanyakan berbayar. Ada tiga file yang dibutuhkan selain firmware:

  • Driver HP, dalam kasus saya Samsung Driver
  • Aplikasi pengisi (flashing), saya pilih ODIN
  • Firmware
  • Instal Driver Samsung.

Sebelumnya saya salah mengunduh firmware yang harusnya N750 tapi N900, ketika diflash ODIN memberi informasi Fail. Jika sudah masuk langkah berikutnya.

Masuk ke Mode Download Firmware

Firmware adalah software yang berasal dari pabrik perangkat keras yang tersimpan di ROM (sejenis flashdisk dalam HP). Langkah yang dilakukan untuk HP Samsung adalah (untuk HP lain mungkin berbeda):

  • Tekan Volume Down + Power Button + Home Button. Nanti akan muncul Warning, yang memang benar-benar warning. Relakan data Anda jika hilang, kalau takut hilang backup saja, atau pergi ke tukang servis HP. Jika hilang tidak masalah, lanjut berikutnya.
  • Tekan Volume Up. Nanti akan muncul robot starwar (maksudnya Android). Colok ke laptop dengan kabel ori (bukan kabel abal-abal) karena akan digunakan untuk high speed transfer.

Masuk ke Aplikasi ODIN

Jalankan ODIN dengan mengklik file exe nya. Tidak perlu install karena akan langsung terbuka. Pastikan ketika kabel USB dari HP ditancap ke Laptop, ada informasi ADD di ODIN, jika tidak berarti ada masalah dengan driver, atau tunggu sampai proses instal driver (plug-n-play) selesai.

Secara default Auto Reboot dan F. Reset Time tercentang. Biarkan saja. Kita tinggal mengklik AP di File (Download). Di sini kita membrowsing ke lokasi file MD5, atau dikenal dengan nama PDA. Oiya, pastikan rar diekstrak. Lanjutkan dengan menekan Start, setelah menunggu lumayan lama (beberapa menit) aplikasi ODIN memverifikasi file MD5 tersebut. Jika Fail, berarti firmware tidak cocok, jika cocok maka akan berlanjut hingga Pass, yang artinya selesai. HP akan booting dan masuk ke menu inisiasi seperti layaknya HP baru.

Akhirnya selesai juga masalah, dan tidak perlu keluar uang untuk servis HP. Oiya, jurusan teknik komputer itu berkaitan antara hardware dan software, seperti kasus ini. Lihat tampilan video singkat di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Referensi

zon3-android.net/flashing/samsung/cara-flashing-samsung-galaxy-note-3-neo-sm-n750.html

Iklan

Memodelkan Suspensi

Dosen/M.Kul/Ruang/Jurusan: Rahmadya,PhD/T.Pemodelan&Simulasi/Lab.Software/T.Komputer D3

Salah satu hal tersulit dari pemodelan adalah membuat sesuatu yang ingin dimodelkan menjadi model matematis. Konversi menjadi model ini dikenal dengan istilah abstraksi. Tentu saja kita tidak bisa membuat model matematis yang sangat menyerupai kondisi fisik. Tetapi jika kita mampu mengekstrak hal-hal penting menjadi model matematis, insya Allah kita bisa membuat model yang menyerupai kondisi real dari sistem yang kita modelkan.

Model Suspensi

Diperlukan beberapa variabel untuk memodelkan suspensi sederhana yaitu massa, konstanta pegas dan konstanta peredaman. Gambar berikut memperlihatkan suspensi sederhana.

Inputnya adalah gaya dari struktur jalan yang berefek pada translasi/perpindahan (variabel y) yang setara dengan gaya perlawanan pegas dan peredam. Persamaan kemudian dikonversikan menjadi persamaan Laplace agar persamaan differensial tersebut dapat diselesaikan.

Mungkin video berikut bisa sedikit menjelaskan langkah-langkah membuat model matematis dari model fisik.

Membuat Aplikasi

Berikutnya adalah membuat program untuk mensimulasikan parameter pegas dan redaman agar dihasilkan respon yang pas (tidak terlalu “bumpy” atau keras). (Video tutorial lihat grup WA). Semoga bermanfaat.

 

 

Menampilkan Citra Kecil dengan Fungsi IMSHOW Matlab

Citra biasanya ditampilkan dari file gambar (jpg, bmp, tiff, dan sejenisnya). Tetapi di Matlab, citra bisa juga ditampilkan dari matriks. Berikut ini contoh matriks yang menampilkan angka 7 segment. Buka Matlab, arahkan Current Directory ke folder yang sudah kita persiapkan dan ketik matriks yang menyatakan angka “empat” berikut ini:

  • >> empat=[1 0 1;1 0 1;1 1 1;0 0 1;0 0 1]
  • empat =
  • 1 0 1
  • 1 0 1
  • 1 1 1
  • 0 0 1
  • 0 0 1

Perhatikan angka satu di matriks di atas menunjukan formasi angka 4. Untuk melihat bentuknya dengan jendela baru, gunakan fungsi imshow().

Namun masalahnya adalah bentuknya kecil sekali. Oleh karena itu perlu ditambahkan parameter InitialMagnification untuk memperbesar citra hasil fungsi tersebut. Berikut ini contohnya:

>> imshow(empat, ‘InitialMagnification’, 5000)

Perhatikan angka di atas, yang berwarna putih adalah angka “1” pada matriks empat yang telah dimasukan sebelumnya. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Kurikulum Teknik Komputer

Association for Computing Machinery (ACM) dan Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) membuat panduan (report) tentang materi yang harus dipelajari (kurikulum) untuk jurusan-jurusan:

  • Teknik Komputer (Computer Engineering)
  • Ilmu Komputer (Computer Science)
  • Sistem Informasi (Information System)
  • Teknologi Informasi (Information Technology)
  • Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering), dan
  • Model di Masa yang akan datang (Future Model)

Karena kebetulan homebase saya di teknik computer (TK), postingan ini sedikit banyak membahas jurusan tua tersebut. Tahun 2004 ACM/IEEE membuat panduan kurikulum jurusan tersebut, tetapi kemudian direvisi mengikuti perkembangan teknologi pada tahun 2016 yang lalu. Yang dilaporkan panduan tersebut adalah:

  • Body of Knowledge (BoK)
  • Mata kuliah yang melingkupi BoK
  • Kebutuhan Inti jurusan
  • Karakteristik lulusan jurusan teknik komputer

Perkembangan Teknik Komputer

Jurusan TK merupakan hasil evolusi dari teknik elektro dan ilmu komputer. Pertama kali dibentuk untuk menyediakan tenaga terampil dengan spesialisasi logika digital, perancangan prosesor dan sistem komputer. Namun kemudian berkembang mengikuti evolusi yang berkembang dari jurusan ilmu komputer. Di panduan tersebut dibahas juga perkembangan TK di China, yang saat ini membagi jurusan ICT menjadi tiga: computer systems organization, computer applied technology, dan computer software and theory. Sementara itu di Inggris, beberapa kampus seperti University of Manchester menutup jurusan tersebut, waw.

Body of Knowledge Teknik Komputer

Struktur BoK terdiri dari Knowledge Area (KA) yang kemudian dipecah lagi menjadi Knowledge Units (KUs). KUs ini membahas outcome dari pembelajaran yang harus dicapai. BoK TK terdiri dari 12 KA antara lain:

  • CAE Circuits and Electronics
  • CAL Algoritma Komputasi
  • CAO Arsitektur dan Organisasi Komputer
  • DIG Disain Dijital
  • ESY Sistem Tertanam
  • NWK Jaringan Komputer
  • PPP Keprofesian
  • SEC Keamanan Informasi
  • SGP Pemrosesan Sinyal
  • SPE Rekayasa sistem dan proyek
  • SRM Manajemen Sumber Daya
  • SWD Perancangan software

Sementara itu rincian KA beserta KUs-nya silahkan lihat di halaman 25 panduannya. Beberapa mata kuliah sepertinya sulit dijalankan di kampus swasta dengan dana pas-pasan. Oiya, di panduan tersebut ada pembahasan rinci tentang laboratorium yang harus disediakan antara lain:

  • Circuits and electronics (wajib)
  • Arsitektur dan disain komputer (tambahan)
  • Pemrosesan sinyal (tambahan)
  • Disain Sistem digital dan logika (wajib)
  • Sistem Tertanam (wajib)
  • Pengenalan rekasyasa (disarankan)
  • Jaringan (disarankan)
  • Disain software (disarankan)
  • Disain proyek akhir (wajib)

Unik juga, ternyata jaringan bukan praktek wajib, melainkan hanya disarankan. Silahkan baca untuk yang TI, SI, dan ilkom. Sekian, semoga bermanfaat.

Manajemen dan Strategi Informasi Perusahaan-Perusahaan Besar

Ketika membenahi buku-buku lawas yang berantakan, saya menemukan buku yang digunakan untuk perkualiahan IT strategy. Perkuliahan S2 tersebut “lumayan”. Maksudnya sulit dimengerti karena ada unsur “mengantuk”nya. Maklum temanya berat karena masih agak asing. Di tahun 2008 memang era disrupsi belum dimulai (atau mungkin sedang dimulai). Buku berjudul “Corporate Information Strategy and Management, 7 edition – Text and Cases” tersebut dikarang oleh Lynda M. Applegate, dkk, yang merupakan dosen harvard business school.

Ketika membacanya, buku terbitan tahun 2005 itu memang berbahasa Inggris “level atas”. Ditambah dengan banyak studi kasus, membuat kepala pening. Padahal niatnya ingin dapat nilai sekadarnya dan lulus master sebagai prasarat minimal jadi seorang dosen. Namun saat ini, ketika membacanya kembali ada sedikit kekaguman. Ternyata bagus juga bukunya dalam mengulas secara detil kasus per kasus.

Sedikit Ringkasan di Modul – 1: Business Impacts

Banyak studi kasus yang diberikan modul 1, biasanya cerita sukses penggunaan IT dalam mempertahankan kinerja perusahaannya. Tapi ada satu kolom yang ditulis oleh Nicholas G. Carr (ditulis dalam majalah Financial Times tahun 2001). Isinya kira-kira sebagai berikut:

Penerapan CPU dalam Silikon Kecil

Waktu itu, di tahun 68, seorang peneliti di Intel, Ted Hoff, mampu menyisipkan prosesor dalam silikon kecil. Sejak itulah pembuatan komputer berukuran kecil membanjiri pasaran. Dari penggunaan anggaran 5%, 15%, dan terus hingga 50% perusahaan-perusahaan AS digunakan untuk sarana dan prasarana IT.

IT Sebagai Penentu Kesuksesan

Banyak perusahaan-perusahaan besar yang memiliki sarana dan prasarana IT yang baik mengungguli perusahaan-perusahaan lain yang kurang memiliki sarana tersebut. Hal ini berlangsung cukup lama. Namun lama kelamaan akibat teknologi IT yang terus berkembang, sarana dan prasarana IT menjadi sangat murah dan semua perusahaan mampu membelinya. Ini menimbulkan sedikit gejolak baru.

Menghilangnya IT Sebagai Penentu Kesuksesan

Mirip kejadian era setelah revolusi industri. Ketika itu banyak perusahaan-perusahaan kuat memiliki jalur distribusi sendiri, seperti kereta api, pasokan daya listrik, bahkan jalan khusus pabrik tersebut. Namun berkembangnya teknologi kelistrikan dan elektronik. Munculnya perusahaan-perusahaan jasa pengiriman, memunculkan dibangunnya sarana dan prasarana untuk umum. Sehingga tiap perusahaan bisa menggunakannya, istilah saat ini adalah share infrastruktur. Begitu pula yang terjadi dalam IT yang masuk ke dunia online. Tidak ada lagi saat ini yang menggunakan infrastruktur IT yang full terisolasi, yang berpotensi menuntut biaya tinggi.

Terlalu Banyak Hal-Hal yang Baik

Tulisan tersebut diakhiri dengan satu kekhawatiran. Memang waktu tulisan itu ditulis, dunia online belum begitu tampak. Amazon, Alibaba, Gojek, Grab, dan sejenisnya belum tampak. Atau bahkan beberapa pendiri masih sekolah. Namun dengan analogi era setelah revolusi industri, sepertinya akan terulang lagi. Bahkan, sejarawan D.S. Landes memprediksi adanya ketidakpastian akibat penerapan teknologi IT yang terus berkembang dan kian sempurna.

Demikian, kolom singkat di modul-1 yang bagi saya sangat menarik. Menarik di sini karena tulisan itu bisa meramal kondisi 10 tahun kemudian dimana saat ini banyak perusahaan-perusahaan raksasa tumbang akibat perkembangan pesat teknologi informasi. Sekian, semoga bisa menginspirasi.

Mendaftarkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI) Suatu Ciptaan

Berbeda dengan mendaftar hak patent yang lebih sulit, bahkan pendingnya bisa bertahun-tahun, mendaftar hasil ciptaan di negara kita lebih mudah. Kementerian yang bertanggung jawab mendata hasil ciptaan adalah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), khususnya Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Prosesnya sangat cepat, kurang dari seminggu untuk karya tertentu, namun manfaatnya cukup besar terutama jika di kemudian hari ada yang menjiplak. Posisi jadi lebih kuat jika kita sudah mendaftarkan/mencatatkan hasil ciptaan di kemenkumham.

Salah satu hal yang mempercepat proses pencatatan adalah tersedianya fasilitas online, dengan nama e-Hak Cipta Kekayaan Intelektual (lihat link resminya untuk registrasi). Butuh satu hari untuk verifikasi akun kita. Jika sudah, kita siap mendaftarkan ciptaan kita dengan terlebih dahulu login dengan akun yang telah diverifikasi.

Isi permohonan baru jika ingin mendaftarkan ciptaan. Setelah itu dilanjutkan untuk mengisi data-datanya. File-file yang harus disiapkan untuk diunggah antara lain:

  • Scan NPWP
  • Scan KTP
  • Scan Pernyataan Bermaterai
  • File Ciptaan (Foto, Bagan, Manual, dll)

Jika sudah diupload, tunggu dicek oleh pihak e-HKI dengan terlebih dahulu membayar dengan biaya antara 400 hingga 600 ribu. Khusus UMKM ada keringanan biaya (hampir separuhnya).

Tunggu beberapa hari untuk menunggu pengesahan oleh pihak e-Hakcipta. Jika sudah disetujui, file HKI bisa diunduh langsung sebelum menerima berkas aslinya.

Untuk panduan lengkapnya silahkan unduh berkas panduan resminya dari link berikut. Selamat mendaftar ciptaan, semoga bermanfaat.

Menggunakan RDBMS untuk Pemrograman Berbasis Obyek

Di ruangan tampak buku-buku analisa disain yang lumayan tebal. Kebanyakan tentang analisa dan disain sistem berorientasi obyek. Buku yang ternyata milik rekan yang digunakan ketika ambil S2 belasan tahun yang lalu itu cukup menarik dan “wajib” dibaca oleh pemerhati mata kuliah analisa dan disain sistem informasi, khususnya yang tertarik dengan pemrograman berbasis obyek.

 

Ada satu bab yang menarik yaitu pembahasan mengenai penggunaan RDBMS ketika mengimplementasikan pemrograman berbasis obyek. Ivar Jacobson, pengarang buku berjudul “Object Oriented Software Engineering” sekaligus salah satu pencetus UML menyarankan beberapa teknik berikut ini.

  • Problem utama ketika menerapkan konsep obyek ke sistem basis data relasional adalah masalah impedansi. Di sini aplikasi berbasis obyek harus melekat dengan basis data. Padahal konsep RDBMS bebas platform aplikasi. Untuk itu perlu mengurangi kelekatannya dengan sedikit mengatur pentabelannya.
  • Konversikan atribut menjadi field atau kolom dalam tabel. Jika tidak cukup, buat satu tabel baru yang mengakomodasi atribut yang kompleks yang dimiliki oleh aplikasi berbasis obyek.
  • Instansiasi pada aplikasi berbasis obyek dikonversikan menjadi record atau baris pada tabel RDBMS.
  • Ketika dijumpai satu relasi [0..N], buat satu tabel baru dengan kunci diambil dari bagian yang bukan “many”. Kasus ini sering dijumpai ketika membuat tabel “detil pemesanan” ketika dijumpai jumlah pesanan yang lebih dari satu untuk satu orang pelanggan.
  • Kasus yang terberat adalah masalah inheritance dimana ada sedikit sudut pandang dalam mengkonversikan menjadi RDBMS. Dua pilihan yang mungkin diambil antara lain: 1) membuat kelas abstrak dalam satu tabel, dan 2) tidak membuat kelas abstrak. Masing-masing punya kelemahan dan kelebihan. Untuk kecepatan akses, pembuatan kelas abstrak menjadi tabel tersendiri (pilihan 1), mengakibatkan lambatnya proses ketika melakukan proses “join” pada instruksi SQL.

Memang dari sudut pandang pemrograman berbasis obyek, RDBMS terlihat sangat primitif karena membatasi kelas dalam tipe data tertentu, ditambah lagi tidak bisa menyimpan method/operasi dalam suatu tabel, dan mengandalkan aplikasi. Demikian, resensi singkat, semoga bermanfaat.