Menerapkan Revolusi Industri 4.0 dalam Keseharian

Seperti biasa ketika masuk kerja jam 8 –an, sepi, hanya staf tata usaha dan beberapa dosen yang ada jadwal mengajar. Postingan ini terinspirasi dari siaran radio dalam perjalanan ke kampus yang membahas bagaimana bisnis di era revolusi industri 4.0.

Kembali ke kisah sunyi-sepi-sendiri tadi. Memang ada mesin absen, tetapi fungsinya sebatas setor biometrik (wajah atau sidik jari). Nyaman juga sih, bisa luntang-lantung selepas absen, begitu juga ketika jam pulang. Jika patokannya Tri Darma, sepertinya rata-rata tidak bagus-bagus juga, jika sebagai pembandingnya adalah kampus seusia. Berarti ada sesuatu yang tidak beres kampus dalam mengelola. Mungkin salah satunya adalah ketertinggalan teknologi kampus dengan teknologi yang digunakan karyawannya.

Revolusi Industri 4.0

Komponen penting versi industri 4.0 adalah cyber phisical system, internet of things (IoT), dan bio-technology. Karena kampus juga termasuk institusi bisnis, khususnya jasa, maka mau tidak mau harus mengikuti era-nya jika tidak ingin tertinggal. Salah satu aspek khas “internet of things” perlu diterapkan dengan beberapa metode artificial intelegent-nya (AI). Jika dirasa fingerprint sekali masuk dan sekali keluar tidak memenuhi rasa keadilan, ganti saja dengan berbasis AI, entah bagaimana caranya. Saya teringat kakak saya yang banyak bisnisnya, salah satunya cuci mobil. Dia menggunakan prinsip bagi hasil terhadap tim pencuci. Saya mempertanyakan, apakah tidak khawatir dibohongi? Dia menjawab, “kan ada CCTV, kita bisa melihat berapa mobil yang dicuci, lihat live atau rekamannya”. Jadi kehadiran fisik seperti inspeksi mendadak dan sejenisnya sudah bukan era-nya lagi, biar sistem yang berbicara. Rapat-rapat yang menuntuk kehadiran fisik pun sepertinya tidak masuk kategori industri 4.0.

Kapten Stark

Penggemar film marvel pasti tahu Mr. Stark, sang Iron Man. Lihat bagaimana dia menerapkan IoT dengan cyber physical systemnya dimana mesin dan mesin berkomunikasi, bukan hanya orang dengan mesin. Bahkan Dr. Banner (Hulk) yang berprofesi dokter pun tampak lihai menggunakan IT di markas avengers, teknologi yang memang makin menjadi pegangan sehari-hari kita saat ini bukan hanya orang IT. Bahkan dalam satu episodenya, kapten Stark belajar astrofisika hanya dalam semalam. Maaf, jadi ngomongin film. Tapi gambaran di film tersebut cukup baik menggambarkan revolusi industri 4.0, terlepas dari keanehan-keanehan yang memang wajar dalam sebuah film.

Jiwa Kewirausahaan (Enterpreneurship)

Sehabis lulus studi terakhir, saya diundang ke kampus internasional berkat undangan dari teman yang mengenal orang-orang di kampus itu, dan karena memang banyak waktu luang jadi sering kesana-kemari, datanglah iseng-iseng ke kampus tersebut. Saya tercengang ketika salah satu ketua prodi menanyakan bisnis atau usaha apa yang saat ini dilakukan selain mengajar, di sesi wawancara. Sebuah pertanyaan “out of the box” yang jarang ditanya dalam sebuah wawancara menjadi seorang dosen. Dan kebetulan pula kampus existing diambil alih dan dapat pesangon, akhirnya kembali lagi di cerita bisnis kakak saya, uang tersebut dibuat usaha dengan penghasilan perbulannya yang hampir menyamai gaji pokok golongan III/a. Dengan memanfaatkan IoT, aspek geografis dapat teratasi dan masih bisa mengajar walau sambil berwirausaha.

Kembali ke dunia nyata dan terbangun dari lamunan, terlihat banyak tumpukan kardus yang sepertinya paket di ruang dosen. Ternyata banyak juga yang bisnis online. Tadinya saya fikir dosen bakal terdisrupsi, ternyata dosen malah mendisrupsi bidang-bidang lain, tentu saja jangan ke politik seperti dosen di sebuah univ di Bandung yang jadi tersangka karena ujaran kebencian di medsos.

Penulis: rahmadya

I'm a simple man .. Lahir di Sleman Yogyakarta, 7 Juni 1976 TK : - (tidak ada TK di tj Priok waktu itu) SDN : Papanggo, Jakarta 83 - 89 SMPN : 129, Jakarta 89 - 92 SMAN : 8, Yogyakarta 92 - 95 Univ. : Fak. Teknik UGM, Yogyakarta 95 - 2001 Pasca. : Tek. Informatika STMIK Nusa Mandiri, Jakarta 2008 - 2010 Doctoral : Information Management Asian Institute of Technology, Thailand 2013 - 2018 Pekerjaan: Tek. Komputer AMIK BSI Jakarta : 2002 - 2005 IT Danamon Jakarta : 2005 - 2008 Tek. Informatika STMIK Nusa Mandiri Jakarta : 2005 - 2008 Univ. Darma Persada : 2008 - Skrg Fakultas Teknik Universitas Islam "45" Bekasi : 2008 - Skrg ( Homebase)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.