My Ngayojokarto Hadiningrat

Bas bis bus pisang rebus .. duit seratus gunung meletus .. Begitulah lagu anak yang pernah saya dengar waktu kecil dulu. Atau ketika disuruh Bu Guru menggambar, saya selalu menggambar gunung dan entah mengapa gunungnya dua buah (?). Saat pelajaran IPA juga disinggung bahwa gunung berapi mengeluarkan abu yang baik untuk kesuburan sedangkan Indonesia termasuk deretan gunung api Mediterania. Sempat juga terheran-heran saat tahun 80-an rumah berdebu akibat letusan gunung galunggung.

Kini sudah puluhan tahun berlalu dan di tempat kelahiran saya, Slemen Yogyakarta, satu-satunya gunung paling aktif di Indonesia menunjukkan tanda-tanda akan meletus. Yang paling ditakutkan dari gunung merapi adalah erupsinya berupa awan panas yang bergerak dengan kecepatan 100 km/jam dengan arah semaunya mengikuti arah angin. Uap panas itu dikenal dengan nama “Wedus Gembel” yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia “Kambing Pengemis”. Entah siapa yang pertama kali memberi nama itu.

Tahun 2006 yang lalu gunung merapi sempat menunjukkan aktivitasnya, tetapi sungguh aneh justru bencana gempa yang muncul. Kira-kira tiga hari saya berkunjung ke sana, menengok rumah peninggalan almarhum Kakek saya yang nyaris rubuh. Walaupun tidak terlihat adanya abu gunung merapi, tetapi terasa perih di mata saat kita mengendarai motor tanpa penutup mata.

Dari kurun waktu 1992 hingga 2001 saya tinggal di Yogyakarta dalam rangka sekolah dan kuliah. Tidak dijumpai adanya bencana baik gempa, banjir ataupun gunung meletus. Bahkan maling motor pun mulai muncul menjelang saya lulus. Selama sembilan tahun saya tinggal di Yogya, saya hanya sekali mengalami ban kempes, itu pun bukan karena paku, tetapi ban saya yang “botak”. Yang namanya paku di jalan itu dulu dianggap “aneh”. Mungkin orang yang beli paku di toko material terjatuh atau .. apalah. Tidak ada tukang tambal ban yang jahil atau iseng pengen tahu apa karmanya kalau menyebar paku di jalan. Penduduknya pun, kalau orang sekarang menggunakan mesin waktu pergi ke waktu tersebut, pasti dikatakan bodoh. Bodoh dalam arti kurang menghargai “uang”. Berbeda dengan sekarang .. jangan berharap bisa bertahan hidup tanpa uang di sana. “Ya iya .. lah”, mungkin itu kata yang kita ucapkan sekarang, tetapi dulu .. tanpa uang, di Yogya kita bisa hidup, mungkin Anda tidak percaya. Tentu saja hidup seadanya, bukan hidup untuk shoping di Malioboro yang waktu itu sudah mulai dibangun Mall, nonton di bioskop yang ada angka 21-nya atau yang ingin mengasah naluri pejantan tangguhnya, alias .. pacar di mana-mana. Teman saya yang bahasa Inggrisnya masih belepotan, tetap saja waktu itu nekat menjadi guide turis, atau yang punya motor, walaupun butut .. ngojek di Stasiun Tugu (kalo sekarang mungkin bisa digebuki tukang ojek aslinya). Yang otaknya rada-rada encer .. bisa “bantu” adik-adik kelasnya ngerjain tugas bahkan skripsi dengan “hadiah” seikhlasnya.

Itulah sekelumit pengetahuan saya tentang Yogyakarta, yang mungkin jika ditulis lengkap bisa berlembar-lembar halaman, dari kegemaran makan tongseng di Adisucipto, lucunya mendengarkan omelan Mbah Guno di radio (entah station radio apa saya lupa), hingga acara ketoprak humor di purna budaya UGM. Semoga bencana tidak terjadi lagi … damai … bahagia … berhati nyaman, dan Sleman-ku menjadi Sleman Sembada, seperti waktu itu.

AISHITERU


Menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku
saat ku harus bersabar dan trus bersabar
menantikan kehadiran dirimu
entah sampai kapan aku harus menunggu
sesuatu yang sangat sulit tuk kujalani
hidup dalam kesendirian sepi tanpamu
kadang kuberpikir cari penggantimu
saat kau jauh disana
ooo…

*)
Gelisah sesaat saja tiada kabarmu kucuriga
entah penantianku takkan sia-sia
dan berikan satu jawaban pasti
entah sampai kapan aku harus bertahan
saat kau jauh disana rasa cemburu
merasuk kedalam pikiranku melayang
tak tentu arah tentang dirimu
apakah sama yang kau rasakan

reff:
walau raga kita terpisah jauh
namun hati kita selalu dekat
bila kau rindu pejamkan matamu
dan rasakan a a a aku
kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh
terhapus ruang dan waktu
percayakan kesetiaan ini
akan tulus a a ai aishiteru

Bridge:
hapus sendiri pikiran melayang terbang
perasaan resah gelisah
jalani kenyataan hidup tanpa gairah
o…uo..
banyak segala misi dan ambisimu
akhiri semuanya cukup sampai disini
dan buktikan pengorbanan cintamu untukku
kumohon kau kembali

kembali ke *)

Gelisah

Wahai Pangeran . . .

Yang tinggal beralaskan rumput dan beratapkan langit

Izinkan aku singgah di istana kasih-Mu

Agar aku dapat menikmati bunga-bunga yang mekar di pagi hari

Dan Indahnya rembulan di malam hari

Wahai pemilik hati yang tenang . . .

Bujuklah hatiku yang bergejolak ini untuk ikut dengan-Mu

Agar tak terpengaruh oleh hiruk-pikuk kehidupan

Oleh berita-berita di media masa negaraku

Yang beraromakan kotoran ternak

Juga aroma piala dunia …

dari Messi, Ronaldo hingga goyang Shakira .. saat melantunkan

Tsamina mina e e ..Wa ka wa ka .. e e

……………………………

Sadarkan hamba saat hanyut

Arus Samsara yg tak berujung


Pengumuman Penelitian Dosen Muda Kopertis Wilayah IV 2010

Setelah lama ditunggu, akhirnya muncul juga pengumuman proposal Penelitian Dosen Muda dan Studi Kajian Wanita yang lolos. Alhamdulillah, Universitas Islam “45” Bekasi menerima 4 proposal yang disetujui antara lain atas nama: M. Ilyas Sikki, Seta Samsiana, M. Amin Bakri dan saya sendiri.

Untuk download daftar penerima bantuan, klik DI SINI

Pengenalan CVT 5:Mengganti Roller CVT

Banyak yang menyarankan mengganti roller guna memperbaiki respon dari matic yang kita miliki. Misalnya Skywave, banyak menyarankan mengganti roller dengan yang lebih ringan.

Beberapa roller memang tidak ada perbedaan ketebalan tiap sisinya, sedangkan untuk skywave harus hati-hati. Di bagian tebal itulah yang musti diperhatikan dalam pemasangan roller. Tidak asal ditaruh saja saat pasang. Karena perbedaan bentuk itu, tentu ada maksud dan fungsinya.

Jika salah pasang bisa saja bikin roller malah jadi cepat habis. Sementara sisi dinding lainnya masih tebal. Efek selanjutnya kalu dinding yang tipis terus terkikis, bakal semakin besar perbedaan antara dinding yang tebal dan tipis, dengan begitu potensi roller peang jadi lebih cepat.

Beda dengan varian suzuki (misal spin) yang jelas perbedaan antara bagian yang tebal dan yang tipis, karena besar, sedangkan untuk mio tampak tidak ada perbedaan antara yang tebal dengan yang tipis.

Jika tampak ada perbedaan antara bagian yang tebal dan yang tipis, prioritaskan pemasangan yang tebal pada bagian bawah. Untuk roller yang rata sih, tidak ada masalah, bebas masangnya. Semoga bermanfaat!

(Sumber: Motor Plus)

Bongkar CVT Skywave 125

Heran dengan munculnya suara-suara aneh pada skywave, sy beli konci 8 terus bongkar dah CVT-nya. Ya ampun, banyak banget umurnya (13-an). Beda dengan Mio yang tinggal buka satu lubang (di bawah). Setelah itu, keliatan dah belt CVT-nya. Kemudian sy starter, tampak perputaran CVT-nya. Baru satu kali semprot (dengan semprotan khusus CVT), langsung hilang suara bising-nya. Test dijalankan, responnya oke, tidak selip kayak sebelumnya.

Emang sih, lebih baik CVT tertutup rapat, tapi kalo terlalu rapat, repot juga sih membersihkannya. Kalo males, suruh aja orang bengkel. Tapi kayaknya mendingan bersihin sendiri, soalnya beres langganan sy kurang rapih (terburu-buru), udah gitu nunggunya lama lagi. Kalo jalan lagi berdebu, kayaknya ga nyampe 2500 km harus udah dibersihin saringan udara, saringan CVT dan Belt-nya.

Pengenalan CVT 4: Transmisi Spontan

Matic ternyata memiliki sistem seperti gas spontan dengan bantuan mekanisme yang disebut torsi cam. Sistem ini dirancang untuk menghadapi medan tanjakan atau saat tiba-tiba menarik gas. Gambar di bawah ini kondisi saat beban ringan (perhatikan torsi cam-nya).

Saat menderita beban lebih, torsi cam akan menuju arah luar mengakibatkan pulley sekunder menyempit yang menaikan torsi transmisi (kok bisa menaikan torsi? – buka buku rumus menghitung torsi). Sedangkan saat gas spontan atau jalan tanjakan, terjadi kondisi seperti gambar di bawah ini.

Pengenalan CVT-3: Rangkaian Penggerak

Setelah tulisan yang lalu dibahas komponen-komponen yang ada pada CVT, sekarang saatnya kita ulas satu persatu tiap komponen. Rangkaian penggerak berfungsi mentransfer daya gerak dari mesin ke roda belakang.

Prinsipnya ada dua rangkaian penggerak yaitu pulley primer dan pulley sekunder. Pulley primer terletak langsung dengan engine, sedangkan pulley sekunder dihubungkan lewat belt.

Pulley Primer

Membuka dan menutupnya cakram pada pulley bergerak berfungsi merubah perbandingan transmisi. Prinsip yang digunakan adalah prinsip gaya sentrifugal pada pemberat. Saat berputar cepat, penggerak seakan-akan dibuang ke luar, dan karena ditahan, maka akan menggeser slider yang akibatnya menggerakkan cakram pada pulley bergerak.

Pulley Sekunder

Pulley sekunder terletak di belakang yang fungsinya memutarkan roda belakang. Pada pulley sekunder terdapat kopling sentrifugal. Kopling sentrifugal memiliki prinsip jika kecepatan kurang, penggerak terlepas dari poros roda belakang, bila kecepatan sampai harga tertentu, maka kopling “masuk”.

CVT bekerja untuk semua kecepatan dari kecepatan rendah (mulai bergerak), kecepatan menengah dan tinggi bahkan saat mendaki.

Bersambung …

Pengenalan CVT-3: Cara Kerja

Banyak yang bertanya, bagaimana bisa motor berakselerasi tanpa ada perpindahan gigi? Berikut ini sedikit penjelasan yang bisa saya berikan. Prinsip dasarnya adalah adanya prinsip sentrifugal yang menggerakkan pulley.

Untuk penjelasan cara kerja tiap komponen akan diupload di tulisan yang akan datang.

Pengenalan CVT-2

Melanjutkan tulisan yang lalu mengenai dasar2 CVT, berikut ini adalah solusi yang diberikan oleh tim yamaha untuk mengatasi cvt yang berdecit (seperti suara tikus).

Bila ada suara berdecit pada belt saat akselerasi (ngegas), periksa permukaan singgung dari V-belt. Jika kondisi baik, gunakan vbelt-cleaner / larutan pembersih vbelt untuk menghilangkan suara berdecit (suara tikus). Di bawah ini rekomendasi dari yamaha:

Pengenalan CVT

Kalo sudah baca  Perbandingan Motor Matic, dan sudah jadi penggemar matic, ada baiknya baca juga perihal CVT di bawah ini (materi untuk mobil sih .. tapi ga jauh beda dengan motor kok):

Pengenalan CVT

Continously Variable Transmission (CVT) bekerja pada dasar  sama seperti transmisi otomatis pada umumnya dan mencapai hemat bahan bakar sama dengan pada transmisi manual. CVT dapat berfungsi secara virtual bebas selip (slip-free) dan memungkinkan mesin tetap dalam power range yang optimal, yang menghasilkan hemat bahan bakar yang lebih baik.

 CVT bekerja dalam range of ratio yang lebih rendah untuk akselerasi yang lebih baik dan pengereman mesin yang lebih besar. Posisi “L” juga digunakan untuk pengereman mesin sementara PCM/TCM menggunakan range of CVT ratios yang paling rendah untuk tenaga mendaki yang lebih besar.

 Dasar Operasional CVT

Untuk mengatur persyaratan untuk operasionalnya, komponen elektronik digunakan untuk mengontrol CVT.  Transmission Control Module (TCM) atau Power Control Module (PCM) menerima informasi dari sensor kemudian menggerakkan solenoid untuk operasional yang diperlukan.bila solenoid digerakkan, tekanan ATF digunakan kepada hydraulic valves, yang membuat hydraulic valves berpindah ke engage/disengage clutches atau menggunakan tekanan  ATF ke drive/driven pulleys.

Sama dengan AT yang konvensional, bila ada kerusakan didalam system, lampu D4 akan berkedip untuk memberitahukann kepengemudi dan akan menyimpan DTC didalam TCM/PCM. Pada waktu rusak, CVT masih dapat dijalankan dengan aman.

Untuk informasi tambahan  tentang CVT control, lihat ke Pedoman Informasi Teknisi CVT . CVT tidak menggunakan Torque Converter tetapi malahan menggunakan Start Clutch untuk fungsi tersebut. Ini memerlukan TCM/PCM untuk mengatur tekanan oli Start Clutch, yang menyebabkan perlu melakukan Kalibrasi Start Clutch agar TCM/PCM control benar.

(Bersambung)

Bodi dan Sasis Skydrive, Skywave dan Spin

Melanjutkan tulisan terdahulu: https://rahmadyatrias.wordpress.com/2009/07/24/skydrive-skywave-spin-apa-bedanya-ya/

DIMENSI BODI
SPIN
Meskipun ketinggalan memasuki pasar skutik mungil, desain bodi spin tak kalah trendy. Dilengkapi dengan beberapa fitur penerangan yang lebih inovatif khas suzuki, serba tajam dan tetap tak meninggalkan unsur estetika.
Pada desain cover head mengalami penggantian, dengan model lebih ramping, sesuai dengan keinginan pasar. Tradisi desain skutik single console box juga diaplikasi, lengkap dengan bagasi berkapasitas 5 liter serta tangki 3.7 liter.
Memiliki dimensi bodi yang paling mungil di antara dua saudaranya, Spin diproyeksikan untuk handal meliuk di kemacetan kota.
SKYWAVE
Desain bodi lebih bongsor dan diharapkan disuka oleh pria. Mencolok pada perbandingan bodi buritan dan dimensi jok. Tampilan bodi pada Sky Wave mengusung tema moge prototype Suzuki yang serba tajam, kental tersaji pada tampilan dobel head lampnya serta front top cover. Dilengkapi dengan dobel console box serta bagasi 20 liter berdampingan tangki BBM 4,7 liter.
Dengan dimensi bodi yang paling bongsor dibandingkan kedua saudaranya, menunggang Skywave lebih nyaman untuk jarak jauh, karena dengan dimensi bongsor jelas wheelbase juga lebih jauh sehingga bantingan suspensipun lebih lembut apalagi ditopang oleh dua sokbreker belakang membuatnya lebih stabil untuk jarak jauh.
SKYDRIVE
Pada desain bodi terdapat kombinasi aura modif dan unsur sporty yang kental. Konsep modifnya terlihat pada bodi depan yang serba tajam khas identitas Suzuki, serta perpaduan dobel head lamp yang inovatif.
Unsur sporty kental pada desain buritan khas motor sport yang dipermanis stop lamp model terbaru dengan sein terpisah. So, berlaku di tahun ini, detail body Sky Drive sempurna dari depan hingga buritan. Tak tertinggal dobel console box tertata apik menyatu bodi. Selain itu 20 liter bagasinya terletak di depan tangki berkapasitas 3,9 liter.
Ini dia yang istimewa, Sky Drive benar-benar diposisikan di antara Spin dan Sky Wave. Termasuk juga dimensi bodinya, so saat dicoba, cukup lincah menelusuri jalan macet dengan bantingan suspensi masih nyama.
KAKI KAKI
Ada perbedaan yang mendasar sehubungan dengan handling dan manuver masing-masing skutik. Yakni penempatan as roda depan. Skydrive dan Skywave model center axle, yakni as roda berada simetris dengan fork slider.
Efek special, handling saat bermanuver jadi lebih ringan. Selain itu ketika menciptakan turning radius lebih besar, dapat dilakukan lebih stabil. Desain fork slider Skydrive juga mengalami perubahan, dengan tambahan nat serta perbedaan diameter yang menjadikan fork slidernya terlihat lebih modis.
Sedang Spin as rodanya berada lebih ke belakang dari posisi fork slider. Untuk memenuhi tuntutan di kelasnya yang bersaing lincah. Sok belakang menganut model spiral berperedam kejut, Spin dan Skydrive menganut model single sok dan skywave dobel sok.
Posisi sudut sok belakang juga berbeda. Skywave sudut sok belakang lebih kecil, tapi dudukan sok atas berada lebih di depan, sehingga membutuhkan beban besar untuk memantulkannya. Sedang Spin dan Skydrive memiliki sudut yang sama lebar. Untuk desain spiral, Skywave dan Skydrive sudah mengaplikasikan model double action, dengan kontur renggang rapat.

(Sumber: Oto Trend)

ISTILAH – ISTILAH DALAM PELUMAS KENDARAAN

Minyak Pelumas (Oli)

Minyak pelumas bahan dasarnya dari minyak dasar mineral, minyak dasar alami atau minyak dasar sintesis. Minyak pelumas saat ini sebagian besar dibuat dari minyak dasar mineral yang berasal dari tambang yang diolah dengan cara penyulingan. Apabila persediaan minyak bumi sudah menipis, minyak pelumas dibuat dari minyak sintesis, nabati, atau hewani. Minyak pelumas dengan bahan dasar alami merupakan minyak pelumas yang paling baik. Akan tetapi saat ini jumlahnya belum sesuai dengan kebutuhan. Minyak dasar alami berasal dari tumbuh-tumbuhan, misalnya jarak, kopra dan kelapa sawit, minyak ini dapat juga dibuat dari lemak hewan.
Sedangkan minyak pelumas dengan minyak dasar sintesis, dibuat dari bahan-bahan yang dipergunakan sebagai dasar membuat minyak pelumas. Dewasa ini minyak peluas dibuat dari bahan dasar minyak alami atau mineral dengan bahan tambahan berasal bahan-bahan kimia

Viskositas Minyak Pelumas

Viskositas minyak pelumas menunjukkan kemampuan terhadap laju aliran minyak Viskositas minyak ditentukan dengan mengukur sampel minyak. Pengolahan dilakukan dengan memanaskan minyak tersebut sampai suhu tertentu, kemudian dialirkan melalui lubang pada viskomeer. Lamanya waktu yang diperlukan untuk meneteskan minyak pelumas dari viskometer ke gelas ukur, menentukan nilai kekentalan minyak pelumas. Minyak pelumas yang mengalirkan lebih cepat, viskositasnya rendah, sedangkan yang mengalirnya lambat viskositasnya tinggi.

Suatu badan international yaitu Society of Automotive Engineers (SAE), mempunyai standar kekentalan dengan awalan SAE di depan index kekentalan. SAE telah membuat indeks kekentalan yang iikuti dengan huruf W, yang menunjukkan kekentalan minyak pelumas pada temperatur -20 derajat C dan disebut kekentalan rendah. Mesin yang memakai minyak pelumas dengan kekentalan rendah, mudah dihidupkan, khususnya pada musim dingin. Pelumas dengan kekentalan rendah ditandai dengan SAE 10 W, SAE 25 W, SAE 20 W. Sedangkan minyak pelumas untuk kebutuhan sampai temperatur 100 derajat C, tidak ditandai dengan huruf W, tetapi SAE 30, SAE 40, SAE 90 dan seterusnya.

Minyak pelumas yang dapat memenuhi kebutuhan pada temperatur rendah, yaitu pada saat mesin mulai dihidupkan dan dapat memenuhi kebutuhan saat mesin sudah panas disebut minyak pelumas multi grade oil (serbaguna). Misalnya SAE 5 W – 20, SAE 10 W – 20, SAE 10 W – 30, SAE 10 W – 40, SAE 20 W – 50 dan seterusnya.

SAE 20 W – 50, artinya minyak pelumas standar SAE 20 pada temperatur – 12 derajat C dan standar minyak pelumas sampai SAE 50 pada temperatur 100 deg C.
(Sumber: Buku Motor Otomotif)