K-Nearest Neighbourhood (KNN)

Data Mining. 17.12.2012. Tek Informatika S1

Berikut ini data yang akan kita jadikan dasar klasifikasi berdasarkan KNN. Ketik di Command Window Matlab.

>> data

 

data =

 

1.5000 2.0000 0

2.5000 3.0000 1.0000

3.0000 2.5000 1.0000

2.2000 3.0000 1.0000

2.2000 2.0000 0

2.0000 3.0000 1.0000

2.0000 2.0000 0

3.5000 2.0000 1.0000

2.7000 2.0000 0

1.5000 3.0000 0

Misalkan kita akan menguji data test apakah masuk kategori 0 atau 1.

>> test=[1.5 1.9]

 

test =

 

1.5000 1.9000

Uji dengan fungsi Classify.

>> class=classify(test,[data(:,1) data(:,2)],[data(:,3)])

 

class =

 

0

Jadi data test tersebut masuk dalam kelas nol.

Metode Elemen Hingga pada Beam dengan Matlab

Metode Elemen Hingga. 17.12.2012. Teknik Mesin S1

Minggu lalu materi batang thurst telah berakhir dan sekarang kita masuk ke materi beam. Beam berbeda dengan thrust dalam hal gaya yang bekerja. Pada beam, gaya yang bekerja biasanya momen dan bending seperti pada jembatan, jalan, lantai, dan sejenisnya. Beberapa teori mengenai hal ini banyak dijumpai seperti metode defleksi, thimosenko, dan sebagainya.

Berikut ini diberikan contoh kasus, Diketahui A = 2 in, E = 3000000 psi, dan L = 10 cm.

Batang mengalami puntiran dan gaya tekan ke bawah antara elemen (1) dan elemen (2). Ujung kiri dan kanan tidak boleh bergerak (dijepit) dalam arah vertikal. Kita gunakan persamaan yang telah dijabarkan oleh Logan (2007):

                    (1)

Untuk elemen (1) dan elemen (2). Karena koordinat sudah tepat pada x dan y maka tidak perlu melakukan konversi koordinat lagi (tidak perlu tana ^ di atas koordinat). Setelah matriks kekakuan global ditentukan, hubungan gaya luar dengan pergeseran elemen (sudut dan jarak) dapat diketahui.

    (2)

Perhatikan kasus di atas untuk mengisi kondisi batas yang ada. Pemahaman kondisi batas sangat penting dalam menyelesaikan kasus yang dihadapi, minimal mengurangi variabel-variabel yang tidak terlibat. Berikut ini adalah kondisi batas yang diidentifikasi:

                    (3)

Akibatnya adalah persamaan (2) menjadi jauh lebih sederhana:

                        (4)

Buka Matlab, masukan variabel-variabel yang diketahui, E, I dan L serta gaya aksi F. Cari dengan instruksi d=inv(K)*F yang akan diperoleh pergeseran sudut dan jarak di elemen 2 dan 3.

>> A=2;

>> E=3000000;

>> I=500;

>> L=0.1;

>> K=[24 0 6*L;0 8*L*L 2*L*L; 6*L 2*L*L 4*L*L];

>> K2=(E*I/(L^3))*K;

>> F=[-1000;1000;0];

>> d=inv(K)*F

 

d =

 

1.0e+004 *

 

0.0240

1.5312

-1.1250

Konversi Variabel z menjadi z^-1 Pada Sistem Kendali Digital dengan Matlab

Peng. Pengaturan II. 17.12.2012. Teknik Komputer

Ketika kita berbicara sistem kendali digital, beberapa pakar digital yang biasanya berkecimpung dalam bidang Digital Signal Processing (DSP) cenderung menulis fungsi transfer:

                                        (1)

Dengan persamaan:

                                    (2)

Perhatikan pula, notasi g yang sering digunakan pada sistem kendali kontinue diganti dengan h. Buka Matlab dan buat persamaan (1) dengan kode:

Perhatikan, matlab akan otomatis merubah ke variabel diskrit z karena adanya time sampling sebesar 0.1 di akhir kode. Untuk membentuk menjadi persamaan standar (2), gunakan kode berikut:

Dengan menambahkan ‘variable’,’z^-1′ di akhir kode. Namun ada sedikit permasalahan untuk kasus fungsi alih sederhana, misalnya h=1/(z+1) karena jika digunakan kode berikut untuk mendapatkan fungsi dengan variabel standar z^-1 diperoleh:

Padahal, prinsip dasarnya adalah mengalikan pembilang dan penyebut dengan pangkat z terbesar yaitu z. Seharusnya pembilangnya berharga 1/z atau z^-1, bukan 1. Oleh karena itu kita harus memodifikasi sedikit persamaan di atas menjadi:

Dengan menambah 0 dibagian pembilangnya agar diperolah hasil yang tepat. Penambahan 0 ini juga tidak berpengaruh terhadap fungsi asalnya. Di sini versi yang digunakan adalah Matlab 2008, mungkin berbeda untuk Matlab 2012.

Koneksi Wireless LAN Router

Praktikum Jaringan Komputer 1. 12.12.2012. Tek. Informatika S1

Buat dua LAN seperti tugas yang lalu, tambahkan satu Wireless LAN kelas C dengan Linksys atau Router biasa dengan menambahkan satu konektor wireless HWIC-AP-AG-B ke router tersebut.

Tambahkan satu Laptop untuk menguji jaringan wireless tersebut apakah berjalan dengan baik atau tidak. Coba akses HTTP di server.

Pada server install web server, dengan masuk ke tab Software/Service. Tekan Manage Software.

Setelah ditekan install coba atur http servernya. Masuk ke tab Config masuk ke HTTP server, coba setting tampilan web server.

Masuk ke Laptop, jalankan Web Browser-nya. Masukan URL Server LAN di tengah http://128.134.168.14 pastikan terkoneksi.

Sistem seperti ini merupakan sistem yang dapat diterapkan di divisi Marketing suatu bank karena kebanyakan marketing menggunakan Laptop dalam keseharian kerjanya.

Menghitung Determinan dan Invers Matriks 4×4

Aljabar Linear. 11.12.2012. T. Komputer

Untuk matriks di atas 3 sepertinya ada kesulitan untuk menghitungny secara manual, beberapa software seperti Matlab, Scilab, dan sejenisnya sudah menyediakan fungsi untuk menghitung determinan dan invers Matriks.

Cara paling mudah adalah dengan metode Sarrus

Determinan berdasarkan gambar di atas:

Sedangkan Matriks Inversnya:

Dengan b11 hingga b44 diperoleh dari perhitungan:

Kalau menurut Anda repot, gunakan saja metode operasi baris dan kolom seperti pada postingan saya berikutnya. Selamat mencoba !

Note: Ada yang nanya masalah adjoint, berikut untuk yg b11, yg lainnya coba sendiri ya … Sorry .. selanjutnya ditranspose, thanks ASD udah ngingetin

adjoint

NB: Ada saran dari komentar di bawah untuk menggunakan Dodgson Condensation Method yang lebih praktis untuk matriks lebih besar atau sama dengan 3×3

Sumber: http://www.cg.info.hiroshima-cu.ac.jp/~miyazaki/knowledge/teche23.html

Kurva Tegangan – Regangan dengan Excel

Komputer I. 11.12.2012. Tek. Mesin S1

Grafik merupakan representasi data agar lebih mudah dipahami secara visual. Dalam Excel dapat dibuat dengan menekan Insert – Chart.

Tambahkan gambar panah dan text untuk penjelasan terhadap grafik. Untuk panah dengan Shape, sedangkan untuk text dengan Text Box. Daerah elastic merupakan daerah dimana bahan tidak mengalami penambahan panjang.

Buat persamaan yang menhitung nilai regangan akhir setelah tegangan dilepas pada baja tersebut di daerah plastis. Masukan rumus: =IF(A6<9,0,(A6-9)/2)

Sebagai contoh, jika pada daerah plastis terjadi regangan 20, maka setelah tegangan dilepas terjadi regangan sebesar 5.5. Jika panjang awal = 5 cm, maka pertambahan panjangnya 5.5 x 5 =27.5

Transformasi Vektor

 

Metode Elemen Hingga. 09.12.2012. Teknik Mesin S1.

Pertemuan-pertemuan yang lalu telah dibahas metode elemen hingga pada pegas, thrust, heat transfer, dan fluida. Kali ini kita akan membahas konversi koordinat berbagai elemen karena sering dijumpai kita harus merubah koordinat-koordinat yang ada. Misalnya pada kasus batang thrust yang bergeser membentuk sudut alpha dari bidang normal.

Pada gambar di atas, koordinat baru berotasi sebesar tetha. Karena vektor yang baru terbentuk memiliki besar yang sama dengan sebelumnya hanya ada translasi saja, berlaku hubungan berikut ini:

Maka matriks defleksi yang baru (dx).

Dengan C dan S berturut-turut Cos ᶿ dan Sin ᶿ. Misalnya kita memiliki kasus di bawah ini diketahui d2x dan d2y berturut-turut 0.1 dan 0.2 in.

Dimana K yang baru adalah:

Sebagai contoh sistem di bawah ini:

Jika E sebesar 30×106 psi dengan nilai k sebesar:

 

Membuat Invers Matriks 2×2 dan 3×3 dengan Borland C++

Invers Matriks. 6.12.2012. T. komputer

Setelah determinan dihitung, berikutnya kita coba membuat kode mencari invers matriks tersebut. Perhatikan algoritma pembuatan invers dari pertemuan yang lalu. Lihat kode program di bawah ini.

  • #include<stdio.h>
  • #include<iostream.h>

 

  • void main(){
  • double A[2][2]={1,2,3,4};
  • int i,j;
  • double det;

 

  • cout<<“Matriks A = “<<“\n”;
    • for(i=0;i<2;i++)
    • {
      • for(j=0;j<2;j++)
      • {
        • cout<<A[i][j]<<” “;
      • }
      • cout<<“\n”;
    • }
  • cout<<“\n”;
  • det=A[0][0]*A[1][1]-A[1][0]*A[0][1];
  • cout<<“determinan A = “;
  • cout<<det;
  • cout<<“\n”;
  • double A2[2][2];
  • A2[1][1]=A[0][0];
  • A2[0][0]=A[1][1];
  • A2[0][1]=A[0][1]*-1;
  • A2[1][0]=A[1][0]*-1;
  • cout<<“Invers A = “<<“\n”;
    • for(i=0;i<2;i++)
    • {
      • for(j=0;j<2;j++)
      • {
        • cout<<A2[i][j]/det<<” “;
      • }
      • cout<<“\n”;
    • }
  • }

Jalankan hingga dihasilkan tampilan sebagai berikut:

Untuk matriks 3×3, dengan cara manual dapat dibuat dengan kode berikut ini. Dikatakan manual karena seharusnya kita menggunakan kode yang dapat diterapkan untuk matriks nxn.

  • #include<stdio.h>
  • #include<iostream.h>

 

  • void main(){
  • double A[3][3]={1,2,3,4,5,6,7,8,100};
  • int i,j;
  • double det;
  • double a,b,c;

 

  • cout<<“Matriks A = “<<“\n”;
    • for(i=0;i<3;i++)
    • {
      • for(j=0;j<3;j++)
      • {
        • cout<<A[i][j]<<” “;
      • }
      • cout<<“\n”;
    • }
  • cout<<“\n”;
  • //menghitung determinan
  • a=A[0][0];
  • b=A[0][1];
  • c=A[0][2];
  • double C1,C2,C3;
  • C1=A[1][1]*A[2][2]-A[1][2]*A[2][1];
  • C2=(A[1][0]*A[2][2]-A[2][0]*A[1][2])*-1;
  • C3=A[1][0]*A[2][1]-A[2][0]*A[1][1];
  • cout<<“C1=”<<” “<<C1<<“\n”;
  • cout<<“C2=”<<” “<<C2<<“\n”;
  • cout<<“C3=”<<” “<<C3<<“\n”;
  • det=a*C1+b*C2+c*C3;
  • cout<<“Determinan A = “<<” “;
  • cout<<det;
  • }

Jika dijalankan menghasilkan keluaran:

Uji dengan Matlab apakah jawabannya sesuai:

Cloud Computing Aplikasi Word, Excel, dan Power Point

Komputer I. 05.12.2012. Tek Elektronika

Cloud Computing adalah penggunaan suatu fasilitas (servis) milik orang lain (vendor) yang menyediakan layanan tersebut. Misalnya jika kita ingin mengetik seperti di microsoft word, membuat spreadsheet seperti excel atau membuat power point maka kita dapat menggunakan layanan dari penyedia cloud seperti http://docs.google.com.

Selain menyediakan layanan yang dikenal dengan istilah Software As a Service (SaaS) dikenal juga layanan lainnya seperti storage, platform (operating system), infrastructur (client-server), dan sebagainya. Seperti biasa, Anda diminta login terlebih dahulu (gmail) ke situs tersebut.

Jadi jangan khawatir Anda tidak memiliki fasilitas Word, Excel, dan power point, karena dapat memanfaatkan fasilitas gratis tersebut.

Static Routing untuk Jaringan Beda Kelas

Jaringan Komputer1. 04.12.2012. Tek Informatika S1.

Kalau pada pertemuan yang lalu kita mengeset router untuk dua jaringan dalam kelas yang sama (kelas C) sekarang kita coba melakukan routing (static) antara jaringan kelas A dan B. Antar router 0 dan router 1 sendiri kita atur subnetting 255.255.255.252 agar hanya didapat 2 IP saja. Lihat gambar berikut ini:

Lakukan setting pada router0 sebagai berikut dengan network 128.134.168.9 255.255.255.248 dan next hop pada 192.168.0.2 sedangkan untuk router1 dengan network 10.192.168.0 255.255.255.248 dan next hop pada 192.168.0.1. Uji dengan mengirim paket dari PC1 ke PC0 seperti gambar di atas, dan pastikan Successful. Coba fasilitas yang ada pada Server0 diaktifkan, misalnya ftp. Masukan user id test dan passwordnya dibuat di server. Lakukan login dari PC1. Coba ambil file-file itu dengan instruksi ftp>get <namafile>.

 

Membuat Database Gambar

Ms Visual Basic 6. 0.12.2012. Tek Sipil S1

Ada dua jenis data gambar, yang pertama gambar diletakkan pada database, dan yang kedua gambar diletakan di folder tertentu sementara database hanya berisi link dan nama filenya. Buat dengan Microsoft access yang berisi nama gambar. Untuk mempermudah, copy gambar yang berada di my pictures ke lokasi folder VB anda.

Simpan dengan nama tertentu, misalnya gambar1.mdb (format ke access 2002-2003). Setelah itu buka Microsoft VB 6. Buat GUI sebagai berikut, seperti biasa tambahkan component adodc.

Lihat tata cara mengkoneksikan adodc1 ke database gambar1.mdb lewat connection string dan record source. Jika sudah, pada property text1, arahkan data source ke adodc1 dan data filed = picture.

Pada tombol LIHAT, masukan listing berikut ini:

F = “D:\rahmadya\” & Text1.Text

Image1.Picture = LoadPicture(F)

Perhatikan, lokasi D:\rahmadya\ sesuaikan dengan letak gambar di komputer Anda. Jalankan hingga muncul tampilan sebagai berikut.

Jika tombol LIHAT ditekan, akan memunculkan gambar1.jpg, atau tekan tombol next pada Adodc1 untuk melihat gambar yang lainnya.

Mencetak Kalimat dengan Turbo Assembler

Coba praktekan dengan Turbo Assembler program mencetak kalimat (servis 9ah)

.MODEL SMALL

.CODE

ORG 100h

Tdata : JMP Proses

Kal0 DB ‘PROSES PENCETAKAN STRING ‘,13,10,’$’

Kal1 DB ‘DIBELAKANG TANDA $ TIDAK BISA DICETAK ‘

Proses:

MOV AH,09h ; Servis ke 9

MOV DX,OFFSET Kal0 ; Ambil Alamat Offset Kal0

INT 21h ; Cetak perkarakter sampai tanda $

LEA DX,Kal0 ; Ambil Alamat Offset Kal0

INT 21h ; Cetak perkarakter sampai tanda $

LEA DX,Kal0+7 ; Ambil Alamat Offset KAl0+7

INT 21h ; Cetak perkarakter sampai tanda $

LEA DX,KAL1 ; Ambil Offset kal1

INT 21h ; Cetak perkarakter sampai ketemu $

INT 20h ; Selesai, kembali ke DOS

END Tdata

Simpan dengan nama tulisan.asm, Kompilasi dan link file tersebut dengan mengetik TASM tulisan dan jika tidak ada masalah ketik dengan TLINK/T tulisan.

Metode Elemen Hingga Pada Fluida

Fluida secara matematis bisa didekatkan dengan batang thrust, pegas ataupun perpindahan panas. Berikut ini adalah contoh kasus pada batang yang dialiri fluida dengan dua titik 1 dan 2.

Dengan f, A, K, L, dan p berturut-turut debit, luas penampang, permeabilitas, panjang dan potensial, diperoleh hubungan berikut ini:

Dengan matriks kekakuannya sebesar:

Berikut ini contoh kasus yang akan kita kerjakan dengan bantuan aplikasi Matlab.

Luas penampang, A = 1 in2. Tentukan kecepatan aliran di titik 2 dan titik 3 jika diketahui kecepatan aliran di titik 1 = 2 in/s. Jawab: Karena bentuknya seragam, matriks kekakuan elemen:

Yang menghasilkan bentuk persamaan umumnya:

Dari soal diketahui debit f1=v1A=2×1=2 in3/s. Pada elemen (1)

Masukan di Matlab instruksi berikut ini:

Sehingga diperoleh tekanan di titik 2 sebesar. Untuk mencari nilai kecepatan di titik 2 dan 3 gunakan hubungan:

Tugas I Pengaturan II

Pengenalan Pengaturan II, 3.12.2012, Lab of Hardware

Berikut ini tugas kelompok yang harus dikerjakan hari ini. Tugasnya adalah merancang model di simulink, dan cari nilai P,I, dan D pada kontroler PID agar dipenuhi syarat:

  • Error < 0.05
  • % Overshoot < 10%
  • Settling Time < 5 detik

Kelompok I

Kelompok II

Kelompok III

Kelompok IV

Kirim ke: rahmadya.trias@gmail.com dengan melampirkan file .mdl dan capture SCOPE.

Menghitung Determinan Matrix 2×2 dengan C/C++

Setelah bisa menginput Matriks, menjumlah, dan mengalikan Matriks, berikutnya kita masuk ke teori-teori yang ada dalam Matriks lebih dalam lagi. Salah satunya adalah Determinan dan Invers. Determinan penting karena merupakan komponen dari inversi suatu matriks. Invers sangat dibutuhkan dalam penyelesaina persamaan simultan yang sering dijumpai dalam teknik. Diketahui suatu matriks:

Sedangkan invers didapat dari rumus:

Bagian ad-bc pada persamaan di atas dikenal dengan nama determinan. Buka Borland/Turbo C++ untuk membuat script perhitungan determinan suatu matriks. Masukan listing berikut (ketik ulang tanda ” karena tidak dikenali jika di copas). Matriks yg akan dicari determinannya adalah a,b,c dan d berturut-turut 1,2,3, dan 4.

  • #include <iostream.h>
  • #include <conio.h>
  • void main(){
  • int i,j,det,A[2][2]={1,2,3,4};
  • cout<<“Matriks A =”<<“\n”;
  • for(i=0;i<2;i++){
    • for(j=0;j<2;j++){
      • cout<<A[i][j]<<” “;
      • }
    • cout<<“\n”;
  • }
  • det=A[0][0]*A[1][1]-A[0][1]*A[1][0];
  • cout<<“Determinan = “<<det;
  • }

Hasilnya adalah sebagai berikut: