Mengenal ArcCatalog

Salah satu keunggulan ArcGIS adalah pemodelan dan spatial analysisnya. Software yang harga lisensinya puluhan ribu dollar ini terus mengembangkan diri dengan versi-versi terbarunya. Sepertinya perorangan tidak efektif jika membeli lisensi sendiri, khusus pelajar biasanya numpang di kampus masing-masing yang sudah membeli lisensi. Gambar berikut merupakan contoh pembuatan model yang jika dirunning akan melakukan proses analisa spasial.

Perhatikan elips yang berwarna biru merupakan hasil proses dari segiempat (reclassify, raster to polygon dan weighted overlay). Di sini bobot kita isi dengan mengklik ganda proses weighted overlay, tetapi tidak bisa dirunning karena target sudah terisi oleh proses sebelumnya (lihat cara menghitung bobot dengan AHP). Nah, disitulah peranan arc Catalog, kita dapat merename file overlay dengan yg lain, atau bahkan mendelete-nya jika mau. Buka Arc Catalog dengan menekan simbol atau di menuwindowsCatalog.

Sebenarnya prinsipnya sama dengan folder/file explorer, tapi di sini lebih praktis menurut saya, karena hanya cukup membuka satu aplikasi di saat yang sama. Tetapi jika ingin mendelete lewat folder juga ga masalah, hanya saja repot karena ada tujuh file yang harus dihapus (*.dbf, *.shx, *.prj, *.sbn, *.shp, *.shp.xml, dan *.sbx), sementara lewat arc catalog hanya sekali klik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s