Menulis Kalimat yang Efektif, Bag 6 – Outline

Jika style sudah dipilih dan pola sudah ditentukan, berikutnya adalah membuat outline. Outline adalah garis-garis besar penulisan berupa poin-point yang harus ditulis dalam suatu artikel. Outline sendiri sangat bergantung dengan bahan-bahan dan tujuan penulisan. Jika tujuannya untuk menjelaskan suatu pernyataan umum, maka memberikan contoh-contoh ilustrasi mungkin bermanfaat.

Outline manfaatnya sangat terasa jika tulisan yang akan dibuat sangat panjang dan penulis harus menulis secara lengkap. Seorang siswa yang akan menulis sangat dianjurkan membuat outline sebelum menulis karena dosen pembimbing akan dengan mudah mengarahkan siswa tersebut dengan melihat outline-nya.

Outline Tema dan Outline Kalimat

Dikenal dua jenis outline yaitu berbasis tema dan kalimat. Masing-masing memiliki manfaat tersendiri. Umumnya outline tema lebih disukai karena singkat dan mudah dibaca. Tetapi outline ini kurang komunikatif dan kesulitan dibaca oleh orang lain. Misal dalam outline disebukan “teknik menendang”, “tendangan pisang”, dan seterusnya, tidak ada penjelasan mengenai apa yang akan dilakukan dalam tiap-tiap tema tersebut. Berikut ini contoh outline tema secara lebih jelas:

I. Population growth

A. Birth rate

B. Death rate

Outline di atas bermanfaat tetapi jauh dari kejelasan mengenai apa yang harus diutarakan. Penulis kemudian diminta apa yang akan diungkapkan dalam outline tema tersebut dengan menggunakan outline kalimat berikut ini:

I. The growth of human population is a function of two main factors.

A. The birth rate has been stadily increasing over the past century.

B. The death rate has been steadily decreasing over a much longer time.

Tiap kalimat dalam outline kalimat di atas menjadi topic sentences dalam paragraf yang disusun. Penulis kemudian mengembangkan outline kalimat tersebut.

Memperkuat Outline

Pada dasarnya sebelum membuat outline, penulis harus mengetahui terlebih dahulu maksud dan tujuan penulisan. Banyak terjadi masalah ketika maksud dan tujuan belum pasti tapi sudah membuat outline dan mulai menulis. Akan dijumpai banyak kesulitan ketika mengadakan revisi. Tetapi jika maksud dan tujuan belum pasti, penulis bisa saja membuat draft outline sementara yang kemudian direvisi. Yang perlu diingat adalah jangan sekali-sekali mulai menulis ketika outline belum fix.

Ada tiga tahapan yang dapat dijadikan patokan dalam memperkuat outline. Tahapan pertama adalah outline tema yang sederhana dengan mengidentifikasi topik utama yang harus didiskusikan. Berikut contoh tahap pertama:

Thesis: It is not possible to prove that either heredity or environment is the more important influence on the individual.

I. Difficulties of defining “heedity” and “environment”

II. Difficulties of studying cases of the past

III. Difficullties of experimental studies.

Tahap kedua membagi lagi tiap topik menjadi sub-bagian dalam kalimat yang memperkuat. Kalimat tersebut tidak harus kalimat lengkap tetapi kalimat itu mulai merubah pernyataan topik menjadi ide-ide yang mengarahkan apa yang akan dibahas pada topik tersebut. Berikut ini revisi tahap kedua.

Thesis: It is not possible to prove that either heredity or environment is the more important influence on the individual.

I. Terms “heredity” and “environment” not definable.

A. Heredity and environment cannot be separated.

B. “Environment” too vague a term.

II. Studies of famous and infamous people are not decisive.

A. Famous people: Shakespeare, newton, Lincoln.

B. Infamous people: The Jukes family.

III. Heredity and environment cannot be isolated in studies of children.

A. Newborn babies have already had nine months of prenatal environment.

B. Fraternal twins have different inheritances, and may or may not have significantly different environments.

C. Identical twins do have the same inheritance, but we cannot be sure they have the same environment.

Tahap ketiga merupakan tahap akhir dengan ciri-ciri sebagai berikut. Pembuatan sub-bab sudah lengkap. Seluruh statement outline sudah berupa kalimat lengkap, kalau dimungkinkan berpola paralel agar lebih mudah dilanjutkan dalam suatu tulisan. Akhirnya tiap pernyataan dalam outline dapat dijadikan kandidat utama untuk pembuatan topic sentences dalam tulisan. Outline itu sendiri dapat dijadikan summary secara keseluruhan walaupun tulisan belum dibuat. Berikut ini contoh outline lengkapnya:

Thesis: It is not possible to prove that either heredity or environment is the more important influence on the individual.

I. In practise we are not able to define “heredity” or “environment” with precision.

A. We are not able to define “heredity” except in terms of characteristics which may have been influenced by environment.

1. Some inherited characteristics of fruit flies appear only when the environment encourages their appearance.

2. An acorn will never grow into anything but an oak tree, but whether it becomes an oak tree or not depends on environmental conditions.

B. We are not able to define “environment” with precision.

1. The environment of individuals in a society is so complex that we cannot define it rigorously.

2. Except in very limited laboratory experiments, the word “environment” is so vague that it is useless for serious discussion.

II. we cannot reach any trustworthy conclusions about the relative influences of heredity and environment by studying the istories of famous or infamous people.

A. A study of shakespeare, Newton, and Lincol provides us no answer.

1. If their greatness was due to inheritance, why were other members of their families not distinguished?

2. If their greatness was due to environment, why did others in the same environment not achieve greatness?

B. A study of the notorious Jukes family provides no conclusive answer.

1. We know that the Jukes familiy had a bad inheritance and a record of delinguency, but we cannot be sure that the inheritanc caused the delinquency.

2. The jukes familiy members had each other as part of their environment, and it is porbable that any child brought up in that environment would have become a delinquent.

III. We cannot experimentally study heredity or environment apart from each other.

A. we cannot do it by studying newborn babies.

1. They have had nine months of prenatal environment.

2. they may or may not later display characteristics which are assumed to be inherited.

B. We cannot du it by studying fraternal twins.

1. Such twins come from different eggs and have different inheritances.

2. Such twins may have quite different environments; for example, a boy twin has a different environment from a girl twin, even when brought up in the same family.

C. We cannot even do it by studying identical twins because, although they have the same inheritance, we cannot be sure that they have the same environment.

Terakhir adalah menguji outline yang telah kita buat. Berikut ini kembali saran-saran yang diberikan oleh McCrimmon dalam bukunya “writing in purpose”.

  • Apakah thesis sudah mememuaskan?
  • Apakah hubungan antar bagian jelas dan konsisten?

  • Apakah urutan bagian sudah masuk akal?

  • Apakah outline sudah lengkap?
  • Apakah tiap bagian dapat dikembangkan dengan detil?

Sekian, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s