Perbedaan Artikel Riset dan Artikel Review

Ternyata artikel (paper) dalam jurnal ada dua jenis, yaitu artikel riset yang merupakan laporan hasil penelitian dan artikel review yang berisi pembahasan terhadap trend perkembangan riset penulis-penulis lainnya. Walaupun artikel review hanya membahas/me-review artikel-artikel riset peneliti lain, tetapi sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang ingin memulai penelitian, biasanya para mahasiswa, terutama program master atau doktoral. Artikel review juga memiliki keunggulan dari sisi jumlah sitasi yang biasanya banyak. Berikut perbedaan-perbedaan antara dua jenis artikel tersebut.

Tujuan Artikel

Artikel riset membahas laporan riset yang menjawab pertanyaan riset penulis. Keoriginalitasan dan keunikan menjadi penentu kualitas tulisan. Sementara artikel review mengkritisi tulisan orang lain (kelemahan dan kelebihan). Artikel review membutuhkan artikel yang banyak untuk dikritisi. Pengalaman penulis terkadang menentukan kualitas artikel review.

Basis Tulisan

Artikel riset berasal dari hasil penelitian yang original seorang penulis. Oleh karena itu sering disebut sumber tulisan primer. Sementara itu artikel review berasal dari tulisan orang lain (bukan original). Walaupun demikian tetap saja tulisan jenis ini dibutuhkan karena memberikan informasi-informasi penting terkait dengan trend terkini suatu penelitian.

Cara Penulisan

Artikel riset menulis berdasarkan pertanyaan penelitian yang kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data dan tahapan-tahapan riset lainnya (dari analisis hingga kesimpulan). Berbeda dengan artikel riset yang berdasarkan pertanyaan penelitian, artikel review berdasarkan pemilihan penulis terhadap topik khusus yang akan dibahas dilanjutkan dengan menampilkan overview dari artikel-artikel yang diteliti.

Apa yang Dilaporkan

Artikel riset menulis abstrak, hipotesa, background study, metodologi, hasil dan interpretasi temuan hingga hasil, temuan, dan riset yang akan datang. Sementara itu pada artikel review penulis mendeteksi variasi-variasi antara satu artikel dengan artikel lainnya. Terkadang terjadi konflik antara satu artikel dengan artikel lainnya. Penulis kemudian mendeteksi mengapa terjadi kontradiksi pada tulisan-tulisan tersebut berdasarkan riset yang dilaporkan tulisan tersebut.

Panjang Tulisan

Artikel riset (3000-6000 halaman, bahkan ada yang 12000) umumnya lebih panjang dibanding artikel review (3000-5000). Artikel riset memiliki tujuan lainnya yaitu agar riset dapat diduplikasi/diulang oleh peneliti lain, sehingga butuh informasi lengkap mengenai data dan metodenya.

Artikel review memiliki tiga bentuk yaitu naratif, sistematik dan meta-analysis. Bentuk naratif berisi penjelasan suatu artikel yang dipublikasikan. Sementara itu, sistematik lebih mendalam dari sisi pertanyaan-pertanyaan yang dijawab dalam suatu riset. Meta-analysis membandingkan dan mengkombinasikan temuan-temuan artikel-artikel riset. Agar artikel review bisa “accepted” di journal internasional perlu terlebih dahulu memperhatikan kelayakan tulisan kita untuk dipublikasikan. Beberapa kampus yang membuka program doktoral yang mensyaratkan publikasi jurnal tidak mengakui artikel review sebagai syarat lulus. Oleh karena itu tidak disarankan bagi mahasiswa doktoral menulis jenis artikel review ini. Sekian semoga bermanfaat.

Referensi:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s