Beasiswa adalah Hak Kita

Beruntunglah rekan-rekan yang sudah mengambil beasiswa karena saat ini persaingan memperoleh beasiswa cukup berat. Apalagi andalan rekan-rekan dosen non-millenial seperti saya, yaitu BPPDN/BPPLN, sudah mulai kritis kondisinya dan terancam disuntik mati.

Tinggal kini beasiswa unggulan dosen Indonesia (BUDI) yang menjadi sasaran para dosen yang ingin menebus hutang “kuliah”, alias yang belum S3. BUDI, yang merupakan skema LPDP dari departemen keuangan sulit ditembus oleh dosen-dosen rata-rata di Indonesia, apalagi untuk Indonesia timur. Logika sederhananya adalah ketika BPPDN/LN saja tidak lulus, apalagi BUDIDN/LN. Namun jangan berkecil hati, seperti nasehat pewawancara saya dahulu, harus optimis dan jalankan prinsip “coba lagi saja”. Sederhana, tapi manjur, apalagi sambil berdoa. Apalagi jika usia masih di bawah 47 tahun (batas maksimal usia pelamar BUDI).

Apa salahnya melakukan beberapa aktivitas berikut jika Anda seorang dosen yang wajib melaksanakan Tri Darma perguruan tinggi.

1. Riset. Oiya, beberapa skema riset jika ditekuni memiliki anggaran yang melebihi biaya kuliah lho. Jadi selain Facebook, pantau terus situs penelitian ini. Nah, jika kita beruntung menerima hibah, baik besar atau kecil, di Sinta akan tercatat dan bisa “dilirik” oleh calon-calon advisor kita, khususnya yang ingin ambil S3 dalam negeri. Terlebih lagi bisa diakses oleh umum, misalnya riset saya.

2. Kecakapan berbahasa Inggris. Lihat situs resmi BUDI. Di sana mensyaratkan IELTS 6.5 yang merupakan skor yang cukup sulit bagi orang teknik seperti saya. Utk BPPLN, dulu 6.0 masih diperbolehkan. Oiya, saya ikut pelatihan gratis IELST + tes dari DIKTI di Jogja dulu, dapat Skor 6.0 dan dipakai untuk studi lanjut S3 (lihat post saya dahulu), alhamdulillah lancar.

3. Indeks Scopus. Untuk yang ini, kemampuan menulis mutlak diperlukan. Terkait dengan riset, banyak syarat-syarat h-index dan sebagai penulis pertama di paper yang terindeks scopus. Menjadi anggota peneliti tidak dilarang kok. Oiya, jangan sampai belum punya ID Scopus.

4. Sosialisasi. Aktif di forum-forum atau asosiasi profesi tidak ada salahnya. Banyak kenalan di forum yang akhirnya menjadi supervisor S3.

Mungkin itu sedikit gambaran kondisi beasiswa Ristekdikti/BRIN dan bagaimana dosen mengkondisikan dengan aturan-aturan yang ada agar “menarik” di mata pemberi beasiswa. Jangan khawatir, banyak juga lho yang bukan dari pemerintah. Bisa dari kampus tujuan, lembaga internasional, kedutaan negara asing, dan lain-lain. Sekian, semoga menginspirasi.

Tentang rahmadya

I'm a simple man .. Lahir di Sleman Yogyakarta, 7 Juni 1976 PENDIDIKAN: TK : - (tidak ada TK di tj Priok waktu itu) SDN : Papanggo, Jakarta 83 - 89 SMPN : 129, Jakarta 89 - 92 SMAN : 8, Yogyakarta 92 - 95 Univ. : Fak. Teknik UGM, Yogyakarta 95 - 2001 Pasca. : Tek. Informatika STMIK Nusa Mandiri, Jakarta 2008 - 2010 Doctoral : Information Management Asian Institute of Technology, Thailand 2013 - 2018 PEKERJAAN: Tek. Komputer AMIK BSI Jakarta : 2002 - 2005 IT Danamon Jakarta : 2005 - 2008 Tek. Informatika STMIK Nusa Mandiri Jakarta : 2005 - 2008 Univ. Darma Persada Jakarta: 2008 - 2013 Fakultas Teknik Universitas Islam "45" Bekasi : 2008 - Skrg ( Homebase) Univ. Bhayangkara Jakarta Raya: 2018 - Skrg Univ. Nusa Putra Sukabumi: 2018 - Skrg
Pos ini dipublikasikan di Puisi Kehidupan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.