Teknik Membagi Waktu: POMODORO

Ada sebuah alat yang mendeteksi gelombang EEG otak untuk mengukur tingkat konsentrasi seorang anak ketika belajar. Alat tersebut dikembangkan di Massachusetts (lihat ref ini). Alat yang sudah diterapkan di Malaysia ini juga dapat mengetahui karakteristik siswa, kapan waktu optimal seorang siswa dalam belajar. Ternyata tiap orang memiliki karakteristik bekerja yang berbeda, apakah pada pagi, siang, sore, atau malam.

Bekerja Optimal

Mungkin kita pernah duduk bekerja atau belajar berjam-jam tetapi ternyata hasil yang diperoleh tidak signifikan. Alat deteksi biasanya mengetahui adanya penurunan fokus dan segera alat tersebut memberikan musik untuk menyegarkan otak dan bisa fokus kembali. Ternyata otak butuh istirahat untuk kembali fokus. Masalahnya adalah, kapan waktu yang tepat untuk istirahat?

Pomodoro Technique

Dalam manajemen dikenal Pomodoro teknik, yaitu teknik membagi waktu kerja menjadi 25 menit dengan diselingi 5 sampai 10 menit istirahat (break). Ketika sampai empat kali, ada istirahat panjang sekitar 30 menit. Saat mencoba sepertinya ada rasa tanggung ketika 25 menit harus break, tapi ternyata manfaat istirahat 5 menit sangat efektif karena ketika kembali bekerja otak seperti fresh lagi.

Teknik ini sangat bermanfaat juga untuk yang bekerja di depan layar komputer karena mata juga butuh istirahat, bukan hanya otak saja. Disebutkan tiap empat kali “pomodoro” harus istirahat panjang, nah terkadang agak ribet juga untuk mengetahui saat ini sudah yang kedua, ketiga, atau keempat. Oleh karena itu kita butuh alat bantu, selain timer.

Alat Bantu

Alat bantu dapat diperolah baik dari website maupun aplikasi yang tersedia: play store, apple store maupun microsoft store. Jika malas menginstal bisa menggunakan situs ini sebagai timer. Selain memberi alarm tiap 25 menit dan break 5 menit, aplikasi ini dapat juga mengetahui kapan long break 30 menit harus dilakukan. Selamat mencoba.