Kunci Enkripsi Symmetric

Kunci ini disebut simetris karena bisa digunakan untuk enkripsi dan dekripsi. Contohnya adalah membalik suatu kata. Misalnya ABCD, dienkripsi menjadi DCBA. Perhatikan, jika DCBA didekripsi dengan kunci yang sama dengan enkripsi hasilnya ABCD.

Perhatikan listing di atas dimana huruf terakhir dikonversi menjadi huruf pertama. Buat GUI untuk masukannya dengan GUIDE (File – New – GUI). Sehingga jika dijalankan menghasilkan tampilan sebagai berikut:

Tapi enkripsi ini mudah ditebak, coba tebak kalimat asli dari:

?ay rubil ag naped tamuj apanek .. bisan .. bisaN

 

Support Vector Machine (SVM) di Matlab

SVM merupakan metode algoritma yang sering digunakan untuk regresi dan klasifikasi. Cara kerjanya adalah membuat sebuah bidang batas antara kluster. Bila dibandingkan dengan Jaringan Syaraf Tiruan, beberapa literatur menunjukkan keunggulan SVM yang bekerja secara global optima, sedangkan JST local optima. Walaupun berbeda prinsip, antara SVM dengan JST memiliki tipikal yang sama yaitu data input dan data target dilatih untuk menghasilkan kecerdasan pada sistem. Jika JST menghasilkan bobot dan bias, pada SVM menghasilkan persamaan batas klasifikasi.

SVM di Matlab

Berbagai implementasi telah dilakukan dalam berbagai macam bahasa pemrograman. Untuk Matlab, kita dapat mendownload m-file yang berisi routin untuk penerapan SVM. Link dapat didownload di:

Setelah selesai mendownload, copy folder svm pada C:\program files\Matlab\R2008\Toolboxes kemudian arahkan Path variabel ke situ dengan cara klik File – Set Path.

Klik “Add Folder” untuk menambahkan folder svm ke toolbox Matlab. Setelah itu svm Anda siap digunakan. Sebelum menggunakan ada baiknya Anda mengetik help svm pada command window atau doc svm (versi chm). Alasan utama mengapa kita harus meletakan path adalah karena apabila toolbox svm tersebut tidak diletakkan di path Matlab, maka toolbox itu tidak dapat dijalankan jika kita mengarahkan Current Directory (Direktori Kerja) pada folder yang tidak sama dengan folder toolbox tersebut. Cara mengetes apakah path sudah berjalan adalah dengan merubah current directory di luar directory svm kemudan ketik help svm atau doc svm, jika Matlab menjawab folder not found berarti path belum disetting, selamat mencoba.

Konversi Scope ke Figure pada Matlab

Bagi rekan-rekan penggemar simulink Matlab pasti mengalami kesulitan saat melaporkan hasil simulasi lewat Scope yang kurang baik dari sisi tampilan. Jika langsung dicetak, maka akan menghabiskan banyak tinta karena grafiknya putih di atas hitam. Dulu saya sering menggunakan cara melalui invert color, tetapi tentu saja hasilnya kurang bagus. Apalagi sumbu axis dan ordinat serta judul grafik tidak bisa ditambah. Nah, setelah lama melanglang buana di simulink, akhirnya saya memperoleh cara untuk memindahkan hasil Scope ke figure. Pertimbangannya adalah figure lebih baik dan dapat diberi indikator axis, ordinat dan judul grafiknya. Sebagai bahan contoh, perhatikan model di bawah ini. Sebelum dirunning, dobel klik Scope untuk memindahkan hasil running ke workspace Matlab.

Setelah dobel klik pada scope, Anda akan melihat settingan yang harus diisi. Untuk memindahkan hasil scope ke workspace dobel klik icon Parameter dan pilih tab “data history”. Centang “save data to workspace” sehingga dapat mengisi nama variabel dan format datanya. Beri nama variabel misalnya “output” dan formatnya “array”. Awas, nama variabel pada Matlab “Case sensitive”.

Setelah itu running model yang telah Anda buat. Perhatikan, sepertinya tidak ada yang terjadi pada workspace. Ternyata saat Anda beralih ke Command Window, maka workspace menyimpan hasil running ke dalam suatu variabel bernama output. Coba ketik “who” di command window. Jika muncul variabel “output” maka settingan Anda berhasil, sebaliknya, jika tidak muncul, ulangi langkah di atas. Jangan lupa di klik “OK”.

Perhatikan scope di atas, tampak background hitam kurang nyaman jika dicetak. Beralihlah ke command window, variabel output berisi matriks sumbu axis dan ordinat. Untuk menampilkan grafiknya ketik instruksi-instruksi di bawah ini.

Saat Plot(x,y) diketik, Matlab akan menampilkan figure berupa grafik respon yang lebih baik dari Scope dari sisi tampilannya. Grid, xlabel, ylabel dan title bermaksud menambah informasi tambahan di Figure. Selamat Mencoba !!

Cao ..

Biometrics

Biometrics is my research focus. I interest to it because they have many advantages compared to conventional method such as user-id and password for login. I ‘ve been looking for biometrics text book in Indonesian, but I have not find it yet until now. Thanks to someone who has upload this book, finally I found it.

If you want to make fingerprint, iris, face, signatture, and others identification system, you must read this book. Also, it discusse more about the standard of biometrics system, what are their limitations?, characteristic?, etc. After the fast development of web-based system (internet), the web-based biometrics system is very interesting to many researcher today.

Pengumuman Penelitian Hibah Bersaing Dikti 2012

Setelah penantian panjang, akhirnya muncul juga pengumuman penelitian hibah bersaing (PHB) tahun 2012. Pengumuman ini merupakan kelanjutan dari hasil wawancara di UPI Bandung akhir tahun 2011 yang lalu. Alhamdulillah, seluruh proposal hibah bersaing UNISMA diterima. Thanks to LPPM yang telah mensuport para dosen-dosennya untuk mengajukan proposalnya dan semua pihak yang telah banyak membantu dalam proses pengajuan proposal.

Langkah berikutnya adalah menyusun laporan penelitian yang harus diselesaikan bulan Desember ini dan laporan progress harus sudah diserahkan ke kopertis di akhir Agustus. Semoga hasil penelitiannya bisa diterbitkan di jurnal internasional dan bermanfaat.Cao ..

 

Rahmadya Trias Handayanto

Kendala Pada Matlab

Matlab merupakan bahasa komputasi teknis yang bermaksud membantu para saintis dalam melaksanakan kegiatan sehari-harinya (riset, project, data processing, dan sebagainya). Kendala mahasiswa yang menggunakan matlab sebagai tool pendukung adalah saat disidang mahasiswa tersebut tidak sanggup menjelaskan konsep dasar yang melatar belakangi operasi pada Matlab. Beberapa penguji terkadang meminta source code dalam bahasa tertentu seperti C++ dan Java. Jika mahasiswa yang bersangkutan sudah mempelajari teori dasarnya terlebih dahulu mungkin tidak ada masalah, namun jika karena terdesak oleh waktu dan mahasiswa itu tidak sempat mempelajari dasar teori algoritma yang mendasarinya, malapetaka akan menimpa mahasiswa itu. Sebenarnya pada help Matlab, setiap akan memberikan referensi tutorial, Matlab memberikan dasar teori pendukungnya dengan disertai oleh buku rujukan yang bisa kita beli atau download di internet.

Untuk kasus dimana dosen penguji meminta kode sumber, mungkin agak sedikit bermasalah terutama jika dosen penguji tersebut tidak mengakui M-file sebagai bahasa pemrograman layaknya C++, Java, VB dan sejenisnya. Untuk menyiasati hal itu ada baiknya kita mengkonversi bahasa matlab menjadi bahasa C++. Langkahnya adalah dengan membuat deployment project (file – new – Deployment Project). Setiap kita selesai membuat kompilasi program menjadi exe, Matlab selalu menyediakan source code dalam bahasa C++ di folder “Src”. Berikut ini contoh program menghitung beasiswa dengan menggunakan FIS dan ANFIS yang setelah dikompilasi muncul file dalam bahasa C++.

Sebenarnya inti dari programming adalah algoritma, jadi jika kita memahami algoritma maka bahasa apapun dapat kita kuasai. Fanatik terhadap satu bahasa menurut saya kurang baik. Tetapi sebisa mungkin kita memahami dua atau tiga bahasa pemrograman yang dapat kita jadikan alat dalam menterjemahkan algoritma yang telah kita kuasai atau sedang dipelajari.

Gambar di atas mengilustrasikan hasil running file executable hasil kompilasi dari bahasa Matlab. Tampak bahwa matlab sudah mampu membuat aplikasi layaknya bahasa pemrograman yang umum dipakai, disetai dengan GUI yang sudah maju sejak versi 6 hingga sekarang (versi 7).

Salam …

Rahmadya Trias Handayanto

Soft Computing

Istilah soft computing merupakan pelengkap dari hard computing yang merupakan komputasi berdasarkan ketidakpastian. Banyak yang bingung apa bedanya soft computing dengan artificial intelligent (AI). AI lebih dahulu muncul, merupakan metode komputasi berdasarkan simbol-simbol dan dikembangkan oleh bahasa pemrograman tertentu seperti prolog, lisp, clips, dan sejenisnya. Soft computing tidak jauh berbeda dengan AI dalam hal penerapan, tetapi dari sisi perhitungan tetap menggunakan notasi-notasi numerik hanya saja dengan algoritma-algoritma tertentu yang saat ini berkembang pesat antara lain: Fuzzy, ANFIS, Jaringan Syaraf Tiruan, Algoritma genetik dan yang terakhir Bayes. Karena berdasarkan algoritma tertentu maka bahasa pemrograman seperti C++, Java, Matlab dan sebagainya dapat digunakan dan tidak lagi dimonopoli oleh bahasa khusus AI.

Fuzzy yang dipelopori oleh Lutfi Askar Zadeh, pria keturunan Iran yang sempat mengenyam pendidikan di Rusia dan saat ini tinggal di Amerika Serikat merupakan dasar dari Soft Computing. Algoritmanya merupakan konversi dari numerik biasa yang diistilahkan dengan CRISP menjadi fungsi keanggotaan Fuzzy yang bersifat manusiawi (linguistik). Beberapa kritikus menanyakan mengapa fuzzy tetap menyandarkan pada aritmatika, sehingga munculah Fuzzy tipe-2 yang memasukkan unsur ketidakpastian.

Jaringan Syaraf Tiruan, yang merupakan metode yang dikembangkan oleh mcculloch – pitts merupakan algoritma yang berusaha meniru bentuk syaraf biologis makhluk hidup. Dengan konsep Neuron-nya disertai dengan bobot dan fungsi aktivasi merupakan terobosan dalam algoritma soft computing. Setelah sempat redup di tahun 70-an karena tidak sanggup menyelesaikan kasus serderhana seperti XoR, akhirnya algoritma ini marak diteliti kembali setelah Hopfield menemukan metode pembelajaran rambatan kesalahan (backprogragation error) yang sanggup mengeset bobot sesuai dengan target pembelajaran.

ANFIS yang merupakan singkatan dari Adaptive Neuro Fuzzy Inference System merupakan penggabungan dari Fuzzy dengan Jaringan Syaraf Tiruan. Bedanya hanya pada rule yang dibentuk lewat mekanisme pembelajaran (learning). Di antara tiga metode pembuatan rule Fuzzy (Mamdani, Sugeno dan Tsukamoto) hanya Sugeno yang secara efisien mampu diaplikasikan pada ANFIS.

Algoritma Genetik yang masuk dalam kategori Evolutionary Computing merupakan algoritma yang berusaha meniru sifat adaptive dari alam sekitar (mirip teori darwin) dimana organisme yang hidup saat ini adalah organisme terbaik yang berhasil unggul dibanding organisme lain yang sudah punah. Metodenya adalah membangkitkan sembarang bilangan, kemudian dievaluasi dengan fungsi objective dan jika kurang baik maka dimusnahkan, sedangkan yang baik, dikawin silangkan serta dimutasi sehingga menghasilkan individu baru yang lebih baik dari induknya. Operasi ini terus berlangsung hingga dihasilkan individu terbaik hasil dari kawin silang dan mutasi.

Bayes, pertama kali dimunculkan dalam bentuk Naive Bayes yang merupakan komputasi berdasarkan statistik probabilistik. Pengambilan keputusan berdasarkan dengan peluang terbesar di antara kandidat yang ada. Terkadang kondisi di lapangan sangat jarang dijumpai kondisi pasti antara A,B,C atau D, seperti pendeteksian penyakit, peramalan cuaca dan sebagainya. Oleh karena itu hasil dari metode bayes ini merupakan peluang terbesar dari suatu kondisi (tidak 100 % akurat).

Metode tersebut di atas terkadang digabungkan antara satu dengan lainnya untuk menghasilkan akurasi, kecepatan dan efisiensi dalam pengoperasiannya. Karena antara satu metode dengan metode lainnya memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Metode mana yang Anda gunakan semua ada di tangan Anda. Termasuk bahasa pemrograman yang menjadi pilihan Anda. Untuk saat ini saya sedang mengimplementasikan algoritma Soft Computing dalam bahasa Java, karena bahasa ini merupakan selain bahasa yang open source, banyak dipakai di peralatan, juga dapat berjalan di aplikasi berbasis Web yang saat ini sedang booming.

Rahmadya Trias Handayanto

Hidden Layer Pada Jaringan Syaraf Tiruan

Dari dua jenis cara membuat Jaringan Syaraf Tiruan (JST), cara pembuatan dengan command window sebaiknya dilakukan jika Anda ingin membuat JST dengan beberapa hidden layer karea cara GUI (dengan nntool) tidak menyertakan hidden layer di dalamnya.

    Sesuai dengan namanya, JST bermaksud membuat sistem yang mirip syaraf biologis dengan suatu algoritma (ingat, syaraf tiruan dengan “y”, bukan saraf, itu lain lagi artinya J ). Jika kita punya data masukan dengan keluaran tertentu maka kita dapat mengajarkan ke JST sehingga apabila ada masukan yang berbeda, sistem akan mampu memprediksi keluarannya berdasarkan aturan yang dipelajari lewat mekanisme learning/training.

    Misal kita ingin mengajari JST pemangkatan. Tentu saja jika pemangkatan tidak perlu dengan JST, hard computing pun bisa. Tapi ini kita jadikan percobaan karena mudah dalam memverifikasikan hasilnya. Kenyataan di lapangan terkadang kita tidak menjumpai kasus yang memiliki formula matematis dalam menghitungnya misalnya tanda tangan, kita tidak dapat membuat formula matematis suatu tanda tangan.

    Buat suatu input = [1 2 3 4 5 6 7 8 9 10]; dan output = [1 4 9 16 25 36 49 64 81 100]; yang merupakan pangkat dari input. Untuk membuat JST dengan katakanlah dua hidden layer dengan masing-masing layer memiliki 30 neuron. Banyak istilah asing ya .. emang bikin pusing, neuron itu merupakan analogi yang dalam hal ini fungsi alih yang fungsinya meneruskan sinyal atau sebaliknya mematikan sinyal. Saatnya meramu JST, misal kita butuh neuron input sebanyak data masukan, 10 buah dan keluaran 10 buah.


Sengaja nih saya gunakan image, biar Anda belajar dengan mengetik langsung (tidak copy – paste). Baris pertama bermaksud mendefinisikan matriks masukan, dilanjutkan dengan keluarannya. Karena keluaran (diistilahkan dengan target) didefinisikan maka JST yang kita buat masuk kategori Supervised Learning (pembelajaran terpandu). Baris ketiga bermaksud membuat suatu jaringan syaraf tiruan dengan dua buah hidden layer, masing-masing 30 neurons dan input dengan 10 neurons. Sebenarnya parameternya ada banyak (lihat baris keempat), goal, epoch, dan lain-lain. Sebaiknya lihat help pada matlab dengan mengetik help newff. Di akhir script, JST yang kita buat akan melakukan proses learning.


Perhatikan gambar di atas, tampak dua buah hidden layer. Apakah hasilnya akurat? Tentu saja tidak, saya dan siswa-siswa saya terkadang berkali-kali meramu JST sehingga dihasilkan hasil yang optimal. Untuk mengujinya, lakukan perintah “sim”.


Lihat simulasi yang terakhir, ngaco kan? Masak 3 kwadrat = 61? Tambahkan jumlah Neuron di lapis tersembunyi (Hidden Layer). Menurut riset di jurnal-jurnal, hidden layer yang optimal itu satu saja, perlu diingat, makin banyak hidden layer, proses menjadi sangat lambat dan terkadang komputer Anda tidak sanggup memprosesnya sehingga muncul pesan “Out of Memory “. Coba ramu lagi, Cao ..


Rahmadya Trias Handayanto

Update: 26 Nov 2015

Ada yg bertanya jumlah hidden yang terbaik, apa patokannya. Referensi yg jelas-jelas mengatakan bahwa jumlah hidden optimal satu saja cukup adalah karangan Laurent Fausett judulnya: Fundamental of Neural Network: Architecture, Algorithms, and Applications, hal 299.
one hidden layer

Sementara kalo mau tau alasan detilnya mengapa harus ada hidden layer, baca bukunya Hagan (Neural network Design). Katanya untuk mengatasi problem logika XOR yang bikin JST sempat mengalami masa suram krn ga bisa menyelesaikannya.

Update: 31 Juli 2018

Berkembangnya piranti hardware saat ini memungkinkan JST untuk memproses jumlah neuron dan hidden layer yang lebih banyak. Akibatnya, dalam perkembangannya JST dioptimalkan dengan menambah jumlah neuron dan hidden layer. Istilah JST dengan jumlah hidden layer yang banyak dikategorikan sebagai deep learning. Saat ini deep learning banyak diriset. Jadi JST dengan jumlah hidden layer lebih dari satu belum tentu tidak optimal. Beberapa trik diperlukan, salah satunya adalah memodifikasi fungsi transfer.

Buku Penerapan Soft Computing dengan Matlab

Hasil dari tulis menulis di blog, terbit buku tentang penggunaan Matlab bersama pembimbing saya Dr. Prabowo Pudjo Widodo. Diterbitkan oleh penerbit: Rekayasa Sains.

Buku “Penerapan Soft Computing dengan MATLAB” membahas seluk beluk Soft Computing yang terdiri dari Fuzzy, ANFIS, Jaringan Syaraf Tiruan dan Algoritma Genetik. Walaupun terasa materi yang dibahas sangat luas, tetapi penulis yakin dengan memanfaatkan software Matlab, pembaca akan mampu membuat aplikasi dengan basis Soft Computing yang canggih.

Setiap bab dimulai dengan teori dasar singkat dengan harapan pembaca dapat mengerti algoritma dasar Soft Computing yang digunakan dan diakhir bab diakhiri dengan studi kasus penerapannya dengan Toolbox Matlab. Pada buku ini digunakan Matlab atas dasar pertimbangan kemudahan dibanding dengan bahasa lainnya yang sejenis. Sebagai penopang utama Soft Computing, Fuzzy dibahas lebih rinci dibanding dengan yang lain.

Untuk mempermudah mempelajarinya, diharapkan pembaca sudah menginstal software Matlab dan mempraktekannya secara langsung saat membaca buku ini. Di bab terakhir diberikan contoh kasus pembuatan aplikasi lengkap dengan bantuan Graphic User Interface (GUI). Untuk mengatasi lisensi Matlab yang mahal, dipelajari juga teknik kompilasi script Matlab menjadi program executable yang dapat dijalankan di komputer lain yang tidak terinstal Matlab.

Oiya, lihat buku saya yg terbaru : https://biobses.com/product/pemrograman-basis-data-di-matlab-dengan-mysql-dan-microsoft-access-dvd/

ICACSIS 2011

I have presented some papers on International Conference, but it is the first time I submit the paper for ICACSIS 2011. This conference is about Computer Science and Information System that committed by Universitas Indonesia. The conference will be held at Mercure Hotel, Ancol, North Jakarta, Indonesia. Unfortunately, at that day, I will attend the IELTS Test in PPB UGM, so I asked the second writer, Mr Haryono to present our paper. I hope he will be able to present our paper without any mistakes and there is no problem about the language.

Our research is about real time network monitoring using artificial neural network of our hotspot area. The committee of ICACSIS 2011 said that our research is has a novelty and interesting, but there are so many grammar error. The important critics is about cross validation that I did not mention in our paper. The cross validation is a testing method that use some groups. Every group must be tested after training by other group and vice versa.

If you want to join this conference as a participant, you can attend this on 17 – 18 December 2011. It costs Rp. 200.000,00 and I think it is not expensive compared to the experience that you will get there, as many researcher from overseas will come and present their interesting paper.

Update: 19/04/2017

The paper was indexed by IEEE (http://ieeexplore.ieee.org/document/6140744/) and Scopus (http://www.scopus.com/inward/authorDetails.url?authorID=55014574400&partnerID=MN8TOARS), with 2 citated (not bad 🙂 )

Competitive Research Grant Presentation

Dikti does not support the Young Lecturer Research grant anymore, but it still supports the Competitive research grant. It is difficult to get this grant because we have to present our research proposal first. On 5 December 2011, I presented my research proposal at Educational University of Indonesia (UPI) Bandung. My Research Proposal has a title “The evaluation and optimation of gas station building in Bekasi by using genetic algorithm”.


There were two group who would present the proposal: Main group and Guiding group. My university was member of guiding group that must be guided by other universities. Our group consists of 17 universities. Every leader of research presented for about 10 minutes before asked more about her/his research proposal by the interviewer, Mr Anton and Mrs Nenden.


After waiting for about 45 minutes, I presented my research proposal in front of other participants. I must reduced my power point because every presenter only needed 10 minutes. I must waited two other speakers before asked with so many questions. The first interviewer asked me whether my proposal was for competitive or fundamental grant. I was very surprised when listened that question. Fortunately, after little explanation about the content of my research proposal, he said that it was only wrong title, not wrong proposal. The second interviewer, Mrs Nenden, only asked simple and easy question about what research that I have done. I explained about my last research such as attendance system, engineering calculation, and so on. When all participants finished, I was disappointed because my watch showed that I miss my train to Yogyakarta, but I was very happy when my wife phoned me and said if our tickets were bought back by our national train department.

Compiling the m-file

Compiling the m-file means we convert the source code of matlab into executable file, so the other computer can run it although there is no matlab software being installed. Of course if the computer which run the application has matlab software we don’t need to compile it.

Because there are a lot of file which build matlab-based application, we must prepare them first. Application with Graphic User Application (GUI) need at least two files: the fig-file for interface and m-file for source code. If you use some toolbox on it, you must include that files to your deployment project. For example, if you create fuzzy-based application, you mast include the fis-file to your deployment project.

Let’s open your matlab software and I suggest you to change the current directory into the same directory as your programming file. Matlab provide project for compiling by clicking the file, new and deployment project in the menu bar. This figure shows you deployment project window.


Please try to compile your own matlab application. As an information, matlab use Matlab Compile to C (mcc) to convert code in matlab into c++ first before converting to exe.

Artificial Neural Network Tutorial for Matlab (Presentation)

Artificial Neural Network (ANN) is my favorit algoritm because it use analogy of biological neural system. It is very interesting, neurons and axons convert to algorithm of transfer function and weight that can be adjust by activity called “learning”. When doing learning, ANN use some iteration to match the target with the input by changing it weight and some correction number, called bias.

Classification, Pattern Matching, signature identification, and other similar usage usually use ANN with some modification on input data and target. Because ANN has an ability to store memory on it neurons, some vendor use it for Pattern Matching application. There are some problem when using ANN, because when training, a lot of memory must be available if you don’t want your system being “hang”. The learning algorithm usually use the famous one, called backpropagation (from John Hopfield invention). But some research add other soft computing algorithms to enhanced the speed of learning and accuracy.

The language for creating ANN may be C++, Java or the easiest one, Matlab. I use Matlab for most of my application. Of course there is a classic problem by using Matlab, the lisence. But some language, for example, Octave, Scilab, etc, are open source and free for download. And the most important is the same syntax with Matlab. Of course we must build our function of ANN in open source language, because a lot of function (called M-file) does not available. If you want to know more about ANN with Matlab you can see www.mathworks.com or other millist, for example www.techsource.com.sg and free for sign up. This is a presentation form of explanation about ANN using Matlab you can download from techsource. Please find by your self in www.google.com.


Ok .. if you could not find, this is the link for download from my own storage: http://www.ziddu.com/download/16472066/neuralnetworkinmatlabtutorialpresentation.rar.html

Automatic Neural Network-Based Network Analyzer for Hot Spot Area

After about three months, we’ve just finished the Automatic Neural Network-Based Network Analyzer for Hot Spot Area. We created it by Matlab program and by other softwares such us Wireshark (http://www.wireshark.org) and Quick Screenshot Capture.

This system works simple by analyzing the image (with Artificial Neural Network Algorithm) from network traffic graph of wireshark that has captured periodically by Quick Screenshot Capture (or other application that available in the market). The resume will cluster the network by three cluster: Normal Condition, High Traffic Condition and Unnormal Condition. The unnormal condition may be happen if the viruses or DOS attacks threat our Hot Spot. Here is the demonstration of our application.

instead of for Network Analyzer, this system can be implemented for analyzing surveillance by using web cam or other devices.

Mengambil data dari Excel ke MATLAB

Selain mengambil data dari file berekstensi DAT, Matlab juga bisa mengambil data dari Microsoft Excell (baik 2007 maupun 2002/2003). Fungsi yang digunakan adalah “open”. Untuk mempraktekannya coba buka Microsoft Excell kemudian coba buat satu field berisi dua buah field (kolom) berikut ini.

Perhatikan Nama Sheet perlu diganti karena nama ini akan menjadi nama variabel data di workspace Matlab. Ganti Sheet1 menjadi Data misalnya. Simpan dengan nama bebas, misalnya tabel, tidak perlu disave as menjadi word 2002/2003. Buka Command Window Matlab, lakukan instruksi:

>>Open tabel.xlsx

Klik “Finish” saat jendel “Import Wizard” terbuka, centang isian M-Code, jika akan diaplikasikan dalam bentuk Script M-File. Klik tombol radio “Other” terlebih dahulu.

Berikutnya akan muncul satu variabel baru Data, yang jika kita ketik variabel tersebut akan memunculkan data yang sama dengan data excell.

>> Data

Data =

1 11

2 12

3 111

4 14

5 25

6 56

7 67

8 86

9 54

10 67

Berikut ini hasil generati kode –M.

function importfile(fileToRead1)
%IMPORTFILE(FILETOREAD1)
% Imports data from the specified file
% FILETOREAD1: file to read
% Auto-generated by MATLAB on 08-Aug-2011 13:50:26
DELIMITER = ' ';
HEADERLINES = 0;
% Import the file
newData1 = importdata(fileToRead1, DELIMITER, HEADERLINES);
% Create new variables in the base workspace from those fields.
vars = fieldnames(newData1);
for i = 1:length(vars)
assignin('base’, vars{i}, newData1.(vars{i}));
end

 

Coba sendiri untuk akses ke GUI-nya ya.