Pertemuan II: Decision Support System

Dosen: Dr. Prabowo P.W

Ruang: 101

Hari: Jumat, 14 Agustus 09

Setelah pertemuan minggu lalu pa Prabowo memberikan software DS Win2, sekarang diberikan lagi software expert choice. Lumayan bisa digunakan untuk membandingkan produk-produk yang akan kita gunakan. Misalnya kita akan memilih, motor matic mana saja yang akan kita beli (skywave, spin, vario dan mio).

Expert

Cara membandingkannya adalah, misal skywave: tenaganya dibanding spin berapa kali, dibanding vario berapa kali dan dibanding mio berapa kali. Tentu saja  subyektif, tetapi kalo yang memberi jawaban samplenya banyak, lumayan akurat sih.

Di akhir kuliah pa Prabowo cerita, seorang wanita yang mengalami masalah di duburnya sedang berobat. “pa dokter, sy sakit apa ya?”, kata si ibu. “Oke, kalo gitu saya periksa dengan termometer dulu”. Akhirnya diperiksalah si ibu. “Pa dokter, itu bukan dubur!”, kata si ibu, kaget. “Tenang bu, ini juga bukan termometer kok”.

Bagian IV IT Strategic

Nih .. hasil adu cepat ngetik dengan presentasi Pa Dana  .. (kalah juga saya):

3 cara menentukan prioritas

  1. Pembobotan aplikasi CSF dengan Balance Score Card (dengan point)
  2. Apa layanan it itu?

Suatu spectrum, bisa sangat teknis, bisa bisnis atau kedua-duanya.

  1. Apa infrastructure?

Hardware dan software. Mengapa penting? (beri 3 alasan utama).

  1. Untuk memberikan pelayanan

IT Strategi harus selaras dengan bisnis strategy

 

Agenda:

Memahami strategi infra

Memahami strategi pemilihan teknologi

Memahami strategi pengembangan aplikasi

Memahami arsitektur data

 

Bagaimana mengakuisisi suatu sistem: Melakukan sendiri, outsource, beli

 

Jenis keahlian dalam TI

Business service: kuat di bisnis, organsiasi dan perencanaan

Business support: bisnis dan organisasi dengan kemampuan teknis lumayan

Development support: kuat di teknis, namun memiliki pemahaman bisnis yang mencukupi

Technical services: kuat di teknis.

 

Jenis IT service:

Strategy and planning service

Application development service

Application and technical service: training, app change control, security control

Technology delivery and maintenance service : install PC, kabel, hardware, upgrade software package, dsb

 

Karakteristik IT service:

Yang berperan adalah persepsi user bukan kenyataannya

Harus ada kegiatan untuk mengisi waktu kosong, kalau tidak ada user request.

Keahlian teknis problem solving akan dihargai, tetapi kualitas akan dilihat dari interaksi personal.

Semakin user paham bagaimana sulitnya proses layanan TI tersebut, mereka akan semakim memaklumi kinerja layanan TI. Kenapa? Soalnya sering tidak kelihatan oleh user.

 

Generic service models:

Service bisa dibagi 4 kelompok: service factory (security, network, desktop installation) , job shop (programming and database design), mass service (training, contrack management, staff service skills/attitudes), professional service (consulting, system analysis & design).

 

Gap 3: kinerja bagian layanan yang rendah

–          Ambiguitas dalam peran layanan TI

–          Kurang sumber daya

–          Kurang control

Gap 4: Komunikasi layanan yang buruk (what is the service?)

–          Komunikasi yang tidak seragam terhadap user

–          Sikap untuk terlalu menjanji-janjikan

Gap 5: Perbedaan antara ekspektasi dan persepsi

–          User tidak paham kesulitan dalam menyediakan layanan

–          Ekspektasi sulit dicapai

 

Application Development:

Isu-isunya antara lain:

–          Bisa membangun aplikasi baru dengan cepat

–          Integrasi di seluruh lini bisnis

–          Aplikasi yang mudah dipergunakan

–          Aplikasi yang fleksibel, bisa diperbaharui dengan mudah

–          Semakin menyatu dengan proses bisnis, semakin penting

 

Pendekatan Pengembangan: ( Strategic  or High Potential)

–          Jika aplikasi bersifat support: maka beli

–          Jika strategis: gunakan proses reengineering

 

Kisah kegagalan dan keberhasilan:

Kegagalan:

–          Proyek dipimpin oleh SI/TI yang kurang pengetahuan bisnis

–          Memudahkan segala sesuatu, menganggap requirement sudah jelas

–          Anggapan resiko kecil

–          Sedikit perubahan bisnis

–          Melakukan terlalu banyak perubahan software

–          Cost, no benefits

 

Keberhasilan:

–          Dipimpin oleh unit yang didukung oleh unit SI/TI

–          Business process dikodifikasikan terlebih dahulu

–          Paham perlu perubahan organisasi

–          Ada perubahan proses bisnis/prosedur

–          Mencari titik tengah antara fasilitas built-in software dengan kebutuhan bisnis yang optimal.

Pentingnya Infrastruktur

–          Keberlanjutan kinerja pengembangan aplikasi

–          Memaksimalkan data dan fasilitas yang ada

–          Rapid application development

–          Mengurangi kompleksitas sehingga meningkatkan flesibbilitas

 

Isu infrastruktr dengan bisnis

–          Berusaha mengaitkan d

Pertemuan X-XI: IT Project Management

Hari/tgl : Sabtu, 20 Juni 2009

Dosen : Dr. Eng. Sukrisno Mardiyanto

Materi yang dibahas adalah lanjutan pertemuan sebelumnya yaitu menggunakan Microsoft Project sampai dengan pendanaan.

Sesi berikutnya dilanjutkan dengan Risk Manajement. Tambahan lagi tentang outline tugas yang harus dikerjakan dan dipresentasikan di akhir kuliah.

Outline Tugas Kelompk

I. Pendahuluan
latar belakang masalah (sesuai topik yang dipilih)
2. Metodologi Pembangunan Sistem
Daur hidup perangkat lunak sesuai metodologi yang dinyatakan pada topik tugas
3. Perencanaan proyek
Wbs, cost Estimation, Penjadwalan Projek,Alokasi sumber daya
4. Penutup

Pertemuan X: IT Policy and Strategy Management

Bagian IV

strategi si

value chain dan is

porter industri value chain & is

porter competitive forces dan is

generic business strategies and is

swot

balance scorecard

1. porter value chain

– terutama bermanfaat manakala organisasi tersebut tidak memiliki rencana strategis yang jelas.

ct. utk marketing butuh ordering systems,dsb. tahu kebutuhan informasi masing2 organisasi.

selanjutnya dibuat tabel

primari act | Aktivitas  | kebutuhan informasi

operation   | —-       | —-

Hubungan dengan suplier dan sebagainya (external) gunakan value network

manfaat si dalam industri value /supply chin

– inventore : …

administration: paperless transaction of sales order, purchases order, dls

2. apakah keunikan competitive forces porter?

new entrants

|

|

Supplier  <———— Industri      bargaining power of

Competitors ——————-> buyers

Intensity of

rivality

potensi SI pada persaingan

Forces                                    business                                 potential is/it effect

threat of new                        menambah kapasitas                           – economies of scale

entrants                 menurunkan harga

new basis for competition

threat of new entrants:

– membuat calon pesaing merasakan entry barrier, karena perlu biaya mahal dalam membangun infrastruktur tersebut.

generic porter: differentiation, low cost dan focus.

skr dipecah menjadi oerall low cost provider strategy, broad differentianon str, focus low cost strategy, focused differentiation srategy dan best cost provider strategy

low cost strategy,

contoh black and decker dengan no return policy

contoh lain, ryanair dan tiger airways

differentiation strategy,

singapore airlines dan star alliance

berhadiah point yang bisa dipakai untuk hotel berbintang

servis yang diberikan oleh singapore airlines juga berkelas

focus differentiation,

misal body shop

fokus pada wanita kelas atas

diferensiasi pada kualitas

menggunakan aplikasi crm yang mencatat aktifitas setiap pelanggan dan mencatat jadwal kunjungan (termasuk mengingatkan).

4. rockart’s critical success factors

small number of easily identifiable operational goals

shape by industry, manager & envieronment

believed to assure firm’s success

used to determine organization’s information req.

langkah: buat goals lalu csf

misal: earning/share  untuk aoutomotive: styling, quality dealer system, cost control dan energy standards

csf didapat dari interview terhadap chif di perusahaan itu.

5. the balanced scorecard

example: manufacturing company of electrical product

imported components

orders tend to be unique for specific customer, now using stock strategy

problems: cost for components acquisition

cost of finished goods

long delivery time

4 perspective: finansial, customer, internal dan innovation.

contoh:

tujuan                                     csf                                           pengukuran kinerja                                             dukungan kebutuhan dan informasi bisnis

efisiensi dan         pemenuhan ketersedian     tingkat keahlian dan penglaman dari               mengadakan oursource untuk tenaga ahli

csf : kualitas sdm

Ukuran : kompetensi pegawai, tingkat disiplin pegawai, tingkat kesejahteraan

strategi: peningkatan manajemen sdm, sistem presensi terpadu, peningkatan adm kepangkatan.

matrik mc farlan

strategic      high potential

futre

key operatioal         support

present

si spmb

acconting is

si akademik

portal dan si alumni

payroll app

real sector indicators

aplikasi pembayaran mhs – bni

research database

asset management system

database kompetensi sdm

si procurement

semuanya dipetakan ke dalam: strategic, high potential, key operational atau support

Pertemuan V: Project Management

Pertemuan V: Project Management

Dr. Eng. Sukrisno Mardiyanto

Planning

Sulit dilaksanakan, hanya ada dua kemungkinan: berhasil atau gagal.

How to Schedule:

  1. Identifikasi apa yang kita butuhkan (WBS)
  2. Identifikasi berapa besar ukurannya

Size estimation techniques

  1. Identifikasi ketergantungan antar tugas

Prinsip WBS adalah membagi proyek menjadi bagian-bagian kecil (decompose).

Work Packages

Tugas diskrit dengan hasil akhir yang telah didefinisikan

Ibarat daun pada tanaman

Aturan satu dua

Tidak terlalu besar tetapi tidak terlalu kecil

Teknik WBS:

–          Top-down

  • Cocok untuk permasalahan yg dipahami
  • Teknlologi dan metodologinya baru
  • Seperti proyek2 sebelumnya

–          Buttom-up

  • Butuh waktu lama

–          Analogy

  • Berdasarkan pengalaman masa lalu
  • Butuh proyek pembanding

–          Rolling wave

–          Post in on the wall

Code-Based Estimates

Perkiraan proyek berdasarkan banyaknya ketikan program

Keuntungan

–          Mudah dipahami

–          Mudah diukur

–          Mudah membandingkan

Kerugian

–          Sulit diestimasi di awal siklus

–          Bervariasi tergantung language

–          Cenderung memperbanyak coding

–          Sering menggunakan code generator menghasilkan excess code (menambah jumlah baris yg tidak berguna).

Net Present Value (NPV)

–          Membandingkan keuntungan dua proyek.

TUGAS KELOMPOK IT PROJECT MANAGEMENT

  1. Proyek Pembangunan Portal e-commerce berbasis Web Service
  2. Proyek Pembangunan Sistem e-Government berbasis service Oriented Architecture (SOA).
  3. Proyek Pembangunan Sistem Informasi Kependudukan dengan Single Identity Number berbasis Unified Process (UP).
  4. Proyek pembangunan Pengontrolan Lalu lintas (Automatic Traffic Control) berbasis RAD (Rapid Application Development).
  5. Proyek Pembangunan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit berorientasi Object.
  6. Proyek Pembangunan Sistem Pemilihan Umum berbasis e-Voting dengan Model-driven software Development.

NOTE: materi UTS sampai dengan Schedulling.

Pertemuan IV: Software Project Management

Pertemuan IV:

Hari/tgl: sabtu 16 Mei 09

Dosen: Dr. Sukrisno Mardiyanto, M.Eng.

Your PM Proses : why, what, how do dan done.

Langkah primer perencanaan:

–          Identifikasi scope proyek dan tujuan

–          Mengidentifikasi lingkungan organisasi proyek

–          Menganalisa karakteristik proyek

–          Mengidentifikasi produk proyek dan aktivitasnya

–          Memperkirakan usaha tiap aktivitas

–          Mengidentifikasi resiko

–          Mengalokasi sumber daya

–          Review

Dokumen yang dihasilkan : documen dan produk (SD, SQAP, SCMP, Risk Management Plan, Software Process Improvement Plan, Communications Management Plan, Migration Plan,oprerational plan.

Sebagai PM, pilih dokumen yang cocok. Sebaiknya ada SDP, dll.

Produk document: statemen of need, system interface spec, software req, dll.

Software Project Survival Guide: (lihat ebook).

Planning:

–          Berapa biayanya?

–          Akan dilaksanakan berapa lama?

–          Berapa banyak orang yang dibutuhkan?

–          Apa yang bisa menjadi masalah?

Software Development Plan

–          SPMP

–          Beberap orang menganggap paling penting adalah SRS (menyatukan beragam dokumen)

Communication Management Plant

–          Bisanya bagian dari SPMP

–          Menggambarkan aliran informasi ke seluruh bagian (mengambil dan mendistribusikan info).

–          Status meeting-nya: bulanan, mingguan, harian serta status report adalah vital.

Planning, estimating dan scheduling merupakan satu paket.

Plan: identify activitas, tak ada waktu dan hari yang jelas.

Estimating: menentukan ukuran dan lama suatu pekerjaan.

Schedulling: menambah start dan akhir dengan waktu yang jelas serta hubungan dlm pekerjaan itu.

Bagaimana Membuat Schedule:

  1. Menentukan apa yang butuh dikerjakan

Dengan Work Breakdown Structur (WBS)

  1. Mengidentifikasi berapa banyak (ukuran)
  2. Menentukan ketergantungan
  3. Seberapa lama proyek akan berjalan?

Mempartisi Proyek Kita:

–          Kita harus mendekomposisi proyek menjadi potongan kecil.

–          Semua proyek harus mempartisi

–          Membagi dan menguasi

–          Dua penyebab kegagalan: lupa sesuatu yang kritikal dan salah sasaran.

Work Breakdown Structur: WBS

–          List hierarchy dari aktivitas kerja

–          2 format:

Outline

Graphical tree

–          Dengan sistem penomoran desimal, contoh: 3.1.5

–          Termasuk development, mgmt dan pekerjaan pensupport proyek

Contract WBS (CWBS) – untuk memantau pelaksanaan pekerjaan secara kasar

–          2/3 level

–          High level tracking

Project WBS:

–          Ditentukan oleh PM dan team

–          Detil

–          Lihat power point pa sukrisno, cepet banget ..

WBS Chart Example

–          Mirip HIPO 0.0 dipecah 1.0, 2,0 dst

Tipe-tipe WBS:

–          Process WBS

–          Product WBS

–          Hybrid WBS

(contoh ada di slide)

WBS diaplikasikan biasanya menggunakan Gantt Chart (bisa dengan ms project)

Work Packages

–          Pekerjaan terpisah dengan hasil yang telah didefinisikan

–          Seperti daun pada pohon

–          Aturan one-to-two : biasanya 1 atau 2 orang untuk 1 atau 2 minggu

–          Dasar dari monitoring dan reporting progress.

–          Edealnya lebih singkat dari yang panjang.

(makin kecil skala makin sulit di-manage)

WBS:

–          List of aktivitas bukan benda

–          List of item, dapat datang dari beragam sources (SOW, proposal, brainstorming, stakeholder, dan tim)

–          Menggambarkan aktivitas menggunakan bahasa “bullet”.

Estimation:

–          Target vs committed Dates

Target: diproposed oleh bisnis/marketing

–          Jangan commit segera

–          Commited: setelah tim setuju

LOC Estimate Issues

–          Bagiamana mengetahuinya?

–          Bagaimana jika bahasa yang berbeda?

–          Bagaimana dengan gaya programmer?

–          Statistik: rata-rata produktivitas programmer 3000 LOC/yr

–          Banyak pendekatan algoritmik setelah requirements.

Function Point

(bagian2 dari software yang terkait dengan fungsi).

–          Menghitung bisnis function per kategori

–          Buat faktor kompleksitas

–          Mengeset bobot pengali untuk masing2 (0 >15).

–          Hasilnya akan di ajust menghasilkan

–          Menghitung influence multiplier dan apply

–          Hasilnya functional point pertama.

Wideband Delphi

(dibahas pada pertemuan lain)

COCOMO

Stand for Cosnstructive Cost Model

–          Mengijinkan tipe aplikasi, ukuran dan COST driver

–          Hasil keluarannya dalan Person Months.

Mengetahui Deadlines:

Tahun fiskal dls

Parkinson’s Law

“Work expands to fill the time available”

Student Syndrome

“Procrastination until the last minute

Pertemuan IV: IT Policy and Strategy Management

Tugas II: Membandingkan dua jurnal

Masuk ke google schooler

Pilih satu artikel jurnal yang dianggap populer (baik) – cek citation index-nya.

Pilih satu artikel lain yang setopik (biasa-biasa saja).

Buat ringkasan kedua artikel itu.

Bandingkan dua artikel dari sisi:

– Melihat persamaan dan perbedaan serta kelebihan dan kekurangan.

– Saran perbaikan

Jumlah halaman kurang dari 10

Jumlah daftar pustaka minimum 5 jurnal

Format laporan – standard

Waktu 2 Minggu.

Pertemuan IV: IT dan Organisasi

Bentuk ideal organisasi masa depan yang berbasis IT itu bagaimana? Hingga saat ini belum ada. (buku ken chendu). Organisasi itu seperti silo (pulau2) yang masing2 sibuk dengan urusan sendiri. Cenderung mengarah ke atas. Dasar fikirannya adalah teori organisasi. Untuk mengurangi kompleksitas dengan cara membagi divisi-divisi. Intinya adalah mengurangi communication channel (sifatnya eksponensial). 3 orang 3 channel, 6 orang 6 channels, 9 orang 15 channel dan seterusnya. Sehingga diharapkan tiap tim antara 10 hingga 15 orang.

Tujuan pembagian divisi:

  1. Menangani kompleksitas
  2. Mencapai kemahiran
  3. Mengurangi switching costs
  4. Mengurangi training costs
  5. Meningkatkan scalability

Specialization & Control (merupakan sesuatu yang kontradiktif)

Mula-mula tugas tertentu single. Setelah membesar, maka dipecah menjadi beberapa task. Kian mebesar maka dipecah lagi menjadi spesialisasi. Tetapi makin banyak spesialisasi, makin sulit mengontrolnya. Sehingga dibutuhkan usaha lebih untuk mengontrolnya.

Mekanisme koordinasi menurut Mintzberg, 1979.

Mutual adjustment: koordonisasi lewat komunikasi informal.

Direct Supervision: ditugasi seorang supervisor yang bertanggung jawab terhadap lainnya.

Tugas dengan standarisasi: berisis tugas dengan detil spesifik.

Keluaran yang terstandarisasi: produknya harus berstandard.

Kemampuan yang terstandarisasi: pengetahuan, kemampuan atau training yang dibutuhkan.

Note: Hasil penelitian di jerman, dalam 1 group, jumlah idealnya adalah 5 orang.

Tahapan pertumbuhan organisasi.

Untuk organisasi kecil: tidak dibutuhkan mekanisme koordinasi yang ketat. Komunikasi dilakukan secara informal.

Saat organisasi tumbuh: diperlukan grouping dalam departemen berdasarkan:

Fungsionalitas dan formasi.

Struktur organisasi dibagi menjadi 3 level yaitu strategic, manajerial control dan kontrol operasi. Ditampilkan formasi Mintzberg sebagai pengembangan dari Anthony.

Mengapa banyak perusahaan-perusahaan gagal melakukan integrasi?

  1. Orang banyak fokus ke tugas individual masing2 vertikal.
  2. Tidak disarankan grouping berdasarkan fungsi.
  3. Tidak ada suatu mekanisme untuk koordinasi aliran proses. Masalah koordinasi cenderung meningkat.

Hkm more: teknologi it makin lama makin cepat (ditampilkan grafiknya). Kecepatan meningkat, storage makin murah. Dengan histori: 1st – vacum, 2nd – transistor, 3rd – IC dan 4th – LSI.

Kesalahan komunikasi yang muncul disebabkan oleh:

  1. Konektifitas lebih dari sekedar isu teknis.
  2. Legacy system (usang) yang mengakibatkan kelambanan. Diterangkan saat UI memproses SKALU (sebelum UMPTN) yang waktu itu dengan bahasa COBOL. Tapi saat ini sudah tidak support. Mau dibuang sayang, tdk dibuang rugi. Cara terbaiknya dengan re-engineering (penulisan bahasa ulang).
  3. tidak ada standarisasi bersama. Biasanya dijumpai tiap daerah di Indonesia memiliki standar yang berbeda.
  4. respon tidak langsung

Saat ini konektivitas dan respon makin meingkat dengan adanya internet. (setelah facebook, muncul tweeter).

Era managemen IS:

  1. Era pertama: monopoli focus pada efisiensi dan produktivitas
  2. Era II: Market free, fokus ke evektivitas group dan individu.
  3. Era III: network dalam komputer fokus pada value.

Knowledge Base (expert system) masuk AI atau DSS? Walaupun ES dari AI, tetapi ES sering dipakai DSS. Sehingga banyak sistem yang overlapping.

Apa yang khas dari executive IS? Executive IS harus mampu juga melihat detil (break down cappability) harus juga scanning (akses data dari external). Istilah baru yang ada Pada EIS adalah dashboard. Dashboard : menampilkan informasi secara simultan, sehingga mengetahui informasi mana yang critical mana yang tidak, dan mudah dicerna oleh kalangan atas. Dilanjutkan dengan data mining dan data warehouse.

Kesalahan dalam mengalokasikan sumber daya:

  1. Akibat ketidaksetimbangan distribusi setralisasi ataukah desentralisasi.
  2. Duplikasi data dalam fungsi IS
  3. Kesenjangan digital antara negara utara – selatan.

Proses Bisnis adalah ?

Apa perbedaan antara function dengan process?

Function

Process

Fokus apa

Fokus bagaimana

Vertical

Horizontal

Statis

Dinamis

Ask

custom

Value Chain:

Kita bisa mendifinisikan primary activity (operation, outbound logistics, marketing and sales dan service) dan support activity (infrastructure, dll).

Business Process Reengineering (BPR)

(Michael Hammer: Father of Reengineering).

Prinsip Hammer

  1. Yang penting hasil (outcomes)
  2. Kerjakan apa yang bisa (user output/do it yourself).
  3. dll

J- Welch: Perusahaan Hybrid, perusahaan besar yang memiliki jiwa kecil. Secara fisik google tidak memiliki gedung megah, tetapi termasuk kategori perusahaan besar.

Terakhir pa Dana membahas merubah struktur organisasi (pemangkasan) hingga diperoleh perusahaan dengan struktur organisasi yang sesuai dengan yang dikehendaki. Hasil : On Demand Enterprise (karya IBM), orientasi customer dan mengatasi ancaman luar.

Pertemuan III & IV : Software Engineering

Pertemuan III ( jangan lupa ngopi ya .. soalnya ngantuk bangets)

Hari/tgl            : Sabtu, 2 Mei 2009

Dosen              : Dr. Sularso Budilaksono

Pertemuan ini membahas requirements. Requirements diartikan sebagai kapasitas yang dimiliki software yang akan dibuat.

Requirements terdiri dari : Statik dan Dinamik. Statik identik dengan data (terstruktur, atribut OO) sedangkan dinamik proses/flow terhadap data (DFD terstruktur, use case utk OO).

Functional req: menggambarkan interaksi antara sistem dengan lingkungannya bebas dari implementasinya.

Nonfunctional Requirement: menggambarkan aspek-aspek yang tampak di sisi user dan tidak secara langsung berhubungan dengan perilaku fungsi suatu sistem, misalnya: respon, keluaran, keamanan dan sebagainya.

Pseudo Requirements: pseudo di sini psudocode menggambarkan batasan dari sisi implementasi dihubungkan dengan client. Misal: bahasa program, patform, dan sebagainya.

Pengembangan Sistem terdiri dari dua pendekatan:

  1. Terstruktur/konvensional, dengan memisahkan data (basis data) dan proses (perancangan sistem).
  2. Object Oriented (OO), pendekatan dengan dunia nyata dimana data dan proses menjadi satu.

Empat “P” dalam pengembangan software:

Proses : aktivitas lengkap dalam mengembangkan perangkat lunak. Proses harus konsistem dan strukturnya jelas.

Ada beragam pendekatan dalam SDLC (Model Process) antara lain:

  1. Code and Fix
  2. Waterfall : Req – analysis & design – coding – testing – maintenance dan kembali lagi ke requirements.
  3. Prototyping: Untuk mempercepat waktu dan agar user segera diperkenalkan dengan hasil rancangan. Dalam suatu form, user bisa melihat tampilan tetapi saat button diklik tidak diproses (masih kosong).
  4. Proses yang bertahap (hampir mirip dengan waterfall dan prototipe), hanya saja yang disajikan ke user tidak hasil akhir melainkan beberapa fungsi tertentu saja.
  5. Agile Software Development Proses, sangat cepat contohnya kategori extreme programming.
  6. Spiral.
  7. UML

Bu Nita: apakah metodologi menggambarkan jenis pendekatan pengembangan sistem (terstruktur atau OO)?

Jawab: Agak linear tetapi tidak otomatis. Walaupun jenis waterfall agak cocok dengan terstruktur, prototyping dengan OO).

Aplikasi terdiri dari dua jenis yaitu: non real time (DFD + ERD + OO) respon bisnis boleh tertunda, untuk 00 dengan State transition diagram, berikutnya real time/event driven, biasanya dengan OO, respon harus seketika bila ada event, dibutuhkan interfacing yang baik.

State Transition Diagram

Problem Domain/dunia yang real dalam permasalahan.

  1. Workflow real/sebenarnya
  2. Work flow yang disederhanakan
  3. Context Diagram
  4. DFD level 1
  5. DFD level Rinci/2/3/4

Analysis to Design

Transisi dari analisa ke disain bercirikan terbentuknya skema di sisi disain (field database sudah mulai terbentuk).

Modul/Procedure

proses

Note:

Untuk menggambarkan data dari conceptual model menjadi physical model selain dezign dengan Power Design. Berbeda dengan dezign yang konsep dan model jadi satu, pada power design berbeda (saat many to many di dezign terbentuk satu tabel baru).

Procedure dan hiding pada modul-modul dibahas (modul yang hanya bisa diakses oleh yang berhak).

Pa Miwan: Apakah OOD harus menggunakan OOP? Sudah pasti. Analisis berorientasi obyek dilanjutkan dengan OOD lalu coding dengan OOP.

Object Oriented lebih mudah karena analisanya mendekati dunia nyata.

Praktek !!!!!!

Jalankan Silverun lalu buka tutorialnya.

Buat DFD sebagai berikut: ….. (ada di papan tulis).

silverrun

Pertemuan III : IT Policy & Strategy Management

Pertemuan II IT Policy & Strategy

Dana Indra Sensuse, Ph.D

Hari/tgl            : 1 Mei 2009

Subyek            : Business Planning Issues d the Implicatons for IS/IT Strategy

Review Last Week:

Apa yg disebut primary activity? Secondary activity? Dalam value chain analysis.

Teori 5 force model? Positioning (market: menentukan customer yg dilayani, produk: produk apa yg harus dibuat dengan fitur2nya, Boundary: Produk yg bukan wilayah kita, Network: peran apa dlm suatu jaringan, kompetisi). (Michael Porter).

Strategic : 4 quadrant. (contoh kasus BSI). Oleh Mc Farland.

  1. Impact tinggi, ke depan juga tinggi: Biasanya sistem yang terintegrasi, ERP
  2. Turn around, saat ini kecil tetapi ke depan besar: online test.
  3. Support, saat ini tidak besar ke depan juga besar.

Oleh karena itu kita harus sadar kita sampai quadran mana?

Business Plan:

–          Evolution

–          Framework

–          Define bisnis strategy

–          Process

–          Dll

Evolution of Business Planning:

Diawali financial, dilanjutkan dengan forecast-based planning, orientasi eksternal dan management strategis.

Framework for business Plnning:

Pertama kali kita lihat value, setiap organisasi memiliki value yang khas (dilihat dari visi dan misi). Lalu diteruskan dengan tujuan (mau apa 3 atau 4 tahun kedepan, apakah mengurangi cost, menjadi lembaga  yg terkemuka, dan sebagainya). Mengidentifikasi strategi saat ni, di sini harus melihat sumber daya di dalam (kekuatan dan kelemahan), contoh di bsi, biaya murah, jaringan tenaga kerja, infrastruktur/fasilitas, sedangkan kelemahannya: perpustakaan, kualitas SDM, rekruetment test dan sebagainya.

Setelah itu direncanakan strategi ke depan, tetapi sebelumnya kita harus melihat ancaman dari luar, antara lain: Pesaing baru bermunculan, pembajakan karyawan, muncul sistem pembelajaran jarak jauh dari kampus terkenal. Dilanjutkan dengan kesempatan: lapangan kerja di bidang IT masih tinggi, kondisi ekonomi karena biaya kuliah murah, sekolah yang berbasis IT masih sedikit (di Indonesia).

Untuk merencanakan strategi ke depan kita buat matriks.

quadrang

Dilanjutkan dengan memilih strategi2 tersebut yang layak (misalnya 5) dilanjutkan dengan implementasi, tahun pertama kegiatan apa saja, tahun kedua apa saja dan seterusnya. Tujuannya agar bisa menentukan anggaran. Terakhir kita memonitor agar dapat memberikan feedback. (bahasan di atas bukan satu-satunya framework, tetapi cukup baik untuk menerapkan business plan).

Mirip dengan SDLC (planning, analisa requirements, disain UI-database-infrastructure-arsitektur sistem, implementasi: coding – testing (unit test, integrated test, system tes, assesment tes, alfa-beta, deployment (transisi sistem) ada 4: cut off, paralel, fase, pilot project dan terakhir monitoring, dan kembali lagi ke langkah pertama.

Input Business Plan

External environment, kondisi sosial politik, ekonomi, teknologi. Sinyal yang penting dari luar yang lainnya.

Pressure group, customer, pemerintah, supplier,

Stakeholder (karyawan, dll)

Umumnya busines plan dilakukan tiap-tiap unit (sbu), yang menjual barang, berkompetisi dan melayani customer.

Definisi Business Strategy:

Sekumpulan aksi yg terintegrasi yg bertujuan meingkatkan kesejahteraan dan kekuatan perusahaan dibanding dengan kompetitor.

Strategic planning, adalah kegiatan yang sistematik, komprehensif (dari beragam sumber) yang hasilnya set of action.

Strategic thinking, kreatif (bukan hanya cara biasa), enterpreunerial insight. Membuat sesuatu yang unik.

Proses Membuat Business Planning

Tiga langkah: menentukan arah, menentukan strategi (action) lalu bagaimana kita mencapai strategi itu.

Teknik yang digunakan untuk business plan:

Teknik Quantitatif:

Roi, risk analysis, seluruh variabel bisa diukur.

Teknik Qualitative:

Deskripsi, life cycle, value chain and system, tidak diukur. Tergantung dari creatifitas, pengalaman dan arahan yang tepat.

Teknik pengembangan sistem (spesifik) : 1. water fall, 2. spiral,

Metodologi biasanya dibagi menjadi: 1. struktural (waterfall), 2. Rapid development (lebih cepat karena dengan JAD, prototype), 3. Agile Development (jauh lebih cepat lagi).

Kelompok Agile: extreem programming, dan sejenisnya. Tetapi tidak ada metode yg baik untuk segala situasi.

Ada lagi yang membagi menjadi: 1. Pengembangan berbasis proses, 2. Berbasis Data, 3. Object Oriented (bukan kumpulan proses atau data – Class).

Review terhadap tugas oleh Pa Dana dari tugas yang baru dikumpul :

  1. Cover
  2. Summary, info paper.
  3. Kutipan untuk pengkritik (minimal 5 referensi).

Kesalahan2 yang muncul:

  1. Dalam mengkritik tdk dimasukkan kutipan.
  2. Referensi yang kurang.
  3. Hanya menerjemah

Pertemuan II: IT Strategic, Tata Cara Penulisan Paper

Diharapkan harus ada: (Time Roman, spasi 1,5) hard copy, dua minggu dari skrg.
1. Cover Page
2. Ringkasan 2 sampai 3 halaman
3. Kritik
– isi

Minimal 5 daftar pustaka disertakan. Tambahan dari buku, web dsb.

Contoh Journal of the American Society for Information Science: Jun 2000: 51.8: ABI/INFORM Global

Managing Heterogeneous Information Systems through Discovery and Retrieval of Generic Concepts

Uma Srinivsan *
CSIRO Mathematical and Information Science, Lock….

Anne HH.H. Ngu
School of Computer Science and

Tom Gedeon
School of Information Technology, Murdoch ….

Contoh Statement-nya: Saya tidak setuju dengan journal .. karena menurut Srinivasan et.al, (2000).

Penulisan daftar pustakanya:

Srinivasan, Uma, dkk, (2000) ### salah### Karena dianggap tidak fair (menutup kontributor journal itu).

Jadi yang benar:

Srinivasan, Uma, Anna H.H. Ngu, Tom Gedeon, (2000), Managing Heterogeneous Information Systems through Discovery and Retrieval of Generic Concepts, Journal of the American Society for Information Science, 51(8): 70-723.

Rahardjo, Budi, (2001), Pengantar Statistik, Yogyakarta: Andi Offset

Pembagian Tugas:
Eko & Rahmadya: Assesing Egov Service

Accessing e-Government Services: Design Requirements for the Older user

Liona Lines, O… dsb.

Berisi suatu servis e-Government untuk orang tua.

Rencana Tugas IT Ethics

Tugas paper: bukan ringkasan, tetapi tulisan sendiri tentang tugas yang telah diberikan. (dead line 28 Mei 2009)

Struktur paper biasanya: IMRAN, singkatan dari Introduction (latar belakang, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian), Method, Result, Analysis, Discussion

Pertanyaan ada dua: pertanyaan penelitian, untuk menjawab dan pertanyaan teknis, biasanya untuk engineering

Method pasti menghasilkan result. Hasil itu kemudian dipaparkan. Analisa digunakan untuk membandingkan dua teknik. Diskusi berisi kesimpulan dari analisa atau PR terhadap riset ke depan.

Syarat paper yang masuk ke journal:

1. Novelty: kekinian (letak barunya dimana? dibandingkan yang sudah ada).

2. Originalitas.

Selain itu ada lagi, seperti organisasi paper. Method hanya dibahas metode apa yang kita pakai, jangan menulis method penelitian yang sering kita pakai. Ambil contoh di http://citeseer.ist.psu.edu/

judul sebaiknya pendek dan mencerminkan isi. Paper itu ada ukurannya julah kutipan. Biasanya orang pertama baca judul, kemudian abstrak dilanjutkan dengan kesimpulan, baru isi. Jadi abstrak sangat menentukan. Jadi jangan pusing dulu saat disuruh baca paper. Mulai dulu membaca judulnya saja, dilanjutkan abstrak dan kesimpulan. Dan biasanya di kesimpulan ada clu/future research. Jadi saat membuat paper sebaiknya harus baca banyak paper agar kita tidak mengerjakan paper yang sudah dibuat orang.

Coba cari site citeseerx

Ok

Pertemuan I & II: Software Engineering

Pertemuan I : Software Engineering

Dosen: Dr. Sularso Budilaksono (FTI Univ Persada Indonesia)

S1 Ilkom UGM

S2 Ilkom UI

S3 Teknologi Pendidikan UNJ

No HP : 081 3260 XXXX

Sebelum dimulai perumusan materi yang diajarkan, tiap siswa diminta menuliskan properti yang dimiliki sebagai pedoman (di luar negeri, software engineering sudah berorientasi object semua).

Nama : …………….

Bid. Pendidikan S1 : …………….

PTS/PTN S1 : …………

Software Pemrograman

– Non OO : ………………..

– OO : ………………….

Software Database

– Non Client Server : …………

– Client Server : ………….

Pengertian software engineering di Indonesia masih rancu. Di luar negeri software engineer sudah masuk kategori profesi. Software Engineering merupakan akumulasi mata kuliah komputer (jaringan, pemrograman, database dan sebagainya.

Untuk membedakan antara software engineering dengan engineering lainnya bentuk produksinya (volume dan kwalitas). Ada perbedaan antara hardware dengan software dengan karakteristiknya (tidak perlu suku cadang, yang menyusut fungsinya, bisa ganti komponen – untuk OO program, bisa direkayasa). Perangkat lunak bisa dikatakan gabungan antara jasa dan produk dari hasil keluarannya.

Dalam membuat database, saat ini sudah menggunakan tools, dimulai dari rasional/logical – tools/phsical – Table/schema

Hasil keluaran software engineering tidak hanya coding, program dan sejenisnya, tetapi disertai juga dokumentasi lengkap (ER-D dan diagram-diagram lainnya).

Constraint (batasan) software engineering antara lain:

  1. Kualitas
  2. Requirement
  3. Biaya/Cost
  4. Time
  5. Maintainability

Software Engineering berkolerasi dengan 4P (Produk, Proses, Personil, Proyek).

Pemakai perangkat lunak memiliki masalah antara lain: kompleks, banyak alternatif, teknologi yang cepat obsolet (usang).

Contoh program yang digunakan pemerintah untuk merekam transaksi akademik suatu perguruan tinggi : EPSBED. Program ini menggunakan visual foxpro, under windows. Program ini selalu merubah versinya.

Dibahas mitos dan realitas yang terjadi dalam aktivitas software engineering (lihat slide).

Karena produk dari software engineering mengandung unsur jasa, maka tidak ada standarisasi.

Dibutuhkan alat bantu (tools) dalam menghasilkan produk software engineering. Tools di sini bukan hanya sekedar drawing. Contoh:

  1. Datanamics DeZign (Datanamics perusahaannya, Dezign produksnya, seperti microsoft access, dan lain-lain).
  2. Power Designer (versi 5 dan 6 masih ERD + Activity, sedangkan untuk versi baru 12, sudah berbasis obyek).
  3. Visual Paradigm (object oriented).
  4. Silverun (DFD level rinci/detil)
  5. BlueJ
  6. NetbeansBlueJ

DeZign sudah diberikan oleh Pa Sulastro, kemudia diberi latihan membuat database dengan menggenerate database dari tabel beserta relasinya.

Bila melibatkan pihak ketiga, software engineering lebih rumit lagi dalam manajemen proyeknya. Pihak yang terlibat dalam pengembangan software disebut stakeholder (Developer, Customer, Financial Support, dan sebagainya).

PR:

Buatlah Rancangan ERD dengan tools kasus sbb :

1. Perusahaan penerbitan memproduksi buku pengetahuan berbagai mata pelajaran. Buku tersebut ditulis oleh pengarang yang spesialisasi hanya satu pelajaran. Perusahaan memperkerjakan banyak editor yang harus spesialisasi di satu mata pelajaran untuk melakukan editing buku yang akan dipublikasikan. Seorang pengarang dapat menulis banyak buku pada mata pelajaran yang menjadi spesialisasi dia

Petunjuk : harus ada entitas pengarang, editor, mata pelajaran, buku dengan jumlah dan tipe atribut, kardinalitas dan calon primary key diserahkan pada anda.

2. Sebuah RS memiliki banyak klinik (mata, jantung, gigi, dll). Tiap pasien harus memiliki satu informasi Rekam Medis yang menerangkan riwayat penyakit dan riwayat pemerikasaan pada suatu klinik di RS tersebut. Seorang dokter hanya bertugas di satu klikik dan satu klinik dpt memiliki banyak dokter. Tgl periksa pasien, nama dokter dan ID klinik harus tercantum di Rekam medis ketika pasien diperiksa.

Petunjuk : harus ada entitas pasien, dokter,klinik, rekam medis dengan jumlah dan tipe atribut, kardinalitas dan calon primary key diserahkan pada anda.


Pertemuan II: IT Strategic (Peran IT dalam organisasi)

Perlunya IT

Mt Kuliah: IT Strategic

Dosen: Dana Indra Sensuse, Ph.D (Ilmu Komputer UI)

Kasus Leap Frog

Sebuah produsen mainan, menggunakan IT untuk meningkatkan kreativitask.

Kasus Wyndham International.

Sebuah perusahaan resort, untuk sistem informasi di resort itu sendiri, maupun untuk bekerja sama dengan instansi lain.

IT mampu merubah business model. Transaksi melalui internet, penggunaan kredit card. Contoh bisnis model yang baru adalah pengadaan barang dengan sistem lelang. ERP memiliki keuntungan dari sisi decision making (lebih cepat).

Benefit yang bisa diukur disebut tangible, sedangkan intangible benefit tidak bisa diukur. Contoh tangible benefit kenaikan jumlah pelanggan sekian persen, dan sebagainya. Sedangkan untuk intangible benefit: kepuasan pelanggan, peningkatan brand image perusahaan, peningkatan pelayanan terhadap nasabah.

Supply chain marketplaces, dimaksudkan untuk mencari mana produk suplier yang termurah.

Namun demikian, seorang penulis di harvard business review berjudul : IT Doesn’t Matter. Maksudnya IT bukan seperti yang digembar-gemborkan. Jika kita menggunakan IT, saingan kita juga menggunakan IT. Muncul perdebatan, yang akhirnya diambil kesimpulan:

– IT does, in fact, matter

– A lean, yat agile, IT platform provides benefits described in chapters and discussed in cases.

Kita ambil contoh, amazon.com, dengan menggunakan IT dapat menjadi unggul dengan saingan lainny. Google, misalnya, walaupun banyak saingan (yahoo, altavista, dan lain-lain). Keunggulan google karena google menginvestasikan terhadap IT cukup besar dibanding dengan pesaing-pesaing lainnya.

Model bisnis adalah sebuah bisnis bagaimana caranya mendapatkan uang (keuntungan). Contoh: on line banking.

Model bisnis merubah inovasi menjadi keuntungan ekonomis.

Model bisnis memiliki kemampuan menjelaskan bagaimana suatu perusahaan menghasilkan uang dengan menspesifikan di posisi dalam rantai perdagngan. Misal: produk kita dikalahkan oleh produk Cina yang memiliki produk yang berkualitas dengan harga murah.

Komponen model bisnis

Konsep: Konsep bisnis organisasi menentukan strategi

Value:

Capability:

Teknik yang digunakan untuk menganalisa peran IT dalam suatu organisasi:

  1. Value Chain Analysis
  2. Industry and Competitive Analysis
  3. Strategic Grid Analysis

Untuk menentukan posisi di mana kita berada? Kita harus mengetahui: customer, pesaing, produk, pendatang baru, siapa saja pemainnya. Next week kita akan membahas teknik-teknik apa yg banyak dipakai untuk analisa peran IT di suatu perusahaan.

Pertemuan I: IT Ethics & Ciber Law

Pertemuan I: IT Ethics & Ciber Law

Hari/Tgl : Selasa, 14 April 2009
Dosen : Dr. Yan Rianto (LIPI)

Etika sering diartikan sebagai set aturan yang diterima secara umum pada lingkungan tertentu. Terkadang bertolak belakang dengan etika di wilayah lain.
Etika bervariasi selain dengan wilayah berbeda dengan waktu, juga dengan:
– Umur
– Group Kebudayaan
– Latar Belakang Etnis
– Agama
– Gender
Masalah aborsi, terkadang menjadi polemik, ada yang setuju ada yang tidak. Masalah Cloning juga (Kenapa di-Cloning? di-klonin aja..). Daging babi? Ternyata 99% DNA babi cocok dengan manusia. Jadi jika makan babi, seperti kanibal saja. Jadi ethics merupakan set keyakinan tentang baik dan benar, perilaku dalam sosial tertentu, kebiasaan yang memancing perbuatan, kebiasaan yang tidak diterima serta skema nilai moral.
Pemandian di Jepang, berendam dalam satu kolam. Anehnya pintu masuknya sama? Kemudian diceritakan bahwa tiap hari selasa ada libur mandi.

Integritas
Orang yang memiliki etika selalu memiliki integritas yang baik. Jadi ada hubungan antara etika dengan integritas. Jadi orang dengan integritas:
– berperilaku mengikuti kode dan prinsip
– Selalu mengajak orang lain, memiliki sikap dan pandangan yang sama dengan kita
– Selalu bertingkah laku yang sama dalam segala situasi.
Jadi seseorang berintegritas jika melihat suatu penyimpangan, pasti akan menegur. Diceritakan saat pemerintahan Megawati, saat penerimaan pajak, dll melebihi angaran, beberapa orang yang tidak memiliki etika berusaha menghabiskan anggaran walaupun waktu yang tersedia tinggal tiga bulan. Saat ditawari kerja sama mark-up orang yang berintegritas akan menolak dan berusahan memperbaiki.
Di tempat kerja beliau (LIPI) pernah terjadi mark up pengadaan mobil kijang yang diberi harga seharga Camry. Orang yang melaksanaan anehnya tidak dipecat apalagi dipenjara. Tetapi karena orang tersebut memiliki ”sesuatu” maka tidak ditindak. Biasanya, pimpinan menerima ”sumbangan” dari mana-mana, dan salah satu ”penyumbangnya” orang itu.

Peran Etika dalam dunia bisnis
Dunia bisnis memerlukan etika demi kelangsungan usahanya. Misalnya produk yang ditulis sebagai peringatan. Pernah ada kejadian, perusahaan yang dituntut karena di produknya tidak ditulis warning.
Contoh tercampurnya susu dengan Melamin di Cina, sempat membuat beberapa industri jatuh. Melamin dicampur dengan susu ternyata dimaksudkan untuk meningkatkan kadar gizi saat diukur.
Sedangkan di IT sudah banyak terjadi pelanggaran etika. Mengapa suatu perusahaan bisnis yang baik selalu memperhatikan etika?
– Untuk menaikan niat baik komunitas
– Menciptakan kestabilan dan konsisten dalam operasinya
– Menghasilkan bisnik yang baik
– Melindungi organisasi dan pegawainya dari aksi ilegal
– Menghindari pubikasi yang buruk.
Contoh penyedap rasa ajinomoto yang walaupun sudah tersertifikasi halal ternyata ketahuan menggunakan babi. Contoh lain kejadian dai kondang AA Gym yang melakukan poligami di saat yang tidak tepat karena figur beliau yang sabar, menjaga kerukunan keluarga dan lain-lain.

Menaikan imej positif terhadap lingkungan
Membangun imej saat ini sudah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft, Bakrie, dan lain-lain. Mendirikan yayasan, membangun sekolah, beasiswa dan sejenisnya.
Mengapa microsoft selalu memberi gratis ke sekolah tetapi tidak ke bisnis? Beberapa perusahaan cenderung membangkitkan kebiasaan seseorang menggunakan produknya.
Krisis global di AS bisa dibilang kiamat ekonomi? Apa yang terjadi? Perusahaan di AS menerbitkan surat utang yang dapat kita beli dengan bunga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Nah, surat utang yang kita beli, oleh perusahaan itu dijaminkan ke perusahaan asuransi, untuk jaga-jaga agar jika terjadi segala sesuatu, bisa dibackup oleh perusahaan asuransi itu. Efeknya, karena merasa perusahaan besar, para karyawan, agar dianggap berprestasi, cenderung mencari nasabah sebanyak-banyaknya tanpa cek dan ricek, toh, perusahaannnya dianggap bonafid. Kemudian, rumah yang saat ini dianggap sebagai investasi. Rumah yang belum lunas, diagunkan, kemudian uang hasil agunannya dibuat untuk beli rumah dan seterusnya, dan dahsyatnya nilai riil jauh lebih besar dari nilai uangnya bahkan sampai 12 kali lipat.
Jadi, sebagai indikator, jika suatu perusahaan asuransi bangkrut, dapat dijadikan indikator tentang kebangkrutan suatu negara.
Untuk Indonesia, skandal bumi resources dianggap sebagai pelanggaran etika. Surat yang digadaikan tidak berharga baik lagi. Dan Bakrie saat ini cenderung merugi.
Hasil akhirnya adalah, etika yang baik dapat berarti bisnis yang baik.
cover-e-book

Download: part 1,  part 2.

Referensi:
Nortchutt, Stephen. 2004. IT Ethics Handbook. USA: Syngress Publishing.

Kuliah I Software Project Management

Software Project Management

Pertemuan I:

Hari : Sabtu, 4 April 2009

Dosen : Dr.Eng Sukrisno Mardiyanto

Keahlian yang dibutuhkan Project manjer;

– kepemimpinan

– komunikasi

– Problem sofling

– Negosiasi

– Mempengaruhi organisasi

– Mentoring

Posisi yang ada pada manajer proyek:

– Administrator/koordinator project

– Asisten manajer proyek

– Manajer proyek / manajer program

– Manajer program eksekutiv

– VP Program Manager

Software Project Management merupakan bagian dari MP. Manajemen proyek bukan saja hanya membahas software. Sedangkan Manajemen proyek merupakan bagian dari ilmu manajemen.

Sejarah ilmu manajemen proyek:

– Kelahiran MP modern: Manhattan Project (Bom Atom di PD 2)

– 1970. Proyek militer, pertahanan, konstruksi, dan sebagainya.

– 1990. Banyak model – modal yang dikembangkan antara lain:

– 1985 : TQM

– 1990-93 : Re-engineering, self-directied temas

– Dll

Kemudian dibahas perbedaan antara manajemen proyek dengan manajemen program. Interaksi dengan apa? Stakeholders yang terlibah siapa saja?

– sponsor proyek

– eksekutif

– tem

– pelanggan

– konstruktor

– Manager Fungsional

Perlatan yang dibutuhkan MP adalah perangkat lunak. Contohnya: Microsoft Project. Untuk kakas yang sederhana (low – end) bisa digunakan MS Excell, Milestones Simplicity. Ciri yang dibutuhkan fitur dasar, tasks management, charting.

Jenis berikutnya Mid – Market. Dengan fitur tambahan: Menangani proyek besar, proyek multiple, analysis tools. Kebanyakan menggunakan MS Project (approx. 50%).

Ada 9 area pengetahuan pada PMI:

– Manajemen integrasi proyek

– Scope

– Waktu

– Biaya

– Kualitas

– SDM

– Komunikasi

– Resko

– Procurement

Prinsip pertama dalam suatu proyek:

– Tidak ada dua proyek yang persis sama, walaupun scope-nya tidak jauh berbeda.

– Patterns dan anti Patterns

– Spektrum: Project types (proyek yang hanya mendisain dan tidak menghasilkan barang), Ukuran (ada yang kecil ada yang besar, ukuran berdasarkan biaya dan usaha.

Prinsip Rapid Development:

– Faster Delivery

– Mengurangi resiko

– Meningkatkan visibility terhadap customer. Visibility di sini adanya transparansi terhadap kemajuan proyeknya.

Strategi:

– Menghindari kesalahan klasik

– Develop Fundamental

Empat Dimensi Proyek:

– Orang

– Proses

– Produk, dan

– Teknologi, harus dikuasai

Trade-off Triangle.

– Di antara produk, jadwal dan biaya. Tidak mungkin memilih cepat, murah dan baik. Hanya bisa dipilih dua saja. Jika ingin cepat, baik dan tepat waktu maka biaya harus dinegosiasi ulang.

– Kita harus tahu mana di antara yang ketiga itu fixed dan variabel pada setiap proyek. Sebagai manajer proyek harus pintar bernegosiasi.

People.

– “it’s always a people problem”. Gerald Weinberg, the secrets of Consulting. Susah mengatur manusia.

– Produktivitas pengembang: bisa diberi penilaian dari 1 – 10.

– Improvement. Kita harus menyeleksi ulang tim, organisasi tim dan memotivasi anggota-anggotanya.

– Faktor sukses: 1. Menempatkan seseorang dengan posisi yg tepat, 2. Pengembangan karir, 3. Keseimbangan antara individu dan tim. Tidak bisa bekerja secara individu saja. 4. Komunikasi yang jelas antara tim.

Proses:

– Apakah proses itu stifling?

– Dua tipe proses: Manajemant dan teknis

– Devel. Fundamentals

– Quality Assurance

– Manajemen Resiko

– Perencanaan Lifecycle

– ”Avoid abuse by neglect.

– Orentasi ke user,

– Process Maturity Improvement.

– Menghindari pekerjaan ulang.

Produk:

– Dimensi ”tangible”.

– Manajemen ukuran produk

– Karakteristik dan kebutuhan terhadap suatu produk

– Manajemen terhadap pembatasan fitur suatu produk.

Teknologi:

– Often the least important dimension.

– Pemilihan bahasa dan kakas. OO bukan cuma programmin, analisis termasuk juga.

– Nilai, biaya dari bagian-bagian perangkat lunak yang tidak perlu dikembangkan lagi, tinggal digunakan (reuse).

Perencanaan:

– Menentukan kebutuhan

– Menentukan sumber daya

– Memilih model lifecycle

Tracking:

– Biaya, Usaha dan Jadwal. Apakah over-budget? Dll

– Perencanaan vs Actual. Melenceng atau tidak?

– Bagaimana menangani bilamana tidak sesuai rencana?

Ukuran/Measurements:

– Memprediksi (biaya, jadwal, usaha dan fitur produk).

– Alternatif (earned value analysis, laju kerusakan, productivity – SLOC, Kompleksitas – function points).

Dasar Teknis – Lihat materi analisa dan disain.

Fasa Project:

– Semua proyek dibagi dalam fasa-fasa

– Seluruh fase bersama-sama dikenal sebagai Project Life Cycle.

– Tiap Fase ditandai dengan “completion of Deliverables”.

– Mengidentifikasi Software utama.

Kesalahan sehubungan dengan people:

– Motivasi kurang

– Kelemahan personal

– Masalah tenaga kerja yg tak terkontrol.

– Heroic (ingin dipuji)

– Menambah SDM terhadap suatu proyek yang telat

– Kantor brisik, ramai

– Konflik antara pelanggan dengan pengembang

– Harapan yang tidak realistis (biasanya dari user).

– Politik

– Wishful Thinking

– Kurang sponsor

– Jadwal yg terlalu optiis

– Kurang Risk management

– Kesalahan kontrak

– Membuang waktu terhadap proyek yg tidak jelas

– Perubahan-perubahan aktivitas di akhir

– Disain yg salah

– Perubaha QA

– Kurang kontrol

– Selalu berubah

– Menghilangkan beberapa tugas penting

– Merencanakan hanya dalam rangka mengejar ketinggalan

– Code-like-hell programming (acak-acakan).

Produk-Related Mistakes:

– Requirement yg palsu/dipoles

– Perubahan fitur

– Pengembang yang dibuat-buat

– Negosiasi yang tarik ulur

– Berorientasi riset

Technology – Related Mistakes:

– Silver-bullet syndrome

– Terlalu berlebihan dalam menganggap keampuhan suatu tools/metode baru

– Perubahan tools di tengah-tengah project.

– Kurang pengontrol estimasi.

PMI: Proses Inisiasi:

– Inputs (deskripsi produk, rencana strategis, kriteria pemilihan dan informasi histori)

– Output (project charter, siapa yg sebagai manajer, batasan).

PMI: Proses Perencanaan : Bagaimana skema kerja dalam memenuhi kebutuhan bisnis:

– Batasan planing dan definisi

– Activity definition & Sequencing & Duration estimating.

– RP

– Cost estimating & budget

– Rp

– Pengembangan jadwal

– Perencanaan kualitas,

– Perencanaan komunikasi (counter part team, tiap divisi diambil perwakilannya).

– Perencanaan organisasi

– Akuisisi staf

– Perencanaan procurement (dalam rangka pengadaan hardware dan software)

– Pengembangan rencana project

PMI: Proses Eksekusi:

– Eksekusi rencana proyek

– Verifikasi scope

– QA (+ non func req.)

– Pengembangan Ti

– Istribusi informasi

– Soliciation (permintaan)

– Pemilihan Sumber daya

– Kontrak

– Pengontrol overall, scope, jadwal, biaya, risk response dan kualitas.

– Pelaporan performance.

PMI: Proses Closing

– Administrative Closure

– Contrack Close – out. Training ke user

Tahapan penting:

– Phase exits (batas akhir).

– Menjamin bahwa apakah sesuai dengan garis

– V&V

Tiap Organisasi Memiliki:

  1. Structural Frame: Fokus ke aturan, tg jawab, koordinasi dan control.
  2. Human Resources Frame: Harmoni antara kebutuhan organisasi dan pegawai.
  3. Political Frame.: Organisasi adl koalisi antara individu yg bervariasi serta group interest, konflik kekuatan.
  4. Simbolic Frame: Focus terhadap simbol beserta artinya terhadap kejadian. Ada hubungannya dengan budaya.

Struktur Organisasi

  1. Fungsional

– Teknik, Pemasaran, Disain, dll

– P&L

  1. Proyek

– Proyek, A, B

– Pendapatan dr proyek

– PM memiliki P&L esponsibility

  1. Matrix