Training Feedforward dan Cascade-forward Backpropagation

Akhirnya sampai juga tahap testing sistem pengenalan tanda tangan baik dengan feedforward, cascade-forward maupun normal euclidean. Sampel tanda tangan yang dikumpulkan adalah 30 orang (mengikuti kaidah normal pada statistik). Tiap orang menandatangani sebanyak 10 buah tanda tangan, satu untuk ditraining sisanya untuk uji coba.

Seperti manusia, ternyata komputer juga tidak konsisten. Dua kali training menghasilkan hasil yang berbeda terhadap satu sampel tanda tangan yang sama. Cascade jauh lebih cepat dibanding feedforward karena memang jumlah simpul yang lebih banyak.

Ntah hasilnya apa? Kita lihat aja nanti, maklum 300 + 900 kali uji, terdiri dari uji terhadap tanda tangan sendiri (mencari kesamaan)  maupun uji terhadap tanda tangan orang lain -forgery-(mencari perbedaan).

Bongkar CVT Skywave 125

Heran dengan munculnya suara-suara aneh pada skywave, sy beli konci 8 terus bongkar dah CVT-nya. Ya ampun, banyak banget umurnya (13-an). Beda dengan Mio yang tinggal buka satu lubang (di bawah). Setelah itu, keliatan dah belt CVT-nya. Kemudian sy starter, tampak perputaran CVT-nya. Baru satu kali semprot (dengan semprotan khusus CVT), langsung hilang suara bising-nya. Test dijalankan, responnya oke, tidak selip kayak sebelumnya.

Emang sih, lebih baik CVT tertutup rapat, tapi kalo terlalu rapat, repot juga sih membersihkannya. Kalo males, suruh aja orang bengkel. Tapi kayaknya mendingan bersihin sendiri, soalnya beres langganan sy kurang rapih (terburu-buru), udah gitu nunggunya lama lagi. Kalo jalan lagi berdebu, kayaknya ga nyampe 2500 km harus udah dibersihin saringan udara, saringan CVT dan Belt-nya.

JST: Pattern Matching dengan Encoder Sinyal

Pattern Matching yang artinya mencocokan pola adalah salah satu teknik yang memanfaatkan jaringan syaraf tiruan untuk mengingat suatu pola. Pola yang biasanya berupa citra dua dimensi diingat oleh sistem dalam suatu neuron tersembunyi (hidden neuron) yang terletak di antara neuron input dan neuron keluaran. Manusia yang memiliki neuron sebanyak bintang di langit tentu saja jauh lebih ampuh dibanding neuron yang diaplikasikan di penelitian yang saya buat (sebanyak 160 + 80 + 120 = 360 saja). Untuk jumlah neuron lebih dari seribu, laptop saya mengalami kesulitan (maklum masih celeron).

Dibanding dengan manusia, apalagi yang biasa melihat tanda tangan (misalnya teller), masih kalah jauh. Bahkan masih ada errornya (harusnya benar dikatakan salah atau sebaliknya, harusnya salah dikatakan benar). Namun jika diminta mencari satu contoh tanda tangan di antara 1000 tanda tangan, kayaknya manusia kewalahan deh (minimal puyeng).

Pengarahan Dari Koordinator Kopertis III Tentang PDM dan SKW

Hari/Tgl: 17 Februari 2010

Pembicara: Prof.  Haryoto Kusnoputranto

Tempat: Kopertis III

Dijelaskan bahwa dari 470 usul penelitian, yang lolos 160 judul (skor minimal 350). Satu proposal diseleksi oleh 2 orang reviewer, kemudian disesuaikan dengan kuota tiap kampus. Dana penelitian akan dikirim setelah tim LPPM tiap kampus menandatangani kontrak kerja (dengan materai 6000).

Diharapkan penelitian dilakukan dengan benar, mengingat terungkapnya kasus-kasus yang melibatkan profesor yang menjiplak karya orang lain. Hal ini kian marak mengingat tunjangan yang meningkat untuk kepangkatan seorang dosen. Bagi yang sudah memiliki kepangkatan, diharapkan memanfaatkan peluang beasiswa dari kopertis yang mancapai 800-an orang untuk master dan 400-an untuk doktor. Namun sangat disayangkan belum banyak yang memanfaatkannya.

Untuk laporan PDM dan SKW terbaru akan diminta membuat ringkasan yang siap masuk jurnal juga sinopsis untuk penelitian akan datang yang lebih luas/besar lagi cakupannya. Jika masuk jurnal internasional, kopertis 3 siap membantu pendanaan tiket pulang perginya.

Pengenalan CVT 4: Transmisi Spontan

Matic ternyata memiliki sistem seperti gas spontan dengan bantuan mekanisme yang disebut torsi cam. Sistem ini dirancang untuk menghadapi medan tanjakan atau saat tiba-tiba menarik gas. Gambar di bawah ini kondisi saat beban ringan (perhatikan torsi cam-nya).

Saat menderita beban lebih, torsi cam akan menuju arah luar mengakibatkan pulley sekunder menyempit yang menaikan torsi transmisi (kok bisa menaikan torsi? – buka buku rumus menghitung torsi). Sedangkan saat gas spontan atau jalan tanjakan, terjadi kondisi seperti gambar di bawah ini.

Deteksi Tanda Tangan di Perbankan

Melanjutkan tulisan yang lalu mengenai latar belakang penelitian saya, ada baiknya kita tinjau, bagaimana sih sistem yang ada sekarang dalam mendeteksi suatu tanda tangan (tanpa bantuan IT secara langsung).  Berikut merupakan tampilan saat sistem di Teller sedang mengecek tanda tangan nasabah yang akan mengambil dana. Program tersebut saya install di laptop (kok bisa sih? .. ya bisa aja, dalam dunia IT, apa sih yang ga bisa di otak-atik, yg penting hati-hati dan waspada).

Program yang dibeli dari perusahaan Fiserv Alliant, mengharuskan teller memiliki kemampuan membandingkan antara tanda tangan nasabah dengan spesiment tanda tangan yang ada dalam database bank tersebut. Nah, penelitian saya bermaksud membuat sistem seperti itu, tapi dengan komputer yang mendeteksi kebenaran tanda tangan (tentu saja agak sulit diimplementasi tanpa bantuan digitized tablet, untuk tanda tangan). Sampel tanda tangan yang akan diuji akan di-capture lewat webcam (dengan pertimbangan lebih murah dan bisa dipakai oleh operator – tentu saja webcam external). Pilihan jatuh pada merek logitech, dengan pertimbangan selain gratis (nyari sendiri di gudang fakultas teknik) juga ada tombol “capture” pada webcam-nya saat memotret, sehingga tidak perlu mengklik mouse atau keyboard lagi.

Seperti pada program Fiserv, speciment tanda tangan saya letakkan di sayap kanan (kayak main bola ajah ..), Sedangkan sayap kiri hasil capture tanda tangan via webcam yang sudah terolah dengan pengolah citra (image processing) pada MATLAB. Ada dua teknik learning yang saya gunakan yang nantinya akan dibandingkan yaitu feedforward backpropagation dan cascade-forward backpropagation. Katanya sih (riset terdahulu), cascade-forward backpropagation lebih cepat kinerjanya, tapi kita lihat saja nanti. OKEH ..

Jaringan Syaraf Tiruan

Atas saran dari Dr. Prabowo dengan disertai riset terdahulu mengenai pengenalan jenis kayu berdasarkan pola permukaan kayu (IPB), maka sy bermaksud menerapkan metode jaringan syaraf tiruan untuk mendekteksi tanda tangan seseorang. Studi kasus sy ambil di Fakultas Teknik Universitas Islam “45” Bekasi dengan sampel tanda tangan sebanyak 30 buah orang dan tiap orang menandatangani sekitar 10 tanda tangan (dalam dunia perbankan diistilahkan dengan speciment).

Berbeda dengan sidik jari, retina mata dan sejenisnya yang cenderung tetap, tanda tangan sangat dipengaruhi oleh kondisi saat tanda tangan. Dan dapat dipastikan tidak mungkin membuat tanda tangan oleh orang yang sama dua buah tanda tangan yang 100 persen sama. Oleh karena itulah profesor Zadeh (Barkeley) mencetuskan istilah “Soft Computing”, berarti melakukan computasi terhadap suatu hal yang memiliki ketidak pastian, ketidak akuratan maupun kebenaran parsial .

Saat ini sudah masuk ke tahap testing software yang telah saya buat (murni dari a-z dengan bahasa komputasi teknis MATLAB), berhubung saat ini GUI pada MATLAB sudah berkembang sangat baik. Pada software tersebut saya masukkan tiga metode yang akan diuji kinerjanya yaitu feedforward backpropagation, cascade-forward backpropagation dan euclidean distance (bukan jaringan syaraf tiruan). Demikian, tulisan pembuka dari saya dan akan dilanjutakan mulai tulisan yang akan datang ke dasar pengolahan citra (image processing) untuk mengakuisisi gambar tanda tangan yang akan diuji. Cao ..

Pengenalan CVT-3: Rangkaian Penggerak

Setelah tulisan yang lalu dibahas komponen-komponen yang ada pada CVT, sekarang saatnya kita ulas satu persatu tiap komponen. Rangkaian penggerak berfungsi mentransfer daya gerak dari mesin ke roda belakang.

Prinsipnya ada dua rangkaian penggerak yaitu pulley primer dan pulley sekunder. Pulley primer terletak langsung dengan engine, sedangkan pulley sekunder dihubungkan lewat belt.

Pulley Primer

Membuka dan menutupnya cakram pada pulley bergerak berfungsi merubah perbandingan transmisi. Prinsip yang digunakan adalah prinsip gaya sentrifugal pada pemberat. Saat berputar cepat, penggerak seakan-akan dibuang ke luar, dan karena ditahan, maka akan menggeser slider yang akibatnya menggerakkan cakram pada pulley bergerak.

Pulley Sekunder

Pulley sekunder terletak di belakang yang fungsinya memutarkan roda belakang. Pada pulley sekunder terdapat kopling sentrifugal. Kopling sentrifugal memiliki prinsip jika kecepatan kurang, penggerak terlepas dari poros roda belakang, bila kecepatan sampai harga tertentu, maka kopling “masuk”.

CVT bekerja untuk semua kecepatan dari kecepatan rendah (mulai bergerak), kecepatan menengah dan tinggi bahkan saat mendaki.

Bersambung …

Pengenalan CVT-3: Cara Kerja

Banyak yang bertanya, bagaimana bisa motor berakselerasi tanpa ada perpindahan gigi? Berikut ini sedikit penjelasan yang bisa saya berikan. Prinsip dasarnya adalah adanya prinsip sentrifugal yang menggerakkan pulley.

Untuk penjelasan cara kerja tiap komponen akan diupload di tulisan yang akan datang.

Dasar – Dasar CATIA

Berikut ini langkah-langkah memulai CATIA. Buka environment CATIA untuk mencoba membentuk bangun dasar lewat mechanical Design > Part Design

Logika proses pembuatan dari dua dimensi menjadi tiga dimensi, dalam catia sangat mudah dengan tiga langkah sederhana sebagai berikut:

Untuk melakukan langkah I, berikut

Coba buat gambar balok dengan tiga langkah di atas seperti di bawah ini:

Kritik, saran, pertanyaan dan komentar Kami butuhkan, see you next ..

Pengenalan CVT-2

Melanjutkan tulisan yang lalu mengenai dasar2 CVT, berikut ini adalah solusi yang diberikan oleh tim yamaha untuk mengatasi cvt yang berdecit (seperti suara tikus).

Bila ada suara berdecit pada belt saat akselerasi (ngegas), periksa permukaan singgung dari V-belt. Jika kondisi baik, gunakan vbelt-cleaner / larutan pembersih vbelt untuk menghilangkan suara berdecit (suara tikus). Di bawah ini rekomendasi dari yamaha:

Pelatihan CATIA V5 R17

Menyambung tulisan lalu, pada tanggal 20, 21 dan 22 telah dilaksanakan pelatihan CATIA sebagai pengganti mata kuliah Bahasa Inggris III yang kurang pertemuannya. Diikuti oleh 15-an orang siswa, tinggal 4 orang yang berminat mendalami software yang digunakan pertama kali untuk merancang pesawat mirage itu.

Hari Pertama: Diperkenalkan dasar-dasar CATIA yang berupa environment, teknik pembuatan sketsa dan manipulasi ke bentuk 3D (Dres up fitures). Hasil lumayan, berhasil menciptakan bangun 3D walaupun masih sederhana. Beberapa siswa mundur karena kebingungan. Intinya, hari pertama membahas part design dan generate shape design (bentuk lembaran).

Hari Kedua: Diperkenalkan teknik Assembly design. Bentuk part design, pada assembly design dicoba untuk dirakit menghasilkan bentuk produk jadi. Di sini diperkenalkan cara menggabungkan (insert existing component) part yang telah dibuat. Pada pertemuan ini kita sudah masuk ke materi sistem basis data CAD (yang akan dijumpai di semester VI nanti).

Hari Ketiga: Rencananya akan diperkenalkan konversi dari 3D menjadi 2D (Drafting) sesuai dengan standar gambar mesin. Di sinilah sepertinya ada sedikit perbedaan pembelajaran menggambar mesin berbasis komputer antara catia dan autocad. Pada CATIA, materi 2D diajarkan terakhir setelah 3D, sesuai dengan paradigma baru yang berbasis object. (Prinsip object oriented adalah mencoba mendekati bentuk aslinya – 3Dimensi). Dan ternyata dari 3D ke 2D pada CATIA menghasilkan draft yang sangat cepat (saya sendiri yang selama ini menggunakan autoCAD terkejut).

Alhasil, semoga acara yang bermanfaat ini dapat dilanjutkan lagi, harapannya mahasiswa mencintai dasar-dasar ilmu yang wajib dimiliki oleh semua insinyur, okeh ..

AutoCAD vs CATIA

Sebagai pengganti mata kuliah Bahasa Inggris III (Bhs Inggris teknik) rencananya hari rabu s.d  jumat akan diadakan pelatihan AutoCAD dan Catia. Berhubung terbatasnya tempat dan belum semua terinstall rencananya akan dibagi dua yaitu autoCAD dan Catia.

AutoCAD adalah perangkat lunak komputer CAD untuk menggambar 2 dimensi dan 3 dimensi yang dikembangkan oleh Autodesk. Keluarga produk AutoCAD, secara keseluruhan, adalah software CAD yang paling banyak digunakan di dunia.

AutoCAD digunakan oleh insinyur sipil, land developers, arsitek, insinyur mesin, desainer interior dan lain-lain.

Format data asli AutoCAD, DWG, dan yang lebih tidak populer, Format data yang bisa dipertukarkan (interchange file format) DXF, secara de facto menjadi standard data CAD. Akhir-akhir ini AutoCAD sudah mendukung DWF, sebuah format yang diterbitkan dan dipromosikan oleh Autodesk untuk mempublikasikan data CAD.

AutoCAD saat ini hanya berjalan disistem operasi Microsoft. Versi untuk Unix dan Macintosh sempat dikeluarkan tahun 1980-an dan 1990-an, tetapi kemudian tidak dilanjutkan. AutoCAD masih bisa berjalan di emulator seperti Virtual PC atau Wine.

CATIA (Computer Aided Three-dimensional Interactive Application) is a multi-platform CAD/CAM/CAE commercial software suite developed by the French company Dassault Systemes and marketed worldwide by IBM. Written in the C++ programming language, CATIA is the cornerstone of the Dassault Systemes product lifecycle management software suite.

The software was created in the late 1970s and early 1980s to develop Dassault’s Mirage fighter jet, then was adopted in the aerospace, automotive, shipbuilding, and other industries.

CATIA competes in the CAD/CAM/CAE market with Siemens NX, Pro/ENGINEER, Autodesk Inventor and SolidEdge.

Pengenalan CVT

Kalo sudah baca  Perbandingan Motor Matic, dan sudah jadi penggemar matic, ada baiknya baca juga perihal CVT di bawah ini (materi untuk mobil sih .. tapi ga jauh beda dengan motor kok):

Pengenalan CVT

Continously Variable Transmission (CVT) bekerja pada dasar  sama seperti transmisi otomatis pada umumnya dan mencapai hemat bahan bakar sama dengan pada transmisi manual. CVT dapat berfungsi secara virtual bebas selip (slip-free) dan memungkinkan mesin tetap dalam power range yang optimal, yang menghasilkan hemat bahan bakar yang lebih baik.

 CVT bekerja dalam range of ratio yang lebih rendah untuk akselerasi yang lebih baik dan pengereman mesin yang lebih besar. Posisi “L” juga digunakan untuk pengereman mesin sementara PCM/TCM menggunakan range of CVT ratios yang paling rendah untuk tenaga mendaki yang lebih besar.

 Dasar Operasional CVT

Untuk mengatur persyaratan untuk operasionalnya, komponen elektronik digunakan untuk mengontrol CVT.  Transmission Control Module (TCM) atau Power Control Module (PCM) menerima informasi dari sensor kemudian menggerakkan solenoid untuk operasional yang diperlukan.bila solenoid digerakkan, tekanan ATF digunakan kepada hydraulic valves, yang membuat hydraulic valves berpindah ke engage/disengage clutches atau menggunakan tekanan  ATF ke drive/driven pulleys.

Sama dengan AT yang konvensional, bila ada kerusakan didalam system, lampu D4 akan berkedip untuk memberitahukann kepengemudi dan akan menyimpan DTC didalam TCM/PCM. Pada waktu rusak, CVT masih dapat dijalankan dengan aman.

Untuk informasi tambahan  tentang CVT control, lihat ke Pedoman Informasi Teknisi CVT . CVT tidak menggunakan Torque Converter tetapi malahan menggunakan Start Clutch untuk fungsi tersebut. Ini memerlukan TCM/PCM untuk mengatur tekanan oli Start Clutch, yang menyebabkan perlu melakukan Kalibrasi Start Clutch agar TCM/PCM control benar.

(Bersambung)