Toko Online vs Konvensional

Dunia IT, komputer, hingga gadget (tablet, handphone, dan sejenisnya) merupakan dunia yang perkembangannya sangat cepat. Teknologi ini berkembang dalam hitungan detik dengan persaingan yang sangat ketat. Salah satu teknologi yang sangat menonjol perkembangannya akhir-akhir ini adalah internet, dengan fasilitas online-nya. Maju-nya facebook, google, dan hancurnya yahoo menghiasi berita-berita di media saat ini. Lesunya angkutan konvensional (ojek, taksi, dll) dan boomingnya angkutan online (grab, gojek, uber, dll) pun tak lepas dari dukungan teknologi informasi.

Fasilitas online yang disuguhkan oleh internet ternyata sanggup membunuh industri-industri yang tidak siap. Beberapa toko konvensional di Amerika Serikat banyak banyak yang gulung tikar karena sepi pembeli karena lebih suka belanja via aplikasi online yang banyak bertebaran di dunia maya. Bukan hanya tokonya, bahkan mall-nya pun terkena dampaknya, yaitu sepi pengunjung. Kecuali beberapa toko yang menawarkan ide-ide kreatif dan hal-hal khas lainnya.

Postingan ini berawal dari keisengan saya membeli barang via toko konvensional kemarin. Saya belanja laptop ringan karena laptop yang dahulu terasa berat untuk dibawa-bawa (sony vaio) padahal hanya digunakan untuk mengetik dan program perkantoran lainnya. Karena membutuhkan tes (kecepatan program, berat, tekstur, dan lain-lain) yang harus dilakukan langsung maka terpaksa mendatangi toko yang bersangkutan. Setelah menemukan barang yang dituju, akhirnya transaksi dilakukan secara cepat, berbeda dengan belanja online yang butuh waktu berhari-hari untuk membandingkan spek dan aspek lainnya antara satu merek dengan merek lainnya atau antara satu toko dengan toko lainnya. Jika sedang sial, kepala malah jadi pusing dan ujung-ujungnya tidak jadi membeli barang yang dimaksud. Dari sini saya menarik kesimpulan ternyata ada hal-hal tertentu yang tidak dapat dilakukan secara online. Entah setuju atau tidak, berikut ini hal-hal yang saya rasakan sebagai konsumen memandang toko konvensional memiliki keunggulan dibanding toko online yang kian hari kian menjamur.

A. Mengecek Kecocokan Barang Sesuai Selera

Mengecek di sini bisa berupa test drive untuk kendaraan, atau untuk barang-barang tertentu yang membutuhkan selera (makanan/minuman, mainan, barang pribadi, dan sejenisnya). Tentu saja toko online tidak bisa menyediakan fasilitas ini. Jika dipaksakan secara online, banyak konsumen yang kecewa, atau setidaknya tidak sesuai dengan harapan. Karena saya membutuhkan laptop ringan yang mendukung kerja sehari-hari dengan cita rasa tertentu, maka dengan mendatangi toko secara langsung, melihat barangnya, mengangkat untuk memperkirakan berat dan apakah enak dipegang, dapat menemukan barang yang sesuai dengan keinginan.

B. Asesoris-asesoris tambahan

Mungkin toko online dapat memenuhi permintaan secara utuh barang yang dibeli. Tetapi tentu saja barang yang dibeli membutuhkan alat-alat tambahan, baik keinginan sendiri atau saran dari penjual. Screen protektor, pelindung tambahan, hingga install software-software secara gratis oleh toko penjual terkadang menjadi daya tarik tersendiri dari pembelian secara langsung. Tetapi jika hanya ingin membeli asesoris itu sendiri seperti harddisk eksternal, mouse, dan sejenisnya toko online lebih fleksibel karena tidak banyak waktu yang terbuang untuk berbelanja.

C. Informasi Tersedia dengan Jelas

Berbeda dengan puluhan tahun yang lalu, saat ini dimana informasi mudah diakses, informasi terhadap suatu produk dapat diketahui dengan jelas. Walaupun terkadang butuh usaha ekstra untuk mengetahui kebenaran dari informasi tentang produk tersebut. Dengan kata kunci “plus-minus” atau “perbandingan” suatu produk, dapat diketahui informasi dengan cukup jelas. Forum juga sangat membantu membandingkan dan mempertimbangkan untuk membeli suatu produk. Berbelanja sambil membuka situs penjualan online juga sangat membantu untuk terhindar dari harga yang menjebak. Logika sederhana adalah jangan sampai membeli barang secara langsung dengan harga lebih mahal dari harga barang yang dijual secara online karena pembelian online menyertakan biaya pengiriman (akibatnya harga lebih mahal sedikit).

D. Kualitas Toko Konvensional Mulai Meningkat

Membeli laptop membutuhkan waktu cukup lama jika dilakukan langsung karena instalasi software-software yang biasanya disertakan secara gratis oleh toko tersebut. Hal ini cukup membantu budget kita yang terbatas. Banyaknya waktu dapat dimanfaatkan untuk mencari tahu dunia penjualan konvensional saat ini. Untuk menghindari bangkrutnya mall-mall di Jakarta, pemda mengajukan ide moratorium pendirian mall baru (pembekuan ijin pendirian). Ternyata cukup efektif karena mall-mall yang sudah ada diberdayakan kembali (peremajaan) dan terhindar dari kebangkrutan.

Jauh berbeda dengan ketika membeli laptop terakhir kira-kira lima tahun yang lalu, saat ini membeli laptop jauh lebih mudah. Ketika ditanya omset penjualan yang diperoleh ketika membeli laptop kemarin, mereka menjawab sangat memprihatinkan. Dari empat toko yang dimiliki, beberapa toko terpaksa di-merger untuk efisiensi. Dampaknya kualitas layanan ditingkatkan, jika berani macam-macam dengan menipu/berbohong resiko tanggung sendiri. Konsumen akan kabur. Persaingan antar mereka ternyata berubah menjadi saling mendukung. Jika tidak ada barang, suatu toko akan memperoleh barang dari toko tetangganya.

Satu hal yang cukup menyenangkan adalah layanan servis. Dulu saya pernah meminta jasa servis dan kebanyakan tidak memuaskan. Mereka lebih suka menjual barang baru dari pada memperbaiki barang yang rusak. Tetapi saat ini ketika banyak konsumen yang membeli barang secara online, jasa servis menjadi andalan utama yang kebetulan belum dimasuki oleh jasa online. Laptop jadul yang tidak menyala waktu itu iseng-iseng saya bawa dan serahkan ke servis untuk dibuat “menyala” kembali. Hal yang jarang saya lakukan sejak dulu karena sering kecewa terhadap penyedia jasa servis komputer.

Pasti banyak yang tidak sependapat dengan postingan ini tetapi saya hanya menulis berdasarkan pengalaman pribadi saja. Mungkin pembaca memiliki pengalaman yang berbeda dan alangkah baiknya mengisi komentar di bawah. Suka atau tidak suka, sepertinya dunia online tidak dapat dihindari. Fakta di lapangan untuk beberapa tahun ke depan menarik untuk dipantau. Ngomong-ngomong, buku yang saya buat pun diuntungkan dengan adanya penjualan online oleh gramedia (di link berikut ini). Semoga toko buku ini tidak bernasib sama dengan toko buku legendaris mas agung yang sudah tutup beberapa tahun yang lalu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s