Grafik Curve Fitting pada Matlab

Banyak tools untuk membuat grafik, salah satunya adalah Microsoft Excel. Berikut ini contoh bagaimana suatu data dikonversi menjadi grafik berbentuk interpolasi. Cara mudahnya sebagai berikut: setelah men-sort data isian, pilih insert dan pilih grafik yang sesuai, dalam hal ini scatter dengan line.

Grafik itu menurut saya sudah baik, akan tetapi untuk dipublikasi dalam suatu jurnal ada baiknya membuat dengan format lain, salah satunya adalah Matlab. Fungsi yang digunakan adalah fungsi fit dilanjutkan dengan plot (lihat subplot untuk membuat lebih dari satu grafik pada postingan yang lalu). Buka matlab dan pindahkan tahun dan nilai ke workspace. Metode interpolasi yang cocok seperti di excel ternyata ‘pchipinterp’.

  • >> tahun=[2000;2010;2015;2017];
  • >> nilai=[2;5;9;4];
  • >> curvefit=fit(tahun,nilai,’pchipinterp’)
  • curvefit =
  • Shape-preserving (pchip) interpolant:
  • curvefit(x) = piecewise polynomial computed from p
  • Coefficients:
  • p = coefficient structure

Pastikan curvefit (bisa dengan nama lain) berhasil dibentuk. Lanjutkan dengan plotting dengan fungsi plot (lihat help untuk lebih jelasnya bagaimana menggunakan fungsi ini):

  • >> plot(tahun,nilai,’*’);
  • >> hold
  • Current plot held
  • >> plot(curvefit)

Hasilnya dapat dilihat pada gambar berikut.

Oiya, jangan printscreen gambar di atas untuk jurnal, lebih baik gunakan versi printing supaya hasilnya standar seperti di bawah ini (tekan simbol printer di menu). Semoga bermanfaat.

Jadilah Pelajar yang Tekun dan Tangguh

Beberapa peneliti di bidang psikologi sepertinya terus meneliti faktor-faktor yang membuat seorang pelajar sukses dan yang lainnya gagal. Beberapa pakar, seperti Goldman, mencetuskan teorinya yaitu emotional quotient (EQ)/emotional intelligence (EI), yang melawan teori sebelumnya bahwa Intelligence Quotient (IQ) menentukan sukses tidaknya seseorang. Masalah muncul karena EQ sendiri sangat banyak, dan mana salah satunya yang menentukan.

Seorang rekan facebook men-share video dari Ted Talks bahwa salah satu faktor yang menentukan itu adalah ‘Grit’, yang menurut si pembicara, Angela, adalah ketekunan dan hasrat yang tinggi untuk mencapai tujuan jangka panjang. Jangka panjang di sini adalah cita-cita yang ingin dicapai, bukan hanya besok, bulan depan, atau tahun depan. Silahkan lihat videonya:

Terus terang, saya sendiri orang dengan IQ yang seadanya. Bahkan guru konseling di SMA dulu sempat memanggil saya terkait hasil psikotes yang ‘wah’, bukan ‘WAH’. Semalaman saya berfikir dan akhirnya menolak panggilan si guru konseling itu, khawatir saya disarankan hanya bisa berkarir jadi supir ‘grab’ atau ‘gojek’, haha (tentu saja tidak, menurut saya mungkin menyemangati .. atau minimal menghibur). Ditambah pula beberapa hari sebelumnya sempat membaca buku ‘sarjana ideot’, yang artinya seorang dengan IQ minim tetapi bisa jadi sarjana (S1). Prinsip saya waktu itu, jika teman-teman yang cerdas memahami satu jam, saya mungkin perlu sehari. Jika mereka satu hari, mungkin saya perlu seminggu, yang penting tetap fokus ke tujuan saya. Bahkan guru ‘kimia’ sempat menegur saya, “kamu ikut ronda (siskamling)?”, lantaran mata saya yang merah karena begadang akibat penasaran mempelajari serangkaian reaksi kimia, waktu itu tentang asam, basa dan garam (yang saat ini harganya naik, hihi).

Untuk yang sedang belajar, tetap fokus ke ‘long term goal’ dan jangan tergoda dengan jangka pendek yang kadang menggoda. Silahkan simak link-nya, semoga bermanfaat. Atau lihat videonya ketika berbicara di Google (hmm .. wanita yang smart dan cantik … hallah):

 

Mereview Jurnal Untuk Pertama Kali

Dulu pernah ada tawaran mereview jurnal, tetapi saya menolaknya karena belum ‘PD’, percaya diri, mengingat belum pernah mempublikasikan tulisan di jurnal internasional, hanya beberapa seminar internasional. Tentu saja ditambah kendala bahasa, bahasa Inggris. Setelah lelah menulis dan lelah menjawab pertanyaan dari tiga reviewer ketika submit ke jurnal dan berhasil dipublikasi, barulah bersedia menjadi reviewer. Untungnya yang menawari untuk jadi reviewer adalah jurnal nasional, sehingga bisa bekerja cepat. Pengalaman bagaimana para reviewer jurnal berimpak di atas satu itu mencecar saya, tentu saja tidak serta merta saya terapkan di jurnal nasional. Namun tetap harus direvisi agar hasil publikasinya bagus dan banyak disitasi pembaca/periset lainnya. Dan yang terpenting adalah hutang budi telah direview olah orang lain dan sekarang saatnya membayar hutang itu, dan untungnya pengelola jurnal itu adalah sebuah yayasan nirlaba.

Ketika log-in sebagari reviewer, kaget juga ternyata menggunakan aplikasi Open Journal System (OJS) yang sedang giat untuk dijalankan pada pengelola jurnal di Indonesia oleh Ristek-dikti. Perkembangan aplikasi ini cukup pesat, bukan sekedar situs untuk mendokumentasikan artikel jurnal melainkan seluruh tahapan publikasi. Sebaiknya semua pengelola jurnal lokal mengikuti aturan standar publikasi jurnal yaitu peer-reviewer. Editornya juga sudah menggunakan prinsip blind-reviewing dimana reviewer tidak bisa melihat siapa yang sedang di-review.

Barusan saya menonton film berjudul “Genius”. Ceritanya tentang pengarang yang bersahabat dengan penerbit. Bagaimana mereka mendiskusikan judul, penyuntingan dan aspek lainnya yang cukup menarik seperti masalah keharmonisan rumah tangga, ekonomi, dll. Seorang penulis harus tetap dituntut untuk memperhatikan kehidupannya. Jadi ingat komunikasi dengan penerbit waktu publikasi buku. Oiya … juga dengan pembacanya. Berikut trailler film-nya:

Mengatasi Laptop Panas dengan Vacum Cleaner

Berbeda dengan laptop Lenovo yang sedang saya gunakan ini yang tanpa kipas prosesor, laptop lama saya, Toshiba, menggunakan kipas untuk mendinginkan proseor i5-nya. Masalah yang muncul adalah debu yang ikut terbawa ketika proses pendinginan terjadi. Jika banyak menumpuk dan menimbulkan kerak, maka proses pendinginan tidak efektif. Prosesor pun akan mati jika suhu melampaui ambang batas (mendekati 1000C). Tentu saja hal ini sangat mengganggu.

Untuk membongkar laptop butuh keahlian dan peralatan yang lengkap. Resikonya tentu saja ‘bisa bongkar tapi tidak bisa pasang’. Repotnya lagi, bongkar saja sulit. Biasanya toko servis laptop menyediakan jasa membersihkan kipas laptop dengan biaya seratusan ribu rupiah. Lumayan mahal. Banyak situs di youtube yang menawarkan cara-cara membersihkan bagian dalam laptop, dari dengan sedotan, hingga bongkar total. Di sini saya menyarankan menggunakan vacum cleaner yang sangat masuk akal.

Saya mencoba dengan cara ini. Lumayan, dengan cpu thermometer suhu menunjukan lebih dingin dibanding sebelumnya. Ketika disedot pertama kali muncul kotoran seperti kapas yang tersedot vacum cleaner. Namun karena sudah hampir 4 tahun, kemungkinan ada kerak di dalam yang sulit tersedot keluar dan harus dibersihkan dengan pembersih khusus. Cara ini sepertinya efektif untuk pembersihan yang dilakukan secara rutin sebelum kotoran menumpuk dan menimbulkan kerak.

Grafik Perbandingan dengan Doughnut

Banyak cara untuk melihat perbandingan proporsi suatu data. Salah satunya adalah dengan membuat grafik. Pada postingan ini grafik yang akan coba buat adalah berbentuk doughnut. Dinamakan ‘doughnut’ karena memang bentuknya seperti kue donat yang bolong ditengah. Ada bentuk lainnya yang tidak bolong, dan dinamakan ‘pie’ karena seperti kue ‘pie’. Oke .. stop dulu ngomongin makanan, kita mulai prakteknya dengan Microsoft Excel.

Diambil dari (Bhatti et al., 2015) kita akan coba membuat gambar yang di tengah (grafik doughnut). Misalnya kita memiliki data berikut ini:

Kolom pertama menggambarkan tahun sementara kolom yang lainnya adalah luas (hectares) kelas lahan (berturut-turut pertanian, bare, builtup, tanaman dan air). Pada excel tekan insert – Chart dan pilih doughnut yang letaknya di bagian bawah. Agar lebih cepat pembuatan doughnut-nya sorot data selain tahun, karena yang akan ada di grafik adalah datanya saja. Tahun bisa kita tambahkan nanti untuk legend.

Jika pada postingan yang lalu tidak muncul pilihan jenis doughnut-nya karena compatibility mode maka sekarang muncul karena versi *.xlsx (bukan *.xls).

Sepertinya harus dengan metode grafik yang lain karena prosentase terlalu didominasi oleh hijau (94%) sementara yang lainnya sulit dikenali karena terlalu kecil. Oke, saya coba cari model grafik lainnya.

Ref

Bhatti, S. S. et al. (2015) ‘A multi-scale modeling approach for simulating urbanization in a metropolitan region’, Habitat International. Elsevier Ltd, 50, pp. 354–365. doi: 10.1016/j.habitatint.2015.09.005.

 

Membersihkan Layar dan Variabel Pada Command Window Matlab

Command window pada Matlab adalah jendela utama. Jendela ini sudah ada sejak kemunculan Matlab pertama kali di tahun 80-an.

(Dari berbagai sumber)

Ketika sampai bawah dan tulisan yang di atasnya mengganggu, untuk kenyamanan dapat dibersihkan dengan instruksi tertentu. Dua instruksi yang penting tapi terkadang belum diketahui oleh pengguna awal Matlab antara lain adalah clc dan clear.

1. CLC

Perintah/instruksi ini untuk membersihkan layar, mirip dengan cls pada comman prompt window (cmd). Variabel yang ada di workspace tidak ikut ‘bersih’ dengan instruksi ini.

2. CLEAR

Perintah/instruksi ini bermaksud membersihkan variabel yang ada diworkspace. Untuk menguji silahkan masukan satu variabel di matlab, misal >>a=2. Tampak di workspace muncul variabel ‘a’ dengan informasi jenis datanya di kolom berikutnya. Ketika ditulis clear pada command window maka variabel ‘a’ tidak ada lagi di workspace. Selain dengan clear workspace juga bersih ketika Matlab dimatikan (off) baik sengaja maupun karena kegagalan sistem (error).

Postingan ini sederhana tetapi uniknya saya mengerti instruksi “clc” ketika kuliah AI-Neuro Fuzzy. Rekan kuliah dari Thailand memberitahu instruksi tersebut, padahal saya belajar Matlab otodidak sejak 1999 setelah belajar Fortran (artinya 14 tahun .. he he). Beruntunglah rekan-rekan yang saat ini sudah ada google, youtube, blog, dan sumber-sumber informasi lainnya.

Membuat Chart pada Layout ArcGIS

Postingan yang lalu telah dibahas bagaimana membuat chart dinamis. Tetapi sepertinya kurang saya minati karena harus mengunduh plug-in tambahan. Kali ini kita bahas bagaimana menyisipkan grafik tentang peta yang kita buat dengan Insert Object pada ArcGIS. Buka ArcGIS dan siapkan peta, misalnya peta tentang klasifikasi lahan. Buka jendela Layout View yang terletak di bagian bawah IDE ArcGIS.

Insert Object dapat diakses lewat menu Insert Object. Setelah itu tinggal pilih tipe object yang akan digunakan, di sini kita ambil contoh Microsoft Graph Chart.

Secara default, akan dipersiapkan tabel batang. Untuk bentuk yang lain dapat dipilih, misalnya grafik donut.

Cara menggunakannya mudah karena disediakan template data yang bisa ditambah atau dikurangi dan diisi sesuai dengan kebutuhan.

Perhatikan bagian East yang terletak bagian dalam chart. Ketika diisi 50 seluruhnya (warna biru, hijau, coklat, dan krem) tampak proporsinya masing-masing 25%. Tidak perlu menekan tombol apapun, cukup tutup jendela editing, Chart tersebut sudah ter-insert di Layout View kita. Selamat mencoba.

Update: 26/07/17

Selain memilih Microsoft Graph Chart, dapat juga dengan memilih Microsoft Excel Chart. Hanya saja tidak bias menggunakan pilihan optimal krn compatibility mode. Sebaiknya gunakan Microsoft Excel dulu lalu chart diimpor ke ArcGIS dengan insert object.

compatibility problems chart.jpg