Perancangan Basis Data Buttom Up dengan Normalisasi

[basis.data|akuntansi|lab.software|per.15]

Dikenal dua pendekatan dalam merancang basis data yaitu top down dan buttom up. Top down biasanya dilakukan untuk sistem yang benar-benar baru, tidak pernah dilakukan transaksi sebelumnya walaupun secara manual. Atau jika ingin merombak sistem yang terdahulu yang tidak sesuai lagi dengan proses bisnis yang efisien. Sebagian besar e-commerce yang bermunculan saat ini (toko online maupun aplikasi taksi/ojek online) berbasis top down karena memang benar-benar baru.

Postingan ini khusus membahas metode buttom up yang lebih sederhana karena hanya mengkonversi transaksi manual menjadi terkomputerisasi juga online. Cara kerjanya menganalisa kebutuhan berdasarkan arsip-arsip manual yang ada misalnya nota penjualan, nota pembelian, dan laporan-laporan yang sebelumnya ada. Metode ini lebih sederhana dalam pengalihan sistem karena operator-operator tidak perlu belajar intensif karena proses yang ada tetap seperti sebelumnya, hanya mungkin perlu pelatihan penggunaan aplikasi sebagai pengganti sistem manual sebelumnya. Perhatikan sampel arsip nota penjualan di bawah ini. Bagaimana proses normalisasinya?

Ada beberapa jenis normalisasi tabel yaitu unnormalize (UNF), normal pertama (1NF), normal kedua (2NF), dan normal ketiga (3NF). Ada bentuk normal lainnya karena adanya konstrain terhadap relasi yang dimiliki misalnya Boyce-Code Normal Form (BCNF), normal keempat (4NF) dan kelima (5NF).

Unnormalize Form (UNF)

Bentuk normal ini gunanya untuk mendata calon-calon atribut suatu tabel. Adanya perulangan (redundancy) dan multivalue (satu field berisi lebih dari satu isian) diijinkan. Jadi contoh di atas bentuk UNF-nya adalah:

penjualan = no_nota + kode_kasir + nama_kasir + kode_customer + nama_customer + alamat + {kode + nama_barang + harga + jumlah} + total

Primary key diberi symbol “@”. Perhatikan adanya multivalue di atas yang diberi simbol “{ }”. Tugas berikutnya untuk normal pertama adalah membuat tabel tersebut dapat dibuat dalam satu tabel tanpa melanggar konsep basis data relational. Note: untuk basis data non-relational (berbasis objek) multivalue dapat diterapkan.

First Normal Form (1NF)

Penghilangan multivalue dapat dilakukan dengan cara membuat kunci komposit antara barang dengan penjualan. Kandidatnya adalah kode barang + no_nota sebagai primary key-nya.

Penjualan = @no_nota + @kode + kode_kasir + nama_kasir + kode_customer + nama_customer + alamat + nama_barang + harga + jumlah + total

Walaupun terdapat redundansi, misalnya no_nota yang sama tetapi karena primary key menggunakan gabungan no_nota dan kode barang maka selama gabungan keduanya unik, tidak melanggar prinsip primary key. Terkadang beberapa kunci kandidat bisa diidentifikasi untuk proses lebih lanjut, misalnya kode_customer dan kode_kasir.

Second Normal Form (2NF)

Untuk normal kedua, syarat mutlaknya selain 1NF adalah ketergantungan fungsional (functional dependency) antara satu atribut dengan atribut lainnya. Perhatikan bentuk 1NF sebelumnya, keluarkan (bentuk tabel baru) jika ada atribut yang tergantung dengan salah satu primary key (no_nota saja atau kode barang saja). Tercatat ada beberapa antara lain:

  1. nama_barang, harga dan jumlah tergantung kode
  2. kode_customer, nama_customer, alamat dan total, kode kasir dan nama kasir tergantung no_nota.

Nama, harga dan jumlah tergantung kode barang begitu juga yang terlibat transaksi penjualan (pelanggan dan kasir) tergantung nota penjualan. Karena kedua ketergantungan parsial di atas (partial dependency) hanya tergantung pada salah satu kunci komposit primary key, maka harus dihilangkan agar memenuhi syarat 2NF.

  1. barang = @kode + nama_barang + harga
  2. penjualan =@no_nota + kode_kasir + nama_kasir + kode_customer + nama_customer + alamat + total
  3. detilpenjualan = @no_nota + @kode + jumlah

Perhatikan tidak ada atribut yang tergantung secara parsial.

Third Normal Form (3NF)

Bentuk 2NF jika masih terdapat ketergantungan secara transitif antara satu atribut dengan atribut lainnya harus dinormalkan agar bisa menjadi normal ketiga. Perhatikan tabel penjualan yang memiliki beberapa atribut non-key ternyata antara satu atribut tergantung dengan atribut lainnya:

  1. nama_kasir tergantung kode_kasir
  2. nama_customer dan alamat tergantung kode_customer

Oleh karena itu perlu dibuat dua tabel baru. Tabel penjualan hanya menyertakan kunci tamu (foreign key) saja dengan simbol “#” di depannya.

  1. kasir = @kode_kasir + nama_kasir
  2. Pelanggan = @kode_customer + nama_customer + alamat
  3. barang = @kode + nama_barang + harga
  4. penjualan =@no_nota + #kode_kasir + #kode_customer + total
  5. detilpenjualan = @no_nota + @kode + jumlah

Jika tidak ada lagi ketergantungan transitif pada tiap-tiap atribut non-key maka proses normalisasi ketiga telah selesai. Biasanya sampai 3NF saja jika tidak ada konstrain/batasan-batasan ketat atribut tertentu, misalnya harga barang yang tergantung dari pelanggan tertentu, dan lain-lain. Semoga ujian akhir nanti lancar.