Tips Ringan Untuk Dosen yang Sedang Bosan dan Jenuh

Manusia dianugerahi tuhan akal/fikiran yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi selama hidup di dunia. Hampir sebagian besar masalah dapat diselesaikan oleh manusia dengan bantuan akal baik itu yang sederhana dari menyelesaikan tugas harian hingga menemukan temuan baru (inovasi). Sayangnya sebagian besar dari kita karena menganggap hal itu biasa saja sehingga tidak menyadari anugerah yang diberikan tersebut. Akibatnya malas dan bosan hinggap ketika kita mengerjakan hal-hal yang rutin, alias “business-as-usual”. Postingan ini semoga bisa memacu semangat pembaca yang sedang jenuh, terutama ketika “work from home” akibat pandemi COVID-19. Langkah-langkah berikut selalu jadi andalan.

1. Bersyukurlah Terhadap Jalan Yang Ada

Tips pertama adalah melihat kerjaan peneliti. Oiya, tidak semua dosen benar-benar meneliti dalam artian menemukan hal-hal baru yang memiliki kontribusi terhadap ilmu pengetahuan. Sebagian besar menjalankan aktivitas mengikuti SOP yang ada. Alias sudah ada jawabannya. Bandingkan saja dengan seorang peneliti yang menjalankan fungsinya mencari jawaban hal-hal yang belum ada jawabannya. Betapa sulitnya seorang mahasiswa yang sedang riset ketika mentok karena tidak tahu apa langkah yang harus ditempuh untuk menjawab problem riset karena merupakan hal baru (original). Terkadang dosen pembimbing hanya bisa memberi saran-saran atau sekedar menyemangati. Jadi bersyukurlah ketika kita bisa mengerjakan hal-hal yang sudah ada jawabannya baik dari buku maupun dari internet.

2. Do Something

Pernah saya diajak rekan keluar jalan-jalan. Karena sedang suntuk saya menolak, akibat kerjaan kampus yang ga beres, jadinya bosan dan jenuh, bawaannya tidur. Tapi dengan sedikit paksaan, akhirnya dengan enggan saya mau juga berangkat. Ketika sampai di tempat tujuan, yaitu pasar malam di sekitar kampus, tiba-tiba bosan dan jenuh hilang karena menemukan hal-hal baru yang unik yang tidak diketahui sebelumnya. Jadi prinsip “do something” ini ampuh juga mengusir rasa jenuh. Edison pun melakukan uji coba temuannya berkali-kali tanpa rasa bosan dengan prinsip tersebut. Saya teringat ketika bekerja sebagai staf IT di sebuah bank yang bertanggung jawab terhadap operasional di beberapa cabang. Bos saya selalu mengatakan “do something” ketika berada di lokasi, seperti mengecek update antivirus, bertanya problem-problem yang ada kepada pengguna, melihat jaringan kabel apakah ada masalah, dan lain-lain. Beberapa buku sudah saya buat karena terinspirasi oleh rekan kerja saya yang “biasa-biasa” saja bisa mempublikasikan buku padahal tidak memiliki komputer apalagi laptop. Hanya mengandalkan komputer kantor atau kelas dan sebuah usb flashdisk. Ketika selesai mengajar dan masih ada waktu dia mengetik materi dan di akhir perkuliahan jadilah satu buku. Untuk mahasiswa yang mentok ketika menjawab problem-problem yang ada, “do something”, datang ke perpustakaan, diskusi dengan teman, dosen, asisten dosen, dan lain-lain terkadang jawaban muncul tiba-tiba dari mana saja.

3. Upgrade

TIdak ada hal yang tidak berubah di dunia ini. Ketika kita merasa bosan, tidak ada hal baru, sebenarnya kita bisa diibaratkan sebagai produk yang kalah bersaing dengan produk lain yang lebih menarik, dan kita menyadari itu. Untung saja kita manusia, sebagai subjek, masih bisa bertahan. Bayangkan kita adalah alat seperti disket yang tergantikan flashdisk, kamera kodak yang tergusur kamera HP digital, dan lain-lain, kita bisa tergusur oleh pesaing-pesaing yang melakukan inovasi. Jadi ketika kita jenuh, itu-itu saja (bahasa jawanya ngono-ngono thok), itu tanda-tanda kita ibarat produk yang akan tergusur (istilah sekarang terdisrupsi). Kalau percaya dengan adanya tuhan, itu adalah sinyal dari Allah, Sang Hyang Widi, atau apapun namanya. Melangkah ke tangga yang lebih tinggi terkadang bisa menghilangkan bosan yang ada, seperti studi lanjut, mengurus kepangkatan, dll. Tapi kalau malas dan bosan bagaimana? Do something (step-2 di atas), siapa tahu menemukan hal baru yang menarik. Jika tidak juga menemukan hal yang menarik tapi malah melelahkan bagaimana? Bersyukurlah terhadap jalan yang ada (step-1 di atas), toh ada SOP yang tinggal diikuti, tidak serumit peneliti-peneliti yang bertugas mencari jawaban hal-hal yang belum ada penyelesaiannya. Sekian, semoga bisa men-charge rekan-rekan yang sedang bosan dan jenuh.

Tentang rahmadya

I'm a simple man .. Lahir di Sleman Yogyakarta, 7 Juni 1976 PENDIDIKAN: TK : - (tidak ada TK di tj Priok waktu itu) SDN : Papanggo, Jakarta 83 - 89 SMPN : 129, Jakarta 89 - 92 SMAN : 8, Yogyakarta 92 - 95 Univ. : Fak. Teknik UGM, Yogyakarta 95 - 2001 Pasca. : Tek. Informatika STMIK Nusa Mandiri, Jakarta 2008 - 2010 Doctoral : Information Management Asian Institute of Technology, Thailand 2013 - 2018 PEKERJAAN: Tek. Komputer AMIK BSI Jakarta : 2002 - 2005 IT Danamon Jakarta : 2005 - 2008 Tek. Informatika STMIK Nusa Mandiri Jakarta : 2005 - 2008 Univ. Darma Persada Jakarta: 2008 - 2013 Fakultas Teknik Universitas Islam "45" Bekasi : 2008 - Skrg ( Homebase) Univ. Bhayangkara Jakarta Raya: 2018 - Skrg Univ. Nusa Putra Sukabumi: 2018 - Skrg
Pos ini dipublikasikan di Puisi Kehidupan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.