Lapor diri di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok

Setelah tertunda hampir beberapa minggu akhirnya saya berangkat juga ke KBRI untuk melakukan proses lapor diri. Lapor diri bermaksud memberitahukan ke perwakilan RI di luar negeri bahwa saya akan tinggal untuk jangka waktu tertentu di negara tersebut. Sangat bermanfaat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti di mesir dan syiria misalnya, kita dapat perlindungan dari KBRI. Untuk Thailand misalnya seperti banjir besar yang terjadi dua tahun yang lalu. Sebagian besar siswa Indonesia menumpang di KBRI Bangkok. Selain itu, lapor diri juga merupakan salah satu syarat untuk perpanjangan visa pelajar dari 90 hari menjadi satu tahun.

Kami berangkat bersama dengan rekan saya ditambah penunjuk jalan (mahasiswa senior) dengan MRT. Setelah memarkir sepeda di pintu keluar Asian Institute of Technology (AIT) kami langsung menstop van yang mengantarkan kami ke statiun Mon Chit. Biayanya cukup murah, 30 Baht. Anehnya lagi, tidak ada kondektur yang menagih, melainkan hanya berupa nampar yang diedarkan secara estafet dari kursi depan dan mengisi nampan itu dengan sejumlah uang. Jika hal itu diterapkan di Indonesia, bisa jadi di tengah jalan uang itu hilang, tapi di sini kejujuran warga Thailand patut diacungi jempol. Tidak begitu lama tibalah di MRT yang dijadikan studi banding oleh Gubernur Jokowi untuk diterapkan di Jakarta.

Tujuan pertama adalah Ratchadewi, yang terletak di Bangkok. Sedikit ada kebingungan mengenai prosedur pembelian tiket MRT karena swalayan dengan memasukan sejumlah coin. Untungnya ada loket yang menukarkan coin. Dua rekan saya sempat kebingungan karena dikira loket itu membeli tiket MRT langsung, padahal hanya menukarkan uang, walaupun terkadang ada yang diberikan tiket juga. Mungkin tergantung kondisi stok yang ada di loket itu. Biaya ke Bangkok adalah 37 Baht. Setelah naik, saya melihat suasana dalam MRT yang cukup bersih rapi, dan yang utama, sejuk. Tidak diperkenankan penumpang makan, apalagi merokok. Sepanjang perjalanan saya bisa melihat keindahan kota Bangkok dari atas MRT, dari bangunannya yang khas, hingga Victory Monumen di bundaran yang terletak di tengah Bangkok. Tidak lama kemudian, kami tiba di Stasiun Rathcadewi.

Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya tiba juga di KBRI. Lumayan jauh letaknya dari stasiun Ratchadewi. Apalagi hari itu matahari terik. Sepanjang perjalanan banyak pedagang menjajakan perhiasan, dan buah-buahan. KBRI cukup luas, dibandingkan dengan kedutaan Thailand yang hanya diberikan sedikit oleh Indonesia. Kami langsung menuju loket lapor diri yang letaknya sama dengan pengurusan VISA dan konsulat. Setelah menelepon bagian penerimaan lapor diri, saya segera menghadap petugas tersebut dan menyerahkan pasport setelah mengisi biodata. Si petugas memberitahukan bahwa proses ini akan selesai jam dua siang, jadi kami diharap menunggu.

Sambil menunggu selesai diproses, kami sarapan di kantin KBRI yang letaknya berdekatan dengan sekolah TK, SD, SMP, dan SMA khusus warga negara Indonesia. Kantin letaknya di bagian belakang KBRI dan masuknya harus melalui pintu yang lain. Sedikit sulit masuk ke sana karena petugas yang berjaga adalah berkewarganegaraan Thailand yg tidak jelas berbicara Inggris. Untungnya ada petugas yang bisa berbahasa Indonesia yang meminta saya untuk menunggu penandatanganan SPPD hingga jam 12 siang. Kami tiba di kantin, dan langsung melihat orang-orang Indonesia di sana. Makanan khas Indonesia sepert nasi goreng, aneka sayur tersaji sudah. Sayangnya, harganya cukup mahal, lebih mahal dibanding makan di Cafetaria AIT. Setelah foto sebentar di depan KBRI kami keluar jalan-jalan sambil menunggu jam 2 siang.

Bangkok termasuk daerah yang padat dan jalanan dapat dikatakan macet di siang hari. Tapi berbeda dengan di Indonesia, di sana walaupun macet, tidak terdengar klakson yang memekakkan telinga. Mereka dengan sabar menikmati kemacetan itu. Walaupun penduduknya penganut budha yang taat, tetapi rekan senior saya menasehati tetap waspada terhadap kejahatan. Terkadang patung untuk sembahyang tersedia, dengan dupa, sesajen dan sejenisnya. Beberapa orang terlihat sembahyang sambil membaca doa yang bisa dibaca langsung di batu yang terletak di depan patung.

Kami mampir di beberapa Mall setelah menukar uang di penukaran uang dengan harga bersaing di penukaran uang bernama “Super Rich”. Super Rich merupakan andalah mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Thailand untuk menukar uang. Dibanding dengan bank SCB di AIT, di sini ketika saya menukar 200 dollar, saya bisa untung 60 baht dibanding di kampus saya. Akan tetapi, untuk menukar uang, kita diharuskan menunjukkan passport, padahal passport sedang diproses di kedutaan. Untungnya kami boleh menggunakan fotokopi passport.

Waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 ketika tiba di satu Mall yang berdekatan dengan KBRI. Setelah membeli kalkulator sebagai perlengkapan ujian MID Term, kami bergegas ke KBRI. Alhamdulillah SPPD saya sudah ditandangani. SPPD ini harus dikirim ke DIKTI sebagai bukti bahwa saya telah menggunakan tiket pesawat yang dibelikan Dikti. Kami makan siang dengan masakan khas Indonesia, sayur lodeh, dan tempe. Tampak juga anak-anak Indonesia yang sekolah di sana dari TK – SMA makan juga di kantin itu.

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya proses lapor diri selesai. Saya lihat di bagian endorsment Passport, sudah di cap oleh petugas KBRI. Akhirnya beres sudah tugas hari ini.

Kami pulang dengan membawa oleh-oleh Durian Montong yang ternyata tidak boleh dibawa ke dalam MRT. Setelah berfikir panjang, akhirnya bagian sekuriti membolehkan kami membawa durian montong itu asalkan dimasukan ke dalam tas. Karena tas saya terbesar, akhirnya masuk juga itu durian ke tas saya. Dan benar, walaupun tertutup rapat, aromanya tersebar ke mana-mana. Hmmmm .. inilah durian terenak yang pernah saya makan. Menurut teman saya, rasanya sama dengan durian asal Medan.

Kuliah Web Application

Untuk jurusan Computer Science (Ilmu Komputer), tiap mahasiswa diwajibkan mengambil mata kuliah web application yang diasuh oleh Dr. Matthew M. Dailey. Doktor asal Amerika Serikat ini ahli di bidang pengembangan web.

Sempat ikut kuliah perdana, saya terpaksa harus kembali ke Indonesia karena tiap penerima beasiswa diwajibkan mengikuti serangkaian acara hingga penandatanganan kontrak dengan DIKTI. Dimulai dengan pengurusan Visa di kedutaan Thailand, dilanjutkan dengan Lokakarya pra keberangkatan yang dihadiri oleh hampir seratus orang. Setelah hampir 3 minggu menunggu SP Setneg, akhirnya dokumen selesai, ditandai dengan penandatangan kontrak di DIKTI, gedung D lt 4.

Setelah kembali ke AIT, saya dihadapkan dengan beberapa kesulitan akibat absen perkuliahan selama hampir sebulan. Beberapa dosen memberi keringanan, dari komposisi yang Mid : Final = 40 : 60 menjadi 20 : 80 hingga adanya kelas tambahan.

Berbekal tanya sana sini, akhirnya sedikit demi sedikit saya mampu mengikuti alur kuliah Web yang sangat ditakuti oleh sebagian besar mahasiswa CS di AIT. Terpaksa saya harus ikuti handout lab hingga yang saat ini dipelajari (Ajax). Cukup sulit, terutama karena laptop saya yang harus VMWare karena kapasitas C yang minim, sementara Laptop dari AIT belum tiba.

Diawali dengan install ubuntu 13, saya mulai mengeksplore bahasa yang baru saya kenal yaitu “Ruby on Rails (RoR)”. Bahasa ini lumayan ampuh dari security, terbukti telah digunakan di Yellow Page dan Twitter, dibanding PHP yang diterapkan di Facebook dan banyak di hack orang.

Masih ada waktu dua minggu untuk persiapan Mid Term. Semoga bisa mengikuti dan menjawab soal-soal yang diujikan, Amiiin.

Perkenalan dengan Para Senior Mahasiswa Indonesia di AIT

Mahasiswa Indonesia di AIT cukup banyak sekitar empat puluhan. Kebanyakan mengambil pascasarjana master, dan hanya beberapa yang doktoral, termasuk salah satunya saya. Banyaknya mahasiswa Indonesia di AIT salah satunya adalah adanya kerjasama dual degree antara Institute Tekhnologi Sepuluh november (ITS) dengan kampus ini. Tiap tahun ITS mengirim lebih dari 10 orang mahasiswanya yang melanjutkan sisa kuliah S2-nya di AIT.

Sore itu tiba-tiba rekan samping kamar saya yang juga mahasiswa Indonesia, memberitahukan bahwa ada pertemuan mahasiswa baru Indonesia dengan salah satu pengurus PERMITHA (Persatuan mahasiswa Indonesia di Thailand). Tadinya saya tidak ingin datang karena baru saja selesai kuliah Prof Guha yang bablas hingga jam 7 malam. Tetapi karena ajakan dua rekan saya yang baru masuk juga, akhirnya saya ikut juga pertemuan yang diadakan di gedung School of Engineering and Resources Departement.

Agenda pada malam itu adalah selain perkenalan dengan tiga belas mahasiswa baru juga membahas acara “welcome show”. Selain itu, para senior juga bersedia memperkenalkan diri. Untuk acara welcome show, sepertinya Indonesia kekurangan wakilnya, ditambah lagi tidak ada acara tari tradisional, yang ada hanya tari kontemporer.

Semoga ke depan ajang silaturahmi antar mahasiswa Indonesia di AIT berjalan dengan baik.

Akreditasi Jurusan Mesin dan Elektro S1

Hari ini berlangsung visitasi oleh asesor dalam rangka melengkapi proses akreditasi jurusan teknik mesin dan elektro. Para asesor berasal dari seorang profesor dari UGM dan profesor dan doktor dari Universitas Gunadarma (UG). Salah seorang asesor mesin, Prof. Ir. Jamasri, PhD, merupakan dosen saya ketika mengambil S1 Mesin di UGM dahulu. Baik jurusan mesin maupun elektro, baru pertama kali melaksanakan akreditasi, selain itu baru meluluskan beberapa mahasiswa saja. Pelaksanaan secara serentak baru pertama kali terjadi.

Ibu rektor UNISMA, Dra. Hj. Siti Nuraeni, M.Si, membuka acara visitasi dilanjutkan dengan langsung membahas borang 3B yang merupakan isian dari fakultas. Karena merupakan isian fakultas, maka antara Mesin dan Elektro digabung jadi satu. Salah satu kritik yang diberikan oleh asesor kepada fakultas adalah lemahnya SDM, terutama dosen yang belum bergelar doktor. Padahal saat ini mencari beasiswa lebih mudah di banding era 90-an ketika si asesor sedang mencari beasiswa. Selain itu, banyaknya SDM di jurusan mesin sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk studi lanjut beberapa dosennya tanpa mengganggu efektivitas perkuliahan. Mengenai masalah Sistem Informasi Manajemen (SIM), sepertinya tidak ada masalah karena web sudah berfungsi dengan baik.

Masuk ke borang 3A, pertanyaan-pertanyaan asesor sudah menjurus ke substansi dan lebih detil. Hal-hal yang menyangkut kemahasiswaan menjadi sorotan. Masih seperti dahulu ketika saya menjadi murid Prof Jamasri, pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya detil bertubi-tubi diberikan ke kajur mesin, Bp Ahsan. Jumlah mahasiswa, kuesioner, waktu tunggu mahasiswa, dan sejenisnya banyak yang harus direvisi.Acara ditunda karena bertepatan dengan pelaksanaan shalat Jumat di masjid Al-Fatah UNISMA.

Setelah shalat Jumat, acara dilanjutkan dengan mengunjungi peralatan pendukung akademik seperti workshop mesin, ruang dosen, ruang perkuliahan, dan lain-lain. Salah satu saran Mr Jam (panggilan Prof Jamasri ketika saya menjadi siswanya dulu) adalah bahwa dosen seharusnya memiliki ruang di laboratorium, tidak disatukan seperti ruang Sekolah Dasar (SD). Mengenai fasilitas praktikum dan ruang kelas, sepertinya tidak ada masalah dan dianggap sudah memenuhi syarat.

Problem keyboard pada Samsung Galaxy tab 10.1

Pada postingan yang lalu saya menyebutkan masalah yang ada pada keyboard Samsung Galaxy Tab (SGT) saya yaitu kerap ketika menekan tombol tertentu (biasanya huruf a) hasilnya tertekan terus seperti ini aaaaaaaaa. Beberapa trik sudah saya lakukan tetapi hasilnya tidak memuaskan. Dari mendownload bentuk tampilan keyboard baru di luar keyboard bawaan SGT, hingga mereset ulang perangkat ketika menancapkan keyboard doc, menginstall office android yang baru, tidak juga berhasil.

Beberapa waktu yang lalu karena sering meninggalkan SGT di rumah, dan dipakai oleh anak saya yang berumur 2 tahun, ketika pulang kerja saya dapati SGT saya “hang”. Sebelum hang saya perhatikan banyak musik keluar dari SGT. Kuat dugaan saya, seluruh aplikasi game, lagu, player, dijalankan dan tablet kehabisan memori. Terpaksa OS diinstal ulang, dan data-data yang belum sempat dibackup hilang semua. Saran saya, sebaiknya backup data Anda karena data terkadang lebih berharga dari tabletnya. Sempat saya menanyakan ke servis tablet apakah bisa diinstall OS terbaru (waktu itu Jelly bean) ke tablet saya, mereka menjawab tidak bisa. Akhirnya terpaksa diinstall OS bawaan SGT saya yaitu honeycomb.

Ketika selesai, ternyata rekan saya banyak yang OS-nya berubah dari honeycomb menjadi ice cream sandwich. Karena versi tabletnya sama (SGT 10.1) maka saya memberanikan diri untuk mengupgrade-nya. Caranya antara lain:
1. Masuk ke menu setting
2. Tekan about
3. Tekan update
Maka secara otomatis tablet akan mengupdate. Pertama-tama anda harus login/registrasi dulu tablet anda ke samsung (biasanya akan muncul otomatis, anda tinggal mengisi alamat email saja). Tahap pertama yang di donlot adalah perangkat keras / chipset sebelum mengupgrade OS. Beberapa kali restart terjadi, jangan lupa untuk tidak mematikan power, karena jika saat proses berlangsung tablet anda mati, jangan kecewa kalau OS anda rusak dan harus install ulang. Agar amannya, pastikan baterai terisi penuh, atau colok saja kabel daya ke tablet anda.

Tahap kedua adalah menginstall OS. Kalau mau nyaman sebaiknya gunakan Wifi karena untuk install OS, Anda perlu mendownload sebesar 200-an Mb dari situs Samsung. Kecuali Anda punya kapasitas pulsa yang besar (saya menggunakan tri, telkomsel, dan xl paket begadang). Jika sudah selesai mendownload, tekan tombol install ketika tablet menanyakan apakah upgrade diinstall sekarang. Tablet akan langsung menginstall OS, dan ternyata benar, OS saya langsung ke versi 4 yaitu Ice cream sandwich (ICS). ICS menurut saya lebih stabil dengan grafis yang jauh lebih baik.

Lama sudah keyboard doc tidak saya pakai (padahal harganya hampir 500 ribu), dan iseng-iseng karena banyak tugas yang membutuhkan mengetik biasa (tanpa rumus-rumus), saya coba pergunakan keybord itu. Saya coba OfficeSuite pro 7 saya (download dari apkmania), dan ternyata saya terkejut karena masalah yang dulu tidak terjadi lagi. Hmm .. ternyata masalah terselesaikan dengan sendirinya. Tadinya saya pikir karena software yang buruk, ternyata ketika saya pergunakan lagi software yang dulu (polaris office), hasilnya pun ok, tidak ada masalah. Semoga pengalaman ini bermanfaat.

Problematika Tri Darma Perguruan Tinggi

Beberapa hari yang lalu ada sosialisasi tentang jenjang kepangkatan dosen di lantai 3 rektorat. Satu hal yang menentukan kenaikan jabatan fungsional ternyata adalah aspek penelitian. Hal ini menjadi kendala bagi para dosen yang memang kebanyakan lebih suka mengajar dibanding meneliti. Peraturan tentang Tri Darma yang menambah aspek pengabdian dan penelitian selain pengajaran sebenarnya cukup baik dan inilah yang membedakan antara dosen dengan guru.

Beberapa kasus plagiarisme mengharuskan DIKTI melakukan syarat ketat mengenai penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal. Selain masalah akreditasi jurnal yang menerbitkan tulisan, juga sekarang beberapa penerbit jurnal mengejar agar jurnalnya terindeks di indeks terkenal di dunia antara lain SCOPUS dan Thomson.

Selain penelitian, hal penting lainnya adalah tingkap pendidikan yang harus menempuh S3 karena jika S2 kepangkatan akan terhenti di Lektor. Tentu saja syarat S2 harus terpenuhi. Dengan adanya aturan PERMENPAN tersebut dosen-dosen sekarang bergerak untuk mencari beasiswa agar bisa lanjut ke jenjang S3.

Begitulan jalan seorang Dosen, jalan yang harus ditempuh oleh seseorang yang ingin total berkarir sebagai dosen di suatu institusi pendidikan. Tidak ada jalan lain selain terus belajar. Semoga Allah ridha.

Masa SMA

Entah kenapa tiba-tiba Blackberry Messanger (BBM) saya berbunyi. Ternyata ada group baru yang mengajak saya untuk masuk ke group tersebut. Begitu bergabung, ternyata sudah puluhan anggota alumni SMA saya waktu di Yogyakarta dulu, dengan nama group-nya yang terkenal, “Delayota 95”. Artinya adalah, alumni SMA 8 Yogyakarta dengan tahun lulus 95.

Pikiran saya langsung menerawang ke masa lalu malam itu. Entah mengapa kelas satu dan kelas dua SMA adalah masa yang paling berkesan, dilihat dari sisi non akademik. Karena memang masa itu adalah masa yang dipenuhi oleh main-main dan becanda. Berbeda dengan kelas III yang harus memikirkan mau lanjut ke mana selepas SMA nanti.

Kelas II, Masa Paling Heboh

Berbeda dengan kelas satu, kelas dua terjadi percampuran antar kelas, sehingga banyak wajah-wajah baru bermunculan. Persaingan pun kian sulit karena jagoan-jagoan sudah mulai kelihatan. Ada yang kelihatan jago, tentu saja ada jagoan-jagoan yang sembunyi, baik karena merahasiakan, maupun karena nakal. Maklum kelas 2, penjurusan sudah tidak lagi, EBTANAS setahun lagi, jadilah si penggoda guru-guru. Apalagi guru-guru magang dari IKIP yang sedang belajar ngajar, habissss digodain.

Menggoda Guru-guru IKIP yang Sedang Magang

Berbeda dengan guru, calon guru terlihat masih kaku, dan masih ada dua sisi, yaitu dia sendiri masih belajar, sisi yang lain harus bisa mengajar. Sikap wibawa yang dibuat-buat, “jaim”, dan sejenisnya, tidak dapat menipu kami siswa-siswa kelas II yang memang lagi nakal-nakalnya. Teringat ketika salah seorang calon ibu guru, menjelaskan proses terbentuknya Delta sungai, Kesalahan fatalnya adalah gambar sungainya di papan tulis yang menyerupai buah dada. Teman saya yang memang berwatak mesum, nama aslinya saya lupa, panggilannya Balok (mungkin krn bentuk wajahnya kotak), langsung mengeluarkan siulan-siulan menggoda. Si calon guru, tentu saja merengut, dan sayangnya malah marah. “Fikiran kalian ternyata pada kotor ya”, katanya. Mungkin banyak teman-teman lain yang dalam hati menyalahkan si Balok itu, suasana kelas jadi tegang dan tidak nyaman. Pelajaran pun berlanjut, si calon guru kemudian menjelaskan terbentuknya delta itu dengan menghapus garis yang artinya terputusnya aliran sungai dan terbentuklah delta. Tapi apa yang terjadi berikutnya, dengan celetukan sederhana, “lhooo… Coplok (artinya: copot/lepas)”, seisi kelas jadi geger dengan tawa, termasuk rekan si calon guru yang duduk di belakang. Dan yang bikin kami tertawa adalah sikap reflek si calon guru yang berjilbab itu ketika mendengarkan celetukan si Balok, langsung menghapus apa yang baru saja dia gambar di papan tulis dengan tangannya. Bahkan ketika mengetik tulisan ini pun saya menahan tawa sendiri.


Hari berikutnya, calon guru yang berbeda, kali ini lumayan cantik, hanya saja kelihatannya judes, karena merasa diabaikan, sempat teriak, ” yang tidak suka, silakan keluar!!”, sambi menunjuk ke arah luar. Suasana hening mencekam. Tapi itu tidak berlangsung lama, rekan saya yang paling tinggi dan berbadan besar, panggilannya mas Kus, yang waktu itu ada angin apa kok duduk di kursi depan, dan ditengah pula, padahal biasanya di pojok belakang, mengacungkan jari secara perlahan sambil menunduk. Semua orang melihat dia, termasuk guru itu, tentu saja masih tanda tanya. “Saya suka kok bu. ….”, katanya sambil menunduk. Udah. .. Ga usah diceritakan suasanya hebohnya kayak apa. Bahkan sampai jam istirahat pun temen-teman saya banyak yang menyindir-nyindir si mas Kus tentang hal itu.

Kingsoft Office

Ini adalah salah satu aplikasi office untuk gadget android. Biasanya saya menggunakan polaris office untuk mengetik di android. Saya sering kali kecewa dengan kinerja polaris office yang kerap tiba-tiba hang dan kehilangan ketika yang telah saya ketik jika belum disimpan. Karena itu maka saya berusaha mencari aplikasi lainnya yang gratis di android market (sekarang bernama playstore). Baru saja saya searching, langsung muncul nama kingsoft office dengan bintang hampir lima, pertanda rating yang bagus untuk aplikasi ini. Setelah saya coba mengetik tulisan sepanjang enam halaman, tidak dijumpai hang seperti pada polaris office. Sehingga saya dengan nyaman mengetik tanpa dihantui oleh hang yang akibatnya kehilangan tulisan yang belum sempat saya simpan.
Kendala yang mengganggu pada kingsoft office adalah lambatnya tulisan ketika mengetik dan proses saving yang menurut saya terlalu lama. Sepertinya vendor harus memperhatikan hal ini. Walaupun tidak dijumpai hang seperti polaris office lamanya proses simpan ini tentu saja mengganggu pengguna. Sempat saya berfikir jangan-jangan hang juga, ketika di angka 90% proses saving seolah terhenti.

Kampus

Kehidupan kampus merupakan kehidupan yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Tidak ada jurang pemisah antara satu ideologi dengan ideologi lainnya, antara satu ras dengan ras yang lain, antara agama dengan agama yang lain, antara tua dan muda, dan tidak ada perbedaan gender. Siapa pun yang ingin memajukan ilmu pengetahuan bisa datang ke kampus untuk belajar baik berpartisipasi menjadi mahasiswa, menjadi pengajar, menjadi rekanan dalam hal riset, menyelesaikan masalah bersama-sama yang ada di dalam masyarakat, atau kerja sama yang lain asalkan menjunjung tinggi ilmu pengetahuan.

Kampus, yang saat ini bisa berupa universitas, sekolah tinggi, institut, akademi, dan sejenisnya bertebaran di muka bumi dan hampir ada di tiap negara. Era globalisasi, dengan perkembangan pesat dari internet, menyebabkan hubungan antara satu universitas dengan universitas yang lain menjadi sangat erat. Riset yang dilakukan oleh satu ilmuwan di suatu kampus langsung tersebar dan dapat diakses oleh seluruh ilmuwan di dunia. Selain lewat dunia maya, pertemuan-pertemuan ilmiah dalam bentuk seminar, simposium, dan lain-lain, turut membantu menyebarkan hasil temuannya.

(Sumber: http://www.ugm.ac.id/en/?q=content/university-archive)

Sebagai pusat transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, etika, sopan santun, maupun aturan tidak tertulis yang mencirikan kita sebagai makhluk beradab tetap perlu dijaga. Salah satu syarat mutlak belajar adalah menghormati guru. Tidak mungkin kita belajar tanpa ada penghormatan terhadap guru. Hubungan murid dan guru tidaklah hubungan jual beli, si pembeli membayar dan si penjual memberi barang yang dibeli. Ketika saya kuliah di Universitas Gadjah Mada, saya mendapati lingkungan akademik yang memberikan kesempatan saya untuk menyerap ilmu apa saja yang tersedia. Sejak taman kanak-kanak kita sebenarnya sudah diajarkan untuk menghormati guru.

(Sumber: TKK Penabur)

Di luar negeri penghormatan terhadap dunia kampus sudah berlangsung lama. Di Eropa, keberhasilan revolusi industri diyakini akibat penghormatan berbagai pihak terhadap institusi pendidikan. Lulusan yang dikeluarkan oleh kampus tertentu sangat dihormati oleh masyarakat.

(Sumber: University of Cambridge Graduatiion)

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sudah bergeser dari kemahiran seseorang terhadap suatu ilmu menuju kolaborasi antara satu ilmuwan dengan ilmuwan lainnya. Tidak ada lagi manusia seperti Sir Isac Newton, Einstein, dan lainnya, yang mampu menemukan suatu ilmu dasar, atau memiliki kemampuan dalam segala hal. Kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama antara sesama perisat harus diasah semenjak di bangku kuliah. Salah satu syarat ilmiah seperti kejujuran, harus terus dijaga, dan perlu tindakan tegas terhadap segala jenis plagiasi atau aksi menyontek di kalangan mahasiswa.

Mahasiswa, dengan statusnya yang berbeda dengan siswa karena tambahan ‘maha’ di depannya sebaiknya sadar, dan jangan malah merasa ‘Super’, selalu benar. Justru mahasiswa harus menunjukkan kelebihannya yang positif dibanding siswa. Tunjukkan kepada masyarakat bahwa mahasiswa adalah agen perubahan di masyarakat dan bangsa Indonesia yang kita cintai.

Problem Keyboard Doc Samsung Galaxy – Final

Selamat hari raya idul fitri 1433 H bagi yang merayakannya, untuk masyarakat Bali, selamat merayakan Galungan dan kuningan. Lama juga saya meningalkan dunia blog, karena banyaknya aktivitas riset yang saya harus jalani (hibah bersaing dan dua jurnal internasional yang akan saya jalani di Bandung dan Jakarta). Seperti pada tulisan yang terdahulu mengenai masalah pada keyboard doc di SGT 10.1 yakni kerap tertekan terus saat menekan tombol akhirnya terbongkar sudah.

image

Karena sibuk mengurusi kebutuhan rumah tangga ketika si pembantu pulang mudik mau tidak mau saya harus bekerja on-off. Maksudnya ngetik sambil mencuri-curi waktu. Maklum anak saya yang berumur hampir dua tahun november nanti suka mengganggu ketika saya mengetik di laptop. Salah satu keunggulan dari tablet adalah kapan pun dapat mengetik seperti handphone, tinggal pencet langsung on tanpa perlu booting terlebih dahulu. Ternyata jawaban masalah itu adalah

BOOT TABLET SAMBIL KEYBOARD DOC MENANCAP

Sederhana jawabannya. Mungkin pembaca banyak yang heran apa bagusnya sih tablet, kalo mau ngetik kenapa ga di laptop saja? Jawabannya sederhana, saya gemar membaca. Lebih nyaman membaca di tablet dibanding di laptop. Terus terang, bacaan saya saat ini kebanyakan kalo nggak ebook ya internet. Dengan berat kurang dari satu kg, tangan tidak pegal ketika baca sambil tiduran. Selain itu saya bisa baca kapanpun mengingat tidak perlu booting dan shutdown baik saat mulai dan selesai membaca.

Salah satu keunggulan yang lain adalah sistem operasi android yang gratis. Terus terang harga lisensi windows cukup mahal, dan kalo menggunakan yang bajakan sepertinya kurang berkah. Dari buku yang saya buat setelah saya ingat-ingat ternyata waktu mengetik menggunakan sistem yang berlisensi. Dan ketika menggunakan sistem bajakan, entah mengapa otak saya buntu ketika nulis. Tetapi ketika menggunakan sistem operasi android yang free anehnya saya lancar menulis (boleh percaya boleh tidak). Ingat, hukum karna berlaku juga di dunia IT lho. …

Cao. ..

Lanjutkan membaca “Problem Keyboard Doc Samsung Galaxy – Final”

Agar Scanner UMAX astro 5600 bisa Jalan di Windows 7

Kira-kira tujuh tahun yang lalu saya menukar monitor philips 14″ saya dengan scanner UMAX astro 5600 milik kakak saya. Waktu itu memang pengguna scanner hanya orang yang bisnis setting/percetakan dan sempat pertukaran itu ditentang oleh istri saya. Tetapi karena niatnya untuk membantu kakak saya yang waktu itu berhenti bisnis setting dan percetakannya untuk melengkapi perangkat desktop yang tidak ada monitornya akhirnya terjadilah pertukaran itu.

Seiring dengan berjalannya waktu ternyata scanner kian lama kian dibutuhkan. Institusi yang terlibat dengan kerja saya dan istri (sebagai dosen) sudah beralih ke bentuk digital. Terakhir, saat pengajuan perubahan jabatan fungsional dan sertifikasi dosen, banyak file-file hasil scan yang harus diupload. Dan ternyata scanner yang dulu jarang dipakai sekarang jadi banyak dipergunakan.

Masalah muncul ketika laptop berganti dari celeron ke i3 yang wajib menggunakan sistem operasi windows7. Disebut wajib karena saya sempat menginstall xp di i3 saya dan terkejut ketika melihat kinerja laptop yang turun drastis, jauh di bawah windows7. Setelah windows7 diinstall saya terkejut ketika scanner UMAX saya tidak bisa diinstall. Saat saya searching di internet hingga tulisan ini dibuat, belum menemukan juga drivernya. Banyak komentar-komenter di milis yang menanyakan dimana bisa mendownload driver scanner “aneh” itu, bahkan saya bersedia beli jika memang ada (maklum, pecinta kabel = kagak beli, J). Dan yang paling mengejutkan adalah jawaban dari situs resmi UMAX yang tidak menyediakan driver untuk UMAX seri 5600 untuk windows 7.

Untungnya saya sempat membaca saran dari milis untuk menggunakan vmware. Kebetulan saya juga pengguna vmware (untuk dipakai LINUX dan software-software jadul). Saya install di pc virtual vmware dengan windows xp dan driver UMAX. Ketika akan menscan, saya gunakan pc virtual itu, beres sudah J.

Samsung Galaxy Tab 2 dan IPad 3

Setelah hampir 6 bulan memakai tablet samsung akhirnya generasi berikutnya muncul. Beberapa waktu sebelumnya saya sempat melihat Ipad yang sudah masuk versi 3. Ternyata laris manis mengingat kualitas yang meningkat dibanding kakaknya (Ipad2). Lalu bagaimana dengan Samsung? Sempat muncul pertanyaan, kecanggihan apa yang akan diberikan oleh tablet buatan Korea itu?

image

Perselisihan antara Ipad dengan Samsung sepertinya berlanjut dengan strategi bisnis yang dilakukan oleh kedua produsen tablet ternama itu. Merasa kebakaran jenggot karena kualitas yang dikalahkan oleh Samsung Galaxy Tab, Ipad merilis tablet terbarunya (Ipad 3) dengan kualitas yang lebih canggih dari Samsung Galaxy Tab. Dan jika dilihat, ada perbaikan dari sisi resolusi layarnya (versi yang lama dikalahkan oleh Samsung). Di internet tampak Ipad 3 banyak yang habis terjual.

Di luar dugaan Samsung meluncurkan Galaxy Tab 2 yang memiliki spesifikasi di bawah Tab 1 tetapi harga yang jauh lebih murah. Sepertinya, ini merupakan strategi bisnis Samsung, terbukti dengan selogan yang baru yaitu “Now, Everyone cab Tab”. Satu-satunya keunggulan Samsung Galaxy Tab 2 hanyalah pada Sistem Operasi Android terbaru (Versi 4) Ice Cream Sandwich (ICS). Terbukti, beberapa teman saya sudah memiliki tablet itu dan saya sempat memegangnya. Memang benar, harganya lebih murah 1 juta dari versi yang lama. Jika dilihat di penjual online pun harga Tab 1 masih mahal (6 jutaan) dibanding Tab 2 (4 jutaan). Sayangnya saya belum sempat menancapkan Tab 2 di keyboard doc saya, muat atau tidak.

Dari spesifikasi, yang membedakan dua versi Galaxy itu hanyalah prosesor dimana Tab 1 NVidia Tegra, sedangkan Tab 2 Texas Instrument. NVidia Tegra, sedikit kalah cepat tetapi jauh lebih hemat baterai dibanding dari vendor Texas Instrument. Dan memang selama saya menggunakan Tab 1 baterai lumayan irit. Ukuran Tab 2 saya lihat ternyata lebih besar dibanding Tab 1 (mungkin karena adanya slot tambahan micro SD sampai dengan 32 Gb). Bentuknya pun berbeda dengan versi yang lama dengan adanya speaker yang berada pada posisi atas, padahal menurut saya model yang lama lebih baik (di bagian atas hanya berisi layar). Beberapa berita di internet ternyata bentuk yang lama dituduh oleh Ipad menyontek model-nya (bagian atas hanya layar) dan dimenangkan oleh Ipad di meja hukum (walaupun sudah melakukan banding).

image

Menurut saya apa yang dilakukan oleh Samsung cukup baik untuk melawan Ipad mengingat kondisi ekonomi yang sedang mengalami krisis global. Walaupun konsumen yang mengutamakan kepuasan kualitas kecewa akibat versi terbaru Samsung yang terkesan downgrade dan mengambil untung dari jumlah pembeli. Akan tetapi Macintosh, sebagai produsen Ipad harus mengingat kembali kegagalannya di masa lalu saat kalah oleh Intel dari sisi penjualan.

Puncak Milad UNISMA 2012

Pagi ini langit cerah, matahari menerobos masuk ke kamar tidurku. Tidak ada suara ayam berkokok karena memang tidak ada lagi yang memelihara ayam di komplek tempat tinggalku. Selain bau kotorannya yang diprotes tetangga yang tinggal di sebelahnya, musang yang tinggal di pinggir sungai tempat tinggal kami merupakan pemangsa utama ayam-ayam yang berkeliaran. Perjalanan kurang lebih dua puluh menit kami tempuh ke tempat kejaku, Universitas Islam 45 Bekasi, yang sedang mengadakan puncak MILAD-nya.  

image

Datang terlambat karena memang sengaja, maklum tidak punya sepeda untuk ikut sepeda gembira. Acara sudah dimulai dengan pemberian hadiah-hadiah dan dilanjutkan pembagian doorprize yang diselingi oleh atraksi-atraksi, seperti permainan angklung, marawis, dan konser dangdut. Seperti biasa, saya ditakdirkan tidak pernah dapat doorprize.  

image

Yang menarik pada acara MILAD kali ini adalah sepeda gembira dengan hadiah-hadiahnya yang serius. Selain sepeda, TV, yang merek-mereknya cukup terkenal, seperti wim cycle, sanken, dan sebagainya, hadiah utamanya adalah motor honda (honda revo) yang dimenangkan oleh seorang tua. Sayang tidak ada lomba untuk anak-anak, padahal sudah bawa pensil warna.

Keyboard Application on Andoid Market

I have been using a keyboard doc for my SGT 10.1 for six months. There are many problem when using it for my daily task, espesially the problem of appearing the shortcut alphabet, everytime I press a button to long. The default keyboar application when I bought this gadget: English Keyboard and Samsung Keypad, having many problem. When I tried to change to English Keyboard, there is no problem of appearing the shortcut (I think they are greek or latin alphabet) anymore, but there is bigger problem, my tablet sometimes give series of alphabet like pressing a button long.

image

     At first time, I think there is a problem with my keyboard doc, but at last a have the answer. We must chose a suitable keyboard doc application for our tablet. When I search it on android market, I found Green Keyboard. This application is good at first time, but when I used it for typing, I surprised because my shift button did not work, so I tried to find another free keyboard doc application. Finally I found good keyboard doc application that fit with my tablet, the name is Ice Cream Sandwich Keyboard Free.

image

     It appears simple without a lot of accesories like Green Keyboard, but because the size is very big, we easily press a button. The vendor must be give choice of the size of keyboard, because it shut my writing application up to 50% of area, eventhough we can hide it. But I have been using this free application until now, thanks for the vendor.

Gali Sumur Baru

Pas mau mandi, ga ada air, repot dah. Kita kan manusia, walaupun bukan ikan, tetap saja butuh air. Toh badan kita sebagian besar mengandung air. Jadi jangan harap bisa hidup nyaman tanpa tersedianya air bersih (yang murah tentu saja, masak mandi pakai air mineral?).

Waktu pertama kali akan tinggal di lokasi rumah saya yang baru, para tetangga sudah mewanti-wanti untuk tidak memasang Jet Pump. Akhirnya saya pasang “Semi Jet Pump”. Sebenarnya apa sih istilah-istilah itu? Beberapa sumber mengatakan bahwa sumur dibagi menjadi dua yaitu sumur dangkal dan sumur dalam. Sumur dalam pun terbagi lagi menjadi air kecil dan air besar (artesis). Sedangkan “Jet Pump” sendiri itu merupakan jenis pompanya (kemampuan hisap). Jika sanggup menghisap dengan ketinggian air di atas 25 meter, maka namanya Jet Pump. Jika kurang, pompa biasa, atau yang kemampuannya mendekati Jet Pump diistilahkan dengan “Semi Jet Pump”.

Selang satu atau dua tahun kemudian, muncul kemarau panjang, dan alhasil, kami kekurangan air. Beberapa tetangga sudah mengeluh, air tidak mengalir, dan bahkan pompa rusak akibat tidak ada yang dihisap. Sempat juga pompa saya rusak, sebelum akhirnya diperbaiki dengan memanggil tukang servis pompa langganan di komplek itu. Walaupun bisa dipompa pada malam hari antara jam 11 hingga jam 4, tentu saja merepotkan karena kerjaan kita bukan “nyedot air” saja. Untungnya kemarau panjang cepat berlalu dan air terisi kembali. Dan dana untuk membuat sumur baru bisa dialihkan ke tempat lain.


Makin banyak penghuni rumah di kompleks kami, sepertinya memunculkan masalah baru terutama mengenai suplai air. Tiap penghuni baru selalu memasang “Jet Pump”, dan diperbolehkan. Bahkan beberapa rumah lama yang kekurangan air memasang sumur baru tepat di dalam selokan, dan terlihat jelas setiap orang yang melintas. Etika sepertinya sudah banyak dilanggar, banyak rumah-rumah yang pintu gerbangnya melebihi selokan, yang selain memakan lahan umum, juga mengurangi lebar jalan. Hasilnya adalah, kemarau belum tiba, rumah saya sudah kehabisan air. Mau ga mau saya gali sumur baru.


Kedalaman sumur sebelum menembus batu di daerah saya adalah 19 meter, dan jika ingin lebih dalam lagi tidak bisa dengan cara manual, harus dengan mesin hidrolik. Sebelumnya sumur saya hanya sedalam 9 meter dan masuk kategori Semi Jet Pump, dan sekarang digali 19 meter dengan jenis pompa “Jet Pump”. Jika ingin dalam lagi, dengan bantuan mesin bor, bisa hingga kedalaman 100-an meter, dikenal dengan istilah sumur artesis, tentu saja mahal, tapi air dijamin bersin. Kabarnya biaya bornya dihitung per-meter. Menunggu pemerintah daerah menyediakan air minum (PAM) ga ada kejelasan waktu kapan dibangunnya, mengingat daerah kami bukan kota, sepertinya masih lama.

Update 25 Agustus 2015. Alhamdulillah sekarang PAM sudah masuk :). Tetapi untuk menjaga pasokan air, input air dipecah dua, satu untuk yang lama (jet pump) dan satu untuk yang baru (pam).