Kampus

Kehidupan kampus merupakan kehidupan yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Tidak ada jurang pemisah antara satu ideologi dengan ideologi lainnya, antara satu ras dengan ras yang lain, antara agama dengan agama yang lain, antara tua dan muda, dan tidak ada perbedaan gender. Siapa pun yang ingin memajukan ilmu pengetahuan bisa datang ke kampus untuk belajar baik berpartisipasi menjadi mahasiswa, menjadi pengajar, menjadi rekanan dalam hal riset, menyelesaikan masalah bersama-sama yang ada di dalam masyarakat, atau kerja sama yang lain asalkan menjunjung tinggi ilmu pengetahuan.

Kampus, yang saat ini bisa berupa universitas, sekolah tinggi, institut, akademi, dan sejenisnya bertebaran di muka bumi dan hampir ada di tiap negara. Era globalisasi, dengan perkembangan pesat dari internet, menyebabkan hubungan antara satu universitas dengan universitas yang lain menjadi sangat erat. Riset yang dilakukan oleh satu ilmuwan di suatu kampus langsung tersebar dan dapat diakses oleh seluruh ilmuwan di dunia. Selain lewat dunia maya, pertemuan-pertemuan ilmiah dalam bentuk seminar, simposium, dan lain-lain, turut membantu menyebarkan hasil temuannya.

(Sumber: http://www.ugm.ac.id/en/?q=content/university-archive)

Sebagai pusat transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, etika, sopan santun, maupun aturan tidak tertulis yang mencirikan kita sebagai makhluk beradab tetap perlu dijaga. Salah satu syarat mutlak belajar adalah menghormati guru. Tidak mungkin kita belajar tanpa ada penghormatan terhadap guru. Hubungan murid dan guru tidaklah hubungan jual beli, si pembeli membayar dan si penjual memberi barang yang dibeli. Ketika saya kuliah di Universitas Gadjah Mada, saya mendapati lingkungan akademik yang memberikan kesempatan saya untuk menyerap ilmu apa saja yang tersedia. Sejak taman kanak-kanak kita sebenarnya sudah diajarkan untuk menghormati guru.

(Sumber: TKK Penabur)

Di luar negeri penghormatan terhadap dunia kampus sudah berlangsung lama. Di Eropa, keberhasilan revolusi industri diyakini akibat penghormatan berbagai pihak terhadap institusi pendidikan. Lulusan yang dikeluarkan oleh kampus tertentu sangat dihormati oleh masyarakat.

(Sumber: University of Cambridge Graduatiion)

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sudah bergeser dari kemahiran seseorang terhadap suatu ilmu menuju kolaborasi antara satu ilmuwan dengan ilmuwan lainnya. Tidak ada lagi manusia seperti Sir Isac Newton, Einstein, dan lainnya, yang mampu menemukan suatu ilmu dasar, atau memiliki kemampuan dalam segala hal. Kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama antara sesama perisat harus diasah semenjak di bangku kuliah. Salah satu syarat ilmiah seperti kejujuran, harus terus dijaga, dan perlu tindakan tegas terhadap segala jenis plagiasi atau aksi menyontek di kalangan mahasiswa.

Mahasiswa, dengan statusnya yang berbeda dengan siswa karena tambahan ‘maha’ di depannya sebaiknya sadar, dan jangan malah merasa ‘Super’, selalu benar. Justru mahasiswa harus menunjukkan kelebihannya yang positif dibanding siswa. Tunjukkan kepada masyarakat bahwa mahasiswa adalah agen perubahan di masyarakat dan bangsa Indonesia yang kita cintai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s