Lika-liku Mencari Beasiswa

Tidak dapat dipungkiri, biaya pendidikan saat ini tidak bisa dibilang murah lagi. Ketika tahun 1995 dulu saya kuliah di UGM, SPP bersih masih Rp. 250 ribu saja, tak perduli fakultas teknik atau kedokteran. Tetapi saat ini dengan adanya jalur mandiri, biaya masuk untuk fakultas kedokteran gigi saja sudah hampir mencapai 200-an juta rupiah, sungguh biaya yang fantastis. Bagaimana dengan sekolah menengah? Ternyata tidak jauh berbeda. Masuk sekolah negeri malah lebih mahal dari pada sekolah swasta, tentu saja negeri yang memiliki standar internasional yang sering dikenal dengan istilah RSBI. Untung saja pengadaan program tersebut dianggap salah oleh Mahkamah konstitusi sehingga harus dihapus. Bagaimana dengan calon siswa atau mahasiswa yang pintar tetapi kurang mampu? Tentu saja salah satu andalannya adalah beasiswa. Bagaimana dengan kampus negeri yang tidak melewati jalur khusus dan ikut saringan masuk seperti sipenmaru, UMPTN, SNMPTN, atau apalah namanya yang berubah terus itu? Ternyata informasi yang saya baca dari surat kabar, ada keluhan dari beberapa calon mahasiswa yang tidak sanggup membayar uang masuk yang standar tetapi sebesar 5 jutaan. Akhirnya calon mahasiswa tersebut mengundurkan diri. Sungguh sangat disayangkan.

Sebenarnya pemerintah menyediakan beasiswa kepada para mahasiswa yang disalurkan melalui kampus masing-masing. Misalnya kampus tempat saya mengajar menyediakan beasiswa yang membebaskan biaya SPP selama setahun kepada mahasiswa yang layak menerima beasiswa. Ada dua jenis biasanya yaitu bagi yang tidak mampu dan bagi yang memiliki keunggulan dari sisi akademis. Bagaimana dengan mahasiswa yang tidak sanggup dari awal? Jangan khawatir, ada jenis beasiswa lain yaitu beasiswa Fullbright yang akan membebaskan mahasiswa dari membayar kuliah sejak awal. Beasiswa jenis ini ditujukan kepada lulusan SMA yang diundang oleh kampus kami untuk diwawancara. Untuk jurusan komputer sangat disayangkan dua calon penerima beasiswa fullbright mengundurkan diri karena diterima di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan memilih untuk masuk UNJ walaupun tidak beasiswa.

Bagaimana dengan dosen dan karyawan? Jangan khawatir, ada jenis beasiswa lainnya yang siap menanti. Untuk karyawan ada beasiswa sebagai tenaga kependidikan. Sayang, beasiswa jenis ini ditujukan untuk karyawan di kampus negeri. Terpaksa beberapa karyawan di kampus kami (non dosen) kuliah dengan biaya mandiri. Dan bagi dosen, tentu saja harapan satu-satunya adalah beasiswa mengingat saat ini mengambil S2 dan S3 tidak murah lagi. Jangankan uang pribadi, kampus saja sangat keberatan untuk membiayai dosennya kuliah lagi. Apalagi saat ini tuntutan studi lanjut tidak dapat dihindarai, yakni dosen harus S2 dan jika ingin naik pangkat menjadi lektor kepala harus memiliki jenjang pendidikan S3.

Beasiswa Program Pascasarjana Dalam Negeri

Beasiswa ini adalah beasiswa andalan para dosen karena kampus yang dituju adalah kampus dalam negeri sehingga tidak mengganggu aktivitas mengarjar (asal kampus tujuan tidak terlalu jauh) dan keluarga. Beasiswa ini mudah didapat asalkan kita diterima di kampus tujuan dan syarat-syarat administrasi lain memenuhi, dengan syarat utama adalah Nomor Induk Dosen (NIDN).

Karena banyak yang menginginkan beasiswa dalam negeri maka kapasitasnya menjadi sangat terbatas. Apalagi ketika syarat S2 dan S3 terhadap dosen diterapkan oleh DIKTI. Untuk S2 sedikit lebih mudah karena memang kapasitasnya bisa ditingkatkan di kampus tujuan beasiswa. Tetapi untuk program S3 sangat sulit mengingat keterbatasan profesor pembimbing. Untuk ilmu komputer UI saja, antrian sudah panjang dimana tiap profesor sudah membawa calon kandidat doktor masing-masing. Jangan harap calon mahasiswa yang datang tiba-tiba bisa diterima menjadi calon mahasiswa S3. Dan salah satu yang terberat adalah ketika wawancara terkadang kita diminta menunjukan publikasi karya ilmiah kita di jurnal internasional.

Beasiswa Program Pascasarjana Luar Negeri

Untuk yang malas menembus kampus dalam negeri yang persaingannya ketat, ada baiknya mencoba mendaftar di luar negeri. Biasanya jika mendengar luar negeri para dosen langsung lemas mengingat syarat yang ketat, terutama kemampuan bahasa. Belum lagi masalah lainnya yaitu harus meninggalkan keluarga bagi yang sudah memiliki anak dan istri.

Untuk dosen sebenarnya dari ketika sebelum menjadi dosen harus sudah mempersiapkan sendiri kemampuan berbahasanya, terutama bahasa Inggris. Banyak kursus-kursus yang bertebaran yang membantu kita dari speaking, listening, reading, hingga writing. Sebaiknya memang kampus memberikan bantuan kursus, pelatihan, dan sejenisnya kepada dosennya agar siap untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Oiya, selama tulisan ini dibuat, syarat Toefl yang berlaku adalah minimal 500 dan toefl ITP, bukan prediksi (yang harganya sekitar 200/300 ribu rupiah). Untuk kampus negeri sepertinya studi lanjut ke luar negeri menjadi satu keharusan, karena kualitas kampus di luar negeri berbeda dengan kampus dalam negeri terutama dari sisi publikasi karya ilmiah. Walaupun UI, UGM, ITB, dan kampus lapis atas memiliki rangking di atas beberapa kampus luar negeri. Tetapi tentu saja agak janggal jika dosen UI kuliah di UGM atau ITB. Berbeda jika dosen UI studi lanjut di MIT misalnya.

Bagaimana jika kemampuan berbahasa sudah terpenuhi? Langkah selanjutnya adalah mendaftar ke kampus luar negeri. Di sinilah seninya, karena tiap kampus berbeda baik dari sisi waktu pendaftaran maupun sistemnya. Tetapi kebanyakan kampus luar negeri, khususnya yang studi S3, harus mencari profesor yang siap menjadi supervisor / advisor kita. Terkadang mereka memberikan suatu tugas/pertanyaan yang harus kita jawab dan terkadang walaupun supervisor sudah ok, kita diharuskan berangkat ke sana untuk tes masuk. Untungnya beberapa kampus tidak mengharuskan kita ikut test ke kampus tujuan (ke luar negeri), tetapi hanya menyerahkan sertifikan GMAT/GRE yang mirip dengan Test Potensi Akademik (TPA). Bahkan beberapa kampus membebaskan test masuk jika memang kita sudah memiliki banyak tulisan di jurnal-jurnal bertaraf internasional, syukur-syukur terindeks di scopus, ieee, thomson, dan index internasional lainnya.

Jika kita sudah diterima dan dibuktikan dengan surat tanda terima (letter of acceptance) yang tanpa syarat, maka kita siap mendaftar beasiswa baik ke DIKTI maupun beasiswa lainnya, misalnya LPDP dari kementrian keuangan. LOA yang tanpa syarat, sering diistilahkan dengan, LOA unconditional, menjadi syarat mutlak, karena pemerintah akan memberikan bantuan beasiswa ke calon mahasiswa yang sudah pasti akan berangkat jika didanai. Jika masih ada satu syarat tertentu (di luar syarat keuangan) maka dikhawatirkan ketika pemerintah menyetujui pencairan beasiswa, calon mahasiswa itu ditolak kampus tujuan karena tidak memenuhi kondisi yang diminta oleh pemberi LOA. Mengapa demikian? Karena saya sendiri mengalami hal seperti ini, yaitu harus meminta lagi kampus tujuan LOA yang tanpa syarat. Biasanya akan diberikan ketika kita memunuhi syarat yang diminta.

Untuk beasiswa DIKTI, syarat terberat sebenarnya adalah wawancara. Karena ini merupakan penentu apakah kita disetujui atau tidak untuk diberi beasiswa. Karen sifatnya wawancara, maka aspek subjektif menjadi sangat menentukan. Saya termasuk korbannya. Sebagai dosen fakultas teknik, saya termasuk tipe yang sulit dalam berbicara. Dalam bahasa Indonesia saja masih sulit, apalagi bahasa Inggris. Walaupun IELTS saya 6.0 tetapi pada wawancara pertama, bahasa Inggris saya dianggap kurang. Akhirnya saya ikut wawancara ulang. Dan anehnya, ketika diwawancara oleh pewawancara yang lain, saya dinyatakan tidak ada masalah dengan bahasa Inggris saya. So, berdoalah semoga mendapat pewawancara yang baik. Dari sekitar 6 pewawancara ada beberapa yang kerap tidak meluluskan calaon penerima beasiswa. Saya masih ingat wajah-wajahnya, terkadang geram juga sih. Tetapi mereka sebenarnya menerima beban yang cukup berat dari negara. Untuk yang dosen swasta, bersiap-siaplah Anda bertarung dengan dosen-dosen negeri yang merupakan dosen pilihan. Tentu saja tidak perlu rendah diri bagi dosen-dosen swasta, santai saja.

Wawancara

Beberapa pertanyaan yang muncul dalam sesi wawancara kebanyakan tidak jauh berbeda antara satu calon dengan calon lainnya. Apalagi untuk pewawancara yang sama. Tetapi jika pewawancara yang berbeda tentu saja beda pertanyaannya. Ciri khas ketika wawancara adalah, ketika dua orang pewawancara mewawancarai kita, salah satunya adalah yang aktif dan seperinya penentu kelulusan. Tentu saja tidak bisa saya sebutkan di sini. Ada cerita lucu juga ketika calon dari makasar mendapat giliran dan ketika tahu bahwa sekarang giliran dia, dia enggan masuk (karena tahu yg mewawancara “killer”), sampai petugas administrasi memaksa dia masuk. Jika dia menolak berbahaya juga, karena saya berikutnya. Akhirnya saya dipanggil untuk wawancara di meja sebelahnya yang lebih lunak dan kabarnya banyak meluluskan. Ciri khas pewawancara yg masuk kategori “baik” adalah ketika menolak, walaupun tidak diumumkan saat itu, dia memberikan alasan yang kuat atas penolakannya. Alasannya pun logis dan kebanyakan diterima oleh calon yang diwawancarai, dimana setelah wawancara si calon akan berusaha memenuhi persyaratan yang kurang tersebut.

Berikut ini tips yang mungkin bisa jadi pegangan.

Pewawancara adalah manusia biasa, jadi jangan buat dia kesal, sebal, dan terlalu banyak mencari alasan. Ketika datang hormatilah dia sebagai orang yang diberi tanggung jawab oleh negara memilih calon penerima beasiswa yang jika ditotal untuk S3 berkisar antara setengah hingga dua millyar hingga lulus. Oiya, wawancara dengan bahasa Inggris, lebih sulit dari test Speaking IELTS karena di sini selain bahasa Inggris yang baik, harus juga sesuai dengan isinya. Sementara IELTS walaupun kita menjawab dengan bohong/ngarang, jika tata bahasa benar, tetap dianggap benar (hanya menguji bahasa bukan konten).

Khusus yang akan ambil S3, pasti akan ditanyakan tema/judul proposal disertasi dengan bukti email antara kita dengan supervisor. Bukan hanya sekedar supervisor kita setuju untuk membimbing kita melainkan juga komunikasi mengenai judul tersebut. Saya diserang di wilayah ini karena ketika calon supervisor setuju menurut saya sudah beres, tetapi ternyata harus berlanjut komunikasi tersebut mengenai tema proposal kita.

Untuk yang memiliki LOA masih condisional, saran saya adalah berdoa. Karena kalau kita lihat pengumuman hasil wawancara kebanyakan gagal yaitu LOA yang masih kondisional. Seharusnya kita memenuhi kondisi pada LOA, minimal tinggal masalah keuangan, karena DIKTI melihat jika syarat LOA masalah keuangan, DIKTI menganggap semua yg melamar beasiswa pasti minta ditanggung biaya kuliahnya (ditambah biaya hidup pula).

 Mungkin segini saja bagi-bagi ceritanya, jika masih belum jelas bisa email ke saya atau tulis komentar di bawah. Oiya, andalan beasiswa dikti saat ini yang saya tahu adalah DIKTI (untuk yg belum punya NIDN mendaftar di beasiswa unggulan, sedang yang sudah ada NIDN masuk ke BPPLN). Sementara LPDP (saya lupa situsnya, searching aja di GOOGLE) memiliki syarat usia yg ketat, yaitu 35 tahun, beda dengan BPPLN Dikti yang 45 tahun. Selamat mencoba, tidak ada salahnya, tidak ada suap menyuap untuk pendaftaran beasiswa.

Membuat Diagram Alir

Terkadang kita memiliki masalah ketika akan membuat diagram kita tidak memiliki software seperti vision, rational rose, dan sejenisnya. Untungnya saat ini kita bisa memanfaatkan fasilitas dari web yang menyediakan sarana untuk menggambar diagram tersebut, salah satunya adalah www.draw.io. Silahkan mencoba, hasilnya lumayan bagus dan dapat dikonversi menjadi xml, jpg, gif, dan lain-lain. Berikut ini contoh hasilnya:

Berikutnya tinggal klik File – Eksport – pilih filenya, jika kita akan melanjutkan gambar di lain waktu, simpanlah dalam format XML. Jika akan menjadikan picture di word, pilih JPG, GIF, dan file gambar lainnya. Berikut ini hasil create menjadi GIF.

Windows Surface RT

Beberapa bulan yang lalu kampus tempat saya belajar menawarkan sebuah tablet berbasis windows 8 dengan nama Windows Surface RT dengan discount hingga 50%. Tadinya berharga 12 ribu Baht menjadi 6000 baht saja. Dengan kurs 1 baht kira-kira Rp 370 rupiah, berarti harga satu buah tablet tersebut sekitar 2 jutaan dari yang seharusnya 4 jutaan. Selain itu ada tawaran keyboard portabel dan touch pad portable. Saya memilih keyboard karena lebih nyaman untuk mengetik karena fungsinya sama dengan laptop. Sementara touch pad agak sulit untuk mengetik walaupun lebih nyaman dibanding mengetik langsung di tablet dengan keyboard virtual. Harga satu keyboard untuk windows rt dibandrol dengan harga 3000-an baht, atau sekitar satu jutaan rupiah, lumayan mahal, apalagi keyboard tidak ikut diskon.

Setelah mengantri beberapa saat akhirnya berhasil juga transaksi pembayaran dengan kartu kredit, maklum kiriman DIKTI belum jelas. Setelah barang diterima saya langsung ke bagian pengecekan untuk dilakukan setting windows 8 pertama kali, pengisian nama tablet, pemasangan screen protector yang dihargai sekitar 250 baht (70-an ribu rupiah). Sampai di dorm, saya utak-atik, ternyata praktis juga. Saya salut juga ketika menjalankan aplikasi-aplikasi yang ada, mirip dengan laptop istri saya yang berbasis windows 8.

Satu hal yang membedakan dengan tablet yang saya beli sebelumnya adalah dalam hal asesoris tambahan. Ketika harddisk eksternal saya tancapkan di tablet, seluruh data saya langsung terbaca, berbeda dengan samsung sgt 10 saya yang lama, ada pesan error bahwa yang saya tancapkan adalah high power usb. Tentu saja samsung yang lama harus membeli konektor usb tambaha yang harga originalnya ratusan ribu rupiah. Ternyata usb bisa saya tancapkan mouse serta ketika saya tancapkan ke blackberry saya, langsung bisa terhubung dan memindahkan data dengan mudah, berbeda dengan samsung yang harus lewat mekanisme bluetooth.

Ketika mengetik tulisan ini, saya menggunakan tablet windows rt saya, ternyata mirip dengan mengetik lewat keyboard. Keyboardnya lumayan enteng di tekan. Ukurannya yang besar huruf-hurufnya menghindari saya dari salah tekan. Selain itu ketika selesai mengetik dapat saya langsung upload ke blog saya.

Aplikasi Firebug pada Mozilla

Bagi anda yang gemar mengutak-atik pemrograman berbasis web, alangkah baiknya Anda menginstall plugin firebug yang secara gratis dapat diunduh. Aplikasi ini membantu anda mencari letak kesalahan program yang telah Anda buat. Berikut ini contoh pencarian letak kesalahan aplikasi yang sedang saya test. Pemrogram yang saya buat menggunakan Ajax yang memasukan fungsi Autocompletion pada isian form. Ketika tombol search ditekan, tampak ada kesalahan pada salah satu koomponen ajax tersebut.

Tampak di bagian bawah browser muncul kolom yang menunjukkan letak kesalahannya. Searching saja di google jika Anda ingin memanfaatkan fasilitas gratis ini. Tersedia untuk beragam versi.

Membuat Database Objek dengan Scaffolding pada Ruby on Rails

Beberapa lama saya mencari cara untuk mengimplementasikan UML terutama masalah diagram kelas, dimana suatu kelas terdiri dari atribut, dan operation di dalamnya. Beberapa rekan mengatakan kelas dapat diwakili oleh tabel pada sistem database relasional. Tentu saja ini bertentangan dengan konsep UML yang berbasis objek. Tetapi dengan bahasa Ruby, hal ini dapat dibuat mudah, karena kita dapat membuat objek dengan mudah dan menghubungkannya dengan sistem database yang kita inginkan. Buka Ubuntu Anda, masuk ke Terminal (jika sulit mencarinya, ketik aja terminal di menu “search”):

Berikut ini akan kita ambil contoh membuat suatu objek daftar aktivitas (to do list) yang pernah dijadikan ujian Mid Term di kampus saya sekarang kuliah AIT Thailand. Baiklah, tidak perlu basa-basi kita buka saja Ruby on Rails (RoR). Pertama-tama kita buat terlebih dahulu suatu project, misalnya kita namakan todo, ketik pada console RoR:

$ rails new todo –d postgresql

Tampak RoR akan membuat (Create) file-file yang diperlukan dan diakhiri dengan Bundle Install. Setelah itu kita buat satu objek dengan nama task. Sebelumnya Anda harus terlebih dahulu masuk ke direktori project anda (dalam hal ini todo):

$ cd todo

Buka file Gemfile di /app dan hilangkan # pada therubyracer yang artinya, kita akan menggunakan fasilitas tersebut.

Lakukan bundle install

$ bundle install

Kita menggunakan sistem database postgresql, buka file /app/config/database.yml, edit super user yang akan mengakses (ada tiga editan). Jangan lupa menekan tombol save.

Jangan lupa siapkan databasenya dengan mengetik

$ rake db:create:all

Berikutnya adalah membuat objek task.

Di sini kita memanfaatkan fasilitas yang ada pada RoR yaitu Scaffold. Dimana instruksi ini akan membuat suatu objek dengan nama task dan atribut nama:string dan status boolean. Bagaimana dengan operation? Jangan khawatir, RoR akan membuatkan secara otomatis tujuh default operation yang dapat kita hapus beberapa dari operation itu jika kita tidak menginginkannya. Seperti biasa, lakukan migrasi, dimana objek yang dibuat dengan RoR dimigrasikan ke database dengan instruksi:

$ rake db:migrate

Sebelumnya buka file database.yml yang secara default akan dibuatkan user todo. Ganti dengan superuser yang pernah Anda buat. Dalam hal ini saya menggunakan user csim.

 

Sebenarnya masalah sudah selesai, tinggal melakukan sedikit seting pada route.rb yang terletak di folder /app/config. Tambahkan:

root to: “task#index”

Jangan lupa jalankan:

$ rake routes

Artinya saya akan mengarahkan server ke task#index tiap project todo dijalankan. Oleh karena itu rename folder index anda yang terletak di views dengan nama lain, karena tidak akan kita gunakan. Jalankan server:

$ rails s

Jangan khawatir, setelah server dihidupkan, tampak seperti Hang. Sebenarnya server sudah berfungsi dan sedang aktif. Buka browser, ketikan alamat server http://localhost:3000

Ternyata mudah. Tampak operation yang diberikan antara lain NewTask(), Show(), Edit(), Destroy(), dan lain-lain. Coba klik New Task, isi task baru. Maka akan muncul list task baru. Mudah bukan?

Lapor diri di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok

Setelah tertunda hampir beberapa minggu akhirnya saya berangkat juga ke KBRI untuk melakukan proses lapor diri. Lapor diri bermaksud memberitahukan ke perwakilan RI di luar negeri bahwa saya akan tinggal untuk jangka waktu tertentu di negara tersebut. Sangat bermanfaat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti di mesir dan syiria misalnya, kita dapat perlindungan dari KBRI. Untuk Thailand misalnya seperti banjir besar yang terjadi dua tahun yang lalu. Sebagian besar siswa Indonesia menumpang di KBRI Bangkok. Selain itu, lapor diri juga merupakan salah satu syarat untuk perpanjangan visa pelajar dari 90 hari menjadi satu tahun.

Kami berangkat bersama dengan rekan saya ditambah penunjuk jalan (mahasiswa senior) dengan MRT. Setelah memarkir sepeda di pintu keluar Asian Institute of Technology (AIT) kami langsung menstop van yang mengantarkan kami ke statiun Mon Chit. Biayanya cukup murah, 30 Baht. Anehnya lagi, tidak ada kondektur yang menagih, melainkan hanya berupa nampar yang diedarkan secara estafet dari kursi depan dan mengisi nampan itu dengan sejumlah uang. Jika hal itu diterapkan di Indonesia, bisa jadi di tengah jalan uang itu hilang, tapi di sini kejujuran warga Thailand patut diacungi jempol. Tidak begitu lama tibalah di MRT yang dijadikan studi banding oleh Gubernur Jokowi untuk diterapkan di Jakarta.

Tujuan pertama adalah Ratchadewi, yang terletak di Bangkok. Sedikit ada kebingungan mengenai prosedur pembelian tiket MRT karena swalayan dengan memasukan sejumlah coin. Untungnya ada loket yang menukarkan coin. Dua rekan saya sempat kebingungan karena dikira loket itu membeli tiket MRT langsung, padahal hanya menukarkan uang, walaupun terkadang ada yang diberikan tiket juga. Mungkin tergantung kondisi stok yang ada di loket itu. Biaya ke Bangkok adalah 37 Baht. Setelah naik, saya melihat suasana dalam MRT yang cukup bersih rapi, dan yang utama, sejuk. Tidak diperkenankan penumpang makan, apalagi merokok. Sepanjang perjalanan saya bisa melihat keindahan kota Bangkok dari atas MRT, dari bangunannya yang khas, hingga Victory Monumen di bundaran yang terletak di tengah Bangkok. Tidak lama kemudian, kami tiba di Stasiun Rathcadewi.

Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya tiba juga di KBRI. Lumayan jauh letaknya dari stasiun Ratchadewi. Apalagi hari itu matahari terik. Sepanjang perjalanan banyak pedagang menjajakan perhiasan, dan buah-buahan. KBRI cukup luas, dibandingkan dengan kedutaan Thailand yang hanya diberikan sedikit oleh Indonesia. Kami langsung menuju loket lapor diri yang letaknya sama dengan pengurusan VISA dan konsulat. Setelah menelepon bagian penerimaan lapor diri, saya segera menghadap petugas tersebut dan menyerahkan pasport setelah mengisi biodata. Si petugas memberitahukan bahwa proses ini akan selesai jam dua siang, jadi kami diharap menunggu.

Sambil menunggu selesai diproses, kami sarapan di kantin KBRI yang letaknya berdekatan dengan sekolah TK, SD, SMP, dan SMA khusus warga negara Indonesia. Kantin letaknya di bagian belakang KBRI dan masuknya harus melalui pintu yang lain. Sedikit sulit masuk ke sana karena petugas yang berjaga adalah berkewarganegaraan Thailand yg tidak jelas berbicara Inggris. Untungnya ada petugas yang bisa berbahasa Indonesia yang meminta saya untuk menunggu penandatanganan SPPD hingga jam 12 siang. Kami tiba di kantin, dan langsung melihat orang-orang Indonesia di sana. Makanan khas Indonesia sepert nasi goreng, aneka sayur tersaji sudah. Sayangnya, harganya cukup mahal, lebih mahal dibanding makan di Cafetaria AIT. Setelah foto sebentar di depan KBRI kami keluar jalan-jalan sambil menunggu jam 2 siang.

Bangkok termasuk daerah yang padat dan jalanan dapat dikatakan macet di siang hari. Tapi berbeda dengan di Indonesia, di sana walaupun macet, tidak terdengar klakson yang memekakkan telinga. Mereka dengan sabar menikmati kemacetan itu. Walaupun penduduknya penganut budha yang taat, tetapi rekan senior saya menasehati tetap waspada terhadap kejahatan. Terkadang patung untuk sembahyang tersedia, dengan dupa, sesajen dan sejenisnya. Beberapa orang terlihat sembahyang sambil membaca doa yang bisa dibaca langsung di batu yang terletak di depan patung.

Kami mampir di beberapa Mall setelah menukar uang di penukaran uang dengan harga bersaing di penukaran uang bernama “Super Rich”. Super Rich merupakan andalah mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Thailand untuk menukar uang. Dibanding dengan bank SCB di AIT, di sini ketika saya menukar 200 dollar, saya bisa untung 60 baht dibanding di kampus saya. Akan tetapi, untuk menukar uang, kita diharuskan menunjukkan passport, padahal passport sedang diproses di kedutaan. Untungnya kami boleh menggunakan fotokopi passport.

Waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 ketika tiba di satu Mall yang berdekatan dengan KBRI. Setelah membeli kalkulator sebagai perlengkapan ujian MID Term, kami bergegas ke KBRI. Alhamdulillah SPPD saya sudah ditandangani. SPPD ini harus dikirim ke DIKTI sebagai bukti bahwa saya telah menggunakan tiket pesawat yang dibelikan Dikti. Kami makan siang dengan masakan khas Indonesia, sayur lodeh, dan tempe. Tampak juga anak-anak Indonesia yang sekolah di sana dari TK – SMA makan juga di kantin itu.

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya proses lapor diri selesai. Saya lihat di bagian endorsment Passport, sudah di cap oleh petugas KBRI. Akhirnya beres sudah tugas hari ini.

Kami pulang dengan membawa oleh-oleh Durian Montong yang ternyata tidak boleh dibawa ke dalam MRT. Setelah berfikir panjang, akhirnya bagian sekuriti membolehkan kami membawa durian montong itu asalkan dimasukan ke dalam tas. Karena tas saya terbesar, akhirnya masuk juga itu durian ke tas saya. Dan benar, walaupun tertutup rapat, aromanya tersebar ke mana-mana. Hmmmm .. inilah durian terenak yang pernah saya makan. Menurut teman saya, rasanya sama dengan durian asal Medan.

Membuat Aplikasi Authentikasi dengan Ruby and Rails – 1

Berikut ini sedikit tip n trik untuk membuat aplikasi Ruby and Rails (RoR) yang berjalan di platform Linux Ubuntu 13. Masuk ke Terminal:

rails new simple-auth -d postgresql

Maksudnya adalah membuat project baru RoR dengan nama simple-auth dan database postgresql. Jika selesai, nanti di folder /home akan muncul folder simple-auth. Masuk ke folder tersebut dengan mengetik:

cd simple-auth

Di sana anda akan menjumpai folder Gemfile yang harus sedikit diedit untuk mengaktifkan bahasa ruby. Cara mengaktifkannya adalah dengan menghapus symbol “#”.

SImpan dan jangan lupa setiap melakukan perubahan pada file Gem, kita harus melakukan bundle install. Masuk ke terminal, jalankan:

bundle install

Sekarang kita harus melakukan perubahan pada postgresql, yakni pada file database.yml yang terletak di folder Config pada folder aplikasi kita (Simple-Auth). Ganti seluruh user dengan nama superuser postgresql, misalnya csim. Setelah itu jangan lupa menekan tombol simpan ‘save’. (Note: ada tiga yang harus dirubah).

Jangan lupa setiap melakukan perubahan pada configurasi database.yml, lakukan rake:

rake db:create:all

rake db:migrate

Berikutnya kita akan membuat controller dengan nama ‘new’. Rails termasuk framework Model View Controller (MVC). Buat dengan cara mengetik:

rails g controller users new

Akan terbentuk controller dengan nama new. Begitu juga untuk model user, buat:

rails g model user email:string password_hash:string password_salt:string

Lakukan migrate database

rake db:migrate

Cari file UsersController di folder /app/controller. Ekstensinya adalah ‘.rb’. Isi program seperti contoh berikut ini:

Berikutnya masukan kode berikut untuk views pada new.html

  • <h1>Sign Up</h1>
  • <%= form_for @user do |f| %>
  • <% if @user.errors.any? %>
  • <div class=”error_messages”>
  • <h2>Form is invalid</h2>
  • <ul>
  • <% for message in @user.errors.full_messages %>
  • <li><%= message %></li>
  • <% end %>
  • </ul>
  • </div>
  • <% end %>
  • <p>
  • <%= f.label :email %><br />
  • <%= f.text_field :email %>
  • </p>
  • <p>
  • <%= f.label :password %><br />
  • <%= f.password_field :password %>
  • </p>
  • <p>
  • <%= f.label :password_confirmation %><br />
  • <%= f.password_field :password_confirmation %>
  • </p>
  • <p class=”button”><%= f.submit %></p>
  • <% end %>

Untuk masalah enkripsi, kita tinggal memakai bundel yang ada pada file Gem, buka kembali Gemfile, masukan gem “bcrypt-ruby”, :require => “bcrypt”

Jangan lupa, lakukan lagi bundle install setiap kali melakukan perubahan pada Gemfile.

bundle install

Buka file user.rb pada folder /app/models/ dan isikan kode berikut ini:

  • before_save :encrypt_password
  • def self.authenticate(email, password)
  • user = find_by_email(email)
  • if user && user.password_hash == BCrypt::Engine.hash_secret(password, user.password_salt)
  • user
  • else
  • nil
  • end
  • end
  • def encrypt_password
  • if password.present?
  • self.password_salt = BCrypt::Engine.generate_salt
  • self.password_hash = BCrypt::Engine.hash_secret(password, password_salt)
  • end
  • end

Tambahkan pula attribute berikut (dibawah before save):

  • attr_accessor :password
  • before_save :encrypt_password
  • validates_confirmation_of :password
  • validates_presence_of :password, :on => :create
  • validates_presence_of :email
  • validates_uniqueness_of :email

Hal yang berikut ini sangat penting, yaitu routing, di sini kita mengarahkan user ketika menekan tombol tertentu. Tambahkan code ini pada folder route.rb yang terletak di folder /app/models. Sisipkan di bawah get “users/new” tiga baris berikut ini:

Coba jalankan RoR dengan melakukan instruksi di bawah ini:

rails server

Biarkan console seolah-oleh hang, yang tandanya server sedang bekerja. Jika ingin mematikannya tinggal menekan Ctrl-C. Buka browser dan link pada http://localhost/3000

Coba klik Create user, lihat apa yang terjadi. Coba masuk ke database. Apakah sudah tersimpan? Misalnya saya masukan email: rahmadya@yahoo.com

Kuliah Web Application

Untuk jurusan Computer Science (Ilmu Komputer), tiap mahasiswa diwajibkan mengambil mata kuliah web application yang diasuh oleh Dr. Matthew M. Dailey. Doktor asal Amerika Serikat ini ahli di bidang pengembangan web.

Sempat ikut kuliah perdana, saya terpaksa harus kembali ke Indonesia karena tiap penerima beasiswa diwajibkan mengikuti serangkaian acara hingga penandatanganan kontrak dengan DIKTI. Dimulai dengan pengurusan Visa di kedutaan Thailand, dilanjutkan dengan Lokakarya pra keberangkatan yang dihadiri oleh hampir seratus orang. Setelah hampir 3 minggu menunggu SP Setneg, akhirnya dokumen selesai, ditandai dengan penandatangan kontrak di DIKTI, gedung D lt 4.

Setelah kembali ke AIT, saya dihadapkan dengan beberapa kesulitan akibat absen perkuliahan selama hampir sebulan. Beberapa dosen memberi keringanan, dari komposisi yang Mid : Final = 40 : 60 menjadi 20 : 80 hingga adanya kelas tambahan.

Berbekal tanya sana sini, akhirnya sedikit demi sedikit saya mampu mengikuti alur kuliah Web yang sangat ditakuti oleh sebagian besar mahasiswa CS di AIT. Terpaksa saya harus ikuti handout lab hingga yang saat ini dipelajari (Ajax). Cukup sulit, terutama karena laptop saya yang harus VMWare karena kapasitas C yang minim, sementara Laptop dari AIT belum tiba.

Diawali dengan install ubuntu 13, saya mulai mengeksplore bahasa yang baru saya kenal yaitu “Ruby on Rails (RoR)”. Bahasa ini lumayan ampuh dari security, terbukti telah digunakan di Yellow Page dan Twitter, dibanding PHP yang diterapkan di Facebook dan banyak di hack orang.

Masih ada waktu dua minggu untuk persiapan Mid Term. Semoga bisa mengikuti dan menjawab soal-soal yang diujikan, Amiiin.

Perkenalan dengan Para Senior Mahasiswa Indonesia di AIT

Mahasiswa Indonesia di AIT cukup banyak sekitar empat puluhan. Kebanyakan mengambil pascasarjana master, dan hanya beberapa yang doktoral, termasuk salah satunya saya. Banyaknya mahasiswa Indonesia di AIT salah satunya adalah adanya kerjasama dual degree antara Institute Tekhnologi Sepuluh november (ITS) dengan kampus ini. Tiap tahun ITS mengirim lebih dari 10 orang mahasiswanya yang melanjutkan sisa kuliah S2-nya di AIT.

Sore itu tiba-tiba rekan samping kamar saya yang juga mahasiswa Indonesia, memberitahukan bahwa ada pertemuan mahasiswa baru Indonesia dengan salah satu pengurus PERMITHA (Persatuan mahasiswa Indonesia di Thailand). Tadinya saya tidak ingin datang karena baru saja selesai kuliah Prof Guha yang bablas hingga jam 7 malam. Tetapi karena ajakan dua rekan saya yang baru masuk juga, akhirnya saya ikut juga pertemuan yang diadakan di gedung School of Engineering and Resources Departement.

Agenda pada malam itu adalah selain perkenalan dengan tiga belas mahasiswa baru juga membahas acara “welcome show”. Selain itu, para senior juga bersedia memperkenalkan diri. Untuk acara welcome show, sepertinya Indonesia kekurangan wakilnya, ditambah lagi tidak ada acara tari tradisional, yang ada hanya tari kontemporer.

Semoga ke depan ajang silaturahmi antar mahasiswa Indonesia di AIT berjalan dengan baik.

Akreditasi Jurusan Mesin dan Elektro S1

Hari ini berlangsung visitasi oleh asesor dalam rangka melengkapi proses akreditasi jurusan teknik mesin dan elektro. Para asesor berasal dari seorang profesor dari UGM dan profesor dan doktor dari Universitas Gunadarma (UG). Salah seorang asesor mesin, Prof. Ir. Jamasri, PhD, merupakan dosen saya ketika mengambil S1 Mesin di UGM dahulu. Baik jurusan mesin maupun elektro, baru pertama kali melaksanakan akreditasi, selain itu baru meluluskan beberapa mahasiswa saja. Pelaksanaan secara serentak baru pertama kali terjadi.

Ibu rektor UNISMA, Dra. Hj. Siti Nuraeni, M.Si, membuka acara visitasi dilanjutkan dengan langsung membahas borang 3B yang merupakan isian dari fakultas. Karena merupakan isian fakultas, maka antara Mesin dan Elektro digabung jadi satu. Salah satu kritik yang diberikan oleh asesor kepada fakultas adalah lemahnya SDM, terutama dosen yang belum bergelar doktor. Padahal saat ini mencari beasiswa lebih mudah di banding era 90-an ketika si asesor sedang mencari beasiswa. Selain itu, banyaknya SDM di jurusan mesin sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk studi lanjut beberapa dosennya tanpa mengganggu efektivitas perkuliahan. Mengenai masalah Sistem Informasi Manajemen (SIM), sepertinya tidak ada masalah karena web sudah berfungsi dengan baik.

Masuk ke borang 3A, pertanyaan-pertanyaan asesor sudah menjurus ke substansi dan lebih detil. Hal-hal yang menyangkut kemahasiswaan menjadi sorotan. Masih seperti dahulu ketika saya menjadi murid Prof Jamasri, pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya detil bertubi-tubi diberikan ke kajur mesin, Bp Ahsan. Jumlah mahasiswa, kuesioner, waktu tunggu mahasiswa, dan sejenisnya banyak yang harus direvisi.Acara ditunda karena bertepatan dengan pelaksanaan shalat Jumat di masjid Al-Fatah UNISMA.

Setelah shalat Jumat, acara dilanjutkan dengan mengunjungi peralatan pendukung akademik seperti workshop mesin, ruang dosen, ruang perkuliahan, dan lain-lain. Salah satu saran Mr Jam (panggilan Prof Jamasri ketika saya menjadi siswanya dulu) adalah bahwa dosen seharusnya memiliki ruang di laboratorium, tidak disatukan seperti ruang Sekolah Dasar (SD). Mengenai fasilitas praktikum dan ruang kelas, sepertinya tidak ada masalah dan dianggap sudah memenuhi syarat.

Problem keyboard pada Samsung Galaxy tab 10.1

Pada postingan yang lalu saya menyebutkan masalah yang ada pada keyboard Samsung Galaxy Tab (SGT) saya yaitu kerap ketika menekan tombol tertentu (biasanya huruf a) hasilnya tertekan terus seperti ini aaaaaaaaa. Beberapa trik sudah saya lakukan tetapi hasilnya tidak memuaskan. Dari mendownload bentuk tampilan keyboard baru di luar keyboard bawaan SGT, hingga mereset ulang perangkat ketika menancapkan keyboard doc, menginstall office android yang baru, tidak juga berhasil.

Beberapa waktu yang lalu karena sering meninggalkan SGT di rumah, dan dipakai oleh anak saya yang berumur 2 tahun, ketika pulang kerja saya dapati SGT saya “hang”. Sebelum hang saya perhatikan banyak musik keluar dari SGT. Kuat dugaan saya, seluruh aplikasi game, lagu, player, dijalankan dan tablet kehabisan memori. Terpaksa OS diinstal ulang, dan data-data yang belum sempat dibackup hilang semua. Saran saya, sebaiknya backup data Anda karena data terkadang lebih berharga dari tabletnya. Sempat saya menanyakan ke servis tablet apakah bisa diinstall OS terbaru (waktu itu Jelly bean) ke tablet saya, mereka menjawab tidak bisa. Akhirnya terpaksa diinstall OS bawaan SGT saya yaitu honeycomb.

Ketika selesai, ternyata rekan saya banyak yang OS-nya berubah dari honeycomb menjadi ice cream sandwich. Karena versi tabletnya sama (SGT 10.1) maka saya memberanikan diri untuk mengupgrade-nya. Caranya antara lain:
1. Masuk ke menu setting
2. Tekan about
3. Tekan update
Maka secara otomatis tablet akan mengupdate. Pertama-tama anda harus login/registrasi dulu tablet anda ke samsung (biasanya akan muncul otomatis, anda tinggal mengisi alamat email saja). Tahap pertama yang di donlot adalah perangkat keras / chipset sebelum mengupgrade OS. Beberapa kali restart terjadi, jangan lupa untuk tidak mematikan power, karena jika saat proses berlangsung tablet anda mati, jangan kecewa kalau OS anda rusak dan harus install ulang. Agar amannya, pastikan baterai terisi penuh, atau colok saja kabel daya ke tablet anda.

Tahap kedua adalah menginstall OS. Kalau mau nyaman sebaiknya gunakan Wifi karena untuk install OS, Anda perlu mendownload sebesar 200-an Mb dari situs Samsung. Kecuali Anda punya kapasitas pulsa yang besar (saya menggunakan tri, telkomsel, dan xl paket begadang). Jika sudah selesai mendownload, tekan tombol install ketika tablet menanyakan apakah upgrade diinstall sekarang. Tablet akan langsung menginstall OS, dan ternyata benar, OS saya langsung ke versi 4 yaitu Ice cream sandwich (ICS). ICS menurut saya lebih stabil dengan grafis yang jauh lebih baik.

Lama sudah keyboard doc tidak saya pakai (padahal harganya hampir 500 ribu), dan iseng-iseng karena banyak tugas yang membutuhkan mengetik biasa (tanpa rumus-rumus), saya coba pergunakan keybord itu. Saya coba OfficeSuite pro 7 saya (download dari apkmania), dan ternyata saya terkejut karena masalah yang dulu tidak terjadi lagi. Hmm .. ternyata masalah terselesaikan dengan sendirinya. Tadinya saya pikir karena software yang buruk, ternyata ketika saya pergunakan lagi software yang dulu (polaris office), hasilnya pun ok, tidak ada masalah. Semoga pengalaman ini bermanfaat.

Matlab 2007 lebih baik dari pada Matlab 2008?

Tiap tahun biasanya Matlab menerbitkan versi terbarunya. Pertama kali saya menggunakan Matlab 6 tahun 2001 ketika menyelesaikan skripsi S1. Waktu itu Matlab mulai meluncurkan pemrograman Visualnya. Karena hanya sebagai alat bantu simulasi perhitungan getaran, saya tidak begitu mengeksplorasi fitur-fitur yang ada di Matlab 6. Baru ketika menyelesaikan Tesis tentang pencocokan pola dengan Jaringan Syaraf Tiruan, fitur-fitur yang ada banyak saya ketahui, dari SIMULINK, toolbox yang beraneka macam dan teknik kompilasi menjadi program executable sudah saya coba.

Berikut ini kita akan menguji kemampuan pembelajaran Jaringan Syaraf Tiruan (JST) antara Matlab 7 dengan Matlab 8. Untuk mudahnya, kita misalnya akan mengajari perkalian dua bilangan. Persiapkan datanya sebagai berikut pada command window.

Pada Matlab 2008 buka jendela toolbox JST dengan mengetik nntool. Masukan data-data tersebut di atas ke dalam toolbox tersebut.

Parameter-parameter yang digunakan antara lain fungsi pembelajaran lavenberg marquadt (TRAINLM), fungsi adaptasi gradien Minimum (LEARNGDM), fungsi performa Mean Square Error (MSE), jumlah lapis 2 (satu lapis tersembunyi), jumlah neuron 3 pada lapis tersembunyi itu. Fungsi transfer yang digunakan di lapis tersembunyi adalah tangen sigmoid (TANSIG) dan lapisan output linear (PURELIN). Lakukan proses training yang dilanjutkan dengan menguji hasil pembelajaran dan data lain di luar data pelatihan.

Masuk ke tab Train, lakukan proses training dan jangan lupa menyimpan Network1 ke workspace agar bisa digunakan untuk menguji data. Lakukan pengujian dengan fungsi SIM.

Perhatikan, hasil belajarnya cukup baik dimana errornya hampir tidak ada jika diuji dengan data pelatihan. Coba uji dengan data lain selain data pelatihan, apakah benar hasilnya masukan pertama dikali masukan kedua.

Perhatikan, ada error di kolom dua antara target dengan hasil simulasi JST. Berikutnya kita lakukan cara yang sama di Matlab 2007, apakah hasilnya lebih baik? Dengan parameter yang setara tentunya.

Perhatikan gambar di atas, tampak adanya perbedaan dengan Matlab 2008. Pada Matlab 2007, gambarnya masih kurang baik menurut saya. Salah satu perbedaan lainnya adalah saat training tidak dijumpai bentuk GUI penjelasan training, melainkan hanya grafik saja.

Uji terhadap data pelatihan cukup baik dan mendekatai Matlab 2008, hanya saja ada dua data yang harusnya 6 tetapi dijawab 5,9997. Tetapi tentu saja dianggap berharga 6. Sedangkan untuk data lain (data yang sama dengan uji pada Matlab 2008) dihasilkan:

Ternyata hasilnya pun tidak jauh berbeda dengan Matlab 2008, yaitu error di kolom 2 yang disebabkan keluaran yang bernilai 12, jauh dari nilai saat pelatihan. Lebih baik Matlab 2008? Tunggu dulu, coba data lain misalnya logika OR.

Jika menggunakan cara di atas, untuk Matlab 2007 menghasilkan keluaran:

Sedangkan untuk Matlab 2008 menghasilkan keluaran:

Hal ini saya temukan ketika mengajar data mining di kelas Sistem Informasi Darma Persada, lab yang terinstall Matlab 2007 menghasilkan keluaran yang baik dibanding laptop saya yang terinstall Matlab 2008. Kalau ingin membuktikannya coba sendiri di komputer Anda. Salah satu keunggulan versi 2008 adalah dari sisi kompilasi (Deployment Project) yang sudah lengkap.

Menghitung Keluaran Jaringan Syaraf Tiruan (JST)

Data Mining/24.06.2013/Sistem Informasi

Setelah proses pelatihan (training) selesai, JST yang terbentuk telah memiliki bobot dan bias. Bobot dan bias hasil pelatihan berfungsi untuk menghitung keluaran terhadap masukan pada neuron input. Misalnya kita memiliki JST sebagai berikut:

Jika diketahui IW=[1 2 3;4 5 6], LW=[1;2;3], IB=[1 2 3], dan LB=[2]. Untuk masukan x1=1 dan x2=2, berapakah keluaran yang dihasilkan?Anggap fungsi aktivasi di lapis tersembunyi (hidden layer) dan lapis keluaran (output layer) linear.

Buka Matlab, Scilab, Octave, dan sebagainya. Masukan data sebagai berikut:

Jadi keluaran yang dihasilkan = 94.

Untuk perhitungan menggunakan EXCEl klik ==> Menghitung Output JST

Instalasi Octave di Windows

Salah satu keunggulan Matlab dibanding bahasa C atau Fortran di masa-nya adalah dalam perhitungan Matriks. Matlab mampu memenuhi permintaan para saintis yang sangat membutuhkan alat bantu perhitungan matriks yang memang banyak dibutuhkan untuk risetnya. Namun demikian, harga lisensi yang mahal menarik simpati para open source programmer menciptakan aplikasi sejenis Matlab tetapi dengan tanpa membayar sepeserpun ketika menggunakannya. Salah satu aplikasi dengan format bahasa seperti Matlab yang open source adalah octave yang bisa diunduh pada situs resminya, www.gnu.org/software/octave

Setelah selesai mengunduh, lakukan instalasi sederhana dengan mengklik installernya. O iya, sebelum mengunduh pastikan dahulu versi sistem operasi yang akan menjalankan octave, linux atau window. Berikut ini saya menginstall octave versi 3.4.3 untuk windows. Selain itu, ternyata tersedia pula fungsi-fungsi untuk mengolah gambar/citra yang sangat bermanfaat untuk aplikasi-aplikasi deteksi gambar atau sistem biometrik.

Butuh waktu beberapa menit untuk menginstal octave. Beberapa file DLL extract dan diletakkan di system windows serta dibentuk beberapa folder penting octave sebelum akhirnya octave berhasil diinstal di komputer kita.

Setelah tombol FINISH ditekan, maka octave telah berhasil kita instal. Perhatikan bentuk simbol lebih besar (‘>’) yang merupakan ciri khas bahasa berbasis Matlab. Perlu diketahui, tampilan matlab pertama kali pada tahun 80-an mirim sekali dengan tampilan octave ini.

Persiapan Ujian Akhir Semester Firewall dan Keamanan Data

Pengumuman:

Hari ini adalah pertemuan terakhir menjelang UAS untuk Mata Kuliah Firewall dan Keamanan Data. Harap yang belum mengumpulkan tugas segera mengumpulkan lewat email. Pastikan saat mengirimkan email lampiran / attachment disertakan serta email sampai ke saya.

Ujian akhir berisi soal-soal latihan minggu lalu dan sebelumnya, hanya saja diacak dan tiap siswa tidak memiliki soal yang sama. Oleh karena itu diharapkan tiap kelompok saling berbagi penyelesaian soalnya, dan koreksi jika jawaban dari kelompok lain ada yang kurang tepat menurut Anda.

Coba cari informasi berikut ini untuk UAS nanti:

  1. Jika Anda membuat program penyusup, virus, dan sejenisnya, menurut UU ITE Republik Indonesia, berapa tuntutan yang diberikan oleh pasal tersebut?
  2. Pencemaran nama baik di internet lewat blog, media sosial, dan lain-lain menurut UU ITE terkena pasal berapa dengan tuntutan apa saja?
  3. Apa yang telah dilakukan oleh Edward Snowden sehingga ia dicari / buron oleh pemerintah Amerika Serikat.


(Sumber: http://www.csmonitor.com/var/ezflow_site/storage/images/media/content/2013/0609/0609-edward-snowden.jpg/16009647-1-eng-US/0609-edward-snowden.jpg_full_600.jpg)

 

NB:

Berikut yang sudah mengumpulkan tugas Firewall dan Keamanan Data: Kelompok 2 (Muhammad Imam Muarif, Lukman Hadi, Doni M. Kohar), Kelompok 1 (Lussy), dan Kelompok 4 (Agung Nugroho dan Arif Bayu).