Membuat Kelas Online di Google Classroom

Google selain mesin pencari, email, dan tempat penyimpanan, bisa juga untuk pembuatan kode program dengan bahasa Python (lihat pos tentang Google Colab). Namun ternyata mampu juga mendukung pembelajaran online lewat Google Classroom, bahkan pemerintah menganjurkan untuk menggunakan fasilitas ini (lihat post sebelumnya).

Membuat Kelas Online

Pertama-tama Anda wajib menggunakan Gmail, sebaiknya Gmail pendidikan (berekstensi ‘ac.id’) agar bisa terintegrasi dengan Google Meet. Masuk ke Situs Google Classroom terlebih dahulu.

Di sini sebaiknya jangan menggunakan akun gmail.com gratisan seperti contoh saya tersebut. Gunakan saja yang pendidikan (‘ac.id’). Setelah “sign up” dengan cara yang kilat di atas, lanjut membuat satu kelas yang kita miliki pada pilihan Create Class (khusus pengajar, mahasiswa tinggal memasukan kode kelas di pilihan ‘Join Class’).

Setelah menekan Continue di Notice yang muncul sebelum memulai, kita langsung memberi nama kelas, section, subject, dll.

Memulai Google Classroom

Setelah mengisi dan menekan Create maka kelas sudah kita buat, mudah sekali ternyata. Bagaimana cara mahasiswa ikut kelas kita? Ternyata kita tidak perlu memasukan satu persatu. Klik di bagian Class Code, di bagian atasnya maka akan muncul kode kelas. Nah kode kelas inilah yang dishare ke mahasiswa kita.

Jika sudah masuk ke Classwork untuk memulai pembelajaran. Ada beberapa pilihan yaitu Assignment, Quiz Assignment, Question, Materials, dan lain-lain.

Mengeset Ujian/Quiz

Sebagai contoh, misalnya kita akan membuat Assignment atau ujian dalam bahasa Indonesia, bisa UTS, UAS, atau susulan.

Beri judul dan instruksi pengerjaan agar mahasiswa/siswa bisa mengikuti arahan soal yang ingin diikuti.

Di bagian bawah tampak tombol Add yang digunakan untuk meng-upload soal ujiannya.

Terakhir Anda tinggal menunggu siswa yang mengerjakan soal-soal tersebut dan mengupload jawabannya. Berikut tampilan siswa yang selesai mengupload tugas-tugas. Bentuknya sangat mudah dibuka sehingga proses pengoreksian bisa lebih cepat. Jika ingin membuat soal pilihan berganda, bisa coba gunakan Google Form, tetapi kelemahannya tidak ada waktu pengerjaan, silahkan gunakan fasilitas lain, misalnya Kahoot!! (lihat post terdahulu) yang bisa menggunakan waktu yang ketat agar mahasiswa tidak sempat menyontek atau meng-capture soal untuk disebarkan ke rekan-rekannya.

Update 20 April 2020

Jika Anda menggunakan gmail berformat ac.id maka mahasiswa harus ac.id juga. Siswa komplain ke saya kalau dia tidak bisa masuk, ternyata harus ac.id, kecuala teacher menggunakan gmail.com untuk membuat google classroom.

Yuk, Menggunakan Google Classroom

Saat tulisan ini dibuat, wabah COVID-19 mulai membesar, bahkan di tempat saya, Bekasi, sudah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Entah mengapa saya tidak suka dengan istilah COVID-19, terutama angka di belakangnya, seolah-olah nanti ada COVID-20, COVID-21, dan seterusnya, repot dah.

Wabah COVID-19 memaksa institusi memanfaatkan metode pembelajaran online. Repotnya tidak semua kampus atau sekolah siap dengan infrastruktur pembelajaran online. Nah, untungnya saat ini banyak fasilitas-fasilitas yang tersedia dan tidak berbayar yang bisa digunakan sebagai tools pembelajaran online baik dalam bentuk kuliah online, ujian online, maupun pembelajaran online. Salah satu yang cukup ampuh dan secara official resmi diperkenalkan oleh Kemendikbud adalah Google Classroom yang dapat diakses di situs: https://classroom.google.com. Berikut surat resminya.

Bahkan saat ini Google Classroom sudah terintegrasi dengan Google Meet untuk kuliah online. Asalkan Gmail Anda bukan @gmail.com bisa memulai Google Meet, misalnya email dengan “ac.id” buatan google berikut ini.

Untuk bagaimana mennggunakannya silahkan lanjut ke post berikutnya.