Akreditasi Jurusan Mesin dan Elektro S1

Hari ini berlangsung visitasi oleh asesor dalam rangka melengkapi proses akreditasi jurusan teknik mesin dan elektro. Para asesor berasal dari seorang profesor dari UGM dan profesor dan doktor dari Universitas Gunadarma (UG). Salah seorang asesor mesin, Prof. Ir. Jamasri, PhD, merupakan dosen saya ketika mengambil S1 Mesin di UGM dahulu. Baik jurusan mesin maupun elektro, baru pertama kali melaksanakan akreditasi, selain itu baru meluluskan beberapa mahasiswa saja. Pelaksanaan secara serentak baru pertama kali terjadi.

Ibu rektor UNISMA, Dra. Hj. Siti Nuraeni, M.Si, membuka acara visitasi dilanjutkan dengan langsung membahas borang 3B yang merupakan isian dari fakultas. Karena merupakan isian fakultas, maka antara Mesin dan Elektro digabung jadi satu. Salah satu kritik yang diberikan oleh asesor kepada fakultas adalah lemahnya SDM, terutama dosen yang belum bergelar doktor. Padahal saat ini mencari beasiswa lebih mudah di banding era 90-an ketika si asesor sedang mencari beasiswa. Selain itu, banyaknya SDM di jurusan mesin sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk studi lanjut beberapa dosennya tanpa mengganggu efektivitas perkuliahan. Mengenai masalah Sistem Informasi Manajemen (SIM), sepertinya tidak ada masalah karena web sudah berfungsi dengan baik.

Masuk ke borang 3A, pertanyaan-pertanyaan asesor sudah menjurus ke substansi dan lebih detil. Hal-hal yang menyangkut kemahasiswaan menjadi sorotan. Masih seperti dahulu ketika saya menjadi murid Prof Jamasri, pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya detil bertubi-tubi diberikan ke kajur mesin, Bp Ahsan. Jumlah mahasiswa, kuesioner, waktu tunggu mahasiswa, dan sejenisnya banyak yang harus direvisi.Acara ditunda karena bertepatan dengan pelaksanaan shalat Jumat di masjid Al-Fatah UNISMA.

Setelah shalat Jumat, acara dilanjutkan dengan mengunjungi peralatan pendukung akademik seperti workshop mesin, ruang dosen, ruang perkuliahan, dan lain-lain. Salah satu saran Mr Jam (panggilan Prof Jamasri ketika saya menjadi siswanya dulu) adalah bahwa dosen seharusnya memiliki ruang di laboratorium, tidak disatukan seperti ruang Sekolah Dasar (SD). Mengenai fasilitas praktikum dan ruang kelas, sepertinya tidak ada masalah dan dianggap sudah memenuhi syarat.

Problem keyboard pada Samsung Galaxy tab 10.1

Pada postingan yang lalu saya menyebutkan masalah yang ada pada keyboard Samsung Galaxy Tab (SGT) saya yaitu kerap ketika menekan tombol tertentu (biasanya huruf a) hasilnya tertekan terus seperti ini aaaaaaaaa. Beberapa trik sudah saya lakukan tetapi hasilnya tidak memuaskan. Dari mendownload bentuk tampilan keyboard baru di luar keyboard bawaan SGT, hingga mereset ulang perangkat ketika menancapkan keyboard doc, menginstall office android yang baru, tidak juga berhasil.

Beberapa waktu yang lalu karena sering meninggalkan SGT di rumah, dan dipakai oleh anak saya yang berumur 2 tahun, ketika pulang kerja saya dapati SGT saya “hang”. Sebelum hang saya perhatikan banyak musik keluar dari SGT. Kuat dugaan saya, seluruh aplikasi game, lagu, player, dijalankan dan tablet kehabisan memori. Terpaksa OS diinstal ulang, dan data-data yang belum sempat dibackup hilang semua. Saran saya, sebaiknya backup data Anda karena data terkadang lebih berharga dari tabletnya. Sempat saya menanyakan ke servis tablet apakah bisa diinstall OS terbaru (waktu itu Jelly bean) ke tablet saya, mereka menjawab tidak bisa. Akhirnya terpaksa diinstall OS bawaan SGT saya yaitu honeycomb.

Ketika selesai, ternyata rekan saya banyak yang OS-nya berubah dari honeycomb menjadi ice cream sandwich. Karena versi tabletnya sama (SGT 10.1) maka saya memberanikan diri untuk mengupgrade-nya. Caranya antara lain:
1. Masuk ke menu setting
2. Tekan about
3. Tekan update
Maka secara otomatis tablet akan mengupdate. Pertama-tama anda harus login/registrasi dulu tablet anda ke samsung (biasanya akan muncul otomatis, anda tinggal mengisi alamat email saja). Tahap pertama yang di donlot adalah perangkat keras / chipset sebelum mengupgrade OS. Beberapa kali restart terjadi, jangan lupa untuk tidak mematikan power, karena jika saat proses berlangsung tablet anda mati, jangan kecewa kalau OS anda rusak dan harus install ulang. Agar amannya, pastikan baterai terisi penuh, atau colok saja kabel daya ke tablet anda.

Tahap kedua adalah menginstall OS. Kalau mau nyaman sebaiknya gunakan Wifi karena untuk install OS, Anda perlu mendownload sebesar 200-an Mb dari situs Samsung. Kecuali Anda punya kapasitas pulsa yang besar (saya menggunakan tri, telkomsel, dan xl paket begadang). Jika sudah selesai mendownload, tekan tombol install ketika tablet menanyakan apakah upgrade diinstall sekarang. Tablet akan langsung menginstall OS, dan ternyata benar, OS saya langsung ke versi 4 yaitu Ice cream sandwich (ICS). ICS menurut saya lebih stabil dengan grafis yang jauh lebih baik.

Lama sudah keyboard doc tidak saya pakai (padahal harganya hampir 500 ribu), dan iseng-iseng karena banyak tugas yang membutuhkan mengetik biasa (tanpa rumus-rumus), saya coba pergunakan keybord itu. Saya coba OfficeSuite pro 7 saya (download dari apkmania), dan ternyata saya terkejut karena masalah yang dulu tidak terjadi lagi. Hmm .. ternyata masalah terselesaikan dengan sendirinya. Tadinya saya pikir karena software yang buruk, ternyata ketika saya pergunakan lagi software yang dulu (polaris office), hasilnya pun ok, tidak ada masalah. Semoga pengalaman ini bermanfaat.

Matlab 2007 lebih baik dari pada Matlab 2008?

Tiap tahun biasanya Matlab menerbitkan versi terbarunya. Pertama kali saya menggunakan Matlab 6 tahun 2001 ketika menyelesaikan skripsi S1. Waktu itu Matlab mulai meluncurkan pemrograman Visualnya. Karena hanya sebagai alat bantu simulasi perhitungan getaran, saya tidak begitu mengeksplorasi fitur-fitur yang ada di Matlab 6. Baru ketika menyelesaikan Tesis tentang pencocokan pola dengan Jaringan Syaraf Tiruan, fitur-fitur yang ada banyak saya ketahui, dari SIMULINK, toolbox yang beraneka macam dan teknik kompilasi menjadi program executable sudah saya coba.

Berikut ini kita akan menguji kemampuan pembelajaran Jaringan Syaraf Tiruan (JST) antara Matlab 7 dengan Matlab 8. Untuk mudahnya, kita misalnya akan mengajari perkalian dua bilangan. Persiapkan datanya sebagai berikut pada command window.

Pada Matlab 2008 buka jendela toolbox JST dengan mengetik nntool. Masukan data-data tersebut di atas ke dalam toolbox tersebut.

Parameter-parameter yang digunakan antara lain fungsi pembelajaran lavenberg marquadt (TRAINLM), fungsi adaptasi gradien Minimum (LEARNGDM), fungsi performa Mean Square Error (MSE), jumlah lapis 2 (satu lapis tersembunyi), jumlah neuron 3 pada lapis tersembunyi itu. Fungsi transfer yang digunakan di lapis tersembunyi adalah tangen sigmoid (TANSIG) dan lapisan output linear (PURELIN). Lakukan proses training yang dilanjutkan dengan menguji hasil pembelajaran dan data lain di luar data pelatihan.

Masuk ke tab Train, lakukan proses training dan jangan lupa menyimpan Network1 ke workspace agar bisa digunakan untuk menguji data. Lakukan pengujian dengan fungsi SIM.

Perhatikan, hasil belajarnya cukup baik dimana errornya hampir tidak ada jika diuji dengan data pelatihan. Coba uji dengan data lain selain data pelatihan, apakah benar hasilnya masukan pertama dikali masukan kedua.

Perhatikan, ada error di kolom dua antara target dengan hasil simulasi JST. Berikutnya kita lakukan cara yang sama di Matlab 2007, apakah hasilnya lebih baik? Dengan parameter yang setara tentunya.

Perhatikan gambar di atas, tampak adanya perbedaan dengan Matlab 2008. Pada Matlab 2007, gambarnya masih kurang baik menurut saya. Salah satu perbedaan lainnya adalah saat training tidak dijumpai bentuk GUI penjelasan training, melainkan hanya grafik saja.

Uji terhadap data pelatihan cukup baik dan mendekatai Matlab 2008, hanya saja ada dua data yang harusnya 6 tetapi dijawab 5,9997. Tetapi tentu saja dianggap berharga 6. Sedangkan untuk data lain (data yang sama dengan uji pada Matlab 2008) dihasilkan:

Ternyata hasilnya pun tidak jauh berbeda dengan Matlab 2008, yaitu error di kolom 2 yang disebabkan keluaran yang bernilai 12, jauh dari nilai saat pelatihan. Lebih baik Matlab 2008? Tunggu dulu, coba data lain misalnya logika OR.

Jika menggunakan cara di atas, untuk Matlab 2007 menghasilkan keluaran:

Sedangkan untuk Matlab 2008 menghasilkan keluaran:

Hal ini saya temukan ketika mengajar data mining di kelas Sistem Informasi Darma Persada, lab yang terinstall Matlab 2007 menghasilkan keluaran yang baik dibanding laptop saya yang terinstall Matlab 2008. Kalau ingin membuktikannya coba sendiri di komputer Anda. Salah satu keunggulan versi 2008 adalah dari sisi kompilasi (Deployment Project) yang sudah lengkap.

Menghitung Keluaran Jaringan Syaraf Tiruan (JST)

Data Mining/24.06.2013/Sistem Informasi

Setelah proses pelatihan (training) selesai, JST yang terbentuk telah memiliki bobot dan bias. Bobot dan bias hasil pelatihan berfungsi untuk menghitung keluaran terhadap masukan pada neuron input. Misalnya kita memiliki JST sebagai berikut:

Jika diketahui IW=[1 2 3;4 5 6], LW=[1;2;3], IB=[1 2 3], dan LB=[2]. Untuk masukan x1=1 dan x2=2, berapakah keluaran yang dihasilkan?Anggap fungsi aktivasi di lapis tersembunyi (hidden layer) dan lapis keluaran (output layer) linear.

Buka Matlab, Scilab, Octave, dan sebagainya. Masukan data sebagai berikut:

Jadi keluaran yang dihasilkan = 94.

Untuk perhitungan menggunakan EXCEl klik ==> Menghitung Output JST

Instalasi Octave di Windows

Salah satu keunggulan Matlab dibanding bahasa C atau Fortran di masa-nya adalah dalam perhitungan Matriks. Matlab mampu memenuhi permintaan para saintis yang sangat membutuhkan alat bantu perhitungan matriks yang memang banyak dibutuhkan untuk risetnya. Namun demikian, harga lisensi yang mahal menarik simpati para open source programmer menciptakan aplikasi sejenis Matlab tetapi dengan tanpa membayar sepeserpun ketika menggunakannya. Salah satu aplikasi dengan format bahasa seperti Matlab yang open source adalah octave yang bisa diunduh pada situs resminya, www.gnu.org/software/octave

Setelah selesai mengunduh, lakukan instalasi sederhana dengan mengklik installernya. O iya, sebelum mengunduh pastikan dahulu versi sistem operasi yang akan menjalankan octave, linux atau window. Berikut ini saya menginstall octave versi 3.4.3 untuk windows. Selain itu, ternyata tersedia pula fungsi-fungsi untuk mengolah gambar/citra yang sangat bermanfaat untuk aplikasi-aplikasi deteksi gambar atau sistem biometrik.

Butuh waktu beberapa menit untuk menginstal octave. Beberapa file DLL extract dan diletakkan di system windows serta dibentuk beberapa folder penting octave sebelum akhirnya octave berhasil diinstal di komputer kita.

Setelah tombol FINISH ditekan, maka octave telah berhasil kita instal. Perhatikan bentuk simbol lebih besar (‘>’) yang merupakan ciri khas bahasa berbasis Matlab. Perlu diketahui, tampilan matlab pertama kali pada tahun 80-an mirim sekali dengan tampilan octave ini.

Persiapan Ujian Akhir Semester Firewall dan Keamanan Data

Pengumuman:

Hari ini adalah pertemuan terakhir menjelang UAS untuk Mata Kuliah Firewall dan Keamanan Data. Harap yang belum mengumpulkan tugas segera mengumpulkan lewat email. Pastikan saat mengirimkan email lampiran / attachment disertakan serta email sampai ke saya.

Ujian akhir berisi soal-soal latihan minggu lalu dan sebelumnya, hanya saja diacak dan tiap siswa tidak memiliki soal yang sama. Oleh karena itu diharapkan tiap kelompok saling berbagi penyelesaian soalnya, dan koreksi jika jawaban dari kelompok lain ada yang kurang tepat menurut Anda.

Coba cari informasi berikut ini untuk UAS nanti:

  1. Jika Anda membuat program penyusup, virus, dan sejenisnya, menurut UU ITE Republik Indonesia, berapa tuntutan yang diberikan oleh pasal tersebut?
  2. Pencemaran nama baik di internet lewat blog, media sosial, dan lain-lain menurut UU ITE terkena pasal berapa dengan tuntutan apa saja?
  3. Apa yang telah dilakukan oleh Edward Snowden sehingga ia dicari / buron oleh pemerintah Amerika Serikat.


(Sumber: http://www.csmonitor.com/var/ezflow_site/storage/images/media/content/2013/0609/0609-edward-snowden.jpg/16009647-1-eng-US/0609-edward-snowden.jpg_full_600.jpg)

 

NB:

Berikut yang sudah mengumpulkan tugas Firewall dan Keamanan Data: Kelompok 2 (Muhammad Imam Muarif, Lukman Hadi, Doni M. Kohar), Kelompok 1 (Lussy), dan Kelompok 4 (Agung Nugroho dan Arif Bayu).

Problematika Tri Darma Perguruan Tinggi

Beberapa hari yang lalu ada sosialisasi tentang jenjang kepangkatan dosen di lantai 3 rektorat. Satu hal yang menentukan kenaikan jabatan fungsional ternyata adalah aspek penelitian. Hal ini menjadi kendala bagi para dosen yang memang kebanyakan lebih suka mengajar dibanding meneliti. Peraturan tentang Tri Darma yang menambah aspek pengabdian dan penelitian selain pengajaran sebenarnya cukup baik dan inilah yang membedakan antara dosen dengan guru.

Beberapa kasus plagiarisme mengharuskan DIKTI melakukan syarat ketat mengenai penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal. Selain masalah akreditasi jurnal yang menerbitkan tulisan, juga sekarang beberapa penerbit jurnal mengejar agar jurnalnya terindeks di indeks terkenal di dunia antara lain SCOPUS dan Thomson.

Selain penelitian, hal penting lainnya adalah tingkap pendidikan yang harus menempuh S3 karena jika S2 kepangkatan akan terhenti di Lektor. Tentu saja syarat S2 harus terpenuhi. Dengan adanya aturan PERMENPAN tersebut dosen-dosen sekarang bergerak untuk mencari beasiswa agar bisa lanjut ke jenjang S3.

Begitulan jalan seorang Dosen, jalan yang harus ditempuh oleh seseorang yang ingin total berkarir sebagai dosen di suatu institusi pendidikan. Tidak ada jalan lain selain terus belajar. Semoga Allah ridha.

Tugas II Firewall & Keamanan Data

Yang sudah menyelesaikan tugas firewall:

  1. M Imam Muarif
  2. Agung Nugroho
  3. Tomi Sukma Nugraha
  4. Arif Bayu
  5. M Ali
  6. Asep
  7. Irfan Supian

Jawablah pertanyaan berikut ini untuk nilai tugas kedua (Kelompok bebas maks 2 orang, atur agar tidak ada soal yang sama antara satu kelompok dengan kelompok yang lain):

Kelompok 1:

  1. Aspek keamanan jaringan terdiri dari privacy, integrity, authentication, availability, access control dan non-repudiation. Jelaskan dengan kata-kata Anda sendiri.
  2. Jelaskan apa yang dimaksud Steganografi dan Kriptografi.
  3. Sebutkan kelemahan-kelemahan enkripsi.
  4. Sebutkan port-port standard HTTP, POP3 dan DNS !

Kelompok 2:

  1. Apa yang dimaksud dengan serangan Denial of Service (DOS)
  2. Jelaskan dengan kata-kata sendiri istilah Socket Secure Layer (SSL) yang sering dipergunakan oleh institusi perbankan.
  3. Jelaskan perbedaan yang mencolok antara Virus, Trojan dan Worm.
  4. Sebutkan dua jenis teknik yang dipergunakan oleh engine antivirus!

Kelompok 3:

  1. Jelaskan pengertian dari istilah-istilah Hacker, Cracker, Sniffer dan Spoofing !
  2. Jelaskan prinsip dasar enkripsi yang melibatkan chipper text dan enchiper !
  3. Sebutkan kelemahan-kelemahan enkripsi.
  4. Sebutkan port-port standard HTTP, POP3 dan DNS !

Kelompok 4:

  1. Apa yang dimaksud dengan serangan Denial of Service (DOS) dan Distributed Denial of Service (DDOS)?
  2. Jelaskan langkah-langkah untuk mencegah terserang virus komputer !
  3. Jelaskan perbedaan yang mencolok antara Virus, Trojan dan Worm.
  4. Sebutkan 10 contoh antivirus yang ada saat ini !

Jawaban di kirim ke alamat email: rahmadya_trias@yahoo.com paling lambat hari ini jam 24.00 WIB.

Mensimulasikan Sistem Sederhana dengan Simulink

Tugas Pengaturan

Buat diagram blok dengan simulink, dimana fungsi alih terbuka-nya adalah

NPM adalah dua digit nomor NPM terakhir Anda. Misal dua NPM terakhir anda 11, maka:

Jalankan dan kirimkan grafik keluarannya untuk sistem tertutup satuan.

ke: rahmadya_trias@yahoo.com untuk nilai tugas. Hitung berapa ERROR, overshoot, dan Settling Time-nya.

Membuat Aplikasi Sederhana Berbasis Support Vector Machine (SVM)

Berikut ini kita akan mencoba membagi kelas IPA, IPS, dan Bahasa terhadap satu kelompok kelas. Istilah yang digunakan untuk lebih dari dua kelas adalah MULTICLASS. Untuk contoh kita buat data IPA, IPS, dan Bahasa dengan data sedikit saja:

Berikutnya kita membuat tiga garis pemisah y1, y2, dan y3 yang akan memisahkan data berdasarkan kriteria seperti gambar di bawah ini:

Pertama kita buat y1:

Berikutnya kita membuat pemisah IPA dan Bahasa, y2:

Terakhir kita membuat pemisah IPS dan Bahasa, y3:

Berikutnya persamaan garis y1, y2, dan y3 dijadikan dasar patokan menentukan jurusan seorang siswa, misalnya IPA= 75, IPS= 85, dan Bahasa= 90]. Kita gunakan y1 untuk menguji apakah IPA atau IPS. Simpan data persamaan garis dalam bentuk file, misalnya namanya y, ketik save y di Command Window.

Karena hasil pengujian tahap pertama masuk kategori IPS, maka pengujian berikutnya dengan y3 untuk menentukan apakah dia IPS atau Bahasa. Perhatikan gambar diagram pohon sebelumnya, dimana jika diperoleh uji pertama = 1, maka digunakan uji ketiga antara IPS dan Bahasa.

Dan hasil akhir diperoleh 2 yang artinya, siswa tesebut masuk kategori kelas bahasa berdasarkan enam data sebelumnya. Bagaimana membuat aplikasi terapannya? Rancang GUI seperti berikut ini:

Gunakan kode berikut ini:

  • load y
  • uji=[handles.ipa handles.ips handles.bahasa]
  • uji1=svmclassify(y1,uji(:,1:2))

 

  • if uji1==0
  • uji2=svmclassify(y2,[uji(:,1) uji(:,3)])
  • if uji2==0
    • msgbox(‘Kelas IPA’)
  • else
    • msgbox(‘Kelas IPS’)
  • end
  • else
  • uji3=svmclassify(y3,uji(:,2:3))
  • if uji3==1
    • msgbox(‘Kelas IPS’)
  • else
    • msgbox(‘Kelas Bahasa’)
  • end
  • end

Masukan data seperti data uji sebelumnya, hasilnya harus sama.

 

 

Masa SMA

Entah kenapa tiba-tiba Blackberry Messanger (BBM) saya berbunyi. Ternyata ada group baru yang mengajak saya untuk masuk ke group tersebut. Begitu bergabung, ternyata sudah puluhan anggota alumni SMA saya waktu di Yogyakarta dulu, dengan nama group-nya yang terkenal, “Delayota 95”. Artinya adalah, alumni SMA 8 Yogyakarta dengan tahun lulus 95.

Pikiran saya langsung menerawang ke masa lalu malam itu. Entah mengapa kelas satu dan kelas dua SMA adalah masa yang paling berkesan, dilihat dari sisi non akademik. Karena memang masa itu adalah masa yang dipenuhi oleh main-main dan becanda. Berbeda dengan kelas III yang harus memikirkan mau lanjut ke mana selepas SMA nanti.

Kelas II, Masa Paling Heboh

Berbeda dengan kelas satu, kelas dua terjadi percampuran antar kelas, sehingga banyak wajah-wajah baru bermunculan. Persaingan pun kian sulit karena jagoan-jagoan sudah mulai kelihatan. Ada yang kelihatan jago, tentu saja ada jagoan-jagoan yang sembunyi, baik karena merahasiakan, maupun karena nakal. Maklum kelas 2, penjurusan sudah tidak lagi, EBTANAS setahun lagi, jadilah si penggoda guru-guru. Apalagi guru-guru magang dari IKIP yang sedang belajar ngajar, habissss digodain.

Menggoda Guru-guru IKIP yang Sedang Magang

Berbeda dengan guru, calon guru terlihat masih kaku, dan masih ada dua sisi, yaitu dia sendiri masih belajar, sisi yang lain harus bisa mengajar. Sikap wibawa yang dibuat-buat, “jaim”, dan sejenisnya, tidak dapat menipu kami siswa-siswa kelas II yang memang lagi nakal-nakalnya. Teringat ketika salah seorang calon ibu guru, menjelaskan proses terbentuknya Delta sungai, Kesalahan fatalnya adalah gambar sungainya di papan tulis yang menyerupai buah dada. Teman saya yang memang berwatak mesum, nama aslinya saya lupa, panggilannya Balok (mungkin krn bentuk wajahnya kotak), langsung mengeluarkan siulan-siulan menggoda. Si calon guru, tentu saja merengut, dan sayangnya malah marah. “Fikiran kalian ternyata pada kotor ya”, katanya. Mungkin banyak teman-teman lain yang dalam hati menyalahkan si Balok itu, suasana kelas jadi tegang dan tidak nyaman. Pelajaran pun berlanjut, si calon guru kemudian menjelaskan terbentuknya delta itu dengan menghapus garis yang artinya terputusnya aliran sungai dan terbentuklah delta. Tapi apa yang terjadi berikutnya, dengan celetukan sederhana, “lhooo… Coplok (artinya: copot/lepas)”, seisi kelas jadi geger dengan tawa, termasuk rekan si calon guru yang duduk di belakang. Dan yang bikin kami tertawa adalah sikap reflek si calon guru yang berjilbab itu ketika mendengarkan celetukan si Balok, langsung menghapus apa yang baru saja dia gambar di papan tulis dengan tangannya. Bahkan ketika mengetik tulisan ini pun saya menahan tawa sendiri.


Hari berikutnya, calon guru yang berbeda, kali ini lumayan cantik, hanya saja kelihatannya judes, karena merasa diabaikan, sempat teriak, ” yang tidak suka, silakan keluar!!”, sambi menunjuk ke arah luar. Suasana hening mencekam. Tapi itu tidak berlangsung lama, rekan saya yang paling tinggi dan berbadan besar, panggilannya mas Kus, yang waktu itu ada angin apa kok duduk di kursi depan, dan ditengah pula, padahal biasanya di pojok belakang, mengacungkan jari secara perlahan sambil menunduk. Semua orang melihat dia, termasuk guru itu, tentu saja masih tanda tanya. “Saya suka kok bu. ….”, katanya sambil menunduk. Udah. .. Ga usah diceritakan suasanya hebohnya kayak apa. Bahkan sampai jam istirahat pun temen-teman saya banyak yang menyindir-nyindir si mas Kus tentang hal itu.

Kingsoft Office

Ini adalah salah satu aplikasi office untuk gadget android. Biasanya saya menggunakan polaris office untuk mengetik di android. Saya sering kali kecewa dengan kinerja polaris office yang kerap tiba-tiba hang dan kehilangan ketika yang telah saya ketik jika belum disimpan. Karena itu maka saya berusaha mencari aplikasi lainnya yang gratis di android market (sekarang bernama playstore). Baru saja saya searching, langsung muncul nama kingsoft office dengan bintang hampir lima, pertanda rating yang bagus untuk aplikasi ini. Setelah saya coba mengetik tulisan sepanjang enam halaman, tidak dijumpai hang seperti pada polaris office. Sehingga saya dengan nyaman mengetik tanpa dihantui oleh hang yang akibatnya kehilangan tulisan yang belum sempat saya simpan.
Kendala yang mengganggu pada kingsoft office adalah lambatnya tulisan ketika mengetik dan proses saving yang menurut saya terlalu lama. Sepertinya vendor harus memperhatikan hal ini. Walaupun tidak dijumpai hang seperti polaris office lamanya proses simpan ini tentu saja mengganggu pengguna. Sempat saya berfikir jangan-jangan hang juga, ketika di angka 90% proses saving seolah terhenti.

Membuat JST dengan Neural Network Fitting Tool (nftool)

Data Mining/06.05.2013/Sistem Informasi

Matlab menyediakan fasilitas JST yang lebih spesifik dari sebelumnya, yaitu fitting, clustering, dan Pattern recognition. Sekarang kita coba melatih data berikut ini dengan nftool. Buat dengan excel setelah itu pindahkan ke workspace dengan perintah xlsread. Misalnya, nama file excel-ya ‘input.xlsx’. Misalnya kolom A Indeks Prestasi Mahasiswa, Kolom B Tingkat Kemiskinan dan C mendapat beasiswa atau tidak (beasiswa = 1, Tidak Beasiswa = 0).

Berikutnya masuk ke Command Window, masukan beberapa langkah berikut ini untuk membuat data masukan dan target yang akan digunakan untuk pelatihan.

  • input=xlsread(‘input.xlsx’);
  • in=[input(:,1) input(:,2)];
  • out=input(:,3);

Berikutnya jika in dan out sudah ada di workspace kita, panggil nftool untuk membuat JST dan melakukan pelatihan. Ketik nftool di command window. Masukan input dan outputnya sesuai dengan variabel yang telah dibuat. Jangan lupa klik jumlah record berdasarkan baris atau kolom. Biasanya, jika belum dicentang, tombol next tidak bisa ditekan yang artinya antara input dan output masih ada kesalahan. Klik Next, hingga muncul tampilan sebagai berikut.

 

Berikutnya kita lakukan pelatihan (training) dengan metode Backpropagation. Klik tombol ‘Train’.

Setelah pelatihan selesai, jangan lupa menyimpan hasil pelatihan tersebut ke workspace dengan menekan tombol ‘Save Result‘.

Berikutnya uji dengan beberapa masukan, apakah hasilnya tepat? Untuk menguji hasil pelatihan dapat dilakukan dengan menguji input yang dilatih, apakah sesuai dengan target atau tidak? Gunakan kode berikut.

Perhatikan, hasil antara kolom kiri dan kanan harus sama. Perbedaan menandakan ada kesalahan pada hasil pelatihan. Tetapi jarang diperoleh hasil pelatihan yang memiliki akurasi 100%. Jika ingin melihat Surface, gunakan kode berikut di Command Window untuk melihat hasil surface beragam kemungkinan masukan.

  • plot3(1,1,1)
  • hold
  • Current plot held
  • >> grid
  • >> for i=1:40
  • for j=1:40
  • x=i/10;y=j/10;
  • k=sim(net,[x;y]);
  • if k>0.5
  • plot3(x,y,k,’r*’)
  • else
  • plot3(x,y,k,’b*’)
  • end
  • end
  • end

Wilayah berwarna merah berdasarkan kode di atas masuk dalam kategori memperoleh beasiswa “1” dan biru masuk kategori tidak mendapat beasiswa “0”.

Melihat Surface Jaringan Syaraf Tiruan (JST)

Surface merupakan istilah yang digunakan Matlab terhadap bidang tiga dimensi. Variabel yang ada adalah X, Y, dan Z. Terkadang kita ingin melihat surface JST yang telah kita training untuk mengetahui kinerjanya seperti pada Fuzzy Inference System (FIS) dan Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS). Sebagai bahan perbandingan perhatikan data berikut ini yang akan kita latih dengan ANFIS dan JST.

Kolom satu dan dua adalah variabel masukan, sedangkan kolom ketiga menyatakan target pembelajaran. Berikutnya kita latih sistem kita, baik dengan ANFIS maupun JST. Dengan anfis kita peroleh surface sebagai berikut:

Mengenai cara pembuatannya, lihat tulisan saya terdahulu mengenai pelatihan ANFIS. Untuk JST harus kita buat struktur network dan kemudian melatihnya dengan data di atas. Berikut ini contoh code untuk membuat grafik 3D JST dengan nama ‘net‘.

Di sini saya menggunakan resolusi dua digit di belakang koma, dari 0.01 hingga 4. Hasilnya adalah grafik di bawah ini. Lumayan lama (lebih dari 10 menit) ketika kode di atas dijalankan.

Jika dirasa terlalu lama prosesnya, dapat kita turunkan resolusinya menjadi satu digit di belakang koma. Untuk warna data dilakukan dengan perintah di belakang plot3, dengan if-else untuk wilayah warna tertentu.

Sebenarnya ada cara untuk membuat lewat instruksi ‘surface’ atau ‘mesh’, tetapi untuk kasus fungsi ‘sim’ pada matlab tidak bisa dijalankan. Berikut ini contoh script untuk 3D fungsi matematis biasa.

Virus Trojan

Firewall dan Keamanan Data/01.05.2013/Teknik Komputer

Istilah trojan berasal dari kuda trojan yang merupakan strategi Yunani untuk memasuki Troy. Kuda patung yang berisi prajurit akhirnya bisa masuk dan menguasai Troya (http://en.wikipedia.org/wiki/Trojan_Horse). Prinsip ini digunakan oleh hacker untuk memasuki kumputer yang dituju. Caranya adalah membuat sebuah program yang biasanya menarik dan gratis. Ketika diinstal di komputer, ternyata membuka port tertentu yang digunakan untuk memasukan virus.

Prinsip trojan sebenarnya tidak selalu negatif. Kebanyakan software yang ada unsur “UPDATE” selalu membuka port ketika diinstal. Misalnya program XAMMP berikut ini yang akan membuka port: 3306 ketika dijalankan. Untuk mengetahui port apa saja yang terbuka di komputer kita dapat dilakukan dengan mengetik netsat di command prompt.


Sekarang coba jalankan XAMPP dengan menekan tombol XAMMP start. Hingga server apache dapat berfungsi dengan masuk ke http://localhost. Masuk ke menu phpmyadmin untuk mengakses database mysql.


Karena apache pada XAMPP disertai dengan akses terhadap database Mysql, maka diperlukan port tertentu untuk komunikasi Client dengan Mysql. Sekarang kembali ke Command Prompt, dan jalankan lagi netstat untuk melihat port baru yang terbentuk ketika XAMPP dijalankan.


Perhatikan Localhost:3306 berarti pada PC localhost (127.0.0.1) terdapat port 3306. Coba matikan kembali XAMPP untuk membuktikan jika port 3306 itu muncul akibat XAMPP.

Aplikasi lain seperti antivirus, windows, dan lain-lain yang membutuhkan update, pasti memiliki port tertentu yang terbuka ketika dijalankan. Untuk menghindari virus trojan, sebaiknya tidak sembarangan menginstall program (biasanya game).