Mengetahui Id Scopus Beserta H-Index

Salah satu tri darma perguruan tinggi adalah penelitian selain pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat (lanjutan tulisan yg lalu). Terkejut juga ketika membuka kembali laman penelitian dikti (www.simlitabmas.dikti.go.id) yang tiba-tiba saat login dosen muncul kolom isian id scopus beserta h-index yang dimiliki. Saya hanya menduga mungkin pemerintah mulai mengarahkan dosen menjadi peneliti setelah terpisahnya kemendikbud menjadi kementerian pendidikan dan kementerian ristek – pendidikan tinggi. Sebelumnya memang muncul di sosial media berita ranking ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang terindex scopus, yang dapat dilihat di link berikut ini.

Tampak nama, institution, h-index, dan citations. Pertanyaannya adalah dari mana memperoleh informasi tersebut? Dikti memberikan kolom isian di simlitabmas bahkan tanpa memberi penjelasan bagaimana menemukannya. Di google ada beberapa situs yang menjelaskan dengan baik, tapi sayangnya itu dari negara tetangga malaysia di link ini. Berikut langkah untuk memperolehnya:

  • Langkah pertama untuk memperoleh nomor identitas di scopus adalah mempublikasi paper yang terindeks di scopus. Tidak harus menjadi peneliti utama, co-author bisa langsung mendapat nomor ID. Tidak ada cara lain. (kalo ada cara lain, kasih tahu ya ..)
  • Buka situs scopus (www.scopus.com), dan klik Author search, ketik nama belakang Anda (family name) dilanjutkan dengan menekan simbol kaca pembesar (search). Untuk institusi yang tidak berlangganan scopus, sepertinya hanya bisa melihat Author saja. Ketika muncul peringatan untuk mendaftar/register scopus, di bawah ada link berwarna biru dengan tulisan “author preview” yang bisa diklik dan dilanjutkan dengan searching lewat nama Author.

  • Tunggu beberapa saat, jika tidak muncul memang nama Anda tidak ada, segera membuat publikasi ilmiah yang terindeks di level internasional, misalnya scopus, thomson, google scholar, dll. Jika terindeks maka akan muncul nama anda di scopus, thomson, google scholar, dan indexer lainnya. Untuk saat ini sepertinya dikti masih memakai Scopus, mungkin indexer yg lain segera menyusul.

  • Setelah muncul beberapa nama, cari nama yang sesuai dengan afiliasi dan paper-paper yang telah dipublish. Nama di atas saya itu Prof. Eko Handayanto dari Malang (nomor 71 di list). Di sini saya memakai bendera Asian Institute of Technology (AIT) Thailand setelah sebelumnya Islam 45 university karena memang saya sedang belajar di sana, juga alasan-alasan lain yg tidak dapat saya jelaskan di sini. Setelah itu klik nama Anda di kolom paling kiri.

  • Di sana tampak nama, institusi (affiliation), Author ID, serta h-index. Jika ingin melihat grafik h-index, bisa dengan menekan view h-graph. Untuk perhitungan lebih detil dapat disearching di google, atau menunggu postingan saya berikutnya. Maaf ya Prof. E. Handayanto, ijin menampilkan nama Anda di sini ya, semoga bisa seperti Anda.

  • Setelah itu isi di kolom simlitabmas ID Author saya di scopus dengan skor index yang baru satu.

Update:  7 Mei 2015

Ternyata kalau tidak login scopus tidak bisa dijalankancara di atas ya. Ok kita coba tanpa login. masuk ke http://www.scopus.com kemudian klik Author Preview.

Jika saya masukkan nama saya, akan muncul tulisan-tulisan saya, dan karena saya penulis utama, nama saya bisa diklik untuk melihat h-indexnya.

scopus-rahmadya

Sementara, untuk co-author saya, misalnya Samsiana. Tampak nama samsiana tidak bisa diklik, kemungkinan besar h-index masih nol. untuk mengisi id scopus bisa melihat di bawah (saya pake mozilla) untuk mengetahui nomor id scopus berikut ini:

scopus-rahmadya

Iklan

33 thoughts on “Mengetahui Id Scopus Beserta H-Index

  1. Pertanyaan yang sama dengan mbak tati, Apa yang harus sy tulis pada isian h-indeksnya pak? bolehkah dikosongkan no dan authornya?

    • jika link author tidak bisa diklik h-index biasanya nol. apakah di paper tersebut ibu author atau co-author, saya cek semua rekan co-author saya memang tidak bisa diklik, sementara yang author bisa diklik. ok, saya revisi postingan saya kalau begitu, karena saya buat di kampus yg otomatis login scopus

  2. kenapa affiliasi saya di scopus jadi Universitas Sumatera Utara (spt ini, “Asmanizar,
    Universitas Sumatera Utara, Department of Agroecotechnology, Medan, Indonesia
    Author ID: 54788865000″)
    padahal dalam paper saya tulis ” Department of Agroecotechnology
    Faculty of Agriculture
    Islamic University of North Sumatra
    Jl. S.M.Raja 191, Medan 20217 Indonesia” bisa dibetulkan kah?, Dua paper saya yg tercantum, memang benar. terimakasih.

  3. pak Rahmadya saya juga mau bertanya saya memang co-author dan sudah login Scopus untuk melihat ID kita itu selain klik nama tidak ada cara lain ya pak?Nama saya juga tidak bisa di klik itu permasalahannya

  4. Maaf Pak, mau tanya bagi yang tdk memilik skor h-index scopus,, bagaimana caranya untuk tetap upload proposal??, saya igin mengajukan Proposal Dosen Pemula. Maslahnya adalah setiap kali mengklik pengajuan usulan baru, selalu muncul tampilan untuk mengisi skor h-index, ID author.. Mohon pencerahannya Pak..
    Terima kasih

  5. pak mau tanya
    kalo mengubah profil bagaimana ya, karena sy pernah pindah homebase dari kampus di jogja ke bandung. sekarang sebenarnya NIDN sy sdh tercantum di kampus yang baru, namun di simlitabmas tercantum di kampus lama. Mohon pencerahannya

    • dulu profil saya di unisma, tetapi ketika studi dan memakai profil kampus tempat studi langsung otomatis ikut yang terakhir. saya pernah mencoba menu claim tapi sepertinya ga jalan dan tetap mengandalkan engine scopus untuk mendeteksi id tertentu apakah orang yang sama.

  6. Siang Pak
    Saya mau mengirim artikel di suatu Jurnal yang terindeks Scopus
    Akan tetapi saya diminta untuk menuliskan nama lima Potential Reviewer yang mempunyai ID Scopus
    Saya diminta untuk mengusahakan mencari nama dan alamat emailnya untuk, diutamakan, dari luar Indonesa
    Bidang saya adalah Remote Sensing
    BAGAIMANA CARANYA MENCARI POTENTIAL REVIEWER TERSEBUT?
    Terimakasih

    Bambang Sulistyo

    • berarti tinggal cari jurnal internasional trus lihat reviewer di jurnal tersebut, agak lama sih, sebaiknya kirim email ke lebih dari lima kalo begitu

  7. Tanya lagi Mas (apa Pak?)
    Saya sudah ada artikel di Indonesian Journal of Geography yang terbit pada tahun 1998 dan tahun 2009
    Jurnal tersebut mrpkn salah satu jurnal terindeks Scopus
    Tetapi nama saya tidak bisa ditemukan ketika saya mencari Scopus ID-nya
    1. Mengapa ya Mas?
    2. Bagaimana caranya supaya dapat mempunyai SCopus ID?
    3. Kalau mau komplain, ditujukan ke mana dan alamat emailnya yang mana ya?

    Terima kasih
    Bambang Sulistyo

    • ini bukan?
      Export all | Add all to list | Set document alert | Set document feed

      Document
      The accuracy of the outer boundary delineation of coral reef area derived from the analyses of various vegetation indices of satellite landsat thematic mapper
      Authors of Document
      Sulistyo, B.
      Year the Document was Publish
      2017
      Source of the Document
      Biodiversitas
      Open Access
      Number of Documents that reference this Document
      0

      Show record link row
      View at Publisher
      Document
      The effect of choosing three different C factor formulae derived from NDVI on a fully raster-based erosion modelling
      Authors of Document
      Sulistyo, B.
      Year the Document was Publish
      2016
      Source of the Document
      IOP Conference Series: Earth and Environmental Science
      Number of Documents that reference this Document
      0

  8. Asswrbwb.

    Bagaimana cara mengecek prosiding terindeks scopus seperti yang dijanjikan oleh panitia konferensi. kemudian apakah dgn prosiding terindeks scopus kita sudah mendapatkan ID scopus.
    Demikian, mohon pencerahannya
    terimakasih

    • ID scopus saya pertama kali dari prosiding, waktu itu ICACSIS pertama Univ Indonesia, pertama dan langsung terindeks scopus. Biasanya kalo pertama terindeks, berikutnya terindeks. Panitia sepertinya harus jujur, sudah disetujui scopus atau dalam proses. Kalau dia terindeks IEEE, misalnya, yakin aja terindeks scopus. kalau panitia diminta bukti sudah diapprove, biasanya mereka memberikan.

  9. mas saya dosen baru saya mau mengajukan jurnal internasional jurusan saya informatika,,ada tidak ajuan jurnal yang terindeks scopus untuk jurusan

    • tiap institusi membuat daftar jurnal yg diakui atau tidak. kalau kuliah s3 terkadang ada syarat impact factor, misal di atas 1. dikti. dikti sepertinya memasukan beberpa jurnal terlarang. nah untuk yg baru cari yg diakui dgn impact 0 – 0.5, krn lebih mudah kemungkinan diterimanya. biasanya conference terindeks dulu kalo belum PD jurnal

  10. Pak kenapa sy sdh daftar ke sinta, tapi nggak bisa aktivasi, sehingga ma login nggak bisa nggak ditemukan nama saya, tapi sy regristasi lagi dijawabnya sdh terdaftar, jadi gimana ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s