Praktek Land Change Modeler dengan IDRISI – Part 2: Transition Potential

Praktek Transition Potential ini merupakan kelanjutan dari Change Analysis di postingan sebelumnya. Hanya saja di sini studi kasusnya berbeda. Terraset sudah memposting tutorialnya di Youtube, berikut ini, bisa dilihat. Lihat juga video sebelumnya tentang change analysis, khusus di bagian sinkronisasi dua data LU tahun yang berbeda.

Di tahap Change Analysis ini yang terpenting adalah membuat Map perubahan lahan. Pada isian Map Change isikan Ignore transitions less then dengan 500 hectares (rubah cell jadi hectares). Tampak hanya empat perubahan potensial yang dihasilkan dari Map change ini (dari sebelumnya tujuh).

TRANSITION POTENTIAL

Sampai langkah di atas, kita sudah melewati Change Analysis dan mulai masuk ke Transition Potential. Penting untuk diketahui bahwa keempat perubahaan (tmp011 gambar di atas) harus dijadikan dasar empiris pembuatan model perubahan lahan. Ada dua tools yang bisa dipakai yaitu logistic regression dan multi-layer perceptron (MLP) neural network. Di tutorial disebutkan bahwa vendor telah melakukan uji coba terhadap 12 teknik ternyata memang MLPNN yang paling tangguh (robust).

Selanjutnya, tekan Tab: Transition Potential pada LCM. Tampak menu-menu yang tersedia seperti tampak di bawah ini.

a. Transition Sub-Models: Status

Jika diperhatikan Change Map di langkah sebelumnya (tmp011) empat     transition potential berubah dari beberapa LU class menjadi Antrophogenic Disturbance. Pada Transition Sub-Models kita bisa memberinya nama yang sama, misalnya Disturbance. Jika dipakai semua transition potential-nya, pastikan Yes pada sebelah kiri tiap-tiap transisi.

Jika sudah maka kita mulai masuk ke bagian yang paling sulit yaitu mendeklarasikan variabel-variabel yang mempengaruhi perubahan lahan, dikenal dengan istilah Driver. Dari sini kita kembali lagi ke Change Analysis untuk membuat Map transisi dari semua ke Anthropogenic Disturbance.

Ditunjukan dalam tutorial bahwa ada hubungan non-linear antara perubahan lahan dengan faktor disturbance. Langkahnya adalah setelah membuat peta perubahan, gunakan fungsi RECLASS untuk membuat peta biner.

Setelah itu CHANGE8694 dihubungkan dengan perubahan disturbance dengan menggunakan fungsi HISTO yang terletak di sebelah kanan GPS. Gambar di bawah menunjukan hubungan non-linear.

Maksud dari gambar di atas adalah jika menggunakan metode logistic regression maka harus dilakukan proses linearisasi dengan log transformation. Namun jika menggunakan MLPNN tidak perlu merubahnya dan TAB Variable transformation Utility bisa kita lewatkan dan langsung ke Test & selection of site and driver variables.

b. Test and Selection of Site and Driver Variables

Bagian ini berfungsi mengukur sejauh mada Driver berpengaruh terhadap transition potential. Pilih driver yang akan diuji, setelah tombol Test Explanatory Power ditekan, maka Cramer’s Value muncul. Lanjutkan dengan menekan Add to model. Perhatikan untuk driver DISTANCE_FROM_STREAMCT, nilai Cramer sangat rendah dan tidak berkontribusi terhadap transition potential.

Kemudian ada hal lain yang penting yaitu menguji peta transisi dari 86 dengan membandingkan peta tersebut dengan peta perubahan (yang sudah berbentuk kategori).

c. Transition Sub-model Structure

Pastikan driver sudah masuk pada TAB ini, termasuk EVLIKELIHOOD_LC. Dan akhirnya kita masuk tahap terakhir yaitu me-running model dengan MLPNN. Tunggu beberapa saat, dan ulangi jika akurasinya di bawah 75%. Selamat mencoba.

    

    

    

Iklan

One thought on “Praktek Land Change Modeler dengan IDRISI – Part 2: Transition Potential

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s