Membuat Sitasi dan Daftar Pustaka Otomatis pada MS Word

[komputer.1|manajemen|lab.sainstech|pert.7]

Saat ini Mendeley merupakan alat sitasi otomatis yang banyak digunakan oleh peneliti-peneliti di seluruh dunia. Tetapi jika tidak sempat membuat akun Mendeley, gunakan saja fasilitas yang ada di Microsoft Word. Perhatikan menu RERENCES di bawah ini, khususnya pada bagian Citation.

Manage Sources

Langkah pertama untuk membuat sumber sitasi adalah mengisi sumber sitasi pada Manage Sources. Isi jenis sitasinya: buku, jurnal, laporan, dan lain-lain. Untuk pengarang, gunakan format <last_name>, <first_name>, <middle_name>.

Tekan New jika ingin menambahkan satu sumber (1). Pastikan tipe sumber sesuai (2), jika tidak pilih yang sesuai. Isi data-data tulisan secara lengkap (3). Tekan OK jika sudah selesai. Berikut cara menyisipkan sitasi di tulisan.

Arahkan kursor di lokasi tempat sitasi berada, misalnya setelah kata “Menurut”. Pilih References Insert Citation – pilih nama pengarang yang akan disitasi. Maka secara otomatis Word akan mengisi (Sunandar, 2017). Praktis bukan? Bahkan jika ingin merubah Style (defaultnya APA), format akan berubah juga. Coba ganti style menjadi IEEE, maka format akan berubah seperti di bawah ini (format angka).

Membuat Reference Otomatis

Jika sudah selesai mensitasi, di akhir tulisan dapat ditambahkan daftar pustaka. Caranya adalah dengan meletakan kursor di bagian bawah tulisan lalu tekan References Bibliography dan pilih yang sesuai/diinginkan.

Pastikan muncul daftar pustakan yang diinginkan beserta formatnya. Selamat mencoba. Tapi sangat disarankan menggunakan Mendeley.

Menggambar Entity Relationship Diagram (ERD) dengan Ms Visio 2013

[basis.data|akuntansi|lab.soft|pert.7]

Beberapa alat bantu rekayasa perangkat lunak saat ini sudah mampu membangkitkan kode dari diagram yang digambar. Namun jika hanya ingin sekedar menggambar, dengan Microsoft Visio pun bisa dengan mudah dibuat. Salah satu diagram yang dibahas dalam perkuliahan sistem basis data adalah Entity Relationship Diagram (ERD). Diagram ini menggambarkan relasi antara satu entitas dengan entitas lainnya. Entitas di sini merupakan abstraksi dari sistem real ke dalam sistem basis data, misalnya informasi-informasi yang terkait dengan barang, pelanggan, atau pun yang dalam bentuk transaksi seperti transaksi penjualan, pembelian, pemesanan dan sejenisnya.

Memulai Penggambaran

Visio yang digunakan dalam postingan ini adalah Microsoft Visio 2013. Aplikasi ini terpisah dengan paket Microsoft Office lainnya (Word, Excel, Access, dan Outlook). Agak merepotkan karena perlu membeli lisensi software tersebut. Tetapi jika sudah ada, apa salahnya untuk dimanfaatkan. Pilih jenis Shape untuk basis data: Basic Shapes Software & Database Databasebe Chen’s Databae Notation. Di sini kita coba menggunakan jenis notasi Chen yang sudah digunakan sejak tahun 70-an, walau saat ini kalah pamor dengan Crow’s Foot Database.

Ada empat bentuk dasar yang tersedia antara lain: Entitas, Relationship, Attribute, dan konektor relationship. Misalkan kita ingin menambahkan dalam model sebuah entitas, katakanlah barang. Drug mouse dari Entity ke bidang kerja. Hasilnya adalah segiempat dengan warna biru. Untuk merubahnya tekan format yang transparan (3).

Dobel klik pada Entity lalu isikan namanya. Atur ukuran huruf beserta warnanya agar mudah dibaca, karena default-nya adalah biru muda dan agak sulit dibaca. Untuk membuat Entity yang lain ada baiknya mongkopi dari yang sudah jadi karena tidak perlu mengeset huruf dan ukurannya lagi. Buat relasi barangmembeli suplier. Primary key, seperti biasa ditulis dengan garis bawah. Relasi gunakan bentuk Relationship Connector di jajaran Chen’s Database Notation dan BUKAN di bagian atas, karena nanti agak repot harus menghapus panahnya.

Gambar ERD di atas dikenal dengan istilah perancangan basis data secara konseptual (conceptual database planning). Secara konsep memang ERD di atas masuk akal, tetapi secara fisik tidak bisa diterapkan, khususnya di tabel pembelian (relasi membeli). Ketika barang dibeli dari suplier tertentu, berisi bisa lebih dari satu barang, padahal dalam tabel tidak bisa diterapkan satu field berisi lebih dari satu record. Oleh karena itu diperlukan konversi dari ERD ke Logical Record Structure (LRS) yang masuk dalam tahap perancangan basis data logikal. Biasanya muncul satu tabel baru bernama DetilPembelian untuk mengakomodir hubungan Many-to-Many.