Bumi Dipijak Langit Dijunjung

Pepatah yang mengatakan “dimana bumi dipijak di sana langit dijunjung” mengandung arti agar mengikuti adat istiadat dimana kita berada. Tapi pada postingan ini pepatah itu dapat diterapkan dalam keadaan apapun terlepas dari sebuah lokasi geografis.

Bumi Dipijak

Sadar posisi saat ini merupakan syarat utama mengorganisasi sebuah institusi. Sadar akan posisi yang mirip dengan perumpamaan “bumi dipijak”, membuat kita memahami diri (evaluasi diri) untuk kemudian merancang visi dan misi ke depan. Beberapa tahun riset data spasial yang melibatkan posisi geografi membuat saya paham betul prinsip utama geografi “banyak faktor yang berpengaruh, tetapi faktor geografilah yang utama”. Walau yang mengatakan memang orang geografi, tapi rasanya benar juga (dulu saya dengar lebih parah “semua yang ada dimuka bumi itu, adalah geografi” .. waduh). Ketika mengetik tulisan ini saya berada di dalam rumah di kawasan Bekasi, beda kan jika posisi di Palu saat gempa atau di dalam pesawat JT610 .. (semoga Allah memberikan tempat yang layak kepada korban-korban).

Bumi Dipijak – Alhamdulillah

Di awal semester kuliah doktoral, saya mengalami hal yang rumit dan berat. Diawali keberangkatan yang tidak di-ridhoi beberapa senior hingga kewajiban mengikuti pembekalan DIKTI yang membuat saya telat dua bulan mengikuti kuliah. Padahal kuliah tetap berjalan dan wajib ambil 12 sks dengan IPK min 3,5. Beberapa rekan dari kampus teknik terbaik di Surabaya pun mengalami nasib yang sama. Kesulitan mendapat IPK yang baik. Di situlah prinsip “bumi dipijak” bekerja. Evaluasi diri adalah teknik yang logis. Tapi sebelumnya dalam kondisi yang kalut, kata Alhamdulillah merupakan kata mujarab di segala kondisi. Ketika merasa di titik terendah, dengan kata yang wajib di baca ketika shalat itu, selalu teringat pemberian-pemberian Allah yang kita terima, dari istri, anak yang sehat, pekerjaan yang masih ada, dan lain-lain. Padahal yang tidak ada itu hanyalah secuil, walaupun “drop out” di mata. Dengan prinsip Alhamdulillah ditambah menyadari “bumi dipijak”, langkah tepat saya ambil, berganti jurusan ke information management. Yup, langkah yang tepat, karena saya lulusan pertama Computer Science & Information Management (CSIM) walaupun semester pertama (sebagai mahasiswa Computer Science) tidak dihitung yang logikanya saya harusnya lulus belakangan. Arti kata Alhamdulillah adalah segala puji bagi Allah, berarti berfungsi juga sebagai benteng kokoh dari sikap ingin dipuji. Cari muka, show up, dan hal-hal lain yang ingin agar kita dianggap orang hebat tidak akan dilakukan oleh orang yang memahami makna Alhamdulillah. Cuma kadang suka lupa juga sih ..

Langit Dijunjung

Kita bukanlah kerbau yang main seruduk ketika merasa prinsip kita benar. Memperhatikan orang lain saat ini sangat penting. Banyak organisasi yang berguguran karena kurang memperhatikan orang lain, yang dalam teori IT Strategic disebut “key performance indicator”. Ketika perusahaan taksi tidak bisa memahami kesulitan-kesulitan dan kedongkolan-kedongkolan yang dialami oleh konsumen, hadirnya aplikasi online menghantam organisasi itu. Contoh lain, saat ini institusi kampus sedang “kebingungan” dengan kondisi saat ini, merger di mana-mana, bahkan di tempat saya sesaat lagi beralih ke pemilik lain. Membuat konsumen dan pihak-pihak terkait puas akan pelayanan dan servis yang diberikan sepertinya wajib diketahui bukan hanya oleh bagian pemasaran, melainkan seluruh karyawan. Yang utama tentu saja pemilik/yayasan harus menyadari hal itu. Jika di perusahaan Gojek ada istilah “North Star” yaitu visi utama yang harus dipahami oleh seluruh pegawai (jika ada satu saja cancel – seluruh analis segera mengolah big data apa sebab-sebabnya), di kampus pun harus ada juga, katanya. Jika hanya mahasiswa yang dimanja, tetapi nasib dosen tetap merana, ya udah kabur saja. Sekian, semoga bisa menghibur.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s